Morning Dew

Morning Dew
239


__ADS_3

Yuki terlalu sibuk memperhatikan Bangsawan Xasfir dan Bangsawan Asry sehingga Dia lengah dengan keadaan di sekitarnya. 


Yuki menundukkan kepala di pinggir jalan dengan cepat untuk menyambut kedatangan Pangeran Riana. Dia menunduk sangat dalam agar wajahnya tidak di lihat. Yuki tampak salah tingkah dan tidak tahu harus bereaksi bagaimana.


Dia juga tidak tahu apakah Pangeran Riana sudah melihat kelakuan Yuki yang mencoba bersembunyi dari pandangan Bangsawan Xasfir dan Bangsawan Asry.


Pangeran Riana diam di tempatnya. Yuki mencoba berdehem kecil untuk mengatur suaranya. Berharap Pangeran Riana tidak akan mengenali Yuki jika Yuki terpaksa harus menjawab pertanyaan Pangeran Riana.


Setelah sesaat dalam keheningan, Pangeran Riana kembali berjalan maju. Semakin mendekati Yuki.


Yuki terus menundukkan kepala saat Pangeran Riana melewatinya. Dia tampak semakin salah tingkah karena Pangeran Riana justru bersikap dingin dan tidak menganggap Yuki ada. 


Yuki langsung berlari cepat meninggalkan area pemakaman ketika Pangeran Riana sudah cukup jauh darinya. Dia seperti seorang buronan penjahat yang di kejar polisi. Terus pergi meninggalkan area pemakaman sebelum ada lagi kejadian yang membuat jantungnya berhenti.


 


"Riana apa yang Kau lakukan di sini ?" Tanya Bangsawan Xasfir keheranan saat melihat Pangeran Riana berdiri di depan jajaran makam Para Menteri. Lebih tepatnya makam Perdana Menteri Olwrendho.


"Ini ?" Bangsawan Asry yang mengikuti dari belakang langkah Bangsawan Xasfir terkejut ketika melihat tiga buket bunga di letakan di depan makam Perdana Menteri Olwrendho. Satu buket masih cukup segar. 


"Ada apa ?" Tanya Bangsawan Xasfir tidak mengerti.


"Penjaga makam melaporkan padaku, kemarin Sera dan Lekky datang kemari di waktu yang berbeda" ujar Bangsawan Asry mengambil buket bunga Lily Putih yang masih segar.


"Aku masih bisa mengerti kalau Sera yang kemari. Tapi Lekky ?. Untuk apa Dia di sini ?"

__ADS_1


"Entahlah....tapi Penjaga Makam itu sudah cukup lama bekerja di sini. Hampir dua puluh tahun lamanya. Dia bahkan dengan yakin mengatakan padaku, setiap tahun Lekky akan datang kemari untuk memberikan bunga di makam Perdana Menteri Olwrendho. Dia tidak menyebut nama Lekky, hanya menyebutkan ciri-ciri fisiknya. Ketika Aku menunjukan foto Lekky, Dia langsung mengkonfirmasinya" jelas Bangsawan Asry untuk menjawab pertanyaan Bangsawan Xasfir.


"Apa Kau ingat, bisnis keluarga Olwrendho masih berjalan sampai sekarang. Aku kembali menyelidikinya dua minggu lalu dan mendapati bahwa Lekky yang menjalankan bisnis itu, bahkan namanya tercantum sebagai ahli waris kekayaan yang di tinggalkan Perdana Menteri Olwrendho"


"Apa hubungan Perdana Menteri Olwrendho dengan Lekky Darmount ?" Tanya Bangsawan Xasfir lagi tidak percaya.


Bangsawan Asry menggelengkan kepala tidak berdaya. "Aku masih menyelidikinya"


Bangsawan Asry kembali menunjukan buket bunga yang di bawanya. "Mungkin Aku akan menanyakan pada penjaga makam, siapa orang ketiga yang datang membawa buket bunga ini. Karena tidak mungkin Sera dan Lekky akan datang kembali dua hari berturut-turut kemari"


Baru selesai Bangsawan Asry berbicara. Penjaga makam kerajaan sudah muncul di ujung jalan sambil membawa keranjang berisi rerumputan untuk makan ternak. Dia baru saja membersihkan sisi selatan makam ketika menyadari kehadiran Pangeran Riana di area pemakaman. Dengan segera, Dia datang dan memberi hormat kepada Pangeran Riana dan teman-temannya.


