Morning Dew

Morning Dew
274


__ADS_3

Yuki duduk di dalam kamar sambil merapikan kamar untuk mengisi waktu. Dia telah mempersiapkan sendiri pakaian dan perlengkapan mandi Pangeran Sera. Hal yang selalu di lakukannya juga untuk Lekky.


Yuki sedang menumpuk berkas di meja kerja Pangeran Sera ketika Pangeran Sera masuk ke dalam kamar.


"Kau sudah datang" sapa Yuki berdiri menghampiri Pangeran Sera.


"Ya...apa yang sedang Kau lakukan"


"Aku berbenah sedikit sambil menunggu Pangeran datang. Apa Pangeran ingin mandi atau makan dulu ?" 


"Aku akan mandi"


"Apa mau mandi sekarang ?. Aku sudah mempersiapkan air hangat jika Pangeran ingin mandi" Yuki berjalan cepat mengambil handuk dan memberikan pada Pangeran Sera. Pangeran Sera masuk ke dalam kamar mandi. Dia melonggarkan pakaiannya sementara Yuki mengambil keranjang berisi sabun dan kebutuhan Pangeran Sera lainnya.


"Apa yang Kau lakukan setelah ini Yuki ?"


"Tidak ada. Aku akan menunggu Pangeran di luar sementara Pangeran mandi. Setelahnya Kita bisa makan malam di kantin atau Pangeran ingin makan di sini ?"


"Aku sudah meminta pelayan untuk mengantarkan makanan ke kamar" ujar Pangeran Sera tenang. "Sekarang bisa kah Kau membantuku mandi ?"


"Mandi ?" Yuki mengerjap terkejut.


Pangeran Sera tidak menjawab. Dia melepaskan pakaiannya tanpa canggung di depan Yuki yang berdiri mematung. Kemudian, Pangeran Sera masuk ke dalam bak mandi. 


Dia berendam dengan tenang. 


 


Yuki keluar kamar mandi dengan wajah merah padam karena malu. Pangeran Sera meminta Yuki membantunya mandi. Sesuatu yang tidak pernah dilakukan Yuki sebelumnya pada pria dewasa. Berkali-kali saking gugupnya, Yuki menjatuhkan barang-barang yang ada di kamar mandi.


Beruntung, Pangeran Sera tidak mengajak Yuki mandi bersama. Jika sampai itu terjadi, Yuki tidak akan tahu harus berbuat apa.


 


 


Yuki membantu Pangeran Sera mengeringkan rambutnya dengan handuk. Dia terus menundukkan kepala dan menutup bibirnya rapat. Tidak berani menatap Pangefan Sera secara langsung. Pangeran Sera duduk di sebuah kursi. Ada cermin besar di depan Mereka.


"Kenapa wajahmu jadi merah seperti itu ?" Tanya Pangeran Sera sambil menatap Yuki dari cermin. Pangeran Sera hanya bertelanjang dada. Tercium wangi sabun dari badannya.


"Kau salah lihat" kilah Yuki berbohong.


"Benarkah ?" Tanya Pangeran Sera tidak percaya. Dia mengangkat tangannya dan menggengam tangan Yuki hangat. Mendekatkan telapak tangan Yuki ke bibir Pangeran Sera dan menciumnya mesra. "Lalu kenapa Kau gemetaran begini ?"

__ADS_1


"Aku tidak gugup" jawab Yuki lagi.


"Guguppun tidak masalah Yuki. Kau hanya perlu mengakuinya"


"Hentikan, jangan menggodaku lagi" ujar Yuki menolak.


Pangeran Sera menatap Yuki dalam. Ada hasrat yang terpendam dalam matanya. Seorang laki-laki yang menginginkan wanitanya. Dia langsung menarik Yuki dan merebahkan Yuki ke atas sofa. Sementara itu Pangeran Sera berada di atas Yuki. Keduanya bertatapan dalam diam cukup lama sampai tangan Pangeran Sera merengkuh wajah Yuki. 


Sebuah ciuman yang manis dan hangat menyentuh Yuki. Membuat Yuki tidak bisa berpikir jernih. Tangan Yuki di arahkan Pangeran Sera untuk memeluk lehernya. Bibir Mereka saling bertaut. Menyentuh dengan gelora yang sudah lama tertahan.


Tidak ada suara apapun lagi di dalam kamar selain suara percintaan Mereka.


 


 


 


Yuki selesai berdandan. Dia mengenakan pakaian dari kain biasa dan menggelung rambutnya secara acak ke atas tengkuk. Pangeran Sera baru saja mandi dan langsung berpakaian di belakang Yuki yang masih mematut diri di cermin.


Hari ini untuk pertama kalinya Yuki akan ikut dalam rapat yang di adakan Pendeta Suci. Tapi sebelum itu Mereka berencana untuk sarapan terlebih dahulu. Pangeran Sera tidak merasa keberatan jika Yuki tidak mau mengenakan pakaian ala putri kerajaan. Dia juga tidak memaksa Yuki dan mengindahkan keluhan para pelayan mengenai penampilan Yuki.


 


 


Terdengar suara Gulf dari kantung pakaian Yuki. Ternyata Lekky.


Pangeran Sera tetap diam di belakang Yuki sementara Yuki berbicara dengan Lekky. Setelah selesai, Yuki langsung menutup Gulf sembari memandangi Pangeran Sera dari pantulan bayangan di cermin. "Pangeran..bisakah Kita membicarakan sesuatu sebelum Kita pergi keluar untuk sarapan ?" Tanya Yuki perlahan.


"Apa itu ?"


"Mengenai hubunganku dengan Lekky. Aku berharap Pangeran tidak salah paham. Aku dan Lekky bukan sepasang kekasih seperti yang di sangka orang. Lekky...Dia adalah kakakku"


Yuki tidak ingin Pangeran Sera salah paham dengan Lekky. Jadi Dia memutuskan untuk memberitahu Pangeran Sera.


"Kakakmu ?" Tanya Pangeran Sera terkejut. "Tapi Yuki bagaimana mungkin ?. Perdana Menteri Olwrendho tidak memiliki istri lain selain Putri Ransah"


"Memang sulit untuk di percaya, tapi ini adalah kenyataan. Jauh sebelum Ayah bertemu Mama, Dia memiliki seorang kekasih. Yaitu putri kedua keluarga Darmount. Saat berpisah dengan Ayah, ternyata gadis itu sedang hamil dan Dari hubungan Mereka, Lekky di lahirkan"  kata Yuki mencoba menjelaskan. "Aku dan Lekky adalah saudara satu ayah beda Ibu"


Pangeran Sera diam. Tidak mengatakan apapun. Wajahnya datar tanpa ekpresi.


Melihat hal itu Yuki kembali melanjutkan ucapannya "Aku juga baru mengetahui masalah ini sesaat sebelum pernikahan Kita. Dia Kakakku"

__ADS_1


"Sekarang Aku mengerti. Kenapa Dia sangat membenciku. Bukan karena masalah Argueda dengannya, tapi karena wanita yang kunikahi adalah adik perempuannya"


"Maafkan Aku Pangeran, tapi Lekky tidak bermaksud seperti itu"


"Tidak apa-apa Yuki. Asal Kau tahu saja, apa yang Dia lakukan sekarang mungkin juga akan kulakukan jika Aku mengetahui Magitha memiliki seorang kekasih"


"Lekky selalu menjadi Kakak yang baik untukku" Aku Yuki tertahan.


"Aku juga akhirnya mengerti, kenapa Kau begitu membelanya, Dia adalah keluargamu satu-satunya. Kau pasti sangat menyayanginya"


Yuki menganggukan kepala. Pangeran Sera tersenyum lembut. Mengusap rambut Yuki penuh sayang. 


"Kalau begitu, jika Kau sudah siap. Ayo Kita pergi ke ruang makan untuk menemui Lekky. Aku akan meminta izin sebagai seorang laki-laki agar Dia mau mempercayakan adik perempuannya kepadaku" 


Yuki tersenyum senang. Dia langsung menghambur memeluk Pangeran Sera dengan penuh rasa terimakasih.


 


 


 


Suasana masih sangat ramai ketika Yuki dan Pangeran Sera tiba di ruang makan. Yuki celingukan ke kiri dan ke kanan untuk mencari keberadaan Lekky. Akhirnya Dia menemukan Lekky sedang duduk bertiga dengan Lazzar dan Varmount. Lekky duduk membelakanginya, ada rokok yang menyala di sela jari tangannya. 


Asal mengepul di udara ketika Lekky menghembuskan rokok melalui mulutnya. Dia tampak tenang dan acuh seperti biasa. Mendengarkan Lazzar mengatur pergerakan keluarga Darmount untuk tugas yang Mereka terima.


"Pangeran, tunggulah sebentar di sini. Aku ingin berbicara secara pribadi dengannya terlebih dahulu" pinta Yuki. Dia tidak menunggu jawaban Pangeran Sera dan langsung pergi menghampiri meja tempat Lekky berada.


Yuki memberi salam dengan mengecup pipi Lazzar dan Varmount bergantian. Kemudian menarik kursi mendekati Lekky dengan sikap hati-hati. Seperti seorang anak perempuan yang akan memperkenalkan pacarnya pada Kakak laki-lakinya.


"Bagaimana bulan madumu. Apakah menyenangkan ?" Seloroh Varmount terkekeh. 


Yuki menatap Varmount sesaat dengan tatapan iba sambil berkata lembut "Kau harus segera menikah supaya bisa memahami rasanya" 


Varmount terkekeh. Lemak di tubuhnya bergetar karena tubuhnya tergoncang saat Dia tertawa.


Yuki mengambil batang rokok di tangan Lekky dan langsung mematikannya. Kemudian Dia menatap Lekky dengan serius.


"Lekky Dia ingin berbicara denganmu.."


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2