Morning Dew

Morning Dew
61


__ADS_3

Yuki tidak menyangka Pangeran Sera akan menciumnya.


Ciuman Pangeran Sera manis dan hangat. Meskipun menahan Yuki yang memberontak untuk melepaskan ciumannya, Dia tetap mencium Yuki dengan lembut.


Rontaan Yuki semakin lemah. Ciuman Pangeran Sera mampu membuat Yuki terlena di dalamnya. Entah kapan waktu berlalu. Ketika Pangeran Sera pada akhirnya melepaskan ciumannya. Wajah Yuki sudah merah seperti tomat karena malu.


"Aku tidak akan menyerahkanmu pada siapapun. Kau milikku"  bisik Pangeran Sera yang di tujukkan pada dirinya sendiri.


Meskipun Yuki menolak untuk dibawa pergi. Pangeran Sera tetap pada keputusannya. Yuki kembali di buat pingsan setelah memakan makanan yang di campur obat tidurm dia tidak sadarkan diri selama beberapa hari. Tubuhnya terasa lemas dan tidak bertenaga. Dia sadar saat dinaikkan ke atas kuda tetapi Dia tidak memiliki kekuatan bahkan untuk menggerakan ujung jarinya. Yuki dibuat seperti sebuah boneka.


Perjalanan menembus hutan dilakukan. Yuki tidak tahu di mana Dia sekarang berada. Sejauh mata memandang Dia hanya melihat pohon-pohon besar dan semak yang rimbun. Yuki bahkan kehilangan orientasi dalam menghitung waktu.


Akhirnya rombongan memutuskan untuk kembali beristirahat dan mendirikan tenda. Pangeran Sera memutuskan untuk kembali ke negaranya menggunakan jalur darat. Dia mendengar pasukan Riana yang mengejar menuju ke pelabuhan tempat kapal kerajaan Argueda bersandar.


Tapi Pangeran Sera tetap berhati-hati. Dia tidak mau gagal membawa Yuki. Jadi ketika tendanya telah di dirikan dan Yuki tidur di dalamnya. Pangeran membawa beberapa prajurit untuk berkeliling memantau lokasi sekitar perkemahan.


Perkemahan itu di bangun lima puluh meter dekat dengan danau. Pangeran Sera sudah mengecek danau tersebut dan memastikan aman dari gangguan binatang buas. Beberapa Prajurit pergi ke sana untuk membersihkan diri.


Yuki yang sudah sadar juga mendengar mengenai danau itu. Dia ingin membersihkan diri seperti yang lain. Entah berapa lama Dia tidak mandi. Badannya terasa lengket, membuatnya tidak nyaman.


Walaupun selama di perjalanan Yuki menyempatkan diri mengelap tubuhnya dengan kain yang dibasahi air. Tapi tetap saja Dia butuh mandi untuk membersihkan diri.


"Pangeran, apakah para Prajurit sudah selesai membersihkan diri di danau ?" Tanya Yuki mencoba memberanikan diri.


Pangera Sera tidak mengurung Yuki seperti Pangeran Riana. Tapi meskipun begitu Yuki tidak bisa kabur kemana-mana. Mereka berada di tengah hutan lebat yang Yuki tidak mengetahui posisinya. Dia juga tidak punya pengalaman bertahan hidup di alam liar. Jika Yuki nekat kabur Dia akan tersesat dan justru bisa di serang binatang liar atau malah di ketemukan oleh pasukan pemberontak.


Jadi Yuki memilih bersabar dan menunggu untuk mendapatkan situasi yang tepat.


Pangeran Sera sedang memberi makan kudanya ketika Yuki menghampirinya. Kuda putih milik Pangeran dengan patuh memakan biji-bijian yang diberikan Pangeran Sera di telapak tangannya.


"Tidak, Mereka semua sudah kembali. Ada apa ?"  Tanya Pangeran Sera balik.

__ADS_1


"Aku ingin pergi ke danau" pinta Yuki penuh harap. Pangeran berbalik sambil menepuk kedua tangannya untuk membersihkan kotoran yang melekat di telapak tangannya. 


"Baiklah, Aku antar" katanya mengabulkan permohonan Yuki.


"Apa, Tidak..bisakah Aku pergi sendiri" cegah Yuki panik.


Yuki menundukkan kepala. Dia tidak berani menatap Pangeran Sera karena malu. Matanya memandangi ujung jarinya yang sedang memainkan pita di pinggangnya. "Aku..Aku ingin mandi" kata Yuki kembali dengan suara lirih.


Pangeran Sera terdiam sebentar. Kemudian Dia mencubit pipi Yuki merasa geli dengan sikap Yuki. 


"Aku mengerti. Pergilah. Tapi, jangan lama-lama. Makan siang akan siap sebentar lagi" katanya mengabulkan keinginan Yuki.


