Morning Dew

Morning Dew
287


__ADS_3

Genderang perang di bunyikan bertalu-talu. Seratus ribu pasukan perang Argueda berbaris rapi dengan membawa panji-panji Negara Argueda sebagai simbol kehormatan.


Pangeran Sera menunggangi kuda untuk mengecek kesiapan pasukannya. Pakaian perang yang di gunakannya sangat pas di tubuhnya.


Dia tampak gagah. 


Yuki nyaris tidak percaya, orang yang memimpin pasukan itu adalah suaminya.


 


 


Lekky berdiri di dekat Yuki, Dia membawa payung untuk memayungi Yuki. Berdiri di tribun penonton sambil memperhatikan kesibukan di bawah Mereka. Semenjak Yuki hamil, Lekky tidak pernah lagi merokok di dekat Yuki. 


Terdengar genderang perang yang di pukul berirama. Tanda pasukan siap untuk berangkat. Yuki menyeruak maju ketika melihat Pangeran Sera mendekat ke arahnya.


 


"Yuki, Aku pergi dulu. Jaga diri baik-baik dan anak Kita di sini" pamit Pangeran Sera pada Yuki. Mereka hanya di batasi oleh pagar pembatas. 


"Cepat kembali" pinta Yuki menahan tangis.


"Tentu saja" kata Pangeran Sera sambil tersenyum menenangkan.


Setelah itu Pangeran Sera mengangkat pedangnya. Pasukan Argueda bergerak perlahan meninggalkan Arena. Pangeran Sera di atas kudanya, mengikuti pasukannya dengan tenang.


Yuki tertegun saat memandang punggung Pangeran Sera yang perlahan menjauh. Mereka baru akan bertemu lagi paling cepat enam bulan lagi. Selama itu, tidak akan ada yang tahu apa yang terjadi pada Mereka. Apakah Mereka bisa bertemu lagi atau tidak. 


Tanpa sadar Yuki berlari mengejar Pangeran Sera. Nafasnya terenggah-enggah. Namun Dia tidak berhenti.


"Pangeran Sera" panggil Yuki ketika Dia sudah cukup dekat dengan Pangeran Sera.


Pangeran Sera berbalik dan terkejut ketika melihat Yuki. Segera Dia menghampiri Yuki.


"Yuki.."


Entah keberanian dari mana. Yuki meminjakkan kakinya ke pagar pembatas. Saat Dia sudah cukup dekat dengan Pangeran Sera. Yuki langsung melingkarkan lengannya di leher Pangeran Sera.


Disaksikan seratus ribu pasukan Argueda.


Disaksikan seluruh penonton yang ada.


Yuki mendekatkan wajahnya dan langsung mencium bibir Pangeran Sera.

__ADS_1


"Hati-hati dan cepat kembali" kata Yuki ketika Dia melepaskan ciumannya.


Pangeran Sera tersenyum senang. Dia kembali berbalik pergi dan meninggalkan Yuki menuju pasukannya. Sosoknya menghilang di antara para prajurit Argueda.


Yuki terus berdiri sampai seluruh pasukan Argueda tidak lagi terlihat. Ketika Dia berbalik, Lekky masih berdiri di atas tribun. Ada Pangeran Riana dan Bangsawan Xasfir di dekat Lekky. Yuki tidak perduli apakah Pangeran Riana melihat saat Yuki mencium Pangeran Sera atau tidak.


Dengan tenang, Yuki menghampiri Lekky dan bersandar dengan sedih di lengan Lekky.


 


 


"Yuki, Kami harus segera pergi"


Lekky muncul ketika Yuki sedang mencuci pakaian Lekky di sumur belakang sekolah. Dia datang bersama Curly yang bertengger di pundak Lekky. Ada tas besar di punggung Lekky tanda Mereka telah siap untuk berangkat.


"Kalian akan kemana ?" Tanya Yuki terkejut. Dia segera mencuci tangan yang penuh busa sabun dan berdiri menghampiri Lekky.


"Kalian akan kemana ?" Tanya Yuki terkejut. 


"Terjadi pergerakan yang tidak terduga di utara. Aku harus segera pergi ke sana untuk membantu".


Yuki tertegun. Pagi ini Pangeran Sera baru saja berangkat. Sekarang Lekky mengabarkan terjadi pergerakan yang tidak terduga di utara. Dia menjadi khawatir dan cemas.


Lekky langsung menahan bahu Yuki. "Tidak perlu, Aku akan pergi dengan Lazzar dan Varmount. Kau akan pergi menyusul kemudian bersama dengan rombongan Voldermont. Kau tunggu saja sampai ada perintah selanjutnya, Kita semua akan bertemu di titik pertemuan"


"Tapi..." Kata Yuki mencoba memprotes.


Lekky langsung mencubit hidung Yuki untuk menghentikan Yuki.


