
Keringat membasahi keduanya, padahal udara cukup dingin. Yuki merasakan panas di seluruh tubuhnya, kulitnya terasa lengket. Pakaian Yuki sudah berantakan, tidak terpakai dengan benar. Bahkan rok seragamnya sudah terinjak-injak oleh Mereka berdua. Bertumpuk dengan pakaian milik Pangeran Riana di kaki meja.
******* kepuasan milik Pangeran Riana terdengar beberapa kali. Dia terus menghantamkan tubuhnya ke tubuh Yuki, menyatukan tubuhnya agar masuk lebih dalam ke inti kenikmatan milik Yuki. Pangeran Riana menikmati setiap gesekan yang terjadi di tubuh intim Mereka. Dia belum pernah merasa candu seperti ini pada seorang wanita.
Yuki berusaha mengontrol dirinya agar tidak mengikuti alur permainan Pangeran Riana. Namun, Pangeran Riana mampu menyentuh setiap titik sensitif Yuki. Membuat Yuki mengelinjang, merespon rangsangan Pangeran Riana. Pikirannya menjadi kabur. Saat Pangeran Riana mempercepat gerakannya, Yuki menggapai-gapai apapun di depannya. Dia merasakan sesuatu akan meledak di dalam tubuhnya.
Yuki tidak dapat menahannya lagi. Dia berteriak kecil ketika ledakan kenikmatan menguasaj dirinya dengan sempurna. Pangeran Riana mencekal tubuh Yuki ketika Yuki mencapai klimaksnya. Mencegah Yuki jatuh tersungkur ke bawah. Lagipula, Pangeran Riana tidak ingin kehilangan kehangatan Yuki di tubuhnya.
Pangeran Riana meringis merasakan denyut otot Yuki. Berkontraksi memberikan sensasi yang memabukkan. Dia menyukainya.
"Bagaimana Yuki, ini adalah kedekatan dalam jarak 0 meter yang sesungguhnya" bisik Pangeran Riana di telinga Yuki setelah Dia selesai menghisap kulit leher Yuki. Yuki yang baru saja mencapai puncaknya, merasa lemas. Dia sama sekali tidak bertenaga. Jadi Yuki hanya diam ketika Pangeran Riana bertanya padanya.
"Giliranku" bisik Pangeran Riana ketika melihat Yuki sudah berhasil mengatur nafasnya.
Dia memegang pinggul Yuki dan mengaturnya sedemikian rupa. Lalu kembali menghantam Yuki dengan gerakan cepat. Yuki terpekik. Dia berusaha menyeimbangkan tubuhnya ketika Pangeran Riana justru mendorong tubuhnya ke depan. Menekan Yuki dengan begitu kuat.
Terasa cairan hangat masuk ke dalam rahim Yuki.
Pangeran Riana memeluk Yuki erat. Menahan tubuh Mereka agar tidak bergeser sementara Dia menyesapi sisa dari puncak kenikmatannya yang baru datang. Setelah selesai. Pangeran Riana mundur dan melepaskan penyatuan Mereka.
Yuki ambruk di atas sofa. Dia sangat lemah. Pangeran Riana memperkosanya meskipun tahu kondisi Yuki masih lemah karena baru melewati perjalanan antar dimensi.
Yuki merasakan lengket di pangkal pahanya. Cairan milik Pangeran Riana yang telah di masukkan dalam rahim Yuki merembes keluar. Yuki menatap nanar dengan pandangan kosong. Pangeran Riana tidak main-main ketika mengatakan ingin membuatnya hamil. Dia dengan berani memasukkan benihnya ke dalam rahim Yuki.
Yuki meringkuk, tidak bergerak seperti patung batu. Dia menatap ke sebuaj jam besar di sudut ruangan, yang memperlihatkan bayangannya. Yuki terlihat berantakan dan menyedihkan.
__ADS_1
Yuki tidak tahu kesalahan apa yang telah di perbuat Yuki di kehidupan sebelumnya. Dia di paksa datang ke dunia ini dan kembali menjadi pemuas nafsu Pangeran Riana.
Yuki merasakan harga dirinya diinjak dengan brutal oleh Pangeran Riana atas segala perlakuan Pangeran Riana terhadapnya.
Pangeran Riana memakai kembali pakaiannya dengan acuh. Dia sama sekali tidak memandang ke arah Yuki yang masih diam meringkuk di tempatnya. Setelah selesai membenahi pakaiannya, Pangeran Riana menarik jubah yang di letakkan di sandaran kursi, dan menutupi tubuh Yuki yang telanjang.
Yuki diam tidak bergeming.
