Morning Dew

Morning Dew
19


__ADS_3

Pemuda itu berjalan tenang di kesunyian setelah badai salju yang baru saja berlalu. Dia menyentuh kelopak mawar dengan tangannya ketika Dia berjalan. Rambutnya yang berwarna putih susu seolah menimbulkan cahaya keperakan tertimpa cahaya matahari musim dingin. Kulitnya putih pucat, matanya terpejam seperti menikmati moment yang telah terlewatkan.


Gadis itu- Yuki baru saja pergi dari gubuk ini. Dia meninggalkannya setelah merapikan semua mawar ini bersama dengan Pangeran dari negeri Argueda-Sera madza. Dia telah berada di sini mengikuti gadis itu semenjak awal. Melihat bagaimana gadis itu hancur dari dalam oleh kesedihannya. Kesedihan gadis itu terasa familier baginya.


Dia mengambil bungkusan rokok di kantung bajunya dan menyalakan rokoknya. menghembuskan dalam-dalam. asap mengepul di udara. Salju sudah cukup tebal membungkus setiap inci dari musim sebelumnya. Tidak ada yang tahu apa yang di pikirkannya. Dia tercenung seorang diri.


Dia sangat tampan, sosoknya bagaikan ciptaan tuhan yang tidak biasa. Seperti seorang peri. seperti seorang iblis. tergantung dari sudut mana Manusia akan memandangnya. Dia tidak tampak seratus persen seperti manusia walau memiliki bentuk menyerupainya. Dengan tenang seperti pemburu yang menemukan mangsa, Dia terus berjalan memasuki gubuk. Dengan mudah Dia merusak kuncinya.


"Gadis itu melihatmu" Suara serak di belakangnya, dari mahkluk sejenis peri, setinggi pinggang berwarna hijau lumut dengan telinga panjang seperti seekor kelinci, yang terus setia mengikutinya. Mahkluk ini memiliki mata besar yang hampir mendominasi wajahnya. Dia memiliki sayap kecil di belakang punggungnya.


"Dia berpikir Kau halusinasi kekasihnya yang sudah tidak ada"


Pemuda itu tersenyum simpul. "Gadis itu masih harus banyak belajar, Bukankah begitu curly?" tanya Pemuda itu pada mahkluk yang bernama Curly


"Apa Kau akan membawanya sekarang Lekky ?" Tanya Curly menatap pemuda di depannya dengan wajah penasaran. Matanya membulat besar nyaris seperti burung hantu yang terkejut.


"Tidak sekarang, masih banyak yang harus kulakukan"


Lekky, Pemuda berambut perak itu memicingkan mata, masih menghisap rokoknya. Pandangannya jauh menembus ke dalam hutan belantara. Dia telah menyelesaikan kewajibannya, Jika bukan karena janji pada orang itu Dia tidak perlu repot-repot berada di sini. Tapi, Gadis itu sangat cantik. Dia bukan seratus persen manusia seperti dirinya. Lebih dari yang diduga sebelumnya, Dia adalah seorang Ciel.


Dia sudah mengikutinya tiga hari ini. Tampaknya gadis itu memiliki cukup banyak pengemar. Gadis itu bisa membawa dua negara besar berperang hanya karenanya. Gadis yang berbahaya sekaligus menarik.


Dia belum bisa membawa gadis itu, Tidak sekarang. Dia belum mengetahui akan diapakan gadis ini nantinya. Masih terlalu merepotkan membawanya sekarang. Dia sendiri belum menyelesaikan tujuannya.


Lekky membuang putung rokoknya. Menarik papan lantai dekat tungku yang baranya masih terasa hangat. Mengambil Buku tua yang disembunyikan dalam lantai tersebut. Sampulnya sudah usang dimakan usia. Buku terlaranf mengenai Pemakaian darah Ciel, Yang telah digunakan Bangsawan Dalto untuk membangkitkan kekuatan Iblis kakeknya. Gemerisik Angin dari dalam hutan semakin bertambah banyak.


"Pasukan Garduete datang, Mereka mencari gadis itu" Bisik Curly ditelinganya. Curly telah berada di belakangnya dengan posisi bersiap

__ADS_1


"Apa yang harus kita lakukan"


"Aku tidak mau repot mengotori tanganku lagi hari ini" Jawab Lekky sambil memasukkan buku itu ke dalam bajunya. Dia berdiri dengan sikap bosan.


Lekky mengeliat, Sayap muncul dari punggungnya. berwarna hitam pekat dengan semburat merah darah di beberapa tempat. Kini Dia terlihat seperti Iblis yang menawan namun juga mematikan. Dengan hentakan keras Dia melesat pergi.


"Aku yakin Aku melihat seseorang di sini" Ujar Bangsawan Asry muncul bersama pasukan kecil menyusuri sekitar pondok. Dia bersama dengan Bangsawan Voldermon.


"Dia baru saja dari sini" Bangsawan Voldermon menyentuh kunci yang dirusak paksa. Dengan penuh hati-hati Dia membuka pintu. Derit pintu terdengar nyaring.


