Morning Dew

Morning Dew
223


__ADS_3

Putri Marsha datang dua jam kemudian. Dia langsung menghampiri Yuki dengan wajah berang dan ingin memukul Yuki. Beruntung Pangeran Sera menghalanginya sehingga tidak dapat menyentuh Yuki yang hanya duduk tenang tanpa melawan di tempatnya.


"Lagi-lagi Kau, Apa Kau tidak cukup puas terus-menerus membahayakan nyawanya" kata Putri Marsha dengan sikap seolah tidak memiliki kesalahan apapun terhadap Yuki.


Dua orang prajurit di perintahkan Pangeran Sera untuk menahan Putri Marsha. Karena Putri Marsha terus memberontak, Pangeran Sera akhirnya menarik Yuki agar masuk ke dalam rumah untuk menghindari amukan Putri Marsha.


Di dalam rumah Tabib Zein, yang rupanya adalah mantan tabib istana kerajaan Argueda yang telah lama pensiun dan mengasingkan diri. Yuki melihat Pangeran Riana dari depan pintu kamar yang setengah terbuka, sedang menerima perawatan alkupuntur dari Tabib Zein.


Sekali melihat, Yuki tahu Pangeran Riana sedang berada di masa kritis. Dia akhirnya memutuskan untuk tidak masuk ke dalam kamar dan menganggu kosentrasi Tabib Zein. Yuki memilih duduk di sudut ruangan dan berdoa. Agar Pangeran Riana dapat selamat dan melewati masa kritisnya.


Ketika akhirnya pintu kamar terbuka lebar dan Tabib Zein keluar kamar. Yuki langsung berdiri dengan perasaan cemas. Menghampiri Tabib Zein. 


"Bagaimana ?" Tanya Yuki langsung ketika sudah berada didepan Tabib Zein.


Dari luar pintu, terdengar suara Putri Marsha yang terus berteriak dan menggedor-gedor pintu. Meminta untuk masuk ke dalam rumah.


"Masa Kritisnya sudah lewat meskipun sampai sekarang Dia belum sadar. Beruntung Kalian membawanya tepat waktu. Sekarang Dia hanya perlu banyak istirahat untuk memulihkan diri"


Yuki menarik nafas lega ketika mendengarnya. Yuki bersyukur Pangeran Riana baik-baik saja.


"Apa Aku boleh masuk ?" Tanya Yuki tertahan.


Tabib Zein memandang Yuki sesaat. Dia sudah mendengar mengenai persaingan di antara kedua Pangeran perwaris tahtah kerajaan besar karena memperebutkan gadis di depannya. Dan apa yang terjadi sekarang pasti berkaitan dengan itu semua.


Tabib Zein tahu, Yuki tidak masuk hanya untuk melihat kondisi Pangeran Riana. Tapi Dia juga akan berpamitan pada Pangeran Riana. Dia sudah cukup makan garam asam manis dunia. Jadi Dia tahu jika dua anak manusia yang sekarang berada di dalam rumahnya saling mencintai. Namun, sepertinya takdir tidak berpihak pada Mereka.


"Tidak anakku. Untuk saat ini Dia tidak boleh mendengar sesuatu yang membuatnya terguncang. Maafkan jika Hamba salah, Tapi Anda pasti adalah Putri Yuki. Selama pengobatan berlangsung, Pangeran Riana terus mengingau memanggil namamu"


Yuki diam.


Tabib Zein kembali melanjutkan. "Pangeran Sera menunggumu Putri. Lebih baik Putri segera kembali sebelum Pangeran Sera berubah pikiran"


Tabib Zein memandang Yuki iba. Membuat Yuki bertanya-tanya, apakah Dia terlihat begitu menyedihkan.

__ADS_1


"Paman benar" Kata Yuki mendesah. Dia harus segera pergi dari sini. Yuki telah membuat perjanjian dengan Pangeran Sera untuk menyelamatkan Pangeran Riana. Demi Pangeran Riana dan demi Garduete, Dia harus segera pergi dan kembali kepada Pangeran Sera.


Yuki berharap pengorbanannya tidak akan sia-sia.


"Tolong rawat Dia dengan baik" pinta Yuki membungkukan badan di depan Tabib Zein. Kemudian berjalan dengan langkah gotai menuju pintu keluar.


Ketika Yuki membuka pintu. Yuki menemukan Putri Marsha masih di tahan dua orang penjaga. Dia langsung memandang Yuki dengan penuh kebencian.


"Tujuanmu sudah tercapai. Sekarang, tolong jaga Dia dengan baik" ujar Yuki pada Putri Marsha. Mengabaikan tatapan penuh kebencian dari Putri Marsha kepadanya.


