
Pangeran Sera berdiri di pintu yang menghubungkan gudang penyimpanan memasak dengan ruang kelas memasak. Dia tampak terkejut saat menemukan Yuki berada di dalam gudang. Jelas sekali Yuki baru melompat masuk dari jendela yang terbuka di belakangnya.
Mereka saling berpandangan dalam diam untuk beberapa saat.
Berbagai pertanyaan memenuhi pikiran Yuki. Kenapa Pangeran Sera berada di sini ?.
Yuki melirik ke belakang Pangeran Sera, Dia sendirian di ruangan ini. Tapi apa yang dilakukannya di sini seorang diri ? Di kelas memasak ?.
Terdengar ketukan pintu diluar. Yuki refleks langsung menyembunyikan diri di balik lemari perkakas.
Pangeran Sera menekan keinginannya untuk langsung bertanya. Pintu terbuka. Pangeran Sera berbalik dengan tenang. Dua orang penjaga muncul.
"Salam Pangeran" sapa dua orang penjaga itu dengan sikap hormat.
"Ada apa ?" Tanya Pangeran Sera ringan.
"Maaf menganggu Pangeran, Kami sedang mencari seorang Putri. Apa Pangeran melihatnya ?"
"Putri ?" Tanya Pangeran lagi masih tampak tenang.
"Putri Yuki, kekasih Pangeran Kami, Pangeran Riana. Pangeran pernah bertemu dengannya di pertemuan sekolah dengan guru besar Alzare" Jelas penjaga mengingatkan.
Pangeran Sera menggelengkan kepala. "Aku tidak melihat siapapun di sini, Seperti yang Kau lihat Aku sendiri. Kalian bisa pergi sekarang, Aku sedang ingin sendiri dan tidak ingin di ganggu" ujar Pangeran Sera tegas.
"Baik Pangeran, mohon maafkan Kami semua karena telah menganggu waktu Pangeran"
Para penjaga itu keluar dan menutup pintu. Pangeran melangkah maju, langsung mengunci pintu dari dalam supaya tidak ada lagi yang masuk ke dalam. Kemudian Dia berbalik kembali menuju ruang penyimpanan.
"Mereka sudah pergi, Kau bisa keluar sekarang" kata Pangeran Sera dengan lembut.
Yuki keluar dari persembunyiannya.Dia sangat lega Pangeran Sera tidak melaporkan keberadaannya. "Terimakasih Pangeran" ucap Yuki tulus.
Pangeran tersenyum hangat membalas ucapan Yuki.
Senyumnya membuat Yuki terpesona. Dia bagaikan jelmaan malaikat. Sangat tampan dan menawan.
__ADS_1
"Tapi tampaknya Kau belum bisa pergi sekarang, Mereka masih mencarimu. Jika Putri bersedia, Bagaimana jika menemaniku minum teh sebentar ?" Tawar Pangeran Sera dengan nada bersahabat.
"Apa Aku tidak menganggu ?" Tanya Yuki ragu.
Sepertinya Pangeran memang berada di ruangan ini untuk menyendiri. Jika tiba-tiba Yuki datang dan minum teh bersamanya, bukankah hanya menganggu istirahatnya saja.
"Tidak, kemarilah Yuki" ajak Pangeran Sera langsung, Dia memanggil nama Yuki tanpa embel-embel, seperti seseorang yang sudah saling mengenal cukup lama.
Yuki mengikuti Pangeran Sera ke ruang memasak. Pangeran menarik sebuah kursi dan mempersilahkan Yuki duduk. Dia menuangkan secangkir teh pada Yuki dan kemudian duduk di kursi di dekat Yuki.
Yuki menerima teh nya dengan perasaan senang.
"Teh apa ini, aromanya enak sekali" seru Yuki terkejut saat Dia mencicipi teh pemberian Pangeran Sera. Aroma dari teh tersebut memberikan sensasi nyaman dan membuatnya rileks.
"Ini adalah teh yang terbuat dari bunga Alsara, Bunga Alsara hanya dapat tumbuh di gunung jenggau yang terletak di negeri Kami"
Yuki menganggukan kepala mengerti. Dia pernah membaca mengenai teh bunga Alsara dari gunung Jenggau. Konon teh ini sangat mahal harganya, tapi meskipun mahal banyak sekali yang menyukainya. Sekarang Dia tau alasannya.
Pangeran mendorong piring berisi kue ke arah Yuki. Dia kemudian duduk bersandar sambil menyesap tehnya. Pandangan matanya lurus menatap ke luar melalui jendela yang terbuka.
Pangeran Sera menyimpitkan matanya, tampak serius memikirkan sesuatu.
