Morning Dew

Morning Dew
252


__ADS_3

Yuki menunduk sambil membenahi pakaiannya. Kainnya sangat ringan dan halus sehingga mudah terbawa angin. Penampilannya membuat beberapa Pria melirik ke arahnya dengan sorot tertarik.


Saat Yuki kembali mendongak, Dia terkejut ketika mendapati wajahnya sudah terpapang cukup jelas di keempat layar besar yang ada di sudut lapangan. Segera Dia berbalik untuk mencari tahu apa yang terjadi dan mendapati Varmount telah bergeser posisinya. Dia menggantikan posisi seorang prajurit kerajaan Garduete yang bertugas untuk mengatur fokus layar. Tidak jauh dari tempat Yuki berada.


"Jangan marah padaku, Aku hanya menerima perintah sayang" ujar Varmount ketika Yuki mendelik marah ke arahnya.


Sekarang semua orang telah mengetahui keberadaan Yuki di lapangan sekolah. Sekarang Yuki sudah tidak bisa mundur lagi. Jadi Dia menegakan kepala dan melangkah ke dalam barisan wanita.


Di dalam sana ada Raja Bardhana, Ada Pangeran Riana dan seluruh petinggi kerajaan. Bahkan semua tamu kerajaan juga ikut serta menyaksikan perayaan Jambaran yang di susun oleh Lekky.


Yuki sudah tidak punya pilihan lain. Bukankah Dia sudah meniatkan semua dari awal. Untuk apa memikirkan perkataan orang lain. Ini adalah perayaan Jambaran. Yuki bersenang-senang sesukanya. 


 


 


Yuki maju memimpin barisan wanita. Dia adalah pasangan Lekky Darmount dalam perayaan ini. Jadi apa yang perlu di takutkan ?. Yuki membiarkan perasaannya lepas. Bebas menari. Menggerakan tubuhnya tanpa tekanan. Lepas. 


Tidak ada tekanan.


Seperti merak betina yang sedang menarik perhatian merak jantan. Mencoba menjadi pemenang di antara wanita yang lain. Agar dapat terpilih sebagai pasangan wanita dari Pria yang diinginkannya.


Keringat membasahi seluruh tubuh Yuki saat babak kedua berakhir. Dia tersenyum puas. Tepuk tangan dan sorak-sorak membahana. Seolah melupakan pertempuran yang akan menanti setelah ini.


Musik berhenti. Semua wanita yang sedang menari berdiri dengan dagu terdongak. Menunggu para merak jantan datang dan memilih pasangannya.


 


Lekky menunjukan tangan ke arah Yuki dengan gaya menantang. Genderang berbunyi bersahutan. Musik kembali dikumandangkan dengan kencang. 


Babak ketiga di mulai.


Lekky menjadi pasangan Yuki. Mereka menari bersama. Memimpin pasangan yang lainnya.


Di tengah tarian. Lekky membuat histeria yang tidak terduga. Dia memalingkan wajah Yuki dan dengan cepat mengecup bibir Yuki.


Sontak apa yang di lakukannya menimbulkan jeritan di mana-mana terutama para penonton wanita.


 


 


Acara berjalan dengan sukses.


Lekky mendengkur kepuasan. Dia memang tidak pernah setengah-setengah jika membuat pesta.


Meriam berisi bubuk warna-warni di tembakan ke udara. Merah, kuning, hijau, biru, ungu dan warna terang lainnya mewarnai apa saja yang ada di lapangan. 

__ADS_1


Rambut dan baju Yuki penuh warna. Terutama karena Varmount dan Lekky dengan brutal sengaja memegang Yuki dan menyiramkan bubuk berwarna ke arahnya.


Babak keempat di mulai.


Semua menari dengan wajah riang. Mengikuti irama musik. Kegembiraan cukup terasa di sekitar. Yuki terbawa suasana.


Melompat. Jalan dua langkah. Mundur ke kiri.


Yuki merentangkan kedua tangannya lebar ke udara. Dia tertawa di tengah keramaian. Rasanya sangat menyenangkan.


Seolah seluruh beban di pundak Yuki menghilang. Dia merasa bebas.


Angkat kaki ke kiri. Hentakan. Maju dua langkah. Mundur ke kanan lalu berputar.


Yuki langsung berhenti.


Jantungnya nyaris melompat seketika. Di depannya Pangeran Sera berdiri dalam diam. Waktu seolah terhenti tiba-tiba.


 


 


Pangeran Sera tidak mengatakan apapun. Tapi matanya lurus memandang ke arah Yuki. Jarak Mereka cukup dekat. Hanya setengah langkah.


Kapan Dia kembali ?. Kenapa Aku tidak mengetahuinya ?. Dan sejak kapan Dia berada di sini ?.


