
Yuki merasa lega ketika akhirnya Dia bisa berganti pakaian. Para pelayan memberi Yuki gaun yang lebih ringan namun tetap terlihat elegan dan mewah. Mahkota di atas kepala Yuki akhirnya di lepas. Yuki bernafas lega. Rasanya lehernya sakit semua karena harus menahan beban berat dari mahkota yang di kenakannya.
Sebagai ganti dari mahkota itu, para pelayan memberikan Yuki hiasan rambut yang pernah di berikan Pangeran Sera untuk Yuki milik Ratu Warda. Di tambah dengan tiara kecil nan cantik yang semakin menambah menarik penampilan Yuki.
Setelah ini Yuki akan mendampingi Pangeran Sera untuk pertama kalinya secara resmi di acara kerajaan. Menyambut para tamu undangan dari berbagai negara sebagai istri sah dari Pangeran Sera.
Kemudian, keesokan harinya Dia sudah siap pagi-pagi sekali untuk acara selanjutnya. Berkeliling kota dengan mengendarai kereta kuda kerajaan. Menemui rakyat yang sudah menunggu di sepanjang jalan untuk melihat Yuki.
Yuki mengikuti prosesi pernikahan dengan memasang senyum kebahagiaan yang palsu. Rasanya lelah dengan semua ini. Dia ingin semua segera berakhir.
Setelah selesai berkeliling kota. Rombongan istana langsung kembali ke istana Pangeran Sera.
Yuki merasa seluruh tulangnya remuk. Rasanya, Dia ingin segera beristirahat dan merebahkan dirinya di tumpukan bantal di atas tempat tidur.
Yuki melepaskan semua perhiasannya begitu Dia tiba di dalam kamar. Menghapus make upnya dan menggerai rambutnya. Setelah itu Dia segera menuju kamar mandi untuk mandi dan membersihkan diri.
Sementara itu Pangeran Sera sudah berada di dalam kamar. Dia menunggu giliran untuk mandi. Dengan santai Dia hanya mengenakan jubah tidurnya. Menunggu dengan sabar sampai Yuki selesai melakukan rutinitasnya.
Yuki duduk di depan meja rias. Para pelayan membantunya untuk mengeringkan dan menyisir rambut Yuki, ketika seorang prajurit masuk ke dalam kamar untuk memberi laporan.
"Pangeran, Putri Yuki, Mohon maaf menganggu. Bangsawan Voldermont dari Garduete ingin bertemu secara pribadi dengan Putri"
Jantung Yuki seolah berhenti berdetak ketika mendengarnya. Apakah telah terjadi sesuatu dengan Pangeran Riana ?.
Dia langsung menatap Pangeran Sera. Meminta jawaban. Memasang wajah acuh seolah semua itu tidak berarti. Yuki tidak tahu apakah bisa membohongi Pangeran Sera atau tidak.
"Dia sahabatmu. Temuilah Dia" Kata Pangeran Sera tenang. "Aku akan mandi dan menunggumu di sini"
Yuki menganggukan kepala. Seorang pelayan memberikan Yuki jubah untuk menutupi gaun tidurnya.
"Antar Putri Yuki ke aula kecil. Biarkan Putri Yuki berbincang dengannya" perintah Pangeran Sera pada prajurit penjaga. Prajurit Penjaga memberi hormat tanda mengerti.
Yuki mengikuti langkahnya. Berjalan keluar kamar tanpa di dampingi pelayan.
__ADS_1
Ketika Yuki masuk ke dalam aula. Bangsawan Voldermont berdiri di balkon memunggunginya. Di bahunya, Yuki seolah bisa melihat beban berat yang menekannya.
Yuki tahu permasalahan dengan Romawa, desas-desus yang mengabarkan Argueda akan ikut dalam pertempuran melawan Garduete dan kekhawatiran karena sekarang Pangeran Riana berada di Argueda, membuat tekanan tersendiri bagi setiap orang Garduete.
Bangsawan Voldermont termasuk salah satunya. Dia tampak frustasi dan lelah.
Gesekan perhiasan ketika Yuki melangkah mendekat membuyarkan lamunan Bangsawan Voldermont. Dia berbalik ketika menyadari kehadiran Yuki. Tatapan matanya seolah berteriak dengan lantang pada Yuki "Mengapa ?!"
"Aku..."
Bangsawan Voldermont langsung memberi kode dengan tangannya, saat Yuki ingin mengucapkan sesuatu. Dia menyuruh Yuki untuk diam. Di tangannya ada Gulf. Dia langsung menekan kode dan menghubungi seseorang.
Yuki hanya diam menunggu.
"Perlihatkan Dia sekarang" pinta Bangsawan Voldermont kepada Bangsawan Asry, ketika panggillannya di angkat.
Yuki memalingkan wajah ketika di dalam Gulf menyorot Pangeran Riana. Dia tertidur terlungkup di atas meja. Di dampingi dengan beberapa botol anggur yang telah kosong. Pangeran Riana tampak kacau. Yuki meremas dadanya dengan kedua tangannya ketika melihat kenyataan itu.
"Kenapa ?. Apa Kau masih punya hati untuk tidak melihatnya yang sekarang ?" Tanya Bangsawan Voldermont dengan lantang. Dia langsung menutup Gulf. Memutuskan panggillannya dan mulai mengkonfrontasi Yuki. "Apa yang terjadi Yuki. Ini seperti bukan dirimu ?"
Yuki memalingkan wajahnya lagi. Air mata seolah meledak akan keluar dari pelupuk matanya. Yuki ingin menahannya, tidak mau menangis di depan Bangsawan Voldermont. Tapi Dia tidak bisa lagi menahan dirinya untuk menangis.
Bangsawan Voldermont menarik Yuki ketika Dia tidak juga menjawab dan terkejut ketika melihat Yuki sudah berurai air mata. Ada kesedihan yang dalam di mata Yuki.
Yuki bisa menahan semuanya di depan Pangeran Riana dengan baik. Menipu Pangeran Riana dengan sikap dinginnya. Berakting dengan sempurna sampai Pangeran Riana menampar wajahnya. Tapi sialnya, Yuki justru tidak bisa menahan perasaannya di depan Bangsawan Voldermont. Dia menangis tergugu.
"Katakan Yuki, jangan menangis" ujar Bangsawan Voldermont lagi. "Semua ini membuatku tidak mengerti. Riana yang sekarat di kirim oleh pasukan Argueda bersama Marsha yang mendampinginya. Dan Kau...Kau langsung memutuskan menikah dengan Sera secara tiba-tiba"
Bangsawan Voldermont terdiam. Sebuah ide terbesit dalam pikirannya. Dia sangat mengenal Sera. Dan juga mengenal Yuki
Dengan cepat Bangsawan Voldermont kembali menarik Yuki. Merengkuh wajah Yuki dengan kedua tangannya. Memaksa Yuki untuk menatap matanya.
"Katakan Yuki, apakah semua ini saling berhubungan ?"
Yuki semakin menangis.
__ADS_1
Bangsawan Voldermont sudah mengerti tanpa Yuki harus menjelaskan. Dia mundur ke belakang dengan sikap tidak percaya. Melepaskan cekalannya pada Yuki.
Sera tahu jika Dia membantu Romawa untuk mengalahkan Garduete, pasti Garduete akan mengalami banyak kerugian dan kekacauan di negerinya. Jadi, Dia memanfaatkan situasi untuk mendesak Yuki. Memaksa Yuki untuk menikah dengan Sera, dengan imbalan Argueda tidak akan ikut campur dengan masalah di antara Romawa dan Garduete.
Dan pernikahan yang tiba-tiba ketika Riana terluka juga merupakan salah satu penyebabnya.
Bangsawan Voldermont mengertakan giginya tampak marah. Dia tidak menduga Sera akan selicik itu hanya untuk mendapatkan Yuki.
Yuki mencekal tangan Bangsawan Voldermont, ketika melihat Bangsawan Voldermont bergerak dengan marah melewatinya. Menghentikan langkah Bangsawan Voldermont.
"Kau akan kemana ?" Tanya Yuki cepat.
"Aku akan mencari Sera"
Yuki terkejut. Dia langsung mengalungkan lengannya kuat di lengan Bangsawan Voldermont untuk mencegahnya pergi.
"Tidak, Aku mohon padamu. Jangan" pinta Yuki panik.
Yuki tidak mau Bangsawan Voldermont mengkronfontasi Pangeran Sera. Dia khawatir hal itu justru akan membahayakan nyawanya dan Pangeran Riana yang sekarang masih ada di Argueda.
"Lepaskan Aku Yuki" ujar Bangsawan Voldermont sambil menyentakan tangannya untuk lepas dari pelukan Yuki.
Yuki semakin erat memeluk Bangsawan Voldermont. Menolak melepaskan lengannya, mencegah Bangsawan Voldermont pergi.
"Demi Aku....jangan lakukan ini. Aku mohon padamu....jangan sia-siakan apa yang telah kulakukan"
Yuki menangis semakin kencang. Lengannya gemetar. Dia tampak ketakutan dan frustasi.
Bangsawan Voldermont terdiam melihat Yuki. Perlahan ketika Dia sudah berhasil mengendalikan diri. Dia mengusap lembut rambut Yuki. Memeluk gadis itu dengan penuh rasa sayang.
__ADS_1