Yuki mendongak, Dia tersenyum bahagia.


Setelah mendapat izin dari Pangeran Sera, Yuki langsung kembali ke tenda untuk mengambil perlengkapan mandinya. Dia berjalan pergi menuju danau. Pangeran Sera memandang Yuki dari jauh. 


Yuki berjalan riang. Matanya berbinar senang. 


Ketika Yuki sampai di danau. Dia terkejut. Danau ini sangat indah. Airnya berwarna hijau dan tenang. Bayang-bayang pepohonan menimbulkan kesejukan di dalamnya. Yuki melihat ke sekeliling, memastikan tidak ada orang lain. 


Awalnya Yuki hanya ingin mandi. Tapi begitu melihat keindahan danau di depannya. Dia mengubah keputusannya dan ingin berenang di dalamnya. 


Yuki mencelupkan ujung kakinya ke air. Airnya dingin menyejukkan. Tanpa pikir panjang Dia langsung masuk ke dalam danau.


Yuki membilas seluruh tubuhnya dengan air. Berenang menikmati keindahan alam di sekelilingnya. Dia menggosok badannya dan mencuci rambut. Pikirannya menjadi lebih tenang. Seolah seluruh kotoran yang menempel di tubuhnya larut ke dalam danau. 


Dia berenang sedikit ke tengah. Membiarkan tubuhnya yang tanpa busana terekpose air danau. Menikmati waktu mandi yangs seolah begitu langka akhir-akhir ini. Otot-ototnya yang tegang menjadi lebih rileks.


Dia memikirkan rencana selanjutnya. Yuki berharap Mereka segera tiba di kota agar Yuki bisa meminta bantuan untuk kembali ke Garduete. Dia tidak bisa berbuat apapun di tengah hutan seperti ini.


Ketika sedang memikirkan usaha pelariannya, terdengar suara ranting diinjak dengan keras.

__ADS_1


Krrraaakkk !!


Yuki langsung berbalik ke sumber suara. Danau ini sangat sepi dan jauh dari pemukiman sekitar. Dari tempatnya sekarang Dia bahkan bisa mendengar para prajurit Pangeran Sera mengobrol. Yuki yakin Dia tidak salah dengar.


Yuki melihat ke sekeliling sembari menajamkan pandangannya. Tapi Dia tidak menemukan siapapun. Apakah Prajurit Pangeran Sera ditugaskan untuk menjemput Yuki karena Yuki lama tidak kembali. Atau justru Pangeran Sera sendiri yang menyusul.


Yuki menjadi panik. Dia sedang tidak berbusana sama sekali. Bisa gawat jika sampai ada yang melihatnya dalam kondisi seperti ini.


Yuki bergerak mencoba berenang ke tepi. Tetapi tiba-tiba kakinya terasa kram. Tangan Yuki menggapai ke udara. Mencoba tetap mengapung. Kakinya menendang-nendang tidak beraturan. Dia ingin berteriak. Tetapi tenggorokannya terisi air. 


Dia tenggelam.


Kesadaran Yuki perlahan menghilang. Tubuhnya tidak lagi bergerak. Mengapung di tengah air danau.


Sebuah tangan yang kekar menarik tangan Yuki. Menggengam begitu kuat. 


Terdengar suara eraman dari dekat Yuki. Perlahan kesadaran Yuki kembali. Begitu membuka mata Dia mendapati dirinya sudah berada di dalam tenda seorang diri. 


Yuki mencoba bangun. Tenggorokannya terasa sakit. Tapi Dia cukup lega karena masih diberi kesempatan untuk hidup. Untuk memastikannya Yuki bahkan sampai mencubit lengannya. Masih terasa sakit. Dia tidak sedang bermimpi. 


Yuki terbatuk. Dia memandangi sekeliling dan menemukan gelas di atas tanah yang di letakkan di karpet tempatnya tidur sekarang. Yuki menjulurkan badannya untuk mengambilnya. Dia sangat haus dan langsung meminum habis air di dalamnya.


"Kau sudah sadar rupanya"


Yuku nyaris menyemburkan air yang Dia minum ketika kendengar suara yang begitu familiar. Dia tersedak dan terbatuk-batuk. Memandang seseorang yang baru saja masuk ke dalam tenda.


Orang itu berdiri dengan angkuh. Menatap Yuki dengan pandangan menilai.


Melihat sosok di depannya, Yuki bahkan mulai tidak yakin jika Dia sekarang tidak bermimpi. Bagaimana bisa orang itu ada di sini ?. 


"Bagaimana bisa ?" Tanya Yuki tidak percaya ketika Dia berhasil menguasai diri.

__ADS_1


"Kenapa ?. Tidak senang melihatku ?" Tanya Pangeran Riana tidak suka.


 


__ADS_2