
"Setelah ini apakah Kau ingin tidur" Tanya Pangeran Riana yang juga telah menyelesaikan makan malamnya.
"Entahlah, Tapi Aku belum mengantuk"
"Aku juga. Kalau begitu bagaimana jika Kita melakukan sesuatu untuk mengisi kekosongan"
"Melakukan apa ?" Tanya Yuki tidak mengerti.
"Mungkin Aku bisa menjenguk anakku secara langsung" jawab Pangeran Riana penuh arti.
Yuki menatap Pangeran Riana. Awalnya Dia tidak mengerti apa maksud perkataan Pangeran Riana. Tapi ketika Dia melihat hasrat di mata Pangeran Riana. Dia mulai paham. Wajahnya bersemu merah karena malu.
Pangeran Riana langsung berdiri dan menggendong Yuki ke dalam pelukannya. Dengan tenang Dia membawa Yuki, berbaring di atas tempat tidur yang berada di dalam kamar.
Malam itu, Mereka saling memeluk dan mengisi satu sama lain. Menyentuh tanpa keraguan. Seperti sepasang kekasih yang di mabuk asmara. Yuki menerima semua cinta yang di berikan Pangeran Riana. Perasaanya melambung tinggi. Yuki berharap semua kebahagiaan yang Dia rasakan sekarang akan abadi.
Yuki, Pangeran Riana dan bayi Mereka.
Mereka menghabiskan beberapa hari di istana utara. Selama di sana, Yuki selalu di liputi oleh kegembiraan. Sampai Dia merasa, Inilah akhir dari ceritanya.
Tapi rupanya Yuki salah.
Ketika Mereka kembali ke Ibukota. Saat Yuki akhirnya mengunjungi Ibu Suri. Dia melihat beberapa pelayan saling berbisik sembari memandang Yuki dengan sinis.
Awalnya Yuki berpikir Dia hanya terlalu sensitif.
Kemudian, Dari Ibu Suri, Yuki mengetahui penyebabnya. Saat Mereka pergi berlibur. Ada gosip tidak sedap mengenai kehamilan Yuki yang berhembus di istana kerajaan.
Gosip itu mengatakan bahwa mungkin saja anak yang sedang di kandung Yuki bukan anak Pangeran Riana tapi anak dari Pangeran Sera. Hal ini berkaitan dengan inisiden yang terjadi ketika Yuki meminum obat perangsang, yang seharusnya untuk Pangeran Sera di Argueda.
Yuki sudah menjelaskan semua kepada Ibu Suri. Dia juga bersumpah bahwa Dia dan Pangeran Sera tidak melakukan apapun. Pangeran Sera membuat Yuki pingsan sehingga ketika sadar, Efek obat perangsang yang di minum Yuki hilang.
__ADS_1
Awalnya, Yuki tidak mengubris gosip itu. Dia telah menjelaskan semua kepada Ibu Suri. Pangeran Sera memiliki pengendalian diri yang hebat. Mereka tidak pernah berhubungan intim layaknya suami istri. Yuki percaya, Pangeran Riana tidak akan terpengaruh gosip yang beredar.
Tapi perlahan Yuki mulai ragu.
Pangeran Riana tidak kembali ke dalam kamar semenjak kepulangan Mereka di istana Utara. Dia memilih menempati kamar lain.
Yuki akhirnya mengerti. Pangeran Riana sedang menghindarinya. Dia mempercayai gosip itu tanpa bertanya apapun pada Yuki.
Yuki mulai melihatnya kembali bersama dengan Putri Marsha. Bahkan Yuki mendengar, Mereka berdua berada di dalam kamar semalaman, saat Pangeran Riana sedang mabuk berat.
Yuki tidak tahu harus mengatakan apa. Pangeran Riana mengatakan Dia mencintai Yuki. Tapi ada sedikit gosip yang beredar, Dia langsung memilih mempercayainya. Tanpa bertanya pada Yuki atau mengkronfontasi Yuki. Dan justru lari ke pelukan wanita lain.
Yuki merasa sangat bodoh, jika Dia mempercayai Mereka akan berakhir bahagia.
Yuki beringsut dari duduknya. Berjalan tenang menuruni tangga menara yang terletak di belakang istana. Akhir-akhir ini, Yuki lebih sering menghabiskan waktu di sana seorang diri.
Sunyi. Tidak ada gangguan.
Yuki jauh lebih bisa berpikir jernih mengenai hidupnya ketika berada di tempat itu.
