
"Jangan cemas, Aku sudah pernah mengalami hal yang lebih sulit dari ini" seloroh Yuki mencoba menghibur.
"Aku percaya padamu Putri" Bangsawan Asry tersenyum tenang. Yuki jarang berbincang dengan teman-teman Bangsawan Pangeran Riana. Terutama Bangsawan Asry. Tapi Dia menangkap kesan, Bangsawan Asry orang yang mudah di ajak berbagi pikiran. Makanya tak heran Pangeran Riana mempercayai Dia untuk menjadi penasehatnya. "Riana banyak berubah semenjak mengenal Putri. Jelas sekali, Putri memang orang yang tepat untuknya"
"Benarkah ?" Tanya Yuki tidak percaya.
"Ya, Riana jauh lebih manusiawi semenjak bersama Putri"
Yuki menangkap keseriusan di mata Bangsawan Asry.
"Bangsawan Asry ikut ke tempat bencana" tanya Yuki berusaha mengalihkan pembicaraan. Pangeran Riana adalah teman Mereka. Sudah pasti Mereka akan melebih-lebihkan Pangeran Riana di depan Yuki.
"Ya, Aku akan membantu di sana. Voldermont dan Xasfir akan menyusul di gelombang selanjutnya. Setelah Mereka menyelesaikan tugas di istana wanita Pangeran Riana"
"Istana wanita ?" Ibu Suri mengatakan Yuki harus mengetahui jika ada masalah di istana wanita. Dia juga harus bisa bersikap adil dan bijak pada wanita-wanita milik Pangeran Riana yang lain. Jika ada masalah dan Yuki tidak mengetahuinya. Dia pasti akan di marahi Ibu Suri. Jadi meskipun Yuki tidak mau tahu ada masalah dengan koleksi wanita Pangeran Riana, Dia tetap harus mencari tahu. "Ada apa dengan istana wanita Pangeran Riana ?"
Bangsawan Asry mengkerutkan kening tidak percaya. "Apakah Putri belum mendengar, Hari ini Riana menghadap Raja Bardana dan membebaskan semua wanita miliknya keluar istana"
"Apa ?" Kata Yuki kaget. Pangeran Riana membebaskan semua wanita miliknya. "Apa Kau yakin ?"
"Benar Putri. Dia melepaskan semua wanitanya. Voldermont dan Xasfir sedang mengurus pelepasan ini"
__ADS_1
"Bagaimana tanggapan Raja ?"
"Raja Bardana tidak setuju. Tapi tekad Riana sudah bulat. Akhirnya Raja menuruti keinginannya. Lagipula Riana tidak memiliki niat untuk mendapat keturunan dari para wanita itu. Jadi tidak apa-apa jika di lepaskan"
Yuki mengerjap. Masih tidak percaya. Tapi Bangsawan Asry tidak mungkin berbohong.
"Bukankah ini tidak adil bagi para wanita itu. Mereka di buang setelah semuanya ?" Kata Yuki lagi.
"Kerajaan akan memberikan konpensasi yang besar untuk Mereka. Lagipula bukankah Putri tidak mau jika Pangeran memiliki wanita lainnya selain Putri ?"
Yuki semakin binggung. Apa Pangeran Riana melepaskan semua wanitanya karena mendengar pembicaraan Yuki dengan Rena. Jika Ibu Suri mendengar hal ini, Yuki pasti akan di marahi karena menyangka Dia melarang Pangeran Riana untuk memiliki banyak istri.
Yuki ingin mengatakan sesuatu. Tapi Pangeran Riana yang pergi untuk memberi instruksi kepada pasukan telah kembali. Jadi Dia menelan kembali kata-kata yang nyaris keluar dari mulutnya. Yuki akan membahas masalah ini jika ada kesempatan. Tapi tidak sekarang.
Yuki menganggukan kepala sembari memakai sarung tangan agar tidak kedinginan di jalan. Mereka berjalan menuju kuda yang telah menunggu.
Yuki naik ke atas kuda hitam milik Pangeran Riana dengan di bantu oleh Pangeran yang terlebih dulu naik ke atas punggung kuda. Seluruh pasukan dan bantuan sudah siap berangkat. Yuki mengenakan tudungnya dan merapatkan duduknya ke Pangeran Riana. Pangeran Riana memberi komando pasukannya. Aba-aba telah di keluarkan. Yuki menundukan kepala ke dada Pangeran Riana untuk menghindari angin dingin yang menerpa wajahnya. Kuda di pacu dengan kencang. Perlahan rombongan bergerak meninggalkan istana.
