
"Toko pakaian, gantilah baju terlebih dahulu. Baru Kita berbincang setelahnya" ujar Pangeran Sera dengan nada membujuk.
Mereka memasuki rumah. Pintu di tutup dari luar, sementara seorang pelayan datang untuk membantu Yuki menganti pakaiannya.
Yuki mengikuti pelayan masuk ke bilik kecil sementara Pangeran Sera menunggu dengan tenang di luar. Yuki melepaskan semua perhiasan yang di kenakannya. Menganti pakaian sutera dengan pakaian dari kain katun biasa. Dia menolak tawaran pelayan untuk mencoba beberapa baju, dan langsung memilih secara asal baju terusan tali satu, berwarna biru lembut dengan motif bunga-bunga kecil, dari tumpukan pakaian yang di bawa pelayan. Pakaian yang di kenakan Yuki sangat nyaman. Bahannya adem dan ringan di tubuh. Jahitannya rapi, pas di badannya yang kecil.
Pelayan memasukan semua perhiasan dan pakaian kerajaan ke dalam kotak. Yuki mengelung rambutnya ke atas sedemikian rupa, sehingga beberapa helai rambutnya terjuntai ke bawah. Dia menghapus make up dan hanya mengenakan bedak tipis-tipis serta pelembab bibir berwarna soft. Yuki sengaja tidak mengenakan perhiasan apapun. Dia juga menganti sepatu hak tinggi dengan sepatu biasa yang nyaman di kenakan.
Penampilan Yuki terlihat lebih segar dan natural. Dia siap untuk berjalan keluar menemui Pangeran Sera yang sudah menunggu. Pelayan menghampirinya, dan menunjukan semua barang-barangnya di dalam kotak yang telah tersusun rapi.
"Putri ini semua adalah barang-barang yang Putri lepaskan sebelumnya. Dimana Saya akan mengirimkan semua ini ?" Tanya Pelayan itu sopan.
Yuki berpikir sejenak untuk menimbang. "Kirimkan saja semua ke kediaman keluarga olwrendho" katanya akhirnya.
Pelayan itu tampak lega. "Baik Putri" katanya sopan. Dia terbebas dari keharusan mengirimkan semua ini ke istana Pangeran Riana. Dia tidak tahu apa yang terjadi jika tadi Putri Yuki memintanya mengirimkan ke tempat Pangeran Riana.
Yuki tidak tahu siapa ?. Karena sebelumnya Bangsawan Voldermont pernah menyinggungnya, jadi Dia bertanya pada Rena mengenai seseorang yang di klaim Perdana Menteri Olwrendho sebagai kerabatnya. Yang telah membantu semua bisnis keluarga dan santunan pelayan yang menjadi korban dalam penyerangan yang terjadi.
Ternyata Rena mengetahuinya. Menurut Rena, Perdana Menteri Olwrendho pernah memperkenalkannya sebagai Putranya. Selebihnya, Rena tidak mengetahui apa-apa mengenai orang itu. Dia orang yang misterius, datang dan menghilang sesuka hati dan secara tiba-tiba.
Tapi Perdana Menteri Olwrendho sangat menyayanginya. Bahkan Dia mewarisi setengah kekayaan Perdana Menteri Olwrendho.
Yuki menjadi penasaran. Jika memang benar Dia adalah Putranya, Perdana Menteri Olwrendho pasti sudah memperkenalkan Mereka. Yuki berpikir lagi, mungkin orang iru adalah anak dari sahabat atau kerabat Perdana Menteri Olwrendho yang sudah dianggapnya sebagai anak sendiri.
Rena mengambarkan orang itu seperti seekor merak jantan, yang sedang menebarkan pesona di antara para betina. Dia sangat tampan dan kharismatik. Sosoknya seperti memancarkan aura yang menarik perhatian siapapun di sekitarnya.
Rambutnya lurus, berwarna putih susu. Memiliki kulit putih pucat dan mata tajam berwarna hijau jambrut. Tubuhnya tinggi dan langsing. Memiliki garis wajah yang jelas, sering tanpa ekspresi. Senyumnya manis, berbentuk busur panah yang menawan siapapun yang melihatnya.
__ADS_1
Rena mengatakan Dia bukan seratus persen manusia. Manusia tidak ada yang sesempurna Dia. Hanya, Yuki tidak mengerti apa maksud Rena.
Orang ini mampu mengurus semua kekacauan di keluarga Olwrendho secara sekejap. Rumah Perdana Menteri telah di perbaiki. Santunan telah di bagikan. Dan bisnis berjalan sebagaimana mestinya. Pangeran Riana sendiri belum mendapat informasi apapun mengenainya.
Tidak ada yang tahu siapa dan dari mana Dia berasal.
