
Putri Magitha tersenyum penuh persahabatan. Keduanya terdiam beberapa saat, sibuk dengan pikiran masing-masing. Angin bertiup kencang, terdengar gemerincing perhiasan yang beradu di belakang Mereka.
Yuki berbalik dan matanya langsung beradu dengan mata seorang Putri cantik berambut coklat terang yang berdiri tak jauh dari tempat Mereka duduk. Putri itu berdiri malu-malu, seolah keberadannya di sana tidak ingin di ketahui orang. Perawakannya halus dan lembut. Seorang gadis yang menarik, namun Yuki menangkap kesedihan di dalam matanya.
"Putri Alena" Panggil Putri Magitha mengenali. Dia melambaikan tangan dengan ramah ke arah Putri Alena. "Sedang apa sendirian di sana, kemarilah, Kita bisa duduk mengobrol bersama" ajak Putri Magitha senang.
Putri Alena diam di tempatnya. Berdiri kebingungan. Tampak serba salah. "Aku...Maaf..." Katanya lirih namun masih bisa di dengar dengan jelas oleh Yuki dan Putri Magitha.
Putri Alena berbalik pergi dengan tiba-tiba. Membuat Putri Magitha terperangah. Dia memandang Yuki dengan pandangan tidak mengerti. "Ada apa dengan Putri Alena ?"
"Aku melihat kesedihan di wajahnya" jawab Yuki jujur sembari memandang punggung Putri Alena yang semakin menjauh.
"Mungkin karena hari ini Kakak memperkenalkan Putri Yuki secara resmi"
"Kenapa ?" Tanya Yuki balik dengan wajah kebingungan.
"Putri Alena beberapa kali menyatakan perasannya pada Kakak, Tapi Kakak selalu menolaknya. Keluarga Putri Alena sudah berusaha menjodohkan Putri Alena dengan orang lain, tapi tidak berhasil. Putri Alena menolak dan memilih terus menunggu Kakak menerima perasaannya. Aku dengar sudah beberapa orang melamarnya, tapi selalu di tolak olehnya"
Yuki tertegun saat mendengarnya. Dia pernah mendengar dari Elber jika ada Putri yang sampai menolak menikah dengan orang lain karena memiliki perasaan yang dalam pada Pangeran Sera. Ternyata Elber tidak sedang melebih-lebihkan omongannya.
"Jangan khawatir Putri, Meskipun banyak yang menyukai Kakak, tapi perasaannya hanya tertuju pada Putri" ujar Putri Magitha menyalah artikan tatapan Yuki. "Aku rasa Kita sudah terlalu lama pergi. Udara semakin dingin. Lebih baik Kita segera kembali ke dalam"
Yuki menganggukan kepala menyetujui. Pakaian yang di kenakan tidak mampu menahan dinginnya angin malam dj jstana Argueda. Dia menggigil. Tangan dan kakinya terasa membeku.
"Aku akan datang ke istana Kakak untuk mengunjungi Putri, Sementara ini Kakak akan sangat sibuk. Jadi Kita bisa menghabiskan waktu bersama sembari menunggu Kakak" keduanya kembali berjalan menaiki tangga. "Putri apa yang Kita bicarakan tadi jangan sampai di dengar Kakak, Dia akan marah padaku karena telah lancang bertanya pada Putri"
Yuki tersenyum menenangkan. "Ini akan menjadi rahasia Kita" janji Yuki dengan tulus. Putri Magitha menganggukan kepala lega.
__ADS_1
"Ayo Kita harus bergegas kembali, Aku bisa kena marah jika terlalu lama membawa Putri pergi"
Mereka mengobrol sembari berjalan kembali ke aula.
Sesaat sebelum Dia masuk ke dalam bangunan utama. Yuki menangkap sosok Putri Alena. Dia berdiri seorang diri di atas tebing. Menatap lurus ke depan di mana lautan luas bagai tak bertepi di depannya. angin meniup rambutnya. Bahkan dari jarak yang cukup jauhpun, Yuki mampu menangkap kesedihan Putri Alena.
Membuat Yuki bertanya, apa yang di pikirkan Putri Alena. Laki-laki yang di cintainya sepenuh hati, datang dengan membawa seorang wanita untuk di nikahinya.
Perasaanya pasti hancur.
Yuki tidak bisa berbuat apa-apa. Pangeran Sera dengan tegas pernah berkata Dia tidak akan menikahi wanita lain selain Yuki. Mungkin itu adalah alasan Pangeran Sera menolak semua Putri yang mencoba mendekatinya.
Dia tidak mau memberi harapan pada para Putri.
"Kalian sudah kembali. Aku baru saja akan mencari Kalian" Kata Pangeran Sera ketika Mereka berpapasan di lorong istana. Tepat di depan pintu aula utama.
"Maaf Kami terlalu lama pergi. Aku dan Putri Magitha asyik mengobrol di taman sampai lupa waktu" Kata Yuki dengan nada menyesal.
Pangeran Sera menyentuh tangan Yuki dan merasakan tangannya sangat dingin. Dia lalu menggosok tangan Yuki dengan kedua tangannya agar hangat.
"Ngomong-ngomong Kakak, Putri Yuki sudah berjanji Padaku akan sering menemaniku jika Aku berkunjung ke istanamu" seloroh Putri Magitha tenang di samping Yuki.
"Kau harus izin dulu denganku jika membawanya" Ujar Pangeran Sera serius. Dia menatap Putri Magitha dengan pandangan menyelidik. "Apa yang Kalian bicarakan di luar sampai selama ini ?"
"Kenapa Kakak ingin tahu masalah wanita. Itu adalah rahasia. Kakak harus jadi wanita dulu baru bisa memahami pembicaraan Kami"
Pangeran Sera menjewer kuping Putri Magitha. Membuatnya mengaduh kesakitan. Yuki tersenyum melihat hubungan akrab di antara Kakak beradik yang ada di depannya. Sebagai anak tunggal, Dia merasa iri melihat sikap manja yang di tunjukan Putri Magitha. Yuki juga ingin merasakan bagaimana rasanya punya saudara.
__ADS_1
Makan malam di mulai. Yuki duduk di samping Pangeran Sera di ampit oleh Putri Magitha. Setelah berbincang sejenak, Pangeran Sera mengajak Yuki untuk pulang lebih awal.
Yuki dan Pangeran Sera duduk di dalam kereta yang membawa Mereka pulang ke istana Pangeran Sera.
"Senang bisa berkenalan dengan keluargamu. Terutama Putri Magitha. Mereka sangat baik" ujar Yuki tulus.
Pangeran Sera tersenyum membalas ucapan Yuki. "Kau akan kerepotan menghadapi antusiasme dari Magitha"
"Putri Magitha, Dia Putri yang penuh semangat"
Pangeran Sera menganggukan kepala untuk membenarkan.
Seperti yang di janjikan Putri Magitha. Keesokan harinya Dia datang berkunjung dan menyeret Yuki keluar dari persembunyiannya. Dia mengajak Yuki ke taman hanya untuk duduk menikmati makan siang Mereka, atau kegiatan belajar bersama. Yuki cukup terhibur dengan kedatangan Putri Magitha. Dia orang yang periang dan apa adanya.
Jika ada Pangeran Arana yang berjanji untuk menjaga Mereka, Pangeran Sera akan mengizinkan Putri Magitha membawa Yuki untuk menikmati pantai yang berada tepat di bawah istana Pangeran Sera. Mereka bermain ombak atau sekedar bermain pasir di sana.
Pangeran Sera sangat sibuk. Ada rumor yang mengatakan Pangeran Riana sebenarnya sudah berada di ibukota. Setiap hari Dia mengadakan rapat untuk membahas penyelidikan yang Mereka temukan terkait rumor yang beredar.
Seperti siang ini. Putri Magitha tidak bisa datang berkunjung seperti yang di rencanakan. Kondisi Ratu Warda sedang tidak bagus. Ratu Warda memiliki masalah kesehatan semenjak melahirkan anak kembar. Biasanya Putri Magitha akan menemani ibunya untuk merawat sendiri Ibunya sampai kondisi Ratu Warda membaik.
Yuki yang sudah terlanjur keluar kamar, memutuskan untuk bersantai di taman belakang seorang diri. Para Putri sedang berkumpul di taman tengah. Jika Yuki ingin kembali ke kamarnya, mau tidak mau Dia harus melewati taman tengah dan bertemu dengan para Putri yang berada di sana.
Yuki malas untuk bertengkar atau mendengar hinaan Mereka. Jadi Dia memutuskan menunggu sampai suasana senggang, baru Dia kembali ke kamarnya. Ada sebuah kolam besar yang terletak di tengah taman belakang istana. Yuki duduk di pinggir kolam, dekat bangunan istana. Dia menaikkan roknya dan memasukkan kedua kakinya di kolam. Ikan-ikan kecil menggelitik kakinya.
__ADS_1