Morning Dew

Morning Dew
294


__ADS_3

Pangeran Riana mendekap Yuki dengan kuat. Mengabaikan semua penolakan yang di lakukan Yuki, Dia mencengkram tengkuk Yuki dan memaksa Yuki mendongak. 


Pangeran Riana langsung mencium bibir Yuki. Yuki semakin memberontak berusaha melepaskan diri. Yuki tidak mau terulang kesalahan lagi. Ketidak mampuannya untuk menjaga diri membuat Yuki terjerumus ke dalam masalah yang jauh lebih besar.


Tapi tenaganya Pangeran Riana jauh lebih besar dari Yuki. Pangeran Riana terus mencium bibir Yuki. Tidak perduli dengan semua penolakan yang di lakukan Yuki. Cara menciumnnya begitu intens dan dalam. Seolah apa yang di lakukannya memang sudah sewajarnya terjadi. Seolah Dia lah yang menikah dengan Yuki dan berhak atas diri Yuki, bukan orang lain. 


 


Air mata Yuki mengalir deras saat Pangeran Riana melepaskan ciumannya. Perasaan tidak berdaya dan terpuruk terus menghantuinya. 


 


 


Pangeran Riana tidak perduli akan tangisan Yuki. Dia mengangkat Yuki ke gendongan. Membawa Yuki ke atas ranjang. Yuki di baringkan ke sana. Sementara Pangeran Riana berada di atasnya. 


"Ini salah...ini salah Pangeran" bisik Yuki di sela tangisannya.


"Salah atau benar. Aku tidak perduli. Yang jelas bagiku, inilah yang seharusnya terjadi" jawab Pangeran Riana dingin. 


Pangeran Riana kembali mendekati Yuki. Mencium bibir Yuki dalam. Perlahan pakaian Yuki di turunkan dari bahunya.


 


 


"Ibu Suri Agung...ini sudah larut malam. Lebih baik Kita kembali" ujar Bangsawan Asry yang menemani Ibu Suri berjalan menyusuri lorong di istana Pangeran Riana. Ibu Suri Agung telah mendengar masalah yang terjadi hari ini. Dia akan menemui Pangeran Riana untuk memarahinya karena telah membuat susah Yuki. Meskipun Ibu Suri agung senang ketika mendengar kerajaan akan memiliki keturunan yang mewarisi mahkota kerajaan. Tapi, Dia juga sangat jengkel mengetahui Pangeran Riana bertindak di luar batas terhadap wanita yang telah menjadi istri orang lain. Memang tidak ada cara lain untuk membuat Putri Yuki kembali ?.


 


Kenapa Dia harus memperkosa Yuki dan membuat gadis itu di cap buruk di mata orang karena dianggap tidak bisa menjaga martabatnya sebagai seorang istri ?.

__ADS_1


Ibu Suri Agung sangat yakin tidak mungkin Yuki mau menyerahkan dirinya begitu saja pada Riana. Tapi Riana pasti telah memaksanya. 


Jadi Ibu Suri datang untuk menemui Riana. Dia tidak mau menunggu sampai besok. Begitu mendengar Pangeran Riana kembali ke istananya dan menolak menemui Ibu Suri dengan alasan sudah terlalu larut malam untuk berkunjung. Ibu Suri memanggil semua pelayannya dan memaksa Mereka untuk membawanya menuju istana Pangeran Riana.


 


Mereka berbelok ke ujung lorong yang membawa Mereka ke kamar pribadi Pangeran Riana. Tidak ada penjaga di sekitar. Pangeran Riana sepertinya telah memerintahkan orang-orangnya menjauhi kamar pribadinya. 


Ibu Suri agung baru akan mendekati pintu kamar ketika terdengar teriakan di sertai tangisan milik Yuki. Dari tempatnya berdiri, Mereka bisa melihat kamar tidur Pangeran Rjana yang gorden jendelannya tidak di tutup. Sehingga memperlihatkan Pangeran Riana yang sebagian tubuhnya berada di balik selimut, di atas ranjang. Dia sedang membungkuk sambil merobek pakaian Yuki yang berbaring di bawahnya. Melemparkan serpihan pakaian ke lantai. Kaki Yuki yang terlihat di antara kaki Pangeran Riana tampak jelas berusaha meronta untuk melepaskan diri.


Bangsawan Asry tampak salah tingkah saat melihat Ibu Suri melihat kejadian itu dengan mata kepalanya sendiri. Ibu Jaena dengan sigap meminta Para pelayan wanita yang mengikuti Mereka untuk menundukkan pandangan. 


"Ibu Suri Agung, Kita tidak bisa menggangu Pangeran saat ini" kata Bangsawan Asry perlahan.


