Morning Dew

Morning Dew
57


__ADS_3

"Bagaimana ?, Enak kan ?" Tanya Yuki senang ketika Pangeran Riana melepaskan tangannya.


Alih-alih menjawab, Pangeran Riana justru menarik Yuki dan langsung menciumnya. Yuki terkejut. Dia langsung mendorong Pangeran Riana, melepaskan diri dengan cepat.


"Apa yang Pangeran lakukan ?, Apa Kau sudah gila ?" Ucap Yuki lirih sembari memandang Pangeran Riana dengan tatapan memprotes. Beberapa orang yang melihat kejadiannya saling berbisik. Membuat Yuki semakin canggung.


Untuk menghindari pandangan orang, Yuki berbalik dan melangkah dengan cepat. Pangeran Riana mengikutinya dengan tenang di belakang.


"Jangan melakukan seperti itu lagi lain kali" pinta Yuki sambil berjalan.


"Melakukan apa ?"


"Mencium ku di depan banyak orang"


"Kau yang menggodaku" bela Pangeran Riana merasa tidak bersalah. Yuki melirik dengan kesal.


"Kapan Aku pernah menggoda mu" kilah Yuki tidak mau kalah.


"Ketika Kita di penginapan, Apa kah Kau tidak sedang menggoda ?" Pangeran Riana menatap Yuki dalam.


Yuki terdiam. Kejadian di penginapan kembali terbayang. Wajahnya langsung memerah.


"Lihat wajahmu, kenapa ?, Kau menginginkannya lagi ?"


"Aku tidak mau bicara lagi denganmu" setelah berkata seperti itu, Yuki langsung berlari pergi meninggalkan Pangeran Riana. Dia merasa malu dan salah tingkah. Apalagi jika mengingat kejadian di penginapan. 


Berdiri di sudut tersembunyi, Dia memperhatikan pergerakan Putri Yuki dan Pangeran Riana di depannya. Tangannya mengepal marah saat melihat betapa akrabnya Mereka berdua.


Rasanya, Dia ingin mencambik-cambik wajah ****** kecil itu.


Riana adalah miliknya. Dia tidak akan menyerahkan pada siapapun termasuk kepada Putri Yuki.


Dia lah yang akan menjadi istrinya. Satu-satunya wanita yang berhak menguasai diri Riana sepenuhnya. 


Gemerincing perhiasan terdengar ketika Dia melangkah pergi. Pikirannya dipenuhi rencana untuk menyingkirkan Putri Yuki.

__ADS_1


Matahari baru saja turun menuju peraduannya, tapi kemeriahan Festival masih berlangsung. Lampion yang menghiasi jalanan di nyalakan. Cahayanya membawa suasana semakin semarak. 


Acara selanjutnya adalah bincang hangat dengan perwakilan kerajaan. Sebelum acara di mulai, Yuki yang pada akhirnya bertugas sebagai perwakilan bersama Bangsawan Voldermont, menyempatkan diri untuk mandi dan berganti pakaian di sekolah. Dia mengenakan sedikit riasan dan perhiasan yang tidak terlalu mencolok. Yuki lebih nyaman dengan penampilannya yang sekarang ketimbang pakaian Putri Kerajaan yang dikenakan sebelumnya. 


Terlihat beberapa Prajurit berkumpul bersama Bangsawan Xasfir. Beberapa Putri yang seharusnya bertugas dikabarkan menghilang. Tidak ada yang tahu keberadaan Mereka. Mereka tidak kembali ke rumah atau kamar Mereka di asrama, Gulf Mereka pun tidak di jawab. Pangeran Riana menugaskan Bangsawan Xasfir untuk membantu mencari Mereka.


"Apa ini ada hubungannya dengan ilmu hitam ?" Tanya Yuki kepada Pangeran Riana ketika Mereka berjalan beriringan. Pangeran Riana kembali menjemputnya untuk diantar ke tempat dimana acara akan berlangsung.


"Ilmu hitam hanya mengincar gadis perawan untuk di bunuh sebagai ritual Mereka" jawab Pangeran Riana tenang. 


Yuki melihat Pangeran Riana tidak terlalu cemas. Jadi Dia kembali bertanya kebingungan. "Mereka masih gadis seumuran denganku"


"Ya, tapi Mereka tidak menjaga diri seperti dirimu"


"Aku tidak tahu kalau kerajaan juga mendata keperawanan gadis-gadis di wilayahnya" sindir Yuki merasa tidak senang.


Pangeran Riana melirik Yuki sejenak. Dia tampak sangat menggemaskan. "Para Putri yang menghilang, pernah berkencan dengan Vold"


"Ohh.." Yuki langsung mengerti. Bajingan bernama Voldermont tidak mungkin membiarkan gadis-gadis itu begitu saja.


Yuki menaiki mimbar begitu Dia tiba. Pangeran Riana duduk di bangku penonton yang telah di sediakan bersama kerajaan yang lain. Bangsawan Voldermont datang tak lama kemudian. Disusul Pangeran Sera. Yuki terkejut ketika Pangeran Sera duduk di sampingnya.