"Sudah selesai ?" Suara Pangeran Sera dari jarak dekat membuyarkan lamunan Yuki. Yuki mendongak, mendapati Pangeran Sera sudah berdiri di belakangnya. Perlahan Yuki menganggukan kepala canggung.
Pangeran Sera meraih tangan Yuki, mengengamnya dengan mesra. "Ayo ikut" ajaknya kemudian.
Pangeran Sera memperlakukan Yuki dengan lembut dan hangat. Meskipun Yuki tidak ingin pergi, tapi sikap Pangeran yang seperti ini membuatnya sungkan untuk menolak.
Mereka menuruni tangga menuju ruang utama. Seorang pelayan membimbing Mereka dengan sopan.
"Bagaimana Pangeran bisa berada di keramaian itu ?" Tanya Yuki akhirnya. Dia sangat penasaran karena Pangeran Sera muncul tiba-tiba saat para prajurit lengah.
"Menurutmu ?" Tanya Pangeraan balik dengan wajah tenang.
Pangeran Sera tidak menjawab. Dia tersenyum lembut sembari mempererat gengaman tangannya.
"Kenapa Pangeran melakukan hal itu ?" Tanya Yuki lagi. Dia merasa Pangeran Sera terlalu nekat kali ini.
Posisi Pangeran Sera sangat tidak menguntungkan semenjak penculikan yang di lakukannya. Dia tidak di sambut lagi sebagai tamu kerajaan, melainkan sebagai musuh kerajaan. Setiap gerak-geriknya di awasi dengan ketat oleh kerajaan Garduete. Jika kerajaan sampai mengetahui masalah ini adalah rencana Pangeran Sera, Pangeran Sera akan mendapatkan masalah besar. Dia bisa di usir secara tidak hormat atau malah menjadi tahanan kerajaan.
"Aku hanya ingin bertemu dengan tunanganku. Apakah itu suatu kejahatan ?"
"Pangeran membahayakan diri Pangeran sendiri" keluh Yuki tidak suka.
__ADS_1
"Sudahlah, Kita lupakan dulu masalah kerajaan. Aku tidak menculikmu untuk.membahas hal-hal seperti ini"
Yuki tahu, tidak ada gunanya berdebat dengan Pangeran Sera.
"Jadi, kenapa Pangeran menculikku ?" Tanyanya lagi dengan nada ringan.
Pangeran Sera tersenyum. "Cuaca cukup cerah hari ini, Aku jadi berpikir ingin mengajakmu berkencan"
"Tapi.." kata Yiki ragu.
Seolah mengerti keraguan Yuki, Pangeran Sera kembali berkata dengan serius. "Tenang saja, Aku akan membawamu kembali ke istana jika sudah waktunya"
Yuki menyerah. Dia tahu, Pangeran Sera tidak akan menyerah begitu saja jika Yuki menolak, Lagipula Dia akan menepati janjinya mengembalikan Yuki ke istana. Pangeran Sera mengambil cadar dan kerudung yang telah di persiapkan sebelumnya. Dia memilih melakukan sendiri dan menolak bantuan pelayan.
"Apa Aku sudah tidak dapat di kenali ?" Tanya Yuki ketika Pangeran Sera selesai memasang kain penutup wajah dan rambut untuknya.
"Kau bisa menipu siapapun, Tapi tidak bisa menipuku. Meski Kau menyamar seperti apapun, Aku pasti akan mengenalimu begitu melihatmu" kata Pangeran Sera tenang.
Pangeran Sera memasang kain untuk menutup wajah dan rambutnya.
Kemudian, Mereka keluar menuju jalan besar. Berbaur dengan kerumunan masyarakat di tengah kota. Penampilan Mereka tidak mencolok. Mereka berdua berjalan santai, seolah tidak terjadi apa-apa.
Keramaian membuncah. Yuki menikmati suasananya, Dia sudah lama tidak berjalan santai seperti ini semenjak Pangeran Riana membawanya ke istana. Perasaanya jadi lebih ringan.
Terlihat para prajurit hilir mudik melewati Mereka. Jelas sekali, Mereka sudah menyadari Yuki menghilang dan sedang mencarinya. Sebenarnya, Yuki merasa kasihan jika Mereka sampai di marahi Pangeran Riana. Yuki juga tidak bisa membayangkan kemarahan Pangeran Riana nantinya ketika Dia mendengar hal ini.
Tapi Yuki juga butuh waktu untuk sendiri. Dia ingin menghirup udara bebas meski hanya sesaat.
__ADS_1
Tempat pertama yang Yuki kunjungi adalah rumah makan sederhana yang di penuhi pengunjung. Rumah makan ini sangat ramai. Dia menyediakan berbagai menu berbahan dasar seafood. Meski bukan termasuk rumah makan mewah, masakannya sangat enak dan membuat ketagihan. Tidak heran, Banyak pengunjung yang memenuhi hampir setiap meja yang di sediakan.