Morning Dew

Morning Dew
216


__ADS_3

Yuki memperhatikan semua luka lebam di wajah Rafael. Di belakangnya, istana tampak mengepulkan asap. Letusan terus terdengar dari dalam istana dan di luar benteng ibukota.


Apa yang akan di lakukan Rafael sekarang ?.


Rakyat yang selama ini di tindas melawan. Para tawanan memberontak. Selama itu di luar ibukota, ada pasukan dari Argueda mengepung.


Inilah hasil dari apa yang di lakukannya. Pemberontakan, perlawanan, dan peperangan.


Buah dari semua tindakan yang di lakukannya, tanpa hati nurani dan rasa kemanusiaan.


Rafael selalu berpikir dengan menindas Dia bisa menguasai semuanya. Namun Dia salah. Yang lemah akan menjadi kuat jika bekerja sama. Musuh sekuat apapun akan di kalahkan dengan mudah. 


Terdengar gemuruh nyaring yang mengejutkan dari perbatasan ibukota. Asap membumbung tinggi di langit. Terdengar dentingan pedang yang beradu dari kejauhan. Suara teriakan saling bersahutan menimbulkan keriuhan tersendiri.


Yuki berdiri dengan mata terbelak. Di depannya, Dia menyaksikan sebuah pertempuran besar yang sedang terjadi di antara dua negara. 


Inilah perang antar negara itu. Siapapun pemenangnya akan mendapatkan negara yang kalah. Perang mempertaruhkan segalanya.


Tercium bau darah yang di bawa angin ke udara.


"Sepertinya Sera telah berhasil menembus pertahanan. Ayo Yuki...." Pangeran Riana kembali menarik Yuki untuk pergi sebelum suasana menjadi sangat tidak terkendali.


Tapi...


"Riana.." sebuah panggilan lembut namun sarat akan perasaan cemas milik seorang wanita terdengar.


Ketika berbalik, Putri Marsha sedang berlari ke arah Pangeran Riana. Dan langsung memeluk Pangeran Riana erat sampai genggaman tangan Pangeran Riana di pergelangan tangan Yuki terlepas.


Melihat Putri Marsha memeluk Pangeran Riana didepannya. Menyadarkan Yuki bahwa Dia bukan lagi calon ratu negeri Garduete.

__ADS_1


Mereka sudah tidak memiliki hubungan apapun. Pangeran Riana sudah memiliki seorang kekasih yang tidak Dia lupakan. Yuki hanyalah orang ketiga dalam kisah Mereka.


Perlahan, Yuki mundur menjauhi Mereka. Ketika jarak Mereka sudah cukup jauh, Dia berbalik dan berlari pergi meninggalkan Mereka.


 


 


Yuki berjalan sendirian di tengah kota yang kacau. Bangunan terbakar di sekitarnya, hancur tidak lagi berbentuk. Kepanikan para penduduk yang berusaha mencari perlindungan di tempat aman. Pertempuran terus berlangsung bahkan sampai matahari terbit. 


Ibukota Rasyamsah yang dulunya terkenal indah dan menawan, dalam sekejap berubah menjadi neraka dalam waktu semalam. 


Terdengar suara lonceng bergema nyaring di menara tertinggi istana kerajaan Rasyamsah. Perlahan, bendera Argueda di kibarkan. 


Pangeran Sera berhasil memenangkan pertempuran. Sekarang Negeri Argueda menguasai Rasyamsah. Dengan begitu menjadikan Negeri Argueda sebagai satu-satunya negeri terbesar di dimensi ini. 


Yuki mendongak ketika merasa tetesan hujan membasahi rambutnya. Di langit, ribuan butiran air yang selama ini di harapkan Rakyat Rasyamsah akhirnya turun. Perlahan menjadi hujan yang membuat sungai-sungai mulai mengalir kembali airnya. Hutan yang tadinya kering mulai menampakan kehidupannya.


Rakyat Rasyamsah bersorak kegirangan saat menyaksikan kehidupan kembali di Negerinya. Mereka bersyukur penderitaan Mereka selama ini telah berakhir.


 


Sepasang tangan memeluk Yuki yang masih berdiri di tengah hujan dari belakang. 


"Akhirnya Aku menemukanmu" bisik Pangeran Sera sambil menyusupkan wajahnya di bahu Yuki. Dia memeluk Yuki begitu erat. Baju besi yang dikenakannya terasa dingin di kulit Yuki. Dia membalikan badan Yuki untuk menghadap ke arahnya. Mengernyit saat melihat luka bekas pukulan Rafael di wajah Yuki. Dengan lembut Pangeran Sera mengusap luka di wajah Yuki. "Apa Kau baik-baik saja ?"


Yuki menganggukan kepala pelan.