Tak ada siapapun di Dalam. Cendelanya bergoyang. Bangsawan Voldermon masuk ke dalam ruangan. Dia mencium samar wangi farfum yang cukup dikenalnya. Milik Yuki. Gadis itu baru saja dari sini.


Dia kembali mengendus ada aroma lain, Dia cukup tahu siapa pemakainya. Tentu saja Sera Madza. Jika menilik dari lingkungan pondok ini, Bangsawan Voldermon cukup yakin yang membuatnya adalah Dalto Radit. Tapi bagaimana Sera Madza bisa menemukan Yuki disini. Dia berjalan mengulurkan tangan diatas tungku. Masih terasa hangat. Mereka belum jauh dari sini.


Bangsawan Voldermon teringat, Yuki pernah bercerita di sidang kerajaan tepat setelah Dia kembali dari penculikan Sera Madza, Bahwa Pangeran dari negeri Argueda itu selalu mengawasinya dari cermin ajaib miliknya. Kemungkinan besar Sera mengetahui posisi Yuki dari cermin itu. Bangsawan Voldermon mengambil Gulf miliknya.


"Riana..Kami menemukan pondok mawar milik Dalto Radit, Tapi Yuki sudah pergi. Dia bersama Sera"


"Ini..." Bangsawan Voldermon berbalik saat melihat Asry berjongkok. Bangsawan Asry tampak terkejut, Wajahnya menjadi pucat.


"Ada apa ? Apa yang Kau temukan ?"


Bangsawan Asry menyodorkan sebuah bulu burung hitam berwarna gelap dengan semburat kemerahan di tangannya.


"Ada apa dengan bulu burung itu ?" Tanya Bangsawan Voldermon binggung.


"Ini bukan bulu hewan, Ini bulu dari sayap Lekky Darmount"

__ADS_1


Lekky Darmount.


Bangsawan Voldermon merasa pernah mendengar nama itu. Dia terus berpikir. Siapa ?.


"Salah satu anggota keluarga Darmount yang digandang gandang sebagai kepala keluarga Darmount selanjutnya." Jelas Bangsawan Asry lagi.


Bangsawan Voldermon langsung teringat. Ya...Lekky Darmount....Tentu saja Dia mendengar namanya dua bulan lalu. Salah satu Anggota keluarga Darmount, Keluarga pembunuh paling mematikan di dunia ini. Keluarga misterius yang tinggal di kaki gunung milik pribadi. Tidak ada seorang pun yang datang akan pergi dengan selamat jika tidak diundang sendiri oleh keluarga tersebut. Dia hanya mengetahui bahwa Keluarga Darmount sekarang hanya ada 6 orang. lazar sebagai kepala keluarga dan Irene sebagai istrinya. Dia dikaruniai dua orang anak laki-laki yang naasnya mereka tidak berniat menikah. Anak pertama Treindo dan Anak keduanya Malcuz. Selain itu Lazar mempunyai seorang keponakan dari Kakak perempuannya yang telah meninggal, Lekky.


Lekky adalah salah satu keluarga Darmount yang paling gila. Dia merebut istri seorang bangsawan dari kerajaan Garduete dan saat sang istri terbunuh oleh konspirasi dalam keluarga bangsawan suaminya, Dia membunuh seluruh keluarga dan pegawai keluarga suaminya tanpa tersisa, seorang diri dan tak lebih dari satu jam. Saat pasukan pengamanan datang, mereka hanya menemukan mayat yang bergelimpang. Tidak ada yang tahu seperti apa Lekky ini, Karena setiap orang yang bertemu dengannya sudah menjadi mayat. Hanya yang pasti di setiap aksinya Dia meninggalkan bulu hitam legam semburat merah yg khas, tidak dimiliki oleh siapapun.


"Kenapa Keluarga Darmount ada di sini ? Apakah ini hanya kebetulan saja atau tidak ?" Tanya Bangsawan Asry terpekur.


Banyak sekali Pekerjaan rumah yang harus dipecahkan Garduete atas kasus ini. Iblis itu menghilang bersama dengan Anak perempuannya yang sedang mengandung. Dari pengakuan Dalto, Anak itu adalah anaknya bersama adik ayahnya. Mereka berdua melakukan hubungan sedarah untuk mendapatkan keturunan yang murni. Jika nanti yang dikandungnya adalah anak laki-laki, kemungkinan iblis itu untuk bangkit kembali akan besar. Bahaya yang ditimbulkan pun tidak akan main-main karena Iblis itu telah berhasil meminum darah Yuki. Sekarang, Ada indikasi Lekky Darmount terlibat di dalamnya entah Dia berpihak pada siapa.


Bangsawan Voldermon mengangkat Gulfnya yang berbunyi.


"Apa, Baiklah Aku akan segera menyusul"


"Ada apa ?" Tanya Bangsawan Asry didekatnya.


"Yuki telah kembali ke dunianya. Sera telah membantunya"


"Lalu Riana ?"


"Sekarang keduanya terlibat perkelahian"


keduanya saling memandang sesaat lalu bergegas meninggalkan bangunan itu.

__ADS_1


Tidak ada yang dapat meramalkan apa yang terjadi. Yang pasti sekarang bom waktu sedang di tanam di dunia ini.


Morning Dew-Tamat.


__ADS_2