Akhirnya acara perwakilan di mulai. Seorang pemandu acara yang terlihat luwes dan penuh humor muncul menyambut perwakilan yang sudah lebih dulu datang.


Sebenarnya acara ini adalah acara lucu-lucuan. Biasanya para perwakilan akan diminta melakukan sesuatu atau diberi pertanyaan. Pertanyaannya sendiri bisa seputar masalah pribadi atau lainnya. 


Negeri Humaira yang mendapat giliran pertama.


Setelah bertanya beberapa pertanyaan kepada perwakilan Humaira. Pembawa Acara kemudian memberikan kode dengan sopan kepada Pangeran Sera bahwa Negeri Argueda akan mendapat giliran selanjutnya.


Pangeran Sera duduk dengan tenang. Dia tidak terpengaruh dengan jeritan histeris para Wanita di trimbun penonton yang mengelukan namanya.


"Baiklah, Pangeran Sera sebelumnya saya harus meminta maaf kepada para penonton khususnya kaum hawa. Sebenarnya Banyak sekali pertanyaan yang di amanat kan kepada Saya untuk di sampaikan kepada Pangeran, tapi jika kita membahas semua satu persatu. Aku yakin sampai besok pun tidak akan selesai" kata Pembawa Acara memulai sesinya dengan Pangeran Sera.


Para penonton berseru "Hhuuuuu" dengan kencang untuk menyuarakan protes Mereka, membuat panggung seakan bergetar. Yuki terpana ketika melihat bagaimana Para Putri dan wanita begitu antusias terhadap Pangeran Sera.

__ADS_1


"Jadi Saya akan mengambil beberapa pertanyaan yang sebagian besar ditanyakan kepada Anda" ujar Pembawa acara itu lagi untuk menjawab Protes para penonton.


"Pada intinya, hadirin termasuk Saya Pribadi penasaran,Pangeran begitu tampan, secara materi dan kehidupan pun memuaskan. Tapi kenapa sampai sekarang Pangeran memilih untuk sendiri, tanpa kekasih, tanpa selir atau dayang-dayang. Sebagai Pria yang cukup umur, Apa Pangeran tidak memiliki wanita yang Pangeran cintai ?"


Pangeran Sera tersenyum merasa canggung. Dia terlihat tampan saat tersenyum. Lengkung bibirnya sempurna seperti busur panah. Pantas banyak wanita tergila-gila padanya.


"Jadi Kita akan membahas pribadiku ?" Tanya Pangeran Sera balik.


Pembawa Acara mengangkat bahunya pasrah. "Jangan tersinggung Pangeran, ini adalah keinginan Para Putri. Mereka begitu penasaran terhadap Anda"


Pangeran Sera diam. Dia mengkerut kan alis berpikir sejenak sebelum akhirnya berucap lirih. "Tentu saja Aku memiliki wanita yang kucintai"


Jeritan riuh terdengar membahana seketika. 


Pembawa Acara tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Dia mencondongkan tubuh ke depan tanpa sadar dengan wajah penasaran. 


"Sangat mengejutkan, ini sangat menarik. Apakah Pangeran bisa.memberitahu Kami siapa wanita yang beruntung itu ?"


"Tunanganku" jawaban singkat dari Pangeran Sera namun mampu membuat jeritan yang jauh lebih histeris dari sebelumnya.


"Tunangan !, Astaga ini berita yang luar biasa. Apakah kerajaan sudah menyetujuinya ?"


"Ya, Kami dijodohkan oleh kedua orang tua Kami semasa kecil. Kerajaan sudah mengakui statusnya semenjak Dia lahir"


"Apa karena tunangan Pangeran ini Pangeran menolak setiap wanita yang ingin dekat dengan Pangeran ?. Bukankah sebagai seorang Perwaris tahtah yang sah Pangeran mempunyai hak untuk memiliki gadis-gadis yang Pangeran suka ?. Apa tunangan Pangeran.yang melarang Pangeran memiliki gadis lain ?. Apakah Pangeran menyetujui perjodohan yang di lakukan kedua orang tua kalian ?"


"Aku lah yang tidak menginginkan gadis lain. Tunanganku ini adalah wanita yang kuinginkan untuk bersamaku. Bagiku, memiliki seorang wanita seperti Dia saja sudah lebih dari cukup"


Para Puteri berseru nyaring menyuarakan penolakan.


Pembawa Acara sampai harus memberikan kode agar Mereka tenang.


"Seperti apa sosok gadis yang beruntung ini Pangeran ?. Apakah Saya pernah bertemu dengannya"


Pangeran Sera menatap pembawa acara itu dengan tatapan penuh arti. Sorot matanya menjadi lembut ketika Dia kembali berucap dengan nada penuh pemujaan. "Gadisku ini adalah gadis yang manis. Dia sangat polos, lugu dan menggemaskan. Seorang Gadis berpikiran lurus yang hanya mengenal hitam dan putih. Tanpa drama maupun intrik. Melihatnya selalu membuatku ingin melindunginya"

__ADS_1


 


 


__ADS_2