
Penyerahan diri Yuki untuk menebus semua kesalahannya di masa lalu.
Yuki harus mempersiapkan semua dengan matang. Dia memikirkan soal Lekky. Memikirkan soal Ferlay. Bagaimana nanti Mereka jika Yuki sudah tidak ada di dunia.
Dia harus memikirkan semuanya sendari sekarang.
Ketika Yuki berjalan sambil merenungi masalah ini, Dia tertegun ketika menyadari Pangeran Riana sedang berjalan seorang diri ke arahnya.
Yuki nyaris berbalik dan melarikan diri. Namun Dia segera teringat, Dia sedang menyamar sekarang. Jika Dia pergi begitu saja justru akan membuat curiga. Jadi Yuki memilih menepi dan membungkukan badan untuk memberi hormat kepada Pangeran Riana. Sembari diam-diam menyentuh cadarnya. Memastikan terpasang dengan benar menutupi wajahnya.
Yuki memarahi dirinya sendiri yang selalu merasa panik. Sampai sekarang pun bukannya tidak ada yang tahu Yuki sebenarnya sudah memasuki istana Garduete. Jadi kenapa Dia harus merasa takut Pangeran Riana akan mengenalinya.
Pangeran Riana terus melewati Yuki. Dia berjalan dengan acuh. Tidak menganggap keberadaan Yuki di dekatnya.
Yuki baru menegakkan badannya kembali ketika Pangeran Riana sudah cukup jauh darinya. Dia memandang punggung Pangeran Riana.
Seperti takdir yang seolah tidak mengizinkan Mereka bersama. Keduanya saling bertemu. Saling menatap. Dalam jarak yang cukup dekat untuk bisa saling menyentuh. Namun jalan yang Mereka lalui ternyata berbeda.
Melihat Pangeran Riana, Yuki semakin bersyukur Dia adalah orang yang akan menarik segel tersebut. Bukan kedua Pangeran itu.
Lekky tampak tidak senang saat mengetahui isi pembicaraan Yuki dengan Pendeta Suci, dan keputusan apa yang di ambil Yuki setelahnya. Sebenarnya Yuki tidak ingin Lekky mengetahuinya. Tapi masalahnya Lekky memiliki kemampuan membaca pikiran. Tidak ada yang bisa di sembunyikan dari Lekky.
Di sekolah yang sekarang telah diubah sebagai tempat tinggal sementara orang-orang terpilih dari berbagai penjuru dunia, di penuhi berbagai macam orang dengan berbagai watak dan karakter. Membuat Yuki mengerti kenapa Bangsawan Xasfir sangat waspada dan berhati-hati terhadap berbagai kemungkinan buruk di dalamnya.
Beberapa kali tanpa sengaja, Yuki melihat sosok Pangeran Sera dari jauh. Tidak seperti Pangeran Riana yang melanjutkan hidup. Pangeran Sera memilih tetap bertahan menunggu Yuki. Sampai sekarang Dia masih tetap sendiri. Di jari manisnya, Pangeran Sera tetap memakai cincin kawinnya. Yang di pakaikan Yuki saat hari pernikahan Mereka lima tahun yang lalu.
Tampaknya, berita menghilangnya Yuki sesaat setelah perjalanan pulang dari bulan madu, di sembunyikan rapat oleh Pangeran Sera. Pangeran Sera tidak mengubris saat di desak semua orang, agar Yuki segera di bawa muncul ke Garduete. Semua orang masih mengira, selama ini Yuki tinggal bersama Pangeran Sera di Argueda.
__ADS_1
Yuki berdiri di depan makam Bangsawan Dalto. Nisannya sudah hancur di beberapa tempat dan di tumbuhi rumput liar. Jelas tidak terawat. Setelah berdoa, Yuki meletakan seikat besar bunga mawar merah yang masih segar ke atas makam Bangsawan Dalto. Tulisan di atas nisannya masih terbaca dengan jelas.
Berbahagialah..
Sudah tujuh tahun lamanya semenjak perjumpaan Mereka yang pertama. Dan ini pertama kalinya Yuki datang kembali mengunjungi Makamnya, setelah terakhir kali Dia berkunjung bersama Pangeran Sera.
Bangsawan Dalto Aku datang,
Aku sudah menikah sekarang. Meskipun pernikahanku bukanlah kisah cinta yang manis. Tapi ada juga banyak kebahagiaan di dalamnya. Bukankah hidup memang berjalan seperti itu ?.
Sekarang Aku harus berjuang untuk menyelamatkan dunia. Menyelamatkan nyawa orang-orang yang kucintai.
Apakah Kau baik-baik saja di sana ?. Apakah Kau bahagia di tempatmu sekarang ?.
Yuki kembali mengingat kebersamannya dengan Bangsawan Dalto semasa hidupnya.
Waktu cepat sekali berlalu. Rasanya baru kemarin Mereka bertemu dan bermain bersama.
Dia beberapa kali dipaksa untuk menelan pil pahit dalam garis hidupnya. Di permainkan takdir, kehilangan keluarga, kehilangan orang yang di cintai, kehilangan anak. Pernah pula di kecewakan, dan di hancurkan sampai nyaris kehilangan arah. Semua Yuki alami hingga membuatnya tidak tahu kemana harus melangkah.
Yuki pernah hampir menyerah karena tidak juga menemukan tempat untuk berpijak.
Tapi pada akhirnya, Yuki bisa di titik yang sekarang. Dia sendiri tidak mempercayai bahwa Dia mampu bertahan menghadapi berbagai cobaan yang membelitnya.
Setelah cukup lama berdiri di depan makam Bangsawan Dalto. Yuki pergi. Dia berencana akan menuju makam kerajaan tempat Perdana Menteri Olwrendho di makamkan.
Pemakaman kerajaan jauh lebih tertata dan terawat. Hari sudah sore saat Yuki tiba di pemakaman. Sudah tidak ada lagi orang datang berkunjung. Setidaknya itulah yang Dia pikirkan sebelumnya. Yang menjadikan alasan Yuki baru datang di waktu sekarang. Karena Dia tidak ingin ada orang lain melihatnya datang. Akan jadi pertanyaan tersendiri jika nanti orang melihat Pelayan Pribadi dari Lekky datang ke Pemakaman kerajaan. Pasti Kerajaan Garduete akan langsung menyelidiki masalah ini dan identitas Yuki bisa cepat terbongkar karenanya.
__ADS_1
Yuki berjalan dengan tenang sembari membawa buket bunga lily putih. Meletakkannya ke atas makam Perdana Menteri Olwrendho.
Di atas makam Perdana Menteri Olwrendho sudah ada dua buket bunga yang mulai layu namun masih terlihat baru. Ada orang yang datang berkunjung sebelum Yuki. Tapi Dia tidak tahu siapa. Apakah Lekky datang ke makam Perdana Menteri Olwrendho sebelumnya ?. Ataukah orang lain ?.
Yuki tidak tahu harus mengatakan apa di depan nisan Perdana Menteri Olwrendho. Yuki ingin bercerita bahwa Dia sudah bertemu dengan Lekky, dan Dia juga sudah menikah dengan Pangeran Sera sesuai keinginan Putri Ransah.
Banyak hal yang ingin Yuki ceritakan pada Perdana Menteri Olwrendho. Tapi masalahnya Dia tidak tahu harus mulai dari mana.
Yuki tidak terbiasa mengungkapkan perasaannya di depan Perdana Menteri Olwrendho. Akhirnya, Dia hanya diam mematung di depan nisan.
Hari semakin sore. Yuki harus segera kembali dan mempersiapkan makan malam. Lekky ingin Yuki yang memasak untuknya. Dia tidak begitu cocok dengan makanan yang di sediakan di kantin sekolah.
Yuki melangkah dengan cepat menunju gerbang keluar masuk area pemakaman. Ketika di tengah jalan, Dia mendengar suara orang bercakap-cakap yang datang mendekat. Yuki langsung mengenali suara itu. Itu adalah suara milik Bangsawan Xasfir.
Dengan cepat Yuki langsung berbelok di ujung jalan dan bersembunyi di balik pohon besar yang ada di dekatnya. Dia tidak mau sampai Bangsawan Xasfir melihatnya dan curiga dengan keberadaan Yuki di area pemakaman kerajaan. Yuki tidak mengerti kenapa Bangsawan Xasfir berada di sini pada jam-jam sore seperti sekarang.
Kedatangannya benar-benar tidak sesuai dengan perkiraan Yuki.
Bangsawan Xasfir sedang membawa buket bunga, Dia akan pergi ke makam ayahnya di temani dengan Bangsawan Asry yang berjalan di sampingnya. Mereka terlalu asyik mengobrol sehingga tidak memperhatikan keberadaan Yuki di sekitar Mereka.
Yuki menghela nafas lega ketika Bangsawan Xasfir sudah menjauh dari persembunyiannya. Dia menunggu sebentar untuk memastikan Mereka sudah cukup jauh darinya. Kemudian dengan cepat keluar dari persembunyiannya, kembali ke jalan utama yang akan membawa Yuki keluar Area pemakaman.
Yuki nyaris meloncat kaget ketika Dia berbalik akan pergi, ternyata Pangeran Riana juga ada di dekatnya. Dan Yuki sama sekali tidak menyadari kehadiran Pangeran Riana di dekat Yuki.
__ADS_1