
Bangsawan Xasfir ikut menimpali sambil memindahkan pion ke depan.
Bangsawan Voldermon langsung membalasnya dengan senang.
"Sial" Bangsawan Xasfir melihat rajanya terkurung. Dia meruntuk dalam hati merasa kesal.
"Kau harus membayar minumanku nanti malam" Bangsawan Voldermon tampak puas.
"Riana, Aku baru mendapat laporan di desa Jalmerta, dua anak gadis yang masih perawan menghilang dalam semalam dan sampai sekarang Mereka belum diketahui keberadaannya"
"Apa tidak ada kemungkinan kawin lari ?" Tanya Bangsawan Asry skeptis.
Bangsawan Xasfir menggelengkan kepala dan menatap sahabatnya iba. Jika pikirannya terlalu datar seperti ini, Bangsawan Asry akan dengan mudah dikuasai istrinya nanti jika Dia bisa menikah.
"Mereka baru menginjak usia 12 tahun dan sama-sama baru mendapatkan Haid pertamanya. Entah kenapa Aku merasa sesuatu yang buruk akan terjadi"
"Terus selidiki dan laporkan perkembangannya padaku. Aku akan menghadap Ayah untuk memberitahukan masalah ini"
"Apakah menurutmu ini akan menjadi masalah serius ?" Tanya Bangsawan Xasfir masih meragukan instingnya.
"Sepuluh anak perawan yang baru mendapatkan haid pertama, bunuh Mereka di malam bulan purnama, Kau bisa meminta apapun padaku ?" Pangeran Riana menguntip sebuah kalimat yang pernah Dia baca di kitab kuno mengenai ilmu hitam, yang pernah beredar di lingkungan kerajaan saat Dia masih berusia sepuluh tahun.
Santer terdengar ada sebuah kelompok yang membangun kekuatan dengan menyembah iblis.
Tapi entah bagaimana, perlahan berita itu lama-kelamaan menjadi rumor yang tidak jelas kebenarannya.
dan menghilang seiring waktu yang berjalan.
Pangeran Riana ingat, pernah ada laporan yang masuk ke istana, sepuluh orang gadis perawan yang baru mendapatkan haid pertamanya, yang sebelumnya dilaporkan hilang dari beberapa desa di sekitar ibukota, diketemukan dibuang di sungai dalam keadaan tidak bernyawa.
__ADS_1
Dada Mereka ditusuk sampai menembus jantung. Tidak ada indikasi pelecehan atau perampokan. Mereka masih suci. Mereka mati kehabisan darah akibat tusukan di jantung. Tidak ada penyiksaan.
Jelas Mereka ditumbalkan dalam ritual kegelapan.
Tapi sampai sekarang tidak pernah ditemukan siapa pelakunya.
"Aku pernah mendengar itu, kita masih kecil saat laporan kasus penculikan sepuluh gadis perawan masuk ke istana" guman Bangsawan Voldermon mencoba mengingat kasus tersebut.
Pangeran Riana terdiam sesaat, Berpikir. "Xasfir awasi perkembangan kasus ini. Aku belum bisa memastikan apakah ini ada hubungan dengan pemakaian ilmu hitam ataukah hanya kebetulan"
"Aku mengerti"
Pangeran Riana melirik bangku di sebelahnya, tempat Yuki duduk beberapa saat yang lalu. Gadis itu masih suci, Dia sudah menyelidikinya. Meski Dia dibesarkan di dunia lain, yang tentu memiliki aturan berbeda dengan Dunia ini, termasuk hubungan dengan lawan jenisnya. Tampaknya gadis itu mampu menjaga dirinya.
Riana berpikir lagi, Dia tidak tahu apakah Yuki sudah mendapatkan haid pertamanya. Terus terang perawakan Yuki membuatnya tampak lebih muda dari umurnya. Apakah berpengaruh juga dengan datang bulannya.
Riana tidak mau mengambil resiko. Dia akan menyuruh orang untuk menyelidikinya.
Setiap hari, dua orang pengawal istana Pangeran Riana mengikuti Yuki kemanapun Yuki pergi. Dia merasa risih, Yuki tidak lagi bebas bergerak. Dia selalu diawasi dengan ketat.
Yang paling membuat Yuki semakin meradang adalah Dia tidak pernah menemukan kesempatan untuk bertemu atau bahkan menghubungi Bangsawan Dalto. Mereka sudah tidak pernah bertemu atau berkomunikasi selama dua minggu semenjak Pangeran Riana mengusir Bangsawan Dalto dari rumahnya.
Semua orang memandang Yuki dengan iri. Mereka menganggap apa yang didapatkan Yuki sekarang adalah Anugerah, tapi bagi Yuki justru sebuah musibah.
