
"Rahasia apa ?" Tanya Bangsawan Voldermont membuat Yuki mengerjap. Mulutnya nyaris membuka untuk memprotes tapi Dia urung melakukannya.
Sementara itu pandangannya terus menangkap sosok Pangeran Riana dan Bangsawan Voldermont yang silih berganti.
"Kau sudah berjanji padaku. Kau akan menyimpannya rapat dan tidak akan memberitahu siapapun terutama Pangeran Riana"
"Kenapa Dia tidak boleh tahu ?"
Yuki menggelengkan kepala dengan wajah cemas. "Dia tidak boleh mengetahuinya. Kita tahu bagaimana sifatnya. Jika Dia mengetahui kebenaran yang terjadi, Dia akan sangat marah dan akan mengacaukan semuanya"
"Katakan Yuki. Rahasia apa yang Kalian sembunyikan itu ?"
Yuki menggelengkan kepalanya. Dia semakin aneh. Sesaat Dia melihat Bangsawan Voldermont yang berdiri di depannya. Sekarang Dia melihat Pangeran Riana.
Yuki seperti merasa tidak bisa membedakan mana yang Realita dan mana yang khayalan. Dia sudah terlalu mabuk.
"Katakan !!" Perintah Pangeran Riana lebih tegas sambil menggoyangkan bahu Yuki. Yuki menolak dan langsung menepis tangan Pangeran Riana keras.
"Pergilah..sampai matipun Aku tidak akan mengatakan apa-apa padamu" tolak Yuki merancau.
Yuki menghela nafas. Merebahkan kepalanya di atas bantal dan memejamkan matanya. Rasanya seperti baru saja turun dari atas perahu setelah seminggu lebih berlayar di atas laut.
Ketika Yuki membuka matanya sebentar, Pangeran Riana terlihat berjalan meninggalkan kamar. Punggungnya tegak. Sebuah keputusan baru saja di buatnya.
Pangeran Riana sedang duduk bersandar di sofa yang ada di ruang kerjanya. Seorang Prajurit Rahasia berdiri di dekatnya dengan tenang. Dia telah memberikan laporan yang di minta Pangeran Riana untuk di selidiki secara diam-diam.
Lekky Darmount adalah anak pertama dari Perdana Menteri Olwrendho. Bukan Yuki, seperti yang selama ini di kira banyak orang. Dia sengaja menyembunyikan masalah ini karena tidak ingin Garduete memanfaatkan situasi saat Lekky membuat masalah dengan kerajaan Argueda.
Pangeran Riana tidak terlalu perduli dengan masalah Lekky. Yang Dia perdulikan adalah kebenaran bahwa Lekky dan Yuki adalah saudara kandung beda Ibu. Sejak kapan Yuki mengetahui masalah ini ?.
Yuki memutuskan untuk mengikuti Lekky dan meninggalkan kemewahan dan status sosialnya. Dia tidak mungkin pergi begitu saja jika tidak memiliki alasan yang kuat untuk meninggalkan Sera. Tapi apa itu ? Apa hubungannya dengan rahasia yang Yuki dan Voldermont sembunyikan. Rahasia yang jelas sekali melibatkan Marsha di dalamnya.
"Hamba sudah menyelidiki masalah di kapal lima tahun lalu, Tapi Kerajaan Argueda menutup rapat kejadian itu. Semua pelayan tidak ada yang berani membuka mulutnya"
"Tetap cari tahu apa yang terjadi" perintah Pangeran Riana dingin.
__ADS_1
"Baik Pangeran"
Prajurit rahasia itu kemudian berlalu pergi dengan cepat. Tanpa di ketahui orang lain.
Hari ini cukup cerah. Matahari bersinar hangat. Seharusnya hari ini bisa digunakan Yuki untuk bersantai. Tapi Lekky tiba-tiba datang dan memaksanya untuk berlatih. Menurutnya Yuki harus bisa menjaga dirinya sendiri. Karena sebentar lagi Mereka harus berpisah karena akan menjalankan tugas Mereka masing-masing dari Pendeta Suci. Jadi Yuki harus banyak berlatih jika ada orang yang berusaha mencelakakannya.
Selain itu di pertempuran nanti, Yuki tidak boleh mengandalkan siapapun untuk melindunginya. Dia harus bisa menjaga dirinya sampai bisa melepaskan segel suci dan menyelamatkan nyawa orang. Sebelum itu, Yuki tidak boleh sampai terbunuh.
Yuki berdiri dengan posisi siap. Memasang kuda-kuda sambil menatap lawan di depannya untuk memperhitungkan serangan.
Yuki bergerak maju. Melayangkan tinjunya pada Lekky. Beberapa Prajurit yang ada di dekat Mereka, menonton dengan penasaran.
Serangan demi serangan terus di lancarkan Yuki. Namun Lekky selalu dapat mengatasinya dengan baik. Ada lebam di wajah Yuki akibat benturan yang terjadi saat Dia berlatih. Lekky memang tidak pernah setengah-setengah dalam bertindak.
Yuki merangsek maju. Mencoba menyerang sisi kiri Lekky. Namun tindakannya itu, justru membuatnya menjadi bulan-bulanan Lekky. Lekky berkelit dan langsung memegang pergelangan tangan Yuki dengan satu tangannya. Menariknya ke belakang. Sementara satu tangan yang lain menusukkan jarinya ke leher Yuki.
"Aaaaa" teriak Yuki nyaring dengan wajah kesakitan.
"Terlalu lemah" kata Lekky tersenyum di belakang Yuki.
"Bukan Aku yang terlalu lemah. Tapi Kau yang tidak mau mengalah pada wanita" protes Yuki kencang sambil menghentakkan kedua kakinya ke tanah untuk membebaskan diri dari pitingan Lekky.
Yuki merengut. Lekky melepaskan cekalannya. Yuki langsung mengibaskan tangannya yang seolah mati rasa.
"Untuk apa Dia berlatih seperti itu ?" Bangsawan Voldermont datang mendekat bersama Teman-temannya.
Dia mengulurkan tangan untuk memeriksa lebam di wajah Yuki dan tampak tidak suka ketika melihatnya. Bangsawan Xasfir melihat Lekky dengan pandangan penasaran. Dia sangat ingin menjajal kemampuan Lekky. Yuki dapat melihat dengan jelas keinginannya dan berharap Bangsawan Xasfir tidak melakukannya.
"Tidak apa-apa Bangsawan Voldermont. Lekky benar. Aku harus bisa menjaga diriku sendiri jika terjadi situasi yang darurat" ujar Yuki menengahi.
"Ini" Lekky menyodorkan salep di tangannya. Yuki langsung berjengit mundur dengan wajah tersiksa.
Salep yang di pegang Lekky sangat manjur untuk menyembuhkan luka. Tapi Dia juga sangat perih jika dioleskan ke atas luka. Rasanya seperti luka basah yang di tetesi alkohol di atasnya.
"Tidak usah, hanya luka ringan. Biarkan saja" kilah Yuki menolak.
Lekky kembali menyodorkan ke arah Yuki dengan setengah memaksa Yuki. "Pakai sekarang"
__ADS_1
"Tidak mau"
"Benar, tidak mau"
"Iya"
"Kalau begitu apa boleh buat" Lekky langsung melingkarkan tangannya untuk mengurung Yuki. Yuki berusaha melawan. Tapi kedua tangannya di cekal Lekky dengan kuat.
"Apa-apaan Kau, beraninya dengan perempuan. Dimana harga dirimu sebagai bagian keluarga Darmount"
Yuki meringis saat salep di oleskan ke wajahnya. Air matanya sampai keluar saking perihnya.
"Aku membencimu Lekky" Kata Yuki meraung ketika Lekky akhirnya melepaskannya.
"Sekarang sudah waktunya makan siang. Sudah-sudah...Ayo Kita makan siang bersama"
Ajak Bangsawan Voldermont mencoba melerai pertengkaran Yuki dan Lekky.
Akhirnya Mereka makan siang bersama. Di luar tiba-tiba hujan turun cukup deras di sertai angin yang menderu kencang. Mereka duduk melingkar di sebuah meja yang penuh dengan hidangan lezat.
Putri Marsha duduk di samping Pangeran Riana. Dengan telaten Dia meladeni Pangeran Riana. Terlihat jelas Putri Marsha sangat mencintai Pangeran Riana. Bahkan Dia akan rela melakukan apa saja untuk mendapatkan hati Pangeran Riana.
Namun Pangeran Riana sama sekali tidak melihat cinta Putri Marsha. Dia membiarkan Putri Marsha berada di dekatnya namun tidak mau menyambut cinta yang di berikan Putri Marsha padanya.
Yuki duduk di antara Lekky dan Bangsawan Voldermont. Lekky lebih memilih makan yang tidak terlalu banyak lemak dan minyak. Dia cenderung ketat dengan apa yang di makan dan sangat menjaga bentuk tubuhnya.
Terdengar suara Gulf. Beberapa orang refleks langsung meraba kantung Mereka masing-masing. Yuki juga melakukannya dan menyadari Gulfnya lah yang berbunyi.
Dia merogoh kantung bajunya dan mengeluarkan Gulf dari dalam.
Namun...
Yuki tertegun saat melihat siapa yang menghubunginya. Itu adalah Pangeran Sera.
__ADS_1