
Perjalanan Mereka kali ini dengan membawa kemenangan. Ketika Mereka tiba di perbatasan wilayah Rasyamsah dan Argueda, Penduduk Argueda tampak antusias untuk menyambut kepulangan Pangeran Sera dan pasukannya yang datang dengan membawa panji kemenangan di tangan.
Taburan bunga dan genderang penyambutan memenuhi sepanjang jalan yang di lalui iring-iringan Pangeran Sera.
Saat Mereka tiba di Kota Jalastra, yaitu kota besar yang berada di lingkup negeri Argueda. Pangeran Sera mengajak Yuki untuk bermalam dua tiga malam di sebuah penginapan mewah yang ada di kota itu. Sambil beristirahat sejenak melepas lelah karena jauhnya perjalanan yang telah Mereka tempuh.
Yuