Morning Dew

Morning Dew
266


__ADS_3

Riana masuk ke dalam kamar dan menemukan Yuki masih tertidur di atas ranjang dengan tubuh tanpa busana. Meringkuk di bawah selimut yang menutupi tubuhnya. Sisa-sisa robekan baju bersebaran di atas tempat tidur. Dia tampak kelelahan dan tidak bertenaga.


Sudah seminggu Yuki berada dalam tawanannya. Berkat Yuki, Dia tidak lagi "berpuasa" dan melepaskan hasratnya kapanpun Dia mau pada gadis itu. Seringkali saat melakukannya, melihat Yuki berbaring di bawahnya, membuatnya hilang kendali.


Namun Riana tidak menyesalinya, bukankah tujuannya menahan diri selama ini memang untuk ini ?. 


Riana memainkan perannya dengan baik. Saat tahu pergerakan Iblis Bariga mulai muncul, dan kemungkinan Yuki akan di panggil oleh Pendeta Suci ke Garduete. Dia langsung mengajukan pertunangan dengan Marsha untuk membuat Sera dan Yuki lengah.


Jika Mereka tahu Riana tidak mendekati atau menyentuh wanita manapun selama lima tahun ini, meskipun Dia menerima wanita yang di hadiahkan untuknya di istana Harem. Sera tidak akan mungkin membawa Yuki kembali ke Garduete.


Dia sebenarnya sudah tahu sejak awal bertemu dengan Alnaira, bahwa gadis pelayan Lekky Darmount itu adalah Yuki. Seperti Sera, Dia tidak akan tertipu dengan penyamaran yang di lakukan Yuki. Namun Riana memilih diam dan bersabar menyusun setiap rencana yang telah lama Dia persiapkan. Satu hal yang sama sekali tidak di sangka adalah kenyataan bahwa Yuki selama ini tidak bersama dengan Sera seperti perkiraannya. Dia pergi meninggalkan Sera dan hidup bersama Lekky Darmount.


Riana sudah menyuruh orang untuk menyelidiki hubungan Mereka tapi sampai sekarang belum membuahkan hasil.


 


 


Tidak ada yang curiga jika Yuki saat ini ada bersamanya. Semua orang mengira Yuki pergi mengikuti Lekky menjalankan tugas Pendeta Suci.


Semua orang berhasil di tipu dengan sikap dingin dan acuhnya. Mereka menyangka Riana sudah tidak lagi perduli dengan Yuki dan tidak akan lagi mau berhubungan dengan Yuki.


Riana berhasil memperdayai semua orang termasuk Yuki.


Dia tau beberapa orang termasuk Raja Bardhana telah menyuruh orang untuk mengawasinya. Mereka semua ingin tahu siapa wanita yang telah bersamanya. Namun Riana tidak ingin semua segera berakhir sebelum tujuannya terwujud. 


Permainan baru saja di mulai.


Dia tidak akan berhenti. Rencana sudah sejak lama di susun dan sekarang saatnya untuk bergerak.


Jadi Dia juga tidak akan membiarkan Yuki pergi dengan mudah dari kamar ini.


Tidak sekarang. Terlalu retan. Riana harus memberi alasan yang kuat agar mendapat dukungan dari kerajaan untuk kembali membawa Yuki. Dia harus membuat kerajaan tidak mempunyai pilihan selain membantunya mengambil kembali miliknya.


Yaitu Yuki....


 


 


Yuki membuka mata perlahan dan terkejut ketika melihat Pangeran Riana duduk di pinggir tempat tidur, di dekatnya. Dia langsung beringsut bangun namun terhalang rasa sakit yang ada di pangkal pahanya.

__ADS_1


Tampaknya semalam meskipun tau Dia pingsan, Pangeran Riana tetap memperkosanya.


Pangeran Riana menarik Yuki mendekat. Melihat hal itu refleks Yuki langsung menunjukan sikap melawan. Membuat Pangeran Riana semakin termotivasi untuk menundukkan Yuki.


"Apa yang Kau lakukan ?" Tanya Yuki ketika Pangeran Riana membuka kunci yang membelenggu pergelangan kaki Yuki. Yuki mencoba memberontak. 


"Aku berbaik hati membiarkanmu mandi. Atau Kau ingin Aku yang memandikanmu ?" Tanya Pangeran Riana sembari mencium leher Yuki. Yuki langsung berjengit mundur. Dia memang sedikit susah untuk pergi ke kamar mandi karena panjangnya rantai besi yang mengikat kakinya. 


"Aku mandi sendiri" kata Yuki cepat menolak tawaran Pangeran Riana.


Begitu rantai kakinya di lepas, Yuki segera meloncat turun dari tempat tidur. 


Dengan cepat berlari menuju pintu kamar dan segera meraih gagang pintu. 


Tapi sayangnya, Pangeran Riana telah mengunci pintu sebelum melepaskan Yuki. Yuki berbalik. Memandang Pangeran Riana yang berdiri dengan tenang di pinggir tempat tidur sambil menyisingkan lengan bajunya. Matanya lurus menatap Yuki dengan wajah tanpa ekpresi.


Yuki mengatupkan kedua tangannya ke depan memohon agar Pangeran Riana tidak lagi memperkosanya dan menghentikan semua kegilaan yang terjadi.


 


 


"Hentikan...apa yang Kau lakukan !!" Jerit Yuki menempelkan punggungnya di dinding yang ada di belakangnya. 


Pangeran Riana berhenti mengguyur Yuki. Mereka berdiri hanya dalam jarak dua langkah. Yuki menatapnya memprotes segala tindakan Pangeran Riana yang di lakukan padanya. "Kau gila...Kau psikopat gila" 


"Benar, Aku gila. Jika tidak bagaimana mungkin Aku akan melakukan semua ini padamu"


"Kau sudah mendapatkan apa yang Kau mau selama beberapa hari ini. Sampai kapan Kau akan terus menahanku"


"Sampai Aku puas"


"Kau tidak bisa seenaknya sendiri. Aku bukan lagi wanitamu. Kita sudah tidak ada hub...mmmpppphhh" 


Kata-kata Yuki terputus saat Pangeran Riana mencekal Yuki dan langsung mencium Yuki kuat. Yuki berusaha mendorong Pangeran Riana tapi justru Dia yang terdorong di atas bak mandi. 


Bunyi gemercak air terdengar memenuhi kamar mandi saat Yuki berusaha melawan ketika Pangeran Riana kembali memperkosa Yuki. 


Yuki menangis. 


Tapi Pangeran Riana sama sekali tidak perduli dan terus melakukan apa yang Dia mau.

__ADS_1


 


 


Riana baru saja mandi. Yuki masih belum sadar dari pingsannya. Dia kembali kehilangan kendali diri saat menyentuh Yuki.


Hari sudah larut malam. Tapi Yuki belum juga bangun. Riana menarik selimut untuk menyelimuti tubuh Yuki saat melihat Yuki menggigil kedinginan. Mereka terlalu lama bermain di kamar mandi sore ini. 


Gerakan Riana terhenti ketika kulitnya tanpa sengaja menyentuh Yuki. 


Panas.


Riana menempelkan telapak tangannya di dahi Yuki. Merasakan suhu tubuh Yuki yang lebih tinggi dari normal. Dia segera mengangkat Yuki dan membenahi posisi Yuki di atas tempat tidur. Mengambil pakaian di lemari dan mengenakannya di tubuh Yuki. Dia ingat ada obat di laci yang bisa Dia gunakan untuk Yuki.


Riana mengangkat tubuh Yuki dengan menyandarkan pada lengannya. Kemudian Dia memasukkan obat ke dalam mulut Yuki dan meminumkan Yuki air dalam gelas.


Setelah semua di lakukan, Dia sendiri duduk di samping Yuki, di atas tempat tidur. Menarik Yuki ke dalam pelukannya.


Dengan penuh kehangatan dan kasih sayang yang tidak pernah ditujukannya pada wanita lain, Riana mencium mesra dahi Yuki.


 


 


Yuki terbangun dari tidurnya. Pangeran Riana sudah tidak ada lagi di dalam kamar. Dia telah pergi saat pagi menjelang. Ketika Yuki beringsut duduk, Dia menemukan kakinya sudah tidak lagi di belenggu seperti biasa. Tampaknya Pangeran Riana masih punya hati untuk tidak merantai Yuki ketika melihat Yuki sakit.


Yuki turun dari tempat tidur. Membuka kamar mandi untuk memastikan Pangeran Riana memang sudah tidak ada lagi di kamar. Setelah cukup yakin, Dia beralih kepada pintu kamar dan mencoba memutarnya. Terkunci.


Yuki berjalan memutar. Biasanya Pangeran Riana baru kembali saat makan siang atau  sebelum makan malam di mulai. Yuki masih punya cukup waktu untuk mencari cara agar bisa kabur meninggalkan ruangan tempatnya di kurung beberapa hari ini.


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2