Melaju menuju tempat terjadinya bencana alam yang menewaskan ribuan orang. Di mana setiap detik dari Mereka sangat berarti.
Tempat yang akan Mereka tuju adalah Kota Balweri. Kota besar yang berbatasan langsung dengan wilayah Argueda. Di sana, penduduknya hidup dari hasil pantai dan tambak. Selain itu, ekonomi di sana sangat bagus. Karena letaknya strategis dan banyak di lewati kapal dagang dari berbagai negara.
__ADS_1
Saat Mereka beristirahat di perjalanan untuk makan. Bangsawan Asry menceritakan pada Yuki bahwa kota Balweri memiliki arti khusus bagi Pangeran Riana.
Saat Pangeran Riana masih berumur lima tahun. Terjadi pemberontakan di kerajaan. Pemerintahan sempat goyah waktu itu karena perebutan kekuasaan antara Raja Bardana dengan Pamannya. Untuk melindungi Pangeran Riana, Raja Bardana menyembunyikan Pangeran Riana di salah satu orang kepercayaannya yang tinggal di kota Balweri bersama Pendeta Agung Calberi.
Pangeran Riana memiliki keterikatan dengan Kota Balweri. Yuki jadi paham kenapa Pangeran Riana langsung memutuskan untuk pergi sendiri memberi bantuan, ketimbang hanya duduk di istana dan memerintahkan para prajuritnya untuk datang membantu.
Terkadang, Yuki sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikiran Pangeran Riana. Pangeran Riana bisa menjadi sangat baik, tetapi juga bisa menjadi sosok yang kejam di waktu lainnya. Bagaikan pisau bermata dua. Memiliki sisi yang berbeda dan sukar di tebak.
Tapi Yuki merasa kagum pada Pangeran Riana. Meski sifatnya sangat buruk. Tapi saat rakyatnya membutuhkan bantuan, Dia tanpa ragu turun tangan langsung untuk membantu Mereka yang membutuhkan bantuan.
Setelah perjalanan panjang yang cukup melelahkan. Akhirnya rombongan kerajaan tiba di lokasi tujuan. Semua tampak syok saat melihat pemandangan di depan Mereka. Kota Balweri yang terkenal dengan kemegahannya, kini rata dengan tanah. Puing-puing bangunan berserakan di sejauh mata memandang. Bau menyengat dari mayat dan lumpur tercium lekat di udara. Yuki menutup hidungnya. Dia merasa mual. Bayangan ketika berada di kuil Balgira teringat kembali dalam kepalanya.
"Lebih parah dari yang ku duga" guman Bangsawan Asry lirih di samping Pangeran Riana. Pangeran Riana diam. Tapi ada kecemasan di wajahnya yang berusaha di sembunyikan.
Rombongan melanjutkan perjalanan ke lokasi yang dijadikan sebagai pusat bantuan sementara. Tempat di mana para penduduk yang selamat di kumpulkan. Tenda-tenda darurat di bangun seadanya oleh warga sekitar dan bantuan dari kota-kota terdekat.
Pangeran Riana mengatur para prajurit untuk membersihkan dan membangun tenda-tenda di atas bukit. Di bantu para korban yang selamat memindahkan semua ke tempat yang lebih aman dan bersih. Yuki berjalan menuju kereta obat dan memasukkan beberapa obat ke dalam kotak obat. Setelah beristirahat sebentar di tenda, Yuki menganti pakaiannya dengan pakaian dari kain biasa yang lebih leluasa untuk di pakai bergerak. Dia juga menemukan sepatu bot terbuat dari kulit sapi yang nyaman di gunakan, jika Yuki harus pergi ke medan dan melewati lumpur untuk mencari para korban selamat.
Setelah memastikan perlengkapannya, Dia masuk ke tenda pengobatan. Tempat di mana para korban yang terluka di baringkan untuk mendapat pengobatan sebelum di pindahkan ke tenda perawatan. Yuki berjongkok ke seorang kakek tua yang kakinya terluka parah. Tanpa ragu Yuki meletakan kotak obatnya dan mulai memeriksa untuk mengetahui perawatan apa yang bisa Dia lakukan.
"Putri, apa yang Putri lakukan. Biar Kami yang melakukannya. Putri beristirahatlah di dalam tenda" ujar Perawat menghampiri Yuki dengan panik.
__ADS_1
"Aku tidak datang kemari untuk berleha-leha sementara yang lain bekerja. Tenang saja, Aku punya sedikit pengalaman di bidang pengobatan" ujar Yuki. Dia masih membungkuk. Tanpa rasa jijik membersihkan kaki kakek tua yang sudah di gerogoti belatung.