"Kau berhasil membebaskan Rasyamsah dari kemarahan dewi Mereka" 

__ADS_1


"Bukan Aku, tapi Kita semua termasuk Kau..." Pangeran Sera tersenyum lembut. Dia kemudian menarik Yuki kembali ke pelukannya. "Syukurlah Kau selamat. Aku merindukanmu" bisik Pangeran Sera dengan sirat kerinduan yang dalam.


Pangeran Sera yang berhasil menguasai Rasyamsah memutuskan untuk sementara waktu tinggal di Rasyamsah sampai keadaan cukup stabil dan menumpas habis seluruh pengikut Rafael yang tersisa. Merampas semua harta para pejabat korup, dan membangun kembali Ibukota yang luluh latak akibat pertempuran.


Rafael berhasil melarikan diri di tengah pertempuran. Sampai sekarang keberadaanya tidak di ketahui. Dia meninggalkan pasukannya yang justru sedang berjuang hidup dan mati untuknya.


Pangeran Sera sangat marah saat tahu Rafael nyaris memperkosa Yuki. Dia memerintahkan semua prajurit untuk mencari keberadaan Rafael dan membawanya ke depannya dalam keadaan hidup-hidup. Sepertinya Pangeran Sera ingin membuat perhitungan secara pribadi dengan Rafael untuk Ibunya, untuk adiknya dan untuk wanita yang di cintainya.


Semua korban dari Rafael dan Raja Trandem yang selama ini hanya di buang begitu saja di dasar jurang, di angkat dan di makamkan dengan layak. Kegembiraan rakyat Rasyamsah berbanding terbalik dengan nasib para pengikut Rafael. Semua pengikut Rafael dan pejabat korup yang terbukti menyengsarakan rakyatnya di hukum pancung tanpa ada kesempatan untuk meminta keringanan hukuman. Seluruh harta rampasan baik dari para pejabat korup dan harta yang di timbun Raja Trandem dan Rafael di ambil untuk di gunakan sebagai biaya pembangunan kembali Ibukota Rasyamsah.


Para tawanan perang khususnya tawanan di rumah singgah di beri kesempatan memilih apakah akan kembali ke negara asal Mereka atau menetap.


Dari Pangeran Sera, Yuki akhirnya tau apa yang terjadi pada Ratu Warda dan Putri Magitha saat meninggalkan Rasyamsah. Pasukan yang bertugas mengejar Yuki bertemu dengan Rombongan Pangeran Arana yang melarikan diri dari kejaran Pasukan kerajaan Rasyamsah. Kemudian, tidak ada satu orang pun pasukan kerajaan Rasyamsah kembali untuk melapor pada Rafael. Hal itu membuat Rafael menjadi waspada sehingga Dia sibuk dan membiarkan Yuki cukup lama. Membuat Yuki beruntung karenanya.


Setelah berhasil menyelamatkan Ratu Warda dan Putri Magitha, Pangeran Sera langsung membagi pasukannya untuk mengawal Mereka kembali ke Argueda dengan selamat. Sedangkan yang lain ikut Pangeran Sera untuk mencari informasi dan menyusun strategi peperangan.


Yuki merasa lega ketika mengetahui Ratu Warda dan Putri Magitha sudah berada di istana kerajaan Argueda dan sedang menjalani masa pemulihan. Yuki berharap Ratu Warda dan Putri Magitha cepat sehat kembali seperti sedia kala.


Pangeran Arana ternyata ikut dalam pertempuran. Namun Dia segera di kirim pulang kembali ke Argueda oleh Pangeran Sera begitu Mereka bertemu. Tampaknya Pangeran Sera masih marah kepada Pangeran Arana. Karena telah bertindak ceroboh dengan menyeret Yuki ke dalamnya. Sehingga Yuki malah menjadi tawanan di kerajaan Rasyamsah dan nyaris di perkosa oleh Rafael.


Yuki duduk seorang diri di atas bangunan barat istana Rasyamsah. Di bawahnya Dia menyaksikan rakyat Rasyamsah dan para prajurit Argueda sedang bersatu merayakan kemenangan Mereka. Mereka berpesta dan menari bersama. Banyak sekali makanan yang di sajikan. Semua bersuka cita. Gelak tawa terdengar membahana di seluruh udara malam.


Yuki merapatkan pakaiannya. Dia merasa lebih nyaman dan tenang berada sendirian di tempat ini. Memandang langit malam. Bulan bersinar terang. Sementara itu udara dingin terasa karena hujan turun semenjak pagi dan baru berhenti di sore hari. 


Warna hijau sudah mulai menampakan wujudnya. Bunga-bunga bermekaran di sepanjang jalan Ibukota. Rasyamsah seolah terbangun kembali dari tidurnya yang panjang.


Rakyat Rasyamsah tidak bersedih atas kekalahan negerinya. Mereka justru bersyukur dapat terbebas dari penderitaan yang selama ini di alaminya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2