
"Apa yang Kau lakukan akhir-akhir ini bersama Magitha ?" Tanya Pangeran Sera tiba-tiba ketika Yuki dan Pangeran Sera duduk bersama di atas ranjang sambil melakukan aktifitas masing-masing.
Yuki yang sedang membaca buku sambil bersandar langsung menoleh. Dia tidak menyangka Pangeran Sera akan bertanya padanya. Pangeran Sera tidak menatap Yuki. Dia sibuk membaca dokument di pangkuannya. Sama seperti Yuki, Pangeran Sera duduk bersandar sembari menjulurkan kakinya ke depan. Rambutnya lembab setelah mandi, dan Dia hanya mengenakan jubah tidur sebagai pakaian luarnya.
Yuki tahu, meskipun Pangeran Sera tidak memandangnya. Tapi Pangeran Sera sedang memperhatikan respon Yuki dengan seksama. Jadi Yuki harus berhati-hati dalam memilih kata-kata, agar Pangeran Sera tidak mencurigainya.
Sangat tidak mudah membohongi Pangeran Sera, terutama jika Dia lebih mengenal Yuki daripada diri Yuki sendiri.
"Putri Magitha mengajakku untuk mencoba berbaur dengan para Putri di istana Raja. Aku takut jika Dia akan jenuh jika terus menemaniku berada di istana Pangeran, jadi Aku mengusulkan agar Aku yang mengunjunginya di istana Raja. Lagipula ada baiknya jika Kami bersama di istana Raja, Putri Magitha tidak harus repot ke sana kemari untuk menjagaku dan Ratu Warda" ujar Yuki berhati-hati.
"Kalian sudah sangat akrab rupanya"
"Putri Magitha sangat menyenangkan. Dia tidak pernah mengeluh jika harus mengimbangi gerakanku yang lamban" ucap Yuki jujur. "Pangeran sangat beruntung, memiliki seorang adik seperti Putri Magitha"
"Dia adalah salah satu wanita yang penting bagiku. Setelah Kau dan Ibu, Yuki" Aku Pangeran tulus. Membuat wajah Yuki langsung memerah karena malu. Pangeran Sera meletakkan dokumentnya di pangkuan dan berbalik menatap Yuki tenang, namun dalam. "Kalian boleh bermain di istana Raja, tapi ingat, jangan pernah merencanakan sesuatu yang membahayakan keselamatan Kalian. Apa Kau mengerti" tegas Pangeran Sera membuat Yuki menelan ludah.
Jantungnya berdebar kencang. Dia takut Pangeran Sera mencurigai rencananya dan Putri Magitha.
"Apa yang bisa Kami lakukan di istana Raja ? Tanya Yuki bersikap seolah tidak mengerti arah pembicaraan Pangeran Sera. "Lagipula Pangeran sudah memberi Kami perlindungan yang sangat ketat di istana"
"Baiklah Aku mengerti. Salahku juga karena Aku jarang pulang dan menemanimu di istana. Kau pasti merasa bosan sendirian di sini. Tapi Aku tekankan sekali lagi, jangan melakukan tindakan yang berbahaya. Jika ada yang mengganjal Kau harus segera menyampaikan Padaku"
"Pangeran tidak perlu khawatir. Aku mengerti" ucap Yuki tenang. Dia tidak ingin membuat masalah untuk Pangeran Sera. Juga tidak ingin berbuat konyol dengan melakukan tindakan berbahaya. Pangeran Sera tersenyum mendengar jawaban Yuki. Dia menarik Yuki dan langsung mengecup keningnya.
"Aku percaya padamu" bisik Pangeran Sera lembut pada akhirnya.
__ADS_1
Hari ini sangat cerah. Yuki duduk di taman istana Raja Jafar seorang diri. Sibuk dengan pikirannya.
Dia memilih duduk di bangku taman, tempat pertama kali Dia dan Putri Magitha mengobrol bersama. Pelayan Putri Magitha baru saja datang. Dia menyampaikan pesan dari Putri Magitha. Putri Magitha mendadak tidak bisa datang karena harus merawat Ratu Warda yang kesehatannya kembali menurun.
Yuki sudah kepalang tanggung untuk pulang ke istana. Jadi Dia memilih menghabiskan waktu sejenak, dengan berdiam diri seorang diri di taman istana.
Sudah seminggu lebih Yuki melakukan penyelidikan. Namun ternyata semua tidak semudah yang Dia bayangkan. Alih-alih menemukan petunjuk. Yuki harus sering makan hati mendengar hinaan yang di tujukan padanya dari para Putri.
Yuki ingin menyerah. Tapi bayangan wajah Rena saat terakhir kali membuatnya kembali bersemangat.
Yuki yakin cepat atau lambat, Dia akan menemukan petunjuk yang mengarah ke pelaku penyerangan.