"Apa Kau tahu siapa yang datang hari ini dan membawa buket bunga ini ?" Tanya Bangsawan Asry langsung sambil menunjukan buket bunga di tangannya.


Penjaga makam tampak berpikir sejenak sebelum menjawab. Pagi sampai siang Dia berada di area ini karena banyak penziarah yang datang berkunjung untuk berdoa. Tapi tidak melihat seorangpun datang ke makam Perdana Menteri Olwrendho.


 


"Beberapa saat yang lalu, ada seorang gadis muda berambut coklat tanah yang datang kemari Tuan. Hamba memang tidak melihatnya berada di makam Perdana Menteri Olwrendho. Namun Hamba melihatnya membawa buket bunga ini saat Dia datang"


"Gadis muda berambut coklat tanah ?"


Sontak kedua Bangsawan langsung melirik kepada Pangeran Riana. Mereka masih ingat, Putri Yuki juga memiliki rambut coklat tanah. Tapi Sera mengatakan Putri Yuki belum bisa datang ke Garduete dengan alasan kesehatan. Apa mungkin Sera berbohong ?.


"Gadis muda yang sangat cantik, perawakannya imut dan mungil. Tadinya hamba ingin menegur gadis itu, tapi hamba sedang berpenampilan begini, jadi hamba urung untuk menghampirinya" ujar Penjaga Makam kembali dengan perasaan bersalah. Dia hanya bertelanjang dada ketika mencari rumput dan membersihkan makam. Jika Dia tadi menemui gadis itu, penjaga makam khawatir gadis itu malah takut dan justru bisa membuat masalah pada penjaga makam nantinya.

__ADS_1


"Apa Kau mengenali gadis itu ?" Tanya Bangsawan Xasfir cepat.


Penjaga Makam menggelengkan kepalanya. "Hamba tidak begitu melihat wajahnya dengan jelas Tuan"


"Riana..." Panggil Bangsawan Asry meminta pendapat Pangeran Riana yang semenjak tadi diam mendengarkan pembicaraan Mereka.


"Banyak hal yang perlu Kita urus. Masalah gadis itu adalah Yuki atau bukan...tidak perlu Kalian ributkan. Semenjak awal, Dia memang harus datang ke Garduete. Jadi sekarang apa masalahnya jika Dia akhirnya datang ?"


Bangsawan Xasfir terdiam. Riana tampak tidak perduli dengan urusan keluarga Olwrendho dan Yuki. Jadi untuk apa Mereka mempermasalahkan. Tapi jika memang benar Yuki telah datang ke Garduete, kapan Dia memasuki gerbang Ibukota. Pasti para penjaga di sana akan melaporkan kedatangan Yuki. 


Atau mungkin juga Dia bukan Yuki. Ada begitu banyak gadis berambut coklat. Mungkin gadis itu adalah salah satu pelayan di kediaman keluarga Olwrendho yang di tugaskan untuk mengantarkan buket bunga ke makam Perdana Menteri Olwrendho.


 


 


Pergerakan Iblis Balgira semakin meresahkan. Sampai sekarang sudah banyak nyawa manusia yang melayang akibat perbuatannya. 


Setiap hari di adakan rapat dan pertemuan untuk membahas masalah itu. Desakan akan kemunculan Yuki semakin besar. Yuki merasa kasihan dengan Pangeran Sera karenanya, Dia di tuding menyembunyikan istrinya karena masalah pribadi yang pernah terjadi dengan Garduete. Meskipun Pendeta Suci melindungi Pangeran Sera, tetap saja Dia harus menanggung tekanan yang cukup besar.


Cepat atau lambat Yuki harus menampakan diri. Sementara itu Yuki dengar Ibu Suri sedang sakit keras. Beberapa Kali Dia menginggau memanggil nama Yuki. Yuki merasa waktunya tidak banyak. Ibu Suri menunggu Yuki datang menemuinya. Ada sesuatu yang ingin di katakannya.


Apa yang harus Yuki lakukan ?.


Dia harus bertindak sebelum semua terlambat. Yuki tidak ingin menyesal.

__ADS_1


 


__ADS_2