"Mulai sekarang, persiapkan dirimu jika sewaktu-waktu Aku memintamu melayaniku di atas ranjang" ujar Pangeran Riana tenang. Seolah apa yang di lakukan sebelumnya pada Yuki adalah perbuatan yang wajar.
Yuki diam. Tidak menjawab. Rasa sakit akibat pemerkosaan yang di lakukan Pangeran Riana terasa di sekujur tubuh Yuki. Terutama di pangkal pahanya. Rasanya panas dan nyeri.
"Jaga tubuhmu baik-baik. Aku akan mempersiapkanmu sebagai seorang ibu secepatnya"
Pangeran Riana mengambil gelas anggurnya dan meminum isinya. Dia merasa perlu banyak bersabar menghadapi Yuki yang selalu menentangnya.
"Siapa yang perlu persetujuanmu" Kata Pangeran Riana dingin.
Pangeran Riana meletakan kembali gelas anggurnya yang telah kosong ke atas meja di dekat Yuki. Kemudian Dia berjalan keluar ruangan. Meninggalkan Yuki seorang diri.
Terdengar suara pintu di tutup dari belakang Yuki.
Yuki memandangi bayangannya, wajahnya terlihat sedih dan terluka. Tatapannya kosong, bagaikan boneka hidup, tanpa jiwa. Tubuhnya sakit semua. Kepalanya sangat pusing. Yuki menggigil, Dia meringkuk seperti anak kecil yang ketakutan saat mendengar bagaimana luka di hatinya, terbuka dan meneteskan darah segar.
Entah sudah berapa lama Yuki berada di soga dengan tubuh nyaris tanpa busana. Dia masih meringkuk ketika pintu masuk terbuka. Beberapa pelayan berbaris masuk dengan sikap takjim sembari membawa nampan berisi perlengkapan ganti untuk Yuki.
__ADS_1
Seorang pelayan senior yang sudah berumur dan terlihat galak, langsung memerintahkan para pelayan muda untuk membantu Yuki menuju kamar mandi. Dia melakukannya tanpa meminta persetujuan Yuki terlebih dahulu. Dua orang pelayan yang masih muda menghampiri Yuki, dan langsung membantu Yuki agar berdiri.
Yuki tidak melawan. Dia hanya diam mematung tanpa mengeluarkan suara apapun. Seorang pelayan menutupi Yuki dengan jubah Pangeran Riana.
Yuki di tuntun ke kamar mandi dengan lembut. Di sana, para pelayan membuka seluruh pakaian Yuki dan meletakkannya dalam keranjang. Banyak sekali bekas ciuman Pangeran Riana di tubuh Yuki. Bahkan beberapa bekas ciuman Pangeran Riana terletak di paha Yuki bagian dalam. Seolah Pangeran Riana sedang mencoba memberitahukan kepada seluruh orang bahwa Yuki berada di bawah kekuasaannya.
Yuki masuk ke dalam bak mandi yang cukup besar. Seorang pelayan menuangkan minyak herbal dan aromaterapi ke dalam air. Sementara satu pelayan lain, menaburkan kelopak bunga mawar di dekatnya. Satu pelayan memijat lengan dan bahu Yuki sementara yang lain mencuci rambut Yuki.
Yuki membiarkan ketika seorang pelayan memijat kepala Yuki. Pijatannya membantu Yuki menjadi lebih rileks. Pusing yang di rasakan juga berkurang.
Semua aktifitas itu di awasi oleh pelayan Tua.
Setelah di rasa cukup, Para pelayan membantu Yuki keluar dari kamar mandi. Tubuh Yuki di keringkan. Gigi dan telinganya di bersihkan. Kuku jari nya di potong dan di rapikan.
Lalu, tubuhnya di baluri dengan lotion dengan aroma lavender kesukaan Yuki. Kemudian Mereka mulai membantu Yuki memakai pakaian yang telah di persiapkan sebelumnya.
Gesekan kain sutra lembut yang sangat mahal menyentuh kulit Yuki. Berwarna hijau pastel, membuat warna kulit Yuki terlihat semakin cemerlang. Suara gemerincing perhiasan ketika di pasangkan ke tubuh Yuki. Yuki di dudukkan di tengah ruangan dalam kamar, sementara para pelayan sibuk merias wajah Yuki dengan riasan lembut yang sangat cocok untuknya.
Rambut Yuki di hias sedemikian rupa, dengan hiasan dari batu giok dan gading yang pernah di berikan kerajaan sebelumnya. Sebagai simbol status Yuki di istana wanita milik Pangeran Riana.
Yuki memandangi bayangan wajahnya di cermin dengan muram.
Setelah selesai berdandan, Yuki duduk di meja baca yang terletak di kamar tidur. Untuk mengalihkan pikirannya Dia membaca satu buku yang di ambil dari rak buku secara asal.
__ADS_1