
"Lekky..." Panggil Yuki lagi sembari menggengam tangan Lekky, ketika Lekky masih tidak memberinya respon apapun.
"Sudah Yuki, jangan perdulikan si bodoh itu. Bawa saja suamimu kemari untuk makan bersama" kata Lazzar sambil menepuk bangku di sebelahnya.
Yuki menatap Lekky dalam. Memohon pengertian Lekky. "Lekky, Kau adalah orang yang penting untukku. Kakak laki-lakiku. Dan apapun yang terjadi di masa lalu dengannya, tidak akan merubah fakta bahwa Kami sudah menikah. Aku mohon padamu..."
"Baiklah...baiklah...bawa Dia ke sini" kata Lekky akhirnya. Yuki tersenyum dan langsung mencium pipi Lekky.
"Kau adalah Kakakku yang paling kusayang"
Yuki berpaling menatap Pangeran Sera yang sembari tadi diam memperhatikan di tempatnya. Pendeta Naru sudah berdiri di sampingnya. Ketika Yuki menganggukan kepala, Pangeran Sera meminta Naru tidak mengikutinya dan berjalan dengan bahu tegap menuju meja di mana keluarga Darmount menunggu.
Semua mata memandang kejadian itu, nyaris tidak bisa bernafas. Mereka sangat penasaran dengan cerita di balik semuanya. Tapi tidak ada yang tahu Mereka harus mencari tahu dari mana.
Pangeran Sera berjalan seorang diri tanpa pengawalan. Dia sangat mempercayai keluarga Darmount tidak akan melakukan sesuatu yang buruk padanya.
Setelah memberi salam, Dia menarik kursi dan duduk satu meja di samping Yuki.
Awalnya Mereka hanya mengobrol ringan. Lebih banyak obrolan di isi antara Pangeran Sera dan Lazzar. Lekky hanya diam. Sedangkan Yuki menunggu dengan jantung berdebar.
Yuki sama sekali tidak menyangka, ketika tiba-tiba Pangeran Sera dengan wajah serius berbicara pada Lekky.
Dia meminta izin pada Lekky, untuk mempercayakan Yuki pada Pangeran Sera.
Lekky tidak menjawab. Hanya mengangkat bahunya acuh.
"Tidak usah Kalian perdulikan Dia. Ayo kita segera makan" Lazzar mengambil sendoknya dan langsung memakan makanannya. "On ya...karena Kalian sudah kembali bersama, Kalian cepatlah membuat keturunan" ujar Lazzar membuat Yuki langsung salah tingkah.
"Kau begini karena ****** itu kembali pada suaminya bukan ?" Tanya Putri Marsha keras saat Pangeran Riana menolak kedatangan Putri Marsha di istananya. Putri Marsha bersikukuh, Dia memegang tangan Pangeran Riana untuk membuat Pangeran Riana berhenti mengacuhkannya.
Sudah lima hari Dia tidak diizinkan bertemu dengan Pangeran Riana. Marsha tahu, Riana sedang dalam situasi yang buruk. Dan Dia menebak karena Yuki kini telah kembali pada Sera.
__ADS_1
"Apa salahku, Aku hanya membantu Mereka untuk kembali bersama"
"Kenapa Kau harus menjelaskan semua ini padaku ?" Kata Pangeran Riana dingin.
"Karena Aku tahu, Kau tidak senang melihat Yuki kembali dengan Sera. Kau marah padaku karena Aku yang membocorkan pada Sera keberadaan Yuki di rumah Voldermont. Tapi Riana, untuk apa Kita harus menyembunyikan keberadaannya terus menerus. Tidak ada untungnya buat Kita. Aku tunanganmu, pikirkan perasaanku"
Putri Marsha merentangkan tangannya untuk menghalangi jalan Pangeran Riana.
"Minggir"
"Tidak sampai Kau tidak mengacuhkanku lagi"
Pangeran Riana langsung mencekik Putri Marsha dan kemudian menyingkirkannya dengan kasar sampai Putri Marsha jatuh ke lantai.
Tanpa perasaan Pangeran Riana berjalan meninggalkan Putri Marsha yang berteriak histeris sehingga menarik perhatian orang di sekitar.
"Kenapa Kau begitu kejam, selama ini Aku lah yang mencintaimu. Bukan ****** itu"
Hari ini rapat besar akan di adakan. Yuki terpaksa berdandan kembali menjadi seorang Putri. Beberapa pelayan datang dan membantunya untuk berias. Dia mengenakan mahkota kerajaan Argueda sebagai istri utama Pangeran Sera.
Tapi Pangeran Sera sendiri tampaknya tidak perduli.