Yuki menggoreskan pena di sebuah buku kecil yang terletak di depannya. Mencoret beberapa nama Putri yang sebelumnya berada dalam daftar pelaku. Yuki sengaja membuat catatan di buku agar bisa membantunya berpikir. Sebab menyimpan semuanya dalam otaknya tidak dapat membantu, Yuki harus menuangkan pikirannya dalam sebuah buku catatan.
Beberapa di beri tanda tanya untuk Putri yang di ragukan keterlibatannya. Beberapa di beri tanda bintang untuk putri yang memiliki motif kuat dan berpotensi melakukan kejahatan.
Putri Elena
Saat membaca nama itu, Yuki langsung teringat dengan wajah penuh kesedihan dari jiwa yang rapuh. Ada kehancuran yang begitu besar dalam diri Putri Elena. Yuki sangat memahami kesedihan itu, karena Dia pernah di posisi Putri Elena. Tepatnya kesedihan yang Dia rasakan saat Bangsawan Dalto meninggal dunia. Meskipun sekarang Dia sudah bisa mengontrol kesedihan itu, dan menerimanya dengan lapang. Saat mengingat kematian Bangsawan Dalto, Yuki masih merasakan perih di dada.
Kesedihan yang di rasakan Putri Elena adalah kehancuran versi lain. Meskipun berbeda sebabnya tapi efek yang di rasakan sama.
Orang yang di cintainya sepenuh hati. Seseorang yang sampai membuat Putri Elena rela menolak perjodohan yang di adakan untuknya. Tidak pernah memandangnya sama sekali. Bahkan orang itu, melakukan sumpah untuk tidak menikahi gadis lain seumur hidupnya, demi wanita lainnya.
Putri Elena memiliki cinta yang cukup dalam dan besar untuk Pangeran Sera. Di matanya hanya ada Pangeran Sera seorang.
Yuki tertegun sesaat, sebersit pikiran melintas dalam kepalanya. Dia tidak bisa mengabaikan kenyataan yang mengaungi pikirannya.
Putri Elena tidak pernah ikut membully Yuki seperti yang di lakukan Putri lainnya, Dia justru menghindari Yuki.
__ADS_1
Tapi meskipun begitu bukan artinya Putri Elena tidak membenci Yuki bukan ?.
Seseorang boleh tidak menunjukan rasa bencinya secara terang-terangan. Perasaan lain seperti kesedihan dapat menutupi perasaan benci itu. Tapi bisa jadi, perasaan benci yang sedang di sembunyikan jauh lebih besar dan berbahaya, daripada perasaan benci yang di perlihatkan orang lain secara terang-terangan.
Yuki mempunyai firasat, bahwa Putri Elena adalah pelakunya. Laiden atau Perdana Menteri Borindo dapat melihat dengan jelas perasaan cinta Putri Elena kepada Pangeran Sera. Dia kemudian memanfaatkan Putri Elena untuk menghancurkan Pangeran Sera dengan cara menyerang Yuki.
Tapi, Yuki tidak punya bukti yang dapat mendukung kecurigaannya. Jika Dia salah melangkah, Dia justru bisa di tuduh memfitnah Putri Elena. Yuki harus memikirkan cara, membuktikan kecurigaannya benar.
Tapi bagaimana caranya ?.
Yuki tidak mungkin menceritakan kecurigaan ini pada Pangeran Sera. Jika Pangeran Sera tahu Yuki mengabaikan peringatannya, dan masih menyelidiki masalah penyerangan ini sampai sekarang. Pangeran Sera akan marah dan malah melarang Yuki ke istana Raja. Dia juga sudah berjanji pada Putri Magitha untuk tidak melibatkannya, Putri Magitha sangat takut membuat Pangeran Sera marah.
Yuki juga tidak mungkin menyusup ke kediaman Putri Elena. Dia tidak mempunyai alasan yang tepat untuk berkunjung ke sana.
Yuki menggaruk kepalanya yang tidak gatal, merasa binggung.
Sebuah tepukan lembut di pundak Yuki membuat Yuki terlonjak kaget. Dia hampir saja terjatuh dari duduknya. Beruntung seseorang segera menahannya.
Ketika Yuki berpaling, Pangeran Arana berada di belakangnya.
"Maaf, Aku tidak bermaksud membuat Putri terkejut seperti ini" Kata Pangeran Arana menyesal saat melihat ekpresi Yuki.
Jantung Yuki masih berdebar kencang. Dia kembali beringsut membenahi duduknya. Dengan tenang, Yuki menutup buku catatannya agar Pangeran Arana tidak curiga. Dia melakukannya sewajar mungkin.
Putri Magitha pernah mengatakan Pangeran Arana juga tidak mengetahui rencana Mereka.
__ADS_1