Morning Dew

Morning Dew
322


__ADS_3

"Biarkan saja Argueda dengan aturannya dan Kita dengan langkah Kita. Saat ini Aku akan memintamu sebagai saudaraku, Vold, untuk mendukung langkahku. Apakah Kau bisa melakukannya ?" Tanya Pangeran Riana langsung pada Bangsawan Voldermont.


"Aku selalu di belakangmu" jawab Bangsawan Voldermont tegas tanpa keraguan.


Pangeran Riana diam membenahi selimut Yuki. Dia jauh lebih manusiawi ketika bersama dengan Yuki daripada ketika Dia bersama dengan orang lain.


Kepolosan Yuki dan cara unik yang di lakukannya saat memandang dunia membuat Pangeran Riana jatuh hati padanya. Dia melihat, meskipun Yuki orang yang sangat plin plan dan gampang di manfaatkan orang lain. Tapi Yuki memiliki hati yang tulus. Dia tidak pernah membedakan orang berdasarkan latar belakangnya. Yang terpenting, Yuki mampu membuat gunung es seperti Pangeran Riana mengindahkan semua aturan yang dibuatnya sendiri hanya demi seorang gadis.


 


Yuki dan Pangeran Riana memiliki karakter yang berbeda. Cenderung berlawanan arah. Seperti dua kutub yang berlawanan tapi saling tarik menarik tidak dapat dipisahkan.


Yuki adalah musim semi yang penuh warna. Menarik perhatian semua orang. Memiliki kemampuan yang membuat orang menyukainya dengan mudah. Diterima baik dalam setiap pergaulan dan memiliki kebaikan dan kepolosan hati yang tulus. Gadis yang apa adanya, tidak menyukai sandiwara dalam hidupnya. Bukan juga gadis yang gila harta dan jabatan. Lebih menyukai hal-hal yang sederhana daripada kemewahan. Yuki mampu dengan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan manapun.


Gadis yang ternyata memiliki semua kriteria yang dibutuhkan Pangeran Riana. Secara fisik Yuki memiliki paras yang cantik. Senyumnya sangat manis, membuat laki-laki susah untuk melupakannya. 


Bangsawan Voldermont pernah mengatakan pada Pangeran Riana, sesaat setelah Mereka mengetahui bahwa Yuki adalah calon Ratu yang Mereka cari, bahwa Yuki adalah gadis yang manis dan cantik. Yang mengejutkan Pangeran Riana tidak membantah seperti biasanya jika Bangsawan Voldermont mulai membicarakan wanita-wanita di dekat Pangeran Riana. Pangeran Riana hanya diam. Tandanya bahwa Dia mengakui seorang gadis itu menarik. 


Itu adalah pertama kalinya Bangsawan Voldermont mendapat pengakuan seorang gadis dari Pangeran Riana.


 


Sedangkan Pangeran Riana, Dia keras seperti batu karang. Dingin seperti gunung es. Tidak dapat di tebak seperti sebuah labirin. Pangeran Riana seperti rumah tua yang tidak berpenghuni. Namun tidak ada yang bisa masuk ke dalamnya karena semua pintu dan jendelanya tertutup.


Sayangnya, Pangeran Riana sering bersikap arogan dan mengekang Yuki dengan keras. Sikap Pangeran Riana jelas menunjukan bahwa Dia berkuasa akan hidup Yuki, dan hanya ingin Yuki sebagai miliknya seorang. Sesuatu yang di benci Yuki dan sering menyebabkan pertengkaran di antara keduanya. 


Sayangnya, semakin Yuki memberontak semakin Pangeran Riana mengikatnya dengan dirinya. Pangeran Riana tidak membiarkan Yuki lepas darinya. Dia akan melakukan segala cara untuk menahan Yuki di sisinya.


Itulah hubungan yang di miliki Yuki dan Pangeran Riana. 


Orang mengatakan Yuki sangat beruntung memiliki Pangeran Riana yang begitu mencintai Yuki. Tapi yang sebenarnya adalah,  Pangeran Riana yang beruntung memiliki Yuki.  Namun yang sebenarnya, Pangeran Riana yang beruntung memiliki Yuki di sisinya.

__ADS_1


 


Yuki adalah gadis yang tepat untuknya. Yang mampu melengkapi segala kekurangan dan kelebihan Pangeran Riana. Pangeran Riana adalah seorang perwaris tahtah yang hebat. Panglima Perang yang cukup di takuti di medan perang. Dia tidak pernah menundukkan kepalanya pada wanita manapun sebelumnya selain Ibu Suri Agung. Tapi sekarang, Dia bahkan rela melakukan apapun untuk Yuki.


Yuki adalah wanita yang mampu merendam segala hal negatif dari Pangeran Riana. Orang yang memotivasi Pangeran Riana dalam memenangkan setiap pertempuran. Dia adalah wanita yang dibutuhkan Pangeran Riana untuk berada di sisinya sebagai Ratu yang akan mendampingi Pangeran Riana memimpin negerinya.