 


Seseorang menabrak Yuki dari belakang. Ketika Dia akan memprotes, Dia langsung mengenali Yuki dan Pangeran Sera. Sontak Dia berhenti dan langsung berbisik pada pasangannya.


Dalam waktu sekejap semua orang menghentikan tariannya ketika Mereka menyadari ada sesuatu yang salah.


Musik berhenti.


Hening.


Semua orang hanya memandang Yuki dan Pangeran Sera yang masih terdiam di tempatnya. Semua orang tampak ikut diam. Menunggu dengan penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya.


Tidak ada yang tidak tahu kisah Yuki dengan Pangeran Sera di Garduete. 


Wanita yang di nikahi Pangeran Sera namun meninggalkannya saat acara bulan madu untuk pergi bersama dengan Lekky Darmount.


 


 


Yuki tidak tahu harus mengatakan apa. Beberapa kali Dia membuka mulutnya. Ingin mengatakan sesuatu. Namun lidahnya seolah terkunci. Dia sama sekali tidak menduga. Akan bertemu dengan Pangeran Sera secepat ini. Mata Mereka masih bertemu dalam diam.

__ADS_1


Yuki masih belum siap bertemu dengan Pangeran Sera. Apalagi dengan segunung perasaan bersalah yang menghantuinya selama ini.


Pangeran Sera tiba-tiba mencekal tangan Yuki. Menarik Yuki untuk pergi mengikutinya. Yuki yang masih shock dengan kemunculan Pangeran Sera hanya mengikutinya dengan patuh.


Sampai sebuah pisau melayang di udara. Menancap dengan tepat di atas tanah. Tepat di depan ujung kaki  Pangeran Sera. Menghentikan langkahnya.


 


 


Lekky bergerak maju. Tersenyum menatap Pangeran Sera dengan wajah datar dan berbahaya. Pisau itu di lempar olehnya.


"Jangan halangi Aku" kata Pangeran Sera dingin. 


"Lepaskan Dia jika Kau mau pergi. Aku tidak akan menganggumu" ujar Lekky sambil menunjuk dagunya ke arah Yuki.


"Apa maumu Lekky ?"


"Menurutmu ?"


Pangeran Sera mencabut pedangnya. Dari sudut mata Yuki melihat Varmount melompati tribun pembatas. Masuk ke dalam lapangan dan berlari cepat untuk menyusul Mereka.


"Hey, berhenti Kalian berdua" teriak Varmount mencoba melerai.


Tapi terlambat. Ketegangan sudah terjadi. Pangeran Sera maju untuk menyerang Lekky. Keduanya terlibat perkelahian. 


Genggaman tangan Pangeran Sera di pergelangan tangan Yuki terlepas.


Teriakan histeris terdengar dari lapangan dan tribun penonton yang menyaksikan semuanya. Menggantikan sorak-sorak kegembiraan menjadi jerit ketakutan. Orang-orang yang ada di lapangan berlarian untuk menyelamatkan diri saat pasukan Argueda yang cukup banyak jumlahnya masuk dan mengepung area. 


"Yuki pergilah. Aku akan mengurus yang ada di sini" kata Varmount sambil merenggangkan kedua otot lengannya. Lalu Dia menghantam seorang prajurit Argueda yang berlari ke arahnya dengan mengayunkan pedangnya. Prajurit itu langsung pingsan dalam sekali pukulan.


Yuki kembali menatap Pangeran Sera dan Lekky yang masih bertarung dengan perasaan cemas. Yuki berharap Lekky masih ingat dengan janjinya untuk tidak membunuh Pangeran Sera apapun yang terjadi.


Yuki mundur di area pertempuran. Berlari menjauh dengan cepat. Menghindari Pasukan Argueda yang semakin banyak jumlahnya, dengan kemampuan bertarung yang Yuki pelajari selama lima tahun terakhir bersama Lekky. Yuki berhasil melompat naik ke atas pagar pembatas. Masuk ke dalam tribun penonton. Ketika Dia berbalik kembali melihat pertempuran. Curly sudah berada di sana. Bergabung dengan pertempuran. Berputar di sekeliling Lekky untuk melindungi tuannya.


Dia menyerang siapapun yang mencoba memanfaatkan pertempuran yang terjadi di antara Pangeran Sera dan Lekky, untuk menjatuhkan Lekky. 


Yuki berkelit dari seorang prajurit Argueda yang datang dan mencoba menangkap Yuki. Dengan sigap Yuki melayangkan pukulan. Membuat Prajurit Argueda itu terkejut dengan serangan Yuki. 


Yuki berhasil menjatuhkannya.


Dia tidak ingin tertangkap sekarang.


Jadi Yuki kembali berlari menaiki tangga yang menuju ke atas trimbun. Berbaur dengan penonton lain yang berusaha melarikan diri dari area pertunjukan.


 

__ADS_1


__ADS_2