
"Putri Marsha hentikan" Kata Yuki terkejut. Dia tidak menyangka Putri Marsha malah mengungkit masalah lima tahun lalu di keramaian. Kemarahannya telah mengaburkan akal sehatnya.
"Kenapa, Aku benar kan. Kenapa memangnya jika Kau terpaksa menikah dengan Sera untuk menyelamatkan nyawa Riana yang hampir di bunuhnya waktu itu, kenapa memangnya kalau Kau membuat perjanjian dengan Sera agar tidak membunuh Riana dan ikut campur dalam masalah Garduete dengan Romawa. Kenapa memangnya, kenapa ?. Negeri ini tidak pernah memintamu melakukannya, jadi Kenapa Kau harus di anggap sebagai seorang pahlawan"
Yuki terperangah. Tidak menyangka Putri Marsha akan menceritakan kebenaran yang berusaha Dia sembunyikan selama ini dengan lantang.
"Lihat dirimu, bahkan Kau bisa bersikap seolah tidak terjadi apapun pada lelaki yang telah membunuh anakmu"
"Apa maksudmu ?" Tanya Bangsawan Voldermont tidak mengerti.
"Oh...Jadi Dia tidak menceritakan juga padamu mengenai kebenaran lain yang terjadi lima tahun lalu. Kenapa Dia sampai pergi dan menghilang dari Sera ?"
"Hentikan Putri Marsha, cukup hentikan" teriak Yuki kencang.
"Sera adalah dalang di balik semua berita bohong mengenai kandungan Yuki waktu itu, sehingga kerajaan pada akhirnya memutuskan untuk menggugurkan anak dalam kandungannya"
Bangsawan Voldermont tampak menegang. Sementara itu Putri Marsha menatap dengan tatapan puas ke arah Yuki. Yuki mundur dua langkah ke belakang. Semua yang berusaha di sembunyikan, di buka begitu saja oleh Putri Marsha di hadapan semuanya.
"Yuki, apa ini benar ?" Tuntut Bangsawan Voldermont sambil berpaling untuk melihat Yuki.
Yuki hanya diam. Masih memandangi Putri Marsha dengan tatapan tidak berdaya.
"Apa yang Dia katakan apakah memang benar Yuki ?" Tanya Bangsawan Voldermont lagi lebih keras, Dia tampak menahan amarah yang bergejolak di dadanya.
Yuki mengatupkan bibir rapat. Berpaling tidak ingin membalas tatapan Bangsawan Voldermont yang menuntut kebenaran.
Bangsawan Voldermont langsung mencekal bahu Yuki dan memaksa Yuki untuk melihat matanya.
"Jawab Aku Yuki, apakah ini benar ?"
"Jadi itukah yang sebenarnya terjadi ?"
Semua orang berpaling ke sumber suara yang familiar. Raja Bardhana berdiri di dekat Mereka. Dia telah melihat dan mendengar semua permasalahan yang terjadi semenjak tadi.
Tatapan matanya mengandung amarah, dengan dinginnya Dia memandang satu persatu wajah di depannya. Yuki tampak pucat pasi saat melihat kehadiran Raja Bardhana. Tapi Putri Marsha jauh lebih pucat ketimbang Yuki.
__ADS_1
Dia telah sadar dari amarahnya dan terlambat untuk menyadari bahwa Dia telah membongkar rahasia yang seharusnya tidak Dia ucapkan pada siapapun.
"Dan Kau.." tunjuk Raja Bardhana dengan penuh penekanan pada Putri Marsha. "Kau mengetahui semuanya tapi Kau diam saja"
Yuki melepaskan cekalan Bangsawan Voldermont di bahunya dan mencoba berjalan pergi. Tapi Raja Bardhana sudah lebih dulu memberi kode kepada prajuritnya untuk menghalangi Yuki.
Dua buah pedang di silangkan di depan Yuki. Menghentikan langkahnya.
"Tidak ada lagi yang pergi dan berlari dari sini. Panggil Riana, suruh Dia kembali. Aku ingin semuanya berkumpul di aula sekarang juga" perintah Raja Bardhana tegas.
Yuki mondar-mandir di dalam kamar dengan penjagaan yang ketat. Raja Bardhana mengurungnya di dalam kamar yang ada di istana kerajaan Garduete. Dia tampak sangat panik dan cemas.
Sementara itu, Bangsawan Voldermont dan Putri Marsha sudah lebih dulu di bawa ke aula untuk menghadap Raja Bardhana. Dan Pangeran Riana sedang dalam perjalanan pulang ke istana.
Yuki merasakan tangannya gemetaran. Dia sangat ketakutan. Perasaannya tidak tenang memikirkan Pangeran Riana akan mengetahui kebenarannya. Lalu bagaimana Dia akan menjelaskan kepada Pangeran Sera mengenai kehamilannya.
Tidak boleh begini. Yuki harus segera pergi dari istana kerajaan sebelum Pangeran Riana kembali dan mengetahui kebenarannya. Dia harus segera pergi meninggalkan istana kerajaan sekarang juga.
Yuki menarik nafas beberapa kali untuk menenangkan diri. Kemudian setelah cukup tenang. Yuki melihat ke sekeliling kamar, untuk menemukan cara agar bisa kabur dari istana kerajaan Garduete.
Yuki berjalan ke balkon. Kamar ini terletak di lantai dua. Dalam kondisi hamil muda, akan sangat beresiko jika Dia loncat dari balkon ke bawah. Jadi, Yuki kembali ke dalam kamar dan langsung mengumpulkan sprei, selimut dan gorden untuk diikat memanjang. Dia akan kabur dengan menggunakan tali yang Dia buat sekarang.
Yuki membuat tali dengan cepat. Setelahnya Dia mengikat pada tiang di balkon kamar. Setelah memastikan ikatannya cukup aman di gunakan. Yuki memanjat tali dan turun ke bawah. Dia melakukannya dengan sangat hati-hati.
Ketika akhirnya Dia berhasil mendarat di atas tanah dengan sempurna. Dia merasa lega. Tidak ada yang mengetahui jika Yuki berhasil kabur dari dalam kamar. Sekarang tinggal memikirkan bagaimana caranya supaya Yuki dapat kabur dengan aman dari Istana kerajaan Garduete. Dia tidak punya banyak waktu, Raja Bardhana pasti akan menutup seluruh istana kerajaan Garduete dan ibukota jika mengetahui Yuki kabur. Sebelum itu terjadi, Yuki sudah harus bisa meninggalkan ibukota. Yuki bergegas berlari menuju taman, untuk bisa pergi keluar istana kerajaan melalui pintu belakang.
Dia sudah tidak bisa memikirkan cara lainnya.
"Putri Yuki" saat berada di taman tengah, Yuki membatu ketika terdengar teriakan nyaring dari Bangsawan Asry yang memanggil namanya.
Bangsawan Asry menjulurkan badannya keluar jendela, saat ini Dia berada di aula istana untuk mendengarkan permasalahannya sebagai penasehat Pangeran Riana. Bangsawan Voldermont yang duduk di kursi pesakitan langsung melompat untuk melihat Yuki melalui jendela yang sama.
__ADS_1
Sial, Aku ketahuan.
"Yukii !!" Bangsawan Voldermont langsung membuka lebar jendela, dan dengan cepat langsung melompat dari jendela lantai dua ke bawah dengan gerakan terlatih.
Yuki kembali berlari dengan kencang.
"Cepat kejar Putri Yuki" perintah Raja Bardhana nyaring dari singasanannya.
Para Prajurit bergegas pergi untuk membantu Bangsawan Voldermont mengejar Yuki.
Yuki berlari sekuat tenaga. Melupakan semua rasa sakitnya.
Ketika sampai di gerbang belakang. Tempat gerobak sayur dan lainnya, biasanya datang untuk meletakan pesanan dari dapur istana kerajaan. Yuki terkejut, ketika malah melihat Pangeran Riana dan Bangsawan Xasfir baru saja turun dari kudanya. Sementara itu, Dua orang prajurit kerajaan Garduete memegangi tali kengkang kudanya untuk membawa Mereka pergi.
Bagaimana ini ?.
Yuki melihat sekeliling dengan panik. Pangeran Riana dan yang lain belum menyadari keberadaan Yuki.
Aku harus menemukan sesuatu untuk pergi. Pikirkan carannya.
Pandangan Yuki tertuju pada seekor kuda yang di tinggalkan prajurit kerajaan Garduete di dekat kereta kuda. Sepertinya kuda itu baru saja di gunakan untuk membawa susu ke dalam dapur istana kerajaan Garduete. Yuki mendekati kuda itu dan langsung melepaskan tali kengkangnya.
Sementara itu Bangsawan Voldermont berhasil menyusul Yuki.
"Yuki...!!" Bangsawan Voldermont mencekal tangan Yuki untuk menahan Yuki. Yuki langsung mengepalkan tangannya yang bebas. Mengikuti semua intruksi yang pernah di berikan Lekky saat melatihnya berkelahi. Dengan kekuatan penuh, Yuki menghantamkan tinjunya ke wajah Bangsawan Voldermont sampai Bangsawan Voldermont jatuh ke belakang. Pegangan tangannya terlepas.
Yuki tanpa menoleh, langsung menaiki kuda dengan cepat dan memacunya pergi keluar dari istana kerajaan Garduete. Melewati Pangeran Riana dan Bangsawan Xasfir yang masih belum mengetahui duduk permasalahannya.
visual Bangsawan Voldermont
__ADS_1