Yuki tidak menunggu jawaban Putri Marsha atau semburan kemarahannya. Dia melanjutkan langkahnya, menuju Kereta kuda kerajaan Argueda yang telah menunggu.


Pangeran Sera berdiri di samping pintu kereta kuda kerajaan Argueda. Menunggu Yuki.


Pintu kereta di buka, ketika Yuki akan naik untuk masuk ke dalam Kereta kuda kerajaan Argueda, Pangeran Sera mencekal tangan Yuki dan memaksa Yuki berbalik menghadapnya.


"Aku tahu Kau pasti berpikir cintaku ini sangat Gila, tapi meskipun begitu Kau harus tahu...ini juga cinta....ini cinta Yuki"


Pintu kereta di tutup.


Pangeran Sera berjalan menaiki kudanya. Yuki bersyukur Pangeran Sera tidak ikut masuk ke dalam kereta kuda. Dan membiarkan Yuki sendiri untuk menenangkan pikirannya. 


Derak roda kereta mulai terdengar ketika Kereta perlahan berjalan. Meninggalkan perkarangan rumah Tabib Zein. 


Yuki menatap nanar dari jendela Kereta rumah tempat Pangeran Riana sekarang berada. Air matanya mulai jatuh tak tertahankan. Perasaannya sangat kacau. Dia menangis dalam diam.


 


 


Sesampainya di Argueda, Pangeran Sera langsung menghadap kepada Raja Jafar untuk meminta izin mempersiapkan pernikahannya. Pangeran Sera tidak ingin menunggu lagi.


Raja Jafar mengabulkan permintaan Pangeran Sera.

__ADS_1


Pendeta Naru melaksanakan upacara untuk mendapatkan hari baik. Dan ternyata setelah melakukan perhitungan berdasar tanggal lahir Yuki dan Pangeran Sera, bulan depan adalah waktu yang tepat untuk melaksanakan pernikahan. Mendengar hal itu Raja Jafar segera memerintahkan Kerajaan untuk segera melakukan segala sesuatu untuk mempersiapkan pernikahan antara Pangeran Sera dan Yuki.


 


Yuki berdiri di tengah ruangan sementara para penjahit istana mulai mengukur badan Yuki untuk membuat gaun pengantin dan beberapa gaun lain yang akan di gunakan untuk berbagai acara dalam pernikahannya nanti. Putri Magitha yang telah pulih dari traumanya sangat bersemangat mengambil bagian di dalam persiapan ini. Dia tampak antusias membantu Yuki memilih model,warna dan segala perhiasan dan sepatu yang akan di kenakan Yuki nanti. 


Saking semangatnya orang akan berpikir Putri Magitha sendiri yang akan menjadi pengantinnya.


 


Tanpa terasa seminggu lagi adalah hari pernikahan Yuki. Undangan telah di sebar sebulan yang lalu. Semua persiapan nyaris selesai. 


Mulai besok, Yuki dan Pangeran Sera akan di pisahkan dan tidak boleh bertemu atau berkomunikasi sampai Mereka berdiri di depan altar pernikahan tepat di hari pernikahan Mereka.


Yuki duduk di pinggir tempat tidur. Dari dalam kamar mandi terdengar suara gemericik air mengalir. Pangeran Sera sedang mandi di sana.


Hari ini Pangeran Sera pulang lebih awal. Dia tidak mengatakan apapun. Tapi para pelayan mendandani Yuki malam ini.


Mereka memberi Yuki pakaian tidur dari kain sultra yang cukup menggoda. Membuat Yuki tersadar, Pangeran Sera menginginkan Yuki.


Jantung Yuki berdebar cukup kencang. Dia tahu suatu saat hal seperti ini pasti akan terjadi. Tapi Yuki tidak menyangka bahwa malam ini adalah waktunya.


Yuki meremas gaunnya dengan perasaan cemas. Suara gemericik air tidak terdengar lagi dari dalam kamar mandi. Para pelayan telah keluar sembari tadi. Sekarang hanya ada Mereka berdua di dalam kamar.


Terdengar suara pintu di buka. Yuki memalingkan wajah, Dia sangat terkejut ketika melihat penampilan Pangeran Sera. 


Pangeran Sera hanya mengenakan handuk yang dililitkan di pinggangnya. Rambutnya basah. Dia memegang handuk lain yang di gunakan untuk mengeringkan rambutnya.


Yuki tampak salah tingkah. Dia binggung dan sekaligus merasa tidak nyaman dengan situasi yang sedang terjadi.


Rasanya, Yuki ingin pergi dan melarikan diri. Tapi Dia tidak bisa. Dia harus bertahan di tempatnya.


 

__ADS_1


__ADS_2