Morning Dew

Morning Dew
38


__ADS_3

Elber duduk di samping Yuki dan langsung menaikkan kedua kakinya ke depan. Keringat keluar dari sela rambutnya. Dia sangat ingin berendam air hangat hari ini. Latihannya semakin lama semakin berat. Dia bahkan seolah tidak dapat merasakan kakinya lagi karena terlalu sering digunakan menari untuk upacara pembuka festival.


Wajah Yuki sangat jelek. Kedua alisnya di tekuk ke tengah. Namun meskipun begitu Dia tetap menyodorkan air kepada Elber. 


"Terimakasih" ujar Elber menerima gelas berisi air dari Yuki. Tidak butuh waktu lama untuk Elber menghabiskannya. 


"Kenapa wajahmu ini, Seharusnya Kau senang tidak perlu ikut andil mempersiapkan festival. Pangeran secara pribadi memberi perintah agar Kau di kecuali kan" ujar Elber setelah Dia cukup rileks untuk diajak berbicara. Elber sudah melihat wajah Yuki yang ditekuk ketika gadis itu datang. 


"Aku tadi bertemu dengan Bangsawan Dalto, tampaknya Dia salah paham sehingga membenciku. Dia mengatakan tidak mau berteman lagi denganku" Ujar Yuki langsung mengeluarkan semua unek-uneknya.


Elber menghela nafas. Begitu banyak gadis yang ingin berada di posisinya sekarang, Tapi Dia malah sibuk memikirkan seorang Bangsawan yang tidak berguna.


"Kalau Aku jadi Dia, Aku akan melakukan hal yang sama. Siapa mau melawan kerajaan ?. Lagipula Kau ini sudah menjadi kekasih Pangeran Riana, tapi masih saja mengurusinya. Jika Pangeran Riana sampai tahu Kau pasti akan menyesalinya Yuki" ujar Elber mengingatkan.


"Bangsawan Dalto adalah teman pertamaku di dunia ini. Kami memang banyak mengalami kesialan akhir-akhir ini. Tapi bukan berarti semua itu menimbulkan salah paham yang tidak bisa di selesaikan bukan ?. Saat Aku punya kesempatan untuk menjelaskan Dia malah tidak mau mendengar dan mengusirku. Bahkan Dia memutuskan hubungan pertemanan Kami" Rengek Yuki.


Dia sangat kecewa dengan sikap Bangsawan Dalto, terlebih ketika Bangsawan Dalto memutuskan pertemanan Mereka. Kenapa harus sampai seperti itu ?.


"Hanya Kau yang berpikir Dia temanmu. Seluruh sekolah malah mengira Kau adalah istrinya yang mengikutinya kemanapun Dia berada" Ujar Elber kesal. "Hentikan Rengekkan mu, jangan Kau kira Aku tidak membantumu selama ini. Aku sudah memberikan penjelasan dan semua suratmu padanya. Ah sudahlah..Aku tidak mau membahasnya lagi. Kau memang Aneh Putri Yuki, sudah mendapatkan Pangeran Riana tapi masih belum puas"


Elber menatap Yuki yang masih terlihat binggung. Dia mencondongkan badannya mendekati Yuki dan berbisik pelan. "Kau yakin hubungan kalian hanya sebatas teman ?"


"Tentu saja" jawab Yuki cepat tanpa perlu memikirkannya.


"Atau hanya Kau yang menganggapnya begitu ?"


"Apa maksudmu ?" 


"Kalian bukan anak kecil lagi, selama ini kalian terlalu dekat untuk di sebut sebagai teman. Katakan sejujurnya, Apa tidak ada perasaan apapun diantara kalian berdua ?"


Perasaan lain ?


Yuki diam dan memikirkan perkataan Elber. Dia tidak mau menduga-duga atau besar kepala berpikir Bangsawan Dalto menyukainya.


"Woww siapa yang datang ?!" Saat Yuki sibuk dengan pikirannya, Putri Norah muncul dari belakang Mereka. Berdiri dengan angkuhnya tak jauh dari tempat Yuki dan Elber duduk. Putri Norah tidak sendiri. Dia bersama teman-temannya yang sama seperti dirinya, tidak menyukai Bangsawan Dalto maupun Yuki. "Bukankah Dia tidak ikut sebagai penari festival, untuk apa Dia datang kemari ?"


"Tempat ini bebas untuk semua murid yang bersekolah di sini Norah" balas Elber kesal.

__ADS_1


"Lihatlah Dia, Aku heran bagaimana Pangeran Kita bisa menyukainya bahkan sampai membawanya tinggal di istananya bukan di istana harem" seorang Putri memandang begitu benci kepada Yuki, sampai Dia ingin sekali menelan Yuki hidup-hidup.


"Aku dengar Dia menyebabkan Pangeran Riana dan Pangeran Sera terlibat keributan, sehingga nyaris menghentikan jalannya Festival" Timpal Putri lain yang diikuti cemooh dari Temannya.


