Morning Dew

Morning Dew
307


__ADS_3

Yuki duduk bersandar di dinding batu yang ada di belakangnya. Meluruskan kaki ke depan. Pangeran Sera setelah selesai dengan urusannya, kembali menyusul Yuki duduk di sebelahnya. 


 


Pendeta Serfa baru saja datang bersama rombongan yang lain. Dia mengernyit sesaat ketika melihat Yuki dan Pangeran Sera. Tapi Dia memutuskan untuk tidak mengatakan sesuatu.


 


Hari belum terlalu malam. Yuki memutuskan untuk menghubungi Ferlay. Tak berapa lama terdengar suara celoteh Ferlay riang dari dalam Gulf ketika Dia mengangkat panggilan Yuki.


"Mama..." Panggil Ferlay manja. 


"Hay sayang, bagaimana kabarmu hari ini" tanya Yuki lembut pada Ferlay.


"Siapa itu ?" Tanya Pangeran Sera mendekat untuk melihat lebih jauh.


"Dia adalah Ferlay, anak laki-laki semata wayang Lekky dengan istrinya. Aku sudah menganggapnya seperti anakku sendiri. Dan Dia juga menganggapmu sebagai Ayahnya jika Pangeran tidak keberatan"


Pangeran Sera tersenyum lembut. "Kenapa Aku harus merasa keberatan" 


"Terimakasih" kata Yuki tulus. Yuki kembali melihat Gulfnya dan kemudian berkata pelan. "Ferlay, ada seseorang di sini yang ingin Mama perkenalkan padamu"


"Siapa Mama ?"


"Dia adalah suami Mama, Pangeran Sera"


 


 


Pangeran Sera muncul di dalam layar sambil melambaikan tangannya ke arah Ferlay. Ferlay terkikik kecil, menutup mulutnya dengan sebelah tangan sambil menundukkan wajahnya. Melihat Pangeran Sera dengan mengintip dari balik poninya.


"Dia seperti dirimu" kata Pangeran Sera saat melihat Ferlay. Yuki menganggukan kepala menyetujui.


Ferlay mengobrol seru dengan Pangeran Sera. Ketika hari sudah larut malam, Yuki tidur dengan kepalanya berada di pangkuan Pangeran Sera. Beberapa orang masih berjaga di luar, menunggu giliran untuk beristirahat.


 


 


Yuki terbangun dan tidak mendapati Pangeran Sera di sisinya. Beberapa orang masih tidur mengintari api unggun yang telah lama padam. Yuki beringsut bangun dan melihat Pangeran Sera berada di pintu gua bersama dengan Lekky. Lekky sedang berjongkok sambil memegangi peta. Sementara Pangeran Sera berdiri memegangi tali tambang yang di lingkarkan di lengannya.

__ADS_1


"Ada apa ?" Kata Yuki begitu berada di dekat Mereka. Yuki menyisir rambutnya dengan jari. Kemudian mengepangnya ke belakang. Dia mengambil ikat rambut yang berada di pergelangan tangannya, kemudian mempergunakannya untuk mengikat kepangan yang telah Dia buat.


"Kami sedang mengukur jarak antara kuil dan bibir gua ini dengan tali" jawab Pangeran Sera sambil terus melepaskan lingkaran tali ke bawah. Ada patok besi yang telah di tancapkan dengan kuat di tanah. Tak berapa lama, tali yang di pegang Pangeran Sera meregang kuat menembus kabut di depannya. Melintang panjang di atas jurang yang tinggi.


 


Tidak lama kemudian, Curly terbang dari arah jurang dan langsung mendarat ke bahu Lekky. "Tuan, Aku sudah mengikat tali itu di tempat yang kuat dan terlindungi" ujar Curly melapor. Curly tampak puas telah berhasil melaksanakan perintah dari Lekky. Seolah Dia menjadi pahlawan yang menyelamatkan semua orang yang ada.


 


Lekky mengambil tali di lengan Pangeran Sera dan memotongnya sesuai ukuran yang diinginkan. Kemudian mengikatkan dengan kuat ke patok besi yang telah di tancapkan sebelumnya ke atas tanah.


 


"Untuk apa tali ini, bukankah Kita akan memasuki kuil dengan menggunakan jalur darat" tanya Yuki akhirnya dengan wajah penasaran.


"Secara spesifik, Kita membutuhkan seorang pelindung yang sudah berada di dalam kuil, selama Kami bergerak menyusup ke dalamnya" 


Lekky memeriksa dengan lebih teliti simpul yang Dia buat. Setelah cukup yakin ikatan tali yang di buatnya aman. Dia kemudian menyerahkan peta ke tangan Pangeran Sera. Berdiri mengambil tas dan mencari barang-barangnya dengan suara gaduh. Membuat beberapa orang terbangun karena terganggu suara yang di buat Lekky.