Pendeta Suci masuk ke dalam ruangan untuk memeriksa Yuki. Pangeran Riana tetap di tempatnya dan tidak mau beranjak dari sisi Yuki. Tangannya terus menggengam tangan Yuki.


 


"Bagaimana ?" Tanya Pangeran Riana ketika Pendeta Suci selesai memeriksa Yuki. 


"Putri Yuki mengalami goncangan yang hebat. Jadi biarkan Putri Yuki tidur sampai Dia sendiri yang ingin bangun" jelas Pendeta Suci perlahan. Kemudian Dia berpaling menatap Bangsawan Voldermont. "Lebih baik anda segera mengobati luka anda sebelum lukanya lebih parah" 


"Ini hanya luka kecil, tidak perlu di besar-besarkan. Tapi baiklah Aku akan mengobati lukaku sekarang. Riana jika Kau membutuhkan bantuanku, hubungi saja Aku kapan saja" 


"Ya, Kau segera obati lukamu itu" kata Pangeran Riana pada Bangsawan Voldermont.


 


 


Setelah Bangsawan Voldermont keluar. Hanya tinggal Pangeran Riana dan Pendeta Suci di dalam kamar dengan Yuki yang masih belum sadar dari pingsannya.


Sejenak suasana hening sesaat sebelum Pendeta Suci berdehem.


"Kalian semua menyembunyikan fakta penting dariku dan Sera. Lalu setelah semua ini apa tidak ada yang ingin menjelaskan apapun padaku" kata Pangeran Riana sinis pada Pendeta Suci.


"Penjelasan apa yang ingin Pangeran terima ?. Daripada meminta sebuah alasan lebih baik sekarang memikirkan bagaimana melanjutkan hidup ke depan, untuk Pangeran dan Putri Yuki" jawab Pendeta Suci tenang. "Kematian Pangeran Sera adalah sebuah takdir. Dia menerima tugasnya dan menyelesaikan semuanya dengan baik. Penebusan yang di lakukannya, akan membawa kedamaian untuknya"


"Apa nyawa Kami hanya sebuah pion untukmu ?"

__ADS_1


"Aku tidak melakukan apapun. Hanya membiarkan takdir berjalan sebagaimana mestinya"


Pangeran Riana diam.


Pendeta Suci kemudian kembali berkata. "Sekarang tugasmu dan Putri Yuki untuk melanjutkan amanat yang di berikan Pangeran Sera. Pangeran pasti sudah bisa membaca apa yang akan terjadi pada Putri Yuki ke depan. Jagalah Putri Yuki dengan baik" 


Pendeta Suci mengetuk tongkatnya dua kali ke lantai. Kemudian Dia berbalik dan pergi meninggalkan kamar.


 


 


Bangsawan Voldermont baru saja kembali dari kamar Nara. Nara baru saja tidur setelah Dia meminum susu yang di sendok dari gelas. Nenek Marple melaporkan jika hari ini Nara terus saja menangis. Tidak seperti biasa. Dugaannya karena Nara merasakan kesedihan yang di tanggung Yuki. Ikatan bathin yang kuat antara seorang anak dan Ibu. 


Setelah memastikan Nara tidur. Dia kembali ke kamarnya dan mengobati luka di lengannya. Kemudian Dia memutuskan untuk pergi ke atap kuil sembari membawa beberapa botol anggur di tangannya. 


Udara di luar sedikit dingin. Tetesan air sisa hujan masih terlihat membasahi daun di sekitar. Hutan suci yang terlihat dari tempat Bangsawan Voldermont sangat gelap.


Masih terlihat titik-titik merah bekas pertempuran yang terjadi di kejauhan. Pasukan Iblis Balgira berhasil di kalahkan. Pendeta Hiro sedang bergerak cepat menyisir lokasi hutan untuk menumpas habis pengikut Iblis Balgira yang tersisa agar tidak membawa masalah di kemudian hari.


Dengan tenang Dia duduk di pagar tembok. Dari tempatnya Dia bisa melihat jelas kamar di mana Yuki sekarang berada. Jendela kamar terbuka memperlihatkan Pangeran Riana yang sedang mengelap kaki Yuki yang masih belum siuman dengan handuk hangat.


Tidak ada yang membayangkan jika Pangeran Riana akan bersikap begitu baik pada seorang wanita.


Hanya Yuki yang mampu merubah Pangeran Riana menjadi normal seperti manusia pada umumnya.


 


Bangsawan Voldermont memandangi Pangeran Riana sambil merenung. Dia kembali teringat dengan kejadian beberapa hari yang lalu di depan kamar Pangeran Riana.


 

__ADS_1


__ADS_2