Morning Dew

Morning Dew
333


__ADS_3

Saat itu Bangsawan Voldermont baru saja keluar dari kamarnya ketika Dia melihat Pangeran Riana sedang berbicara serius dengan Pangeran Sera di depan kamar Pangeran Riana. Membuat Bangsawan Voldermont terkejut.


Wajah Pangeran Sera saat itu terlihat lelah dan penuh dengan beban berat di pundak.


Tak lama, Pangeran Sera berjalan pergi menuju arah Bangsawan Voldermont yang berdiri terdiam mengawasi Mereka. Pangeran Riana menatap punggung Pangeran Sera. Tidak mengatakan sesuatu. Ada hal yang sedang di pikirkan Pangeran Riana.


Ketika Pangeran Sera berada di dekat Bangsawan Voldermont. Dia langsung menyapa Bangsawan Voldermont dengan tenang. "Apa Kau akan terus berada di sisi Yuki, dan melindunginya seperti yang telah Kau lakukan selama ini"


Bangsawan Voldermont secara refleks langsung berkata tanpa keraguan. "Tentu saja" 


Pangeran Sera tersenyum kemudian menepuk bahu Bangsawan Voldermont. Merasa puas dengan jawaban yang di terimanya. "Bagus sekali. Kau harus menepati ucapanmu sebagai imbalannya" 


"Imbalan apa ?" Tanya Bangsawan Voldermont balik dengan raut wajah tidak mengerti.


"Imbalan karena membiarkanmu terus bersama Yuki ke depannya" jawab Pangeran Sera penuh arti. Dia tidak berhenti berjalan dan terus melewati Bangsawan Voldermont. Punggung Pangeran Sera tegak, berjalan dengan yakin tanpa menoleh ke belakang.


 


Bangsawan Voldermont memandangi Pangeran Sera yang akhirnya menghilang di ujung lorong. Kemudian Dia berjalan cepat menghampiri Pangeran Riana dengan wajah penasaran.


"Apa yang Kalian bicarakan, apa ada sesuatu yang terjadi ?" Tanya Bangsawan Voldermont langsung pada Pangeran Riana.


"Tidak ada" jawab Pangeran Riana sambil berjalan masuk ke dalam kamarnya. Bangsawan Voldermont langsung mengikutinya di belakang untuk menggali informasi.


"Benarkah tidak ada ?. Kau tahu Dia tampak aneh akhir-akhir ini" pancing Bangsawan Voldermont lagi.


Pangeran Riana sudah mendengar masalah ini dari para prajurit yang Dia tugaskan untuk diam-diam menjaga Yuki. Beberapa hari ini telah terjadi sesuatu pada hubungan Yuki dan Sera. Tidak tahu apa. Tapi sikap Sera membuat Yuki cemas dan khawatir padanya.


 


"Dia mengajukan taruhan denganku secara pribadi" jawab Pangeran Riana akhirnya.


 


"Taruhan ?" Kata Bangsawan Voldermont tidak percaya dengan apa yang di dengar. "Apa yang ingin Dia jadikan taruhannya ?"


"Pernikahannya" 


 

__ADS_1


Pangeran Riana meletakan cincin kawin milik Pangeran Sera ke atas meja. Menatap benda itu dalam sambil berpikir. 


Bukan hanya Yuki yang merasakan perubahan Sera. Bahkan Riana pun merasakan Sera sedang merencanakan sesuatu. Tapi apa itu ?.


Tidak mungkin Sera akan menyerahkan Yuki begitu saja. Argueda juga bukan dalam keadaan bahaya. Lalu kenapa semua sikap Sera seperti berusaha memberikan banyak perlindungan untuk Yuki dari ancaman bahaya.


"Apa Aku tidak salah dengar ?. Dia sudah gila sampai mempertaruhkan pernikahannya" ujar Bangsawan Voldermont sambil duduk di sofa yang ada di depan meja kerja Pangeran Riana.


 


Bangsawan Voldermont langsung teringat ketika Dia menemukan Yuki menangis seorang diri sambil menggendong Nara di sudut taman yang tersembunyi. Dari tempatnya Dia bisa melihat ke bawah di mana Pangeran Sera bersama pasukannya sedang menuju garis pertempuran.


 


"Pangeran Sera sangat aneh akhir-akhir ini. Aku tidak tahu kenapa, tapi Dia sangat berbeda dari biasanya. Seperti bukan Pangeran Sera yang kukenal" bisik Yuki sambil terisak ketika Bangsawan Voldermont menghampirinya untuk menanyakan keadaan Yuki. Yuki mengusap matanya yang berkaca-kaca. Dia menahan diri agar tidak menangis.


 


"Itu hanya perasaanmu saja. Pertempuran ini membuat tekanan yang besar bagi semua orang yang terlibat" hibur Bangsawan Voldermont. Sejujurnya saat itu Dia belum merasakan keanehan seperti yang di katakan Yuki. Justru Bangsawan Voldermont merasa Yuki lah yang aneh.


Bukan Sera.