Ketika Yuki baru sampai lantai dasar. Dia melihat Pangeran Riana berjalan bersama dengan Putri Marsha. Putri Marsha melingkarkan lengannya manja pada Pangeran Riana. Mereka berjalan ke arah Yuki.
Yuki dengan acuhnya memalingkan wajah seolah tidak melihat keberadaan Mereka. Dia melewati keduanya. Meninggakan Mereka di belakang Yuki. Tidak ingin melihat atau mendengar mengenai Mereka.
Hati Yuki sudah mati.
Yang sekarang Dia inginkan adalah bisa secepatnya pergi meninggalkan istana Pangeran Riana. Pergi kemanapun juga. Jauh dari jangkauan Pangeran Riana.
Dia memegangi perutnya. Ada anak yang harus Dia jaga. Yuki tidak mau memikirkan sesuatu yang tidak perluh dan akan mempengaruhi kandungannya. Meskipun Yuki tidak siap dengan kehamilannya di usia muda. Tapi anak yang ada dalam perutnya adalah darah dagingnya. Tidak perduli apa yang orang lain katakan. Yuki akan sekuat tenaga mempertahankan anak itu di sisinya.
__ADS_1
"Rupanya setelah menjadi beruang kutub, Kau sekarang berubah menjadi burung gereja Yuki"
Yuki berbalik dan menemukan Bangsawan Voldermont berjalan dengan riang mendekatinya. Ada bungkusan di tangannya yang menarik perhatian Yuki.
"Bagaimana kabar keponakanku ?. Apa ibumu memberimu makan yang cukup hari ini ?" Ujar Bangsawan Voldermont sambil mengelus perut Yuki gemas.
"Apa yang Kau lakukan di sini ?" Tanya Yuki sembari mengendus udara. Tercium aroma menggiurkan yang membuat perutnya berbunyi nyaring.
"Apa, jadi Ibumu belum memberimu makan. Tenang saja sayang, pamanmu ini akan memarahi ibumu dengan keras karena telah mengabaikanmu" Kata Bangsawan Voldermont masih membungkuk ke perut Yuki, berbicara dengan bayi dalam perut Yuki.
"Kau membawa sesuatu ?" Tanya Yuki senang.
"Roti manis kesukaanmu. Ayo Kita cari tempat untuk duduk dan memakannya bersama" ajak Bangsawan Voldermont sembari merangkul bahu Yuki. Yuki mengikuti dengan patuh.
Mereka berjalan menuju taman tengah. Di antara sedikit orang yang mempercayai Yuki. Bangsawan Voldermont adalah orang kedua setelah Ibu Suri yang dengan lantang membela Yuki. Dia percaya, anak yang di kandung Yuki adalah anak dari Pangeran Riana.
Bangsawan Voldermont bahkan tidak menanyakan masalah obat perangsang pada Yuki. Dia juga tidak ingin menanyakannya. Setiap hari Dia datang ke istana Pangeran Riana untuk mengunjungi Yuki sambil membawakan makanan yang di belinya dari luar. Sepertinya, Dia ingin memastikan kondisi Yuki dan memberinya gizi yang cukup di tengah cobaan yang sedang di alami Yuki.
Sebenarnya, beberapa kali juga Ibu Suri mengunjungi Yuki untuk membawakan Yuki sup yang sangat bagus untuk janinnya. Tapi karena kesehatan Ibu Suri sedang tidak bagus, Dia jadi jarang mengunjungi Yuki.
Yuki bersyukur, di tengah banyaknya orang yang menudingnya dengan buruk. Masih ada yang mempercayainya.
Kadang, Yuki berharap andaikan kepercayaan itu sedikit saja ada dalam diri Pangeran Riana.
Tapi Yuki sudah tidak mau berharap lebih.
Yuki memakan roti manis yang di belikan Bangsawan Voldermont dengan tenang. Dari Bangsawan Voldermont, Yuki mengetahui perkembangan yang terjadi di Argueda. Situasinya masih sama. Putri Magitha dan Ratu Warda belum berhasil di selamatkan.
Tapi ada satu hal yang mengejutkan Yuki. Pangeran Sera sedang menuju Garduete. Yuki tidak tahu alasan Pangeran Sera datang, tapi Yuki sudah tidak punya muka lagi untuk bertemu dengan Pangeran Sera.
Yuki sadar, Dia telah berkali-kali menyakiti hati Pangeran Sera. Di tambah sekarang Dia sedang hamil anak dari Pangeran Riana. Bagaimana Yuki harus menghadapi Pangeran Sera nanti. Sifat pengecut yang ada dalam diri Yuki kembali muncul.
__ADS_1