 


Lekky kembali ke mulut gua dan mulai memasang peralatan di sana.


"Tentu saja Kau" kata Lekky tenang.


"Tidak" sembur Pangeran Sera langsung. Menolak mentah-mentah usulan Lekky.


"Jauh lebih berbahaya jika mengajaknya turun gunung daripada membiarkannya menunggu dengan tenang di dalam kuil" kilah Lekky tidak mau mengubah keputusannya.


"Aku tidak setuju. Apa Kau gila dengan menyuruh Yuki bergelantungan seorang diri di sana ?" Tunjuk Pangeran Sera langsung pada tali yang membentang di hadapannya.


Angin berhembus cukup kencang dari dalam jurang. Membawa kengerian tersendiri bagi yang melihat.


"Para penjaga akan menyadari kehadiran Kita jika Aku terbang menggunakan sayapku untuk memantau keadaan. Kalau Kau ingin Dia selamat. Maka Kau harus ikuti perintahku" kata Lekky tegas.


"Begitu banyak orang di sini, tapi Kau memilih Yuki yang berada di sana lebih dulu"


"Sudah...sudah...." Kata Yuki mencoba menengahi pertingkaian yang terjadi di antara Lekky dan Pangeran Sera. "Kenapa Kalian bertengkar tanpa bertanya padaku apakah Aku bisa melakukannya atau tidak" ujar Yuki jengah.


"Yuki.." panggil Pangeran Sera memprotes ucapan Yuki.

__ADS_1


"Pangeran Sera, Aku mohon percayalah padaku" Yuki menatap Pangeran Sera dalam. Meminta pengertiannya.


Pangeran Sera mengkerutkan keningnya. Tampak berpikir keras. "Apa Kau yakin Yuki, Aku datang sampai kemari adalah untuk menjagamu. Bukan membiarkanmu mati di depanku"


"Aku juga ada di sini untuk melakukan hal yang sama" ujar Yuki kembali meyakinkan Pangeran Sera.


Pangeran Sera mendesah kalah. Dia tahu tidak ada gunanya berdebat dengan Yuki dengan adanya Lekky di belakang Yuki yang mendukung kegilaan Yuki.


 


Akhirnya meskipun dengan wajah muram, Pangeran Sera menyetujuinya.


Dia membantu Lekky memasangkan tali pengaman di tubuh Yuki. Yuki sudah terbiasa melakukan hal-hal berbahaya ketika bersama dengan Lekky. Setidaknya, Dia tidak akan berteriak seperti orang bodoh ketika harus meluncur dengan tali di atas jurang yang tinggi, seperti yang akan di lakukannya sekarang.


 


Setelah semua siap. Yuki mundur beberapa langkah mengambil ancang-ancang. Bangsawan Voldermont yang baru saja bangun dari tidurnya menghampiri Yuki dengan wajah terkejut. Tapi sebelum Dia sempat berbicara Yuki sudah menyengir lebar padanya.


"Aku duluan.." kata Yuki sebelum akhirnya menghentakan kaki. Dan tubuhnya langsung meluncur dengan cepat ke depan. Meninggalkan Bangsawan Voldermont dan lainnya yang masih terkejut, diam menyaksikan tubuh Yuki di telan kabut tebal yang ada di depannya.


 


Lekky menarik tali dengan cepat agar kecepatan Yuki tetap stabil. Pangeran Sera langsung membantu Lekky mengamankan tali yang akan menjadi penolong Yuki, jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan.


 


Tubuh Yuki terus melayang di udara. Dia menahan hawa dingin yang menusuk tulang. Angin dingin berhembus dari bawah jurang. Curly menyusul Yuki dan terbang di bahu Yuki. Keduanya terus bergantung dengan kecepatan yang konstan hingga akhirnya atap kuil mulai terlihat dari sela kabut.


 


Yuki berhasil menampakan kakinya di lantai menara. Curly langsung membantu Yuki untuk melepaskan tali pengamannya dan langsung membawa semuanya pergi menghilang dengan cepat.  Kembali menemui Lekky untuk memberi kabar bahwa Yuki telah berhasil dengan selamat di tempat persembunyiannya.


 


Yuki sendirian di menara. Dia langsung berjongkok untuk memeriksa situasi dan menyiapkan anak panah dan busurnya. Dia menyelipkan pisau di kakinya. Mempersiapkan diri dengan baik jika terjadi pertempuran di dalam kuil. 


 


Yuki membungkuk dan memperhatikan sekitar dengan seksama. Situasi masih sunyi karena matahari pagi baru merayap naik. Memudarkan kabut yang menggaung memenuhi udara, sehingga menutup pandangan. 


Di tangannya Dia membawa teropong. 

__ADS_1


 


__ADS_2