Pangeran Riana sibuk membuka buku di ruang kerjanya. Sudah enam orang gadis perawan yang dilaporkan menghilang dari beberapa desa.
Dia yakin, ini ada hubungannya dengan ilmu hitam yang pernah bangkit ketika Dia masih kecil dulu.
Ingatannya samar mengenai kasus itu karena Dia belum terjun langsung dalam urusan istana ketika semua itu terjadi. Jadi, Dia hanya bisa mendengar dari rumor-rumor yang beredar.
__ADS_1
Pangeran Riana tidak pernah mempercayai sebuah berita sebelum Dia membuktikan sendiri kebenarannya. Jadi Dia datang ke kantor kehakiman dan mencari berkas mengenai kasus yang pernah terjadi lima belas tahun silam.
Sekarang, Dia berkutat mempelajari semua berkas itu. Dia menemukan beberapa nama pejabat yang menyelidiki kasus itu, adalah orang yang tewas dalam kebakaran kuil yang dilakukan oleh orang tua Bangsawan Dalto.
Selain itu yang lebih mengherankan, Dia juga menemukan pembunuhan terhadap wanita perawan menghilang setelah kebakaran kuil terjadi.
Pangeran terus mempelajari berkas tersebut, banyak pertanyaan yang muncul di pikirannya.
Tapi semua pertanyaan itu tentunya ada jawabannya, Dia hanya perlu menemukannya dan menemukan ujung benang yang menghubungkan semua. Baru akan terurai.
Yuki duduk diam di depan cermin dalam kamarnya. Beberapa pelayan mengelilinginya, sibuk memberinya perawatan dan mendadaninya. Sementara itu Rena berdiri di dekatnya, memandangi Putri nya dengan senyum penuh kepuasan, hingga nyaris mendengkur saking senangnya melihat Mertamorfosis Yuki.
Selama ini Dia berusaha keras agar Yuki berpenampilan anggun seperti Puteri Bangsawan pada umumnya, Tapi Yuki selalu menolak dan mengindahkan semua perkataannya. Rena bukan tidak tahu, jika Yuki akan melepaskan perhiasan begitu Dia keluar gerbang rumah.
Jika saja Perdana Menteri tidak memerintahkan untuk membiarkan Yuki berpenampilan sesuka hatinya, Rena pasti sudah akan memarahi Yuki habis-habisan dan memaksanya mengenakan semua perhiasan itu kembali.
Sekarang, Dia tidak perlu memaksa Yuki, dengan posisi Yuki saat ini, Mau tidak mau dia wajib menjaga penampilannya sebagai kekasih Pangeran Riana. Ada Ibu suri dan dayang tua yang akan membantunya mengatasi penampilan Yuki nantinya.
Memikirkan hal ini membuat Rena semakin bersemangat.
Di lain pihak, Yuki merasa lelah dan mengantuk. Tiga orang pelayan bergantian mengikir kuku kaki dan tangannya, Dia menguap beberapa kali.
Saat membuka mata karena panggilan Rena di pagi hari yang menganggu tidurnya, Dia terkejut karena di dalam kamarnya sudah berbaris rapi para pelayan dari istana wanita pangeran, Mereka membawa nampan berisi perlengkapan lengkap ala putri kerajaan dari istana. Yuki belum sadar sepenuhnya ketika kedua tangannya dipegangi sedemikian rupa. Dia di seret dua dayang yang mengapitnya menuju kamar mandi. Semua pakaiannya dilepas, Mereka juga membantunya membersihkan punggung, meluluri seluruh tubuhnya dengan campuran herbal yang dihaluskan. Mengecek kebersihan gigi dan telinga Yuki.
Sekarang Yuki duduk di tengah ruangan. Ada cermin besar yang diletakkan di depannya. Setelah semua kuku kaki dan tangannya rapi. Pelayan lain datang untuk membantu Yuki berdandan. Sementara yang lain menghias dan menata rambut Yuki.
Yuki melirik ke arah Rena. Jelas sekali raut kesenangan di wajah Rena. Dia tampak puas melihat ketidakberdayaan Yuki. Yuki bahkan bisa membayangkan, betapa senangnya Rena saat menerima dekrit Kerajaan yang mengangkat Yuki menjadi kekasih Pangeran Riana, dan menempatkan Yuki di tingkat Consort VIII dalam istana Harem Pangeran Riana.
Yuki mengambil hiasan rambut seperti tusuk konde yang besar dengan panjang lebih dari tiga puluh cm, terbuat dari gading dengan ukuran halus.
__ADS_1
Dia menatap ke cermin dan memasangnya di rambutnya. Ada tiga buah hiasan konde yang diberikan padanya langsung dari istana. Itu adalah hiasan yang hanya diberikan untuk wanita VVIP di harem, Yuki harus mengenakan perhiasan itu di setiap acara resmi kerajaan.