Sementara itu Yuki memandangi sekeliling. Ruangan ini tidak begitu istimewa. Hanya ruang untuk praktek memasak. Tapi Pangeran Sera tampaknya betah berada di ruangan ini.
"Apa yang Pangeran lakukan di sini ?" Tanya Yuki pada akhirnya.
"Menyendiri" jawab Pangeran Sera singkat.
Yuki mengerjap. Dia memandang sosok pria di depannya. Umurnya nyaris sama dengan Pangeran Riana. Meskipun sama-sama tampan dan juga pewaris tahtah kerajaan, keduanya sangat berbeda dengan caranya masing-masing.
Pangeran Sera berpostur tinggi dan langsing, terlihat kalem dan baik. Berkebalikan dengan Pangeran Riana yang bertubuh tinggi dan berotot. Pangeran Riana lebih suka menyendiri dan bersikap dingin.
Jika diibaratkan Pangeran Riana seperti bulan di malam musim dingin sementara Pangeran Sera bagaikan sinar mentari pagi di musim semi.
Kemanapun Pangeran Sera pergi, Dia selalu di kelilingi oleh para Putri yang berusaha menarik perhatiannya, belum lagi tugas dan beban negara yang di tanggungnya sebagai perwaris tahtah kerajaan. Tentu hal ini sangat berat.
__ADS_1
Tidak ada tempat untuk bernafas dan menjadi diri sendiri.
Jadi ketika bisa, menyendiri adalah satu-satunya waktu berharga yang dimiliki untuk menjadi diri sendiri selama beberapa saat.
Yuki memahami hal itu, Dia tahu bagaimana rasanya jika gerak gerik dan kemana kita pergi diatur tanpa peduli kehendak kita. Sangat memuakkan.
"Apa Aku boleh menanyakan sesuatu padamu ?" Tanya Pangeran Sera tiba-tiba membuat Yuki yang sembari tadi melamun sambil menatapnya jadi salah tingkah.
Yuki menganggukan kepala. Dia menyesap tehnya sambil berupaya menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu telah kepergok memandangi Pangeran Sera.
"Apa Kau benar kekasih Riana ?"
Yuki menghela nafas, tampak sedih. Seperti sebuah kenyataaan yang baru saja hilang dari pikirannya, dipaparkan kembali ke depan mukanya secara tepat.
"Dia yang memutuskan seenaknya, bukan Aku yang menggodanya"
"Yang Aku dengar bukan seperti itu ?" Bantah Pangeran Sera kalem.
Yuki tahu banyak gosip tidak sedap mengenainya akhir-akhir ini, terutama mengenai tuduhan Dia memanfaatkan persahabatan Putri Ransah dan baginda Raja untuk mendapatkan posisinya sekarang sebagai wanita di istana harem Pangeran Riana.
"Semua gosip yang tidak berdasar, kenyataannya bukan seperti itu"
"Jadi bagaimana ceritanya ?" Tuntut Pangeran Sera lagi dengan wajah penuh minat.
"Aku tidak tahu bagaimana awalnya sehingga Pangeran Riana tiba-tiba mengangkatku sebagai kekasihnya, semuanya mendadak dan tidak kumengerti" ujar Yuki sembari memikirkan kehidupannya belakangan ini. Entah kenapa begitu melihat mata Pangeran Sera dia seolah terhipnotis dan mampu mencurahkan pikirannya. "Aku tidak pernah bersinggungan dengan Pangeran sebelumnya selain kejadian di kantin dan saat Dia membawaku ke dunia ini, selebihnya Kami bertemu beberapa kali di sekolah dan acara kerajaan, tapi Kami sama sekali tidak pernah mengobrol. Aku juga menghindari berurusan dengan kerajaan, meski kadang Baginda Raja mengundangku untuk makan malam bersama keluarganya. Tapi itu hanya makan malam biasa, karena Aku anak sahabat baiknya tidak lebih"
"Jadi Riana tiba-tiba saja memintamu menjadi kekasihnya ?"
"Dia tidak memintaku. Jika Iya Dia memintanya Aku pasti akan menjawab tidak dan menolaknya" tapi bukankah Yuki sudah beberapa kali menolak Pangeran Riana saat Pangeran Riana menegaskan bahwa Yuki adalah kekasihnya ?.
"Lalu kenapa Kau tidak menolaknya ?"
Yuki membelakkan matanya lebar. "Aku sudah berulang kali memohon padanya untuk melepaskanku, tapi Pangeran tahu sendiri bagaimana aturan kerajaan itu. Jika Aku terus melawan dan membantahnya, keluargaku pasti akan terkena dampaknya"
__ADS_1