 


Membuat Bangsawan Voldermont mengkhawatirkannya.


Yuki diam mendengar penjelasan Bangsawan Voldermont. Kemudian Dia menatap Nara yang ada di gendongannya sendu. "Bangsawan Voldermont, Aku tahu jika Aku tidak boleh meminta hal ini padamu. Tapi Aku mohon padamu. Jika di pertempuran nanti Aku tidak selamat. Jagalah Pangeran Sera dan Nara untukku"  kata Yuki dengan pandangan memohon.


"Daripada Sera, sebenarnya Kau yang paling aneh Yuki" tegur Bangsawan Voldermont tidak suka. "Kenapa Aku harus menjaga anak dan suamimu. Mereka bukan kewajibanku. Kau lindungilah Mereka sendiri" kata Bangsawan Voldermont lagi.


"Aku hanya berjaga-jaga..."


"Dan Aku tidak mau lagi membahas topik ini. Terserah Kau mau bagaimana...pikirkan sendiri caranya selamat dan hidup untuk keluargamu"


 


 


Bangsawan Voldermont menarik botol anggur yang diletakan di sisinya dan langsung meminumnya dengan kesal untuk meredakan emosi yang bercongkol di hati. Mengingat bagaimana Yuki dan Sera meminta kepadanya untuk menjaga pasangannya membuatnya marah.

__ADS_1


Jika di pikir lagi, saat itu baik Sera maupun Yuki telah mempersiapkan kematiannya masing-masing. Dan dengan kejam meminta Bangsawan Voldermont untuk menjaga pasangannya. 


Dia tidak habis pikir. Apakah Yuki dan Sera menganggapnya sebagai pengasuh anak sehingga memintanya untuk menjaga pasangan orang lain.


 


"Sudah kuduga, Kau ada di sini" Bangsawan Voldermont berbalik dan mendapati Bangsawan Xasfir datang mendekat. Tanpa dipersilahkan Bangsawan Xasfir langsung menyambar sebotol anggur di dekat Bangsawan Voldermont yang masih tersegel dan membukanya dengan gigi.


Wajah Bangsawan Xasfir tampak lelah. 


Bangsawan Voldermont menunggu hingga Bangsawan Xasfir selesai meminum anggurnya. Kemudian Dia berkata dengan suara datar "Bagaimana hari ini ?"


"Tidak baik. Aku akan mencatatnya sebagai salah satu hari terburuk yang pernah Aku alami dalam hidup" jawab Bangsawan Xasfir sambil mengusap mulutnya dari sisa anggur yang menempel. "Argueda menolak semua penawaran dan bantuan yang Kita berikan, Mereka menutup diri dari Garduete. Bahkan Aku mendengar Raja Jafar langsung memerintahkan  untuk membawa Yuki ke Argueda setelah mendengar masalah yang terjadi. Kemungkinan besar Yuki akan di bawa ke Argueda untuk menerima pengadilan kerajaan atas kematian Sera"


"Pengadilan kerajaan ?. Bukan Yuki yang meminta Sera supaya mengantikannya" kata Bangsawan Voldermont gusar.


"Tapi Argueda tidak berpendapat sepertimu Vold. Aku sudah berusaha bernegosiasi dengan pihak Argueda tapi gagal."


"Riana tidak akan membiarkan Yuki di bawa ke Argueda"


"Jika Riana bersikeras, Kita harus menghadapi sebuah pertempuran lagi. Sejujurnya Kita semua belum siap untuk pertempuran lain" 


"Tidak ada yang siap dengan sebuah pertempuran" balas Bangsawan Voldermont tegas.


Bangsawan Xasfir terdiam beberapa saat kemudian Dia berbalik dan berkata lirih. "Kau benar...jadi apa Kau sudah melihat keadaan Lekky ?" Tanya Bangsawan Xasfir mengubah topik pembicaraan.


"Ya...Si Bangsat itu terluka parah. Tapi Pendeta Suci tidak terlalu khawatir. Lekky tidak akan mati semudah itu" 


"Sangat menakjubkan Dia bisa selamat dari ledakan itu" kata Bangsawan Xasfir tidak percaya.


Bangsawan Voldermont terdiam dan berpikir. Lekky mempunyai kekuatan sebesar itu bukan hal yang mudah untuk di dapat. Satu-satunya kemungkinan yang bisa di pikirkan Bangsawan Voldermont adalah Lekky telah meminum darah Yuki sebelumnya.


Apakah Yuki sengaja memberikan darahnya atau ada hal lain ?.


Bangsawan Voldermont memutuskan untuk bertanya pada Yuki suatu hari nanti.


"Apa rencana Riana untuk menghadapi Argueda ?" 


Terdengar suara gong yang di pukul cukup nyaring. Semua orang langsung berhenti berbicara dan menoleh melihat ke arah gerbang. Rombongan kerajaan Argueda dengan membawa tandu berisi peti yang di dalamnya ada tubuh Pangeran Sera yang telah di mandikan dan disucikan, berjalan memasuki kuil suci.

__ADS_1


__ADS_2