Yuki masuk ke aula istana Raja kerajaan Garduete berdampingan dengan Pangeran Sera. Dia sangat cantik dan anggun. Tidak ada yang tidak berpaling untuk melihatnya, ketika Yuki berjalan di dekat Mereka.
Putri Marsha yang duduk di kursinya menatap Yuki dengan sorot benci. Dia tampak tidak senang dan merasa terganggu dengan keberadaan Yuki.
Setelah memberi salam, Yuki di bimbing untuk duduk di kursinya. Diantara Lekky dan Pangeran Sera. Pangeran Riana duduk di sisi Lekky yang lain.
Hari ini rapat besar di adakan. Pendeta Suci akan memimpin sendiri rapat yang di adakan kali ini.
"Semua orang yang Aku butuhkan telah lengkap. Rapat besar bisa Ku mulai sekarang" kata Pendeta suci sambil mengetuk tongkat di lantai.
Dalam rapat itu, Yuki bisa melihat sendiri bagaimana dampak kerusakan yang terjadi akibat pergerakan Iblis Balgira.
Banyak nyawa melayang. Semua menjadi korban kekejaman Iblis Balgira.
__ADS_1
Yuki menekan dadanya dengan kedua tangannya. Merasa sangat bersalah. Dia tidak menyangka kerusakan yang terjadi akibat kebodohannya di masa lalu, membuat banyak orang yang tidak bersalah menjadi korban.
Apapun upaya yang di lakukan untuk menahan pergerakan Iblis Balgira, tetap saja menimbulkan korban di dalamnya.
Yuki menahan nafas. Memandangi wajah-wajah setiap orang yang ada di dalam ruangan. Dia sekarang sadar, kenapa orang-orang sangat menanti kedatangannya. Karena Yuki adalah kunci untuk menyelesaikan masalah itu. Semua upaya tidak akan ads artinya jika Yuki tidak ada.
Perasaan Yuki menjadi kebas.
"Apa yang Kau pikirkan ?"
Yuki berpaling sedikit. Mendapati Pangeran Sera sedang menatapnya dalam. Mereka berada di atas ranjang yang hangat. Berbaring dengan nyaman dan tanpa mengenakan selembarpun pakaian. Hanya selimut yang menutupi tubuh Mereka dari keterlanjangan.
"Maaf, Aku membuat Pangeran bangun" ujar Yuki menyesal.
Pangeran Sera menarik Yuki ke dalam pelukannya. Kulit Mereka bersentuhan secara langsung.
"Katakan Yuki ada apa ?" Desak Pangeran Sera lagi. Yuki menjadi begitu pendiam semenjak Mereka meninggalkan rapat.
Dia bahkan tidak bernafsu untuk makan malam.
Terdengar langkah kaki di luar kamar dan suara orang mengobrol. Hari telah larut. Tapi Yuki tidak bisa memejamkan matanya.
"Aku memikirkan soal Iblis Balgira" kata Yuki akhirnya. "Karena Aku, begitu banyak nyawa melayang. Aku menanggung dosa yang tidak termaafkan"
"Manusia itu tempatnya salah. Di dunia ini tidak ada manusia yang tidak berdosa. Semua memiliki kesalahannya sendiri. Yang terpenting adalah bagaimana Dia pada akhirnya menyadari kesalahannya dan berusaha memperbaiki keadaan"
"Tapi..."
Pangeran Sera mengecup bahu Yuki lembut. "Jangan memikirkan hal yang tidak perlu" tegur Pangeran Sera tenang.
Yuki diam.
Dia melihat sendiri bagaimana kejamnya Iblis Balgira. Membuat Yuki bertanya dalam hati, bagaimana ada orang yang kejam seperti itu. Menghilangkan nyawa orang lain dengan mudah hanya untuk ambisi pribadinya. Dia seperti tidak punya hati. Bukankah dulu Iblis Balgira juga manusia.
Dia mendapat kekuatan Iblis itu dari buku terlarang yang di pelajarinya. Dan berkat darah Yuki, Dia berhasil menyempurnakan mertamorfosisnya dari manusia biasa menjadi seorang Iblis.
Melihat Yuki hanya diam. Pangeran Sera beringsut naik ke atas tubuh Yuki. Membuat Yuki fokus pada Pangeran Sera. Pangeran Sera mendekat untuk menciumi leher Yuki.
"Apa yang Pangeran lakukan ?" Tanya Yuki masih merasa canggung dengan kebersamaan Mereka yang begitu intim seperti sekarang.
Pangeran Sera selalu memperlakukan Yuki lembut. Membuat Yuki terlena dan sering tidak sadarkan diri jika bersama dengan Pangeran Sera.
__ADS_1