Ibu Suri Agung mendengus sesaat. Tapi Dia tidak mengatakan apapun. Kemudian berbalik dan kembali melangkah meninggalkan istana Pangeran Riana.


 


"Jadi begitulah ceritanya..." Kata Yuki tertahan sambil menggigit kuku jarinya dengan perasaan cemas.


"Aku sudah memintamu untuk tidak membuat masalah selama Kami pergi. Tapi Kau justru membuat masalah yang cukup besar Yuki" kata Lekky berdecak.


"Jadi Aku harus bagaimana ?"


"Jangan tanya Aku. Bukan Aku yang hamil dan mengandung anak orang lain"


Yuki diam.


"Tanganku gatal sekali ingin membunuh Dua orang itu" ujar Lekky kesal.


"Lekky..."

__ADS_1


"Tidak ada pilihan lain. Aku belum bisa pergi menemuimu sekarang. Banyak hal yang harus Aku kerjakan di sini"  Lekky meludah ke tanah ketika bau yang menyengat dari mayat-mayat yang di bakar mulai tercium. "Sementara ini, Kau harus tetap berada di bawah perlindungan Riana. Kehamilanmu ini telah menjadi konflik yang besar di antara dua kerajaan. Jadi Kau harus berhati-hati setiap saat. Akan banyak orang dan kepentingan yang berusaha untuk mengagalkanmu untuk melahirkan anak itu. Sekarang hanya Riana yang bisa melindungimu"


"Apakah di sana cukup genting ?" Tanya Yuki penasaran. Lekky pasti akan langsung datang menemui Yuki saat mendengar permasalahan yang terjadi. Tapi Dia tidak datang. Pasti ada sesuatu yang salah di sana sehingga Dia tidak bisa datang untuk membantu Yuki.


"Hanya masalah kecil" jawab Lekky acuh. Dia sengaja tidak memberitahu Yuki, bahwa sekarang Dia berada di arena pembakaran mayat yang menjadi korban hari ini. "Seorang murid pendeta suci berkhianat dan membantu Balgira untuk menculik pendeta suci. Katakan pada Riana, Aku telah mengirimkan coracal kembali ke kerajaan Garduete. Seminggu lagi pergilah Kalian dengan orang-orang kepercayaannya menuju rumahku. Ingatkan Dia untuk membawa naga miliknya dan setelah Kalian sampai, tunggu saja Aku di sana sampai Aku kembali atau memberi kabar"


"Baikkah, Aku mengerti"


"Jangan khawatirkan apapun. Pikirkan saja anak dalam kandunganmu Yuki. Tenang saja, Kita pasti bisa menemukan jalan keluarnya"


Yuki menjadi lega ketika Lekky menyebut kata Kita dalam kalimatnya. Yang menandakan bahwa Dia akan membantu Yuki. Setidaknya, Yuki mempunyai satu tempat yang tidak bisa di pengaruhi oleh kekuasaan dari Pangeran Riana maupun Pangeran Sera.


Yuki baru saja akan menjawab Lekky ketika sambungan telephone di tutup dengan terburu-buru. 


 


Yuki termenung sesaat. Dia ingin menghubungi Lekky kembali tapi segera mengurungkan niatnya. Dengan enggan Yuki berbalik dari tempatnya berdiri dan terkejut ketika mendapati Pangeran Riana sudah berdiri di ambang pintu.


Dari gerakan tubuhnya, Pangeran Riana sudah cukup lama berada di sana tanpa di sadari Yuki dan telah mendengarkan pembicaraan di antara Yuki dan Lekky.


"Aku ingin tahu, apakah Aku bisa menghancurkan sebuah Gulf dengan tanganku ini" kata Pangeran Riana dingin.


"Aku berbicara dengan Lekky, Dia..." Ujar Yuki tertahan mencoba menjelaskan situasi yang terjadi.


"Katakan padanya, Aku akan datang bersama dengan teman-temanku nanti"


"Aku akan mengatakannya jika Dia menghubungiku lagi" 


 


 

__ADS_1


Sudah empat hari Yuki di kurung di dalam kamar pribadi Pangeran Riana yang ada di istananya. Selama itu, Yuki tidak boleh sama sekali keluar dari dalam kamar atau menerima kunjungan jika tidak ada izin dari Pangeran Riana. Yuki menyimpan kembali Gulf di sakunya, Dia masih beruntung sampai sekarang Pangeran Riana tidak merampas Gulf miliknya, sehingga memudahkan Yuki untuk berkomunikasi dengan Lekky dan keluarga Darmount yang lain.


Namun, sampai sekarang Yuki belum berbicara dengan Pangeran Sera. Dia terlalu pengecut untuk mengatakan langsung pada Pangeran Sera. 


__ADS_2