"Aku juga dengar itu, gara-gara Dia hubungan kedua Negara kembali buruk"


Putri Norah mengangkat tangannya, Menghentikan teman-temannya. Dia mengendikan bahu seolah tidak peduli, Namun kata selanjutnya yang keluar dari mulutnya membuat Yuki terpancing amarah.


"Hentikan teman-teman, Dia mungkin kemari karena ingin melihat keindahan tarian kita. Kita harus mengerti Ibunya dulu adalah penari paling buruk. Jadi mungkin keahlian itu menurun kepadanya."


"Benarkan itu ?" 


"Apa untungnya Aku berbohong, Kalian perhatikan saja, Dia sering membolos di kelas menari. Pasti Dia tidak ingin orang lain mengetahui bahwa Dia tidak bisa menari"


"Apa kalian sudah cukup ?!" Bentak Elber keras. Yuki segera menahannya untuk tetap duduk dan tidak terpancing amarah.


Yuki melihat kesombongan di mata Norah dan kawan-kawannya. Mereka harus di beri pelajaran. Jadi Yuki berdiri.


"Bagaimana kalau kita bertanding menari ?" Tanya Yuki pada Putri Norah yang membuat orang menatap Yuki seolah Dia gila. "Siapa yang kalah harus menuruti permintaan pemenangnya. Bagaimana ?, Apa Kau setuju ?"


"Ya, Aku menantang Mu, Bagaimana ?"


Elber ganti menarik tangan Yuki. Matanya mendelik marah melihat kekonyolan sahabatnya. Ternyata selain buta, Yuki juga tidak punya otak. Dia tidak tahu siapa Norah dan malah menantangnya bertaruh.


"Hey Yuki, Apa Kau sudah gila ?"


Tapi Yuki sudah tidak peduli. Dia tidak terima jika Ibunya di jelek kan. Yuki masih bisa memaafkan jika dirinya yang di hina. Tapi Dia tidak akan diam jika kedua orang tuanya di seret masuk dalam hinaan Mereka.


"Karena Kau yang meminta Aku setuju" Putri Norah berkata dengan penuh percaya diri seolah Dia sudah tau siapa pemenangnya. "Kita lakukan sore nanti di sini" 


"Setuju"


"Jika Aku menang Kau harus mencium seratus ekor kambing, karena Mereka pantas untuk Putri sepertimu" 


"Baiklah, tapi Jika Aku yang menang, berhenti menghina ibuku dan menganggu Bangsawan Dalto"


"Oke Aku setuju" jawab Putri Norah cepat.

__ADS_1


Putri Norah berbalik pergi dengan gaya angkuh. "Ayo teman-teman, bersiaplah, sebentar lagi Kita akan mendapat pertunjukan yang seru" 


Teman-temannya menjawab dengan gelak tawa.


Ketika Putri Norah sudah menghilang dari pandangan. Elber langsung memaki Yuki. 


"Apa Kau gila ?, Bagaimana bisa Kau menantang Norah, atau Kau tidak tahu siapa Dia ?"


"Anak Raja" jawab Yuki acuh.


"Dia juara umum pertandingan menari dalam festival empat negara tiga kali berturut-turut. Aku bahkan tidak pernah melihatmu menari di kelas menari lalu bagaimana bisa Kau menantang Norah untuk bertanding menari ?"


"Semua itu spontan karena Mereka menghina ibuku" bela Yuki tidak mau kalah.


"Memangnya Kau harus membela ibumu dengan menantangnya menari ?" 


"Mau bagaimana lagi, janji sudah terucap. Aku tidak bisa mundur dan harus bertanggung jawab dengan ucapanku"


"Kau mempermalukan dirimu dan orang lain. Jika Kau kalah bukan hanya Kau yang kena imbas, Pangeran bahkan Bangsawan Dalto juga terkena dampaknya. apa Kau tidak memikirkannya ?" Ujar Elber lagi masih merasa kesal.


Yuki menghela nafas. Dia tidak bisa mundur dalam pertandingan ini. Dia bisa menari sedikit. Tidak mudah mengalahkan Putri Norah, Tapi Yuki akan berusaha sebaik mungkin. 


"Karena itu Kau doakan supaya Aku tidak kalah. Ngomong-ngomong apa Kau punya pakaian menari untuk ukuran ku. Aku tidak mempunyai Pakaian menari yang pantas. Aku harus bersiap" kata Yuki dengan tatapan memohon.


"Sialan Yuki, Kita pasti akan terkena masalah. Pangeran Riana tidak akan suka jika mendengar taruhan ini" 


"Aku akan bertanggung jawab, Aku janji tidak akan melibatkan mu jika Pangeran sampai marah. Sekarang bantulah Aku dulu untuk bersiap-siap" karena Elber hanya diam. Yuki mengantupkan kedua tangannya ke depan dan kembali berkata. "Tolonglah Aku Elber, hanya Kau harapanku"


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2