"Kau baru saja sembuh dari cidera dan sedang hamil muda. Aku tidak bisa membawamu sekarang, Kita tidak tahu seberapa parah pergerakan yang terjadi di sana. Jadi Yuki, Kau tunggu saja kabar dari Kami dan selama itu jangan membuat masalah apapun. Gunakan bakatmu sebagai Ciel untuk mendoakan Kami"


"Ugh...Baiklah" Kata Yuki menyerah. 


Apa yang Lekky katakan adalah benar. Jika Yuki memaksa pergi ke sana sekarang, Dia justru bisa membahayakan yang lain dan anak di dalam kandungannya.


Terdengar suara Gulf milik Lekky.


"Lazzar memanggil. Aku akan pergi sekarang"


"Berhati-hatilah" kata Yuki akhirnya.


Lekky membungkukkan badan untuk memberi kesempatan Yuki mencium pipinya. Setelah itu dalan sekejap Lekky telah menghilang dari hadapan Yuki. 

__ADS_1


 


 


Yuki berjalan dengan gotai sendirian, keluar dari ruang rapat. Dia tampak sangat lelah dan tertekan. Sudah seminggu berlalu semenjak Lekky dan Pangeran Sera pergi. Komunikasi Mereka berjalan baik. Yuki merasa lega mengetahui Mereka berhasil sampai dengan selamat dan sampai sekarang keadaan aman terkendali.


Tapi....


Yuki justru merasa tidak nyaman terlalu lama berada di lingkungan sekolah dan kerajaan, Dia ingin menghindarinya namun tidak bisa. 


Semenjak Lekky membunuh Panglima Perang Jaibar, Putri Marsha menghasut orang-orang untuk membenci Yuki. Putri Marsha berusaha agar orang lain membuat Yuki tertekan, Dia berpikir dengan begitu meskipun terjadi sesuatu dengan Yuki, Lekky tidak akan dengan mudah menuduhnya sebagai pelaku.


Putri Marsha tampaknya tidak mengetahui bahwa Lekky mempunyai kemampuan membaca pikiran. 


Jadi Dia berpikir rencananya dapat dengan mudah mengelabui Lekky.


 


Yuki memegangi perutnya yang lapar. Semenjak hamil Dia sangat mudah lapar. Pangeran Sera terpaksa membawa semua orang-orangnya pergi bersamanya dan hanya meninggalkan Yuki beberapa pelayan dan prajurit Argueda yang bertugas mengawalnya. Sementara itu Nenek Marple telah lebih dulu di amankan Lekky di kediamannya.


Setelah kepergian Mereka, Yuki memutuskan untuk kembali tinggal di sekolah, di kamar Pangeran Sera. Dia tidak mau tinggal di kediaman Perdana Menteri Olwrendho, mengingat di sana pernah terjadi pembunuhan besar-besaran yang di lakukan oleh Bangsawan Dalto.


Yuki memutuskan untuk segera pulang dan kembali ke sekolah, mencari sesuatu yang bisa Dia makan sebelum kembali ke kamarnya.


 


 


Seseorang menarik rambut Yuki dari belakang. Ketika berbalik Yuki melihat Bangsawan Voldermont sudah berdiri di belakangnya sambil terkekeh. "Kenapa Kau sangat terburu-buru kucing kecil. Aku memanggilmu dari tadi tapi Kau sibuk melamun dan tidak mendengarkanku sama sekali"


"Maaf, Aku sedang memikirkan sesuatu" Kata Yuki mengakui kesalahannya.


Dalam rapat, Pangeran Riana tidak hadir karena harus mengecek persenjataan di pinggiran Ibukota bersama Bangsawan Xasfir. Yuki merasa lega karena tidak harus bertemu dengan Pangeran Riana. Selama seminggu ini, Yuki sengaja menghindari interaksi apapun dengan Pangeran Riana dan teman-temannya. Dia tidak mau membuat masalah mendekati pertempuran yang akan terjadi.


"Otakmu tidak akan sampai jika memikirkan pertempuran ini. Sudahlah, Kau sedang hamil. Lebih baik Kau fokuskan saja untuk menjaga kandunganmu" tegur Bangsawan Voldermont tenang.


"Kau ingin menyindir atau menghinaku ?" Tanya Yuki sinis sambil berjalan kembali.


Bangsawan Voldermont mengikuti langkah Yuki. Menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dengan pandangan serba salah. "Semenjak hamil Kau jadi lebih sensitif sekali ya. Kenapa Yuki, Apa karena Kau masih merindukan kebersamaan dengan suamimu. Yang benar saja Yuki, berapa malam yang telah Kau habiskan bersamanya. Bahkan Dia sampai berhasil membuatmu hamil. Apa Kau masih belum puas juga ?" Celoteh Bangsawan Voldermont dengan keras hingga beberapa orang di sekitar Mereka menoleh.


visual Bangsawan Dalto Radit


__ADS_1


__ADS_2