
Yuki berjalan dengan hati-hati sambil membawa nampan berisi potongan buah yang akan di letakan di kamar Lekky, saat Dia justru tanpa sengaja berpapasan dengan rombongan Pangeran Sera ketika akan menuruni tangga.
Seketika jantung Yuki seakan berhenti.
Dia selalu menghindari pertemuan langsung dengan Pangeran Sera. Yuki percaya jika Pangeran Sera tidak akan tertipu oleh penyamarannya. Jadi Dia sebisa mungkin tidak ingin berada di dekat Pangeran Sera. Tapi tetap saja, ada satu dua kejadian yang tidak bisa di hindarinya.
Yuki merasa binggung. Dia tidak bisa begitu saja berbalik arah dan pergi. Pangeran Sera justru akan curiga melihatnya.
Jadi..Yuki memutuskan untuk berdiri di pinggir jalan. Memberikan ruang untuk Pangeran Sera dan rombongannya melangkah. Sembari menundukan kepala dalam untuk memberi hormat.
Yuki nyaris tidak bisa bernafas ketika Pangeran Sera berjalan tepat di depannya.
Yuki bisa melihat kaki Pangeran Sera tepat melewatinya.
Aneh....
Yuki merasa saat ini Dia cukup dekat dengan Pangeran Sera, tapi tidak punya keberanian untuk menyapanya. Meskipun Pangeran Sera akan senang melihat Yuki terlepas dari apa yang telah Mereka lalui lima tahun yang lalu. Tapi perasaan bersalah yang menumpuk membuat Yuki semakin takut untuk muncul di depan Pangeran Sera tanpa menyamar.
Yuki tidak punya keberanian untuk berbicara dengan Pangeran Sera. Sifat pengecut Yuki yang masih belum bisa di atasi Yuki dengan baik.
Pangeran Sera tiba-tiba berhenti ketika Dia sudah sampai di anak tangga teratas. Seluruh rombongan sontak berhenti mengikuti Pangeran Sera dengan keheranan.
Para Panglima Perang kerajaan Argueda yang berada di sebelah Pangeran Sera saling bertatapan dengan wajah penuh tanda tanya.
Yuki menegang saat Pangeran Sera membalikan badan. Matanya menatap lurus ke arah Yuki yang masih membungkuk untuk memberi hormat.
Mengetahui hal itu, Yuki semakin menundukan kepala dalam.
Yuki menahan keinginan untuk lari. Jika Dia melakukannya, Yuki tahu hasilnya akan jauh lebih buruk lagi. Orang akan mengejarnya dan mengira Dia ingin mencelakakan Pangeran Sera. Bisa jadi, Yuki akan terbunuh karena tuduhan itu.
"Ada apa Pangeran ?" Tanya seorang Panglima kerajaan Argueda mendekati Pangeran Sera.
Pangeran Sera mengangkat satu tangannya. Memberi kode agar semua diam dan tidak mengikutinya.
Matanya terus menatap Yuki.
Perlahan Dia berjalan kembali menuruni anak tangga.
__ADS_1
Telapak tangan Yuki berkeringat saat melihat Pangeran Sera pada akhirnya berada di tepat di depan Yuki.
Yuki masih menundukan kepala dalam. Tangannya basah oleh keringat. Dalam hati, Dia menahan keinginan untuk berlari pergi.
Pangeran Sera perlahan mengangkat tangannya. Memegang dagu Yuki dan langsung mendongakkan wajah Yuki secara paksa untuk menatap mata Pangeran Sera.
Mata Mereka bertemu sesaat.
Ada sirat terkejut yang tampak di wajah Pangeran Sera. Yuki segera memalingkan wajah dan mundur satu langkah ke belakang.
Jantung Yuki berbedar cukup kencang. Dia terus memanggil nama Lekky dalam pikirannya. Berharap Lekky ada di sekitarnya dan mendengarkan teriakan meminta bantuan yang di suarakan pikiran Yuki.
Pangeran Sera kembali menarik pinggang Yuki sehingga wajah Yuki membentur dada Pangeran Sera. Mereka berdiri cukup dekat. Semua orang tampak terkejut melihatnya.
Yuki tidak berani mengatakan apapun. Dia menutup mulutnya rapat. Tapi terus memanggil nama Lekky dalam pikirannya. Tubuhnya seolah membeku di dekat Pangeran Sera.
Yuki semakin berdiri mematung tanpa daya.
"Tiidakkk !!"
Kilatan cahaya muncul tiba-tiba. Yuki memincingkan mata dengan spontan. Ketika cahaya yang menyilaukan itu hilang dan Yuki bisa kembali membuka matanya. Dia terkejut karena Lekky sudah berdiri di antara Dia dan Pangeran Sera. Satu tangan Lekky memegang belati kecil yang cukup tajam. Menempel ringan namum mematikan di leher Pangeran Sera. Sementara tangannya yang lain mencekal tangan Pangeran Sera yang terulur untuk membuka cadar Yuki.
Wajah Lekky tenang namun penuh ancaman.
"Singkirkan tanganmu darinya" perintah Lekky sambil menatap lurus ke arah Pangeran Sera.
Sementara itu di belakang Pangeran Sera, serentak seluruh prajurit mencabut senjatanya dalam posisi siaga. Siap menyerang.
Terasa ketegangan di sekitar Yuki.
Pangeran Sera dan Lekky saling bertatapan dalam diam.
Dari sudut mata, Yuki menyadari kehadiran Pangeran Riana di dekat Mereka. Entah sejak kapan Pangeran Riana berada di sana. Tapi Dia hanya diam dan memperhatikan ketegangan yang sedang terjadi di tempatnya berdiri.
__ADS_1
Beberapa orang yang berada di sekitar berhenti untuk melihat keributan yang terjadi.
Ketika Pangeran Sera menurunkan tangannya, Yuki langsung bersembunyi di belakang Lekky.
Lekky masih tidak bergeming. Masih saling menatap dengan Pangeran Sera. Sementara itu belati masih menempel di kulit Pangeran Sera. Sedikit saja gerakan, leher Pangeran Sera bisa terputus.
Yuki meremas baju Lekky dari belakang dengan kuat. Berjaga-jaga jika Lekky bertindak nekat yang malah akan melukai Pangeran Sera.
"Kau sudah berjanji padaku tidak akan menyakiti Pangeran Sera dan Pangeran Riana" ujar Yuki dalam hati. Mengingatkan Lekky.
Meski Lekky telah berjanji pada Yuki, namun Yuki tetap saja khawatir Lekky akan melanggar janjinya, terutama jika ada masalah yang memicunya.
"Lekky turunkan pisau itu sekarang" bisik Yuki ketika Lekky masih tidak mau menurunkan pisaunya. "Aku mohon Lekky, turunkan pisau itu sekarang juga"
"Hey...hey...sudahlah" Varmount, anak laki-laki Lazzar yang juga sepupu Lekky datang menyeruak kerumunan.
Tubuhnya tinggi dan gempal, memiliki tulang yang besar serta kulit coklat yang terbakar matahari. Rambutnya berwarna hitam di potong cepak, dengan perut yang sedikit buncit.
"Lekky cukup. Turunkan pisaumu sekarang juga" kata Varmount lagi kepada Lekky dengan lebih tegas.
Yuki menyentakan lengan Lekky keras agar Lekky mau mendengarkannya dan Varmount.
Lekky masih menatap Pangeran Sera, Dia membalikkan gagang pisaunya ke atas. Kemudian melepaskan pisau itu sehingga jatuh ke bawah dengan suara berdenting tajam.
Kemudian Lekky menyambar pergelangan tangan Yuki. Tanpa suara Dia berbalik sambil menarik Yuki pergi. Melewati Pangeran Riana begitu saja, seolah Mereka tidak melihatnya. Terus berjalan meninggalkan kerumunan.
Semenjak kejadian itu, Yuki merasa semakin sulit bergerak. Curly memberitahu Yuki bahwa Pangeran Sera baru saja mengutus orang untuk mengawasi Yuki dua puluh empat jam. Jelas, Dia mencurigai Yuki. Namun yang paling mengejutkan Yuki adalah Raja Bardhana, Bangsawan Xasfir, Bangsawan Voldermont dan Putri Marsha masing masing juga menyuruh orang untuk mengikuti Yuki.
Yuki harus memikirkan kembali cara untuk mengelabui Mereka. Jadi Dia kembali memutuskan untuk muncul sebagai Yuki di kota.
Dia sengaja memperlihatkan dirinya sebagai pelayan Lekky Darmount masuk ke dalam ruangan pendeta suci untuk memenuhi panggilan Pendeta Suci yang ingin bertemu dengannya. Tapi, Yuki tidak pernah menemui Pendeta Suci di dalam kamarnya. Dia menyelinap pergi ke luar istana di bantu Curly setelah sebelumnya menyogok Curly dengan dua kilo apel merah segar.
Yuki kembali muncul di keramaian dengan membuka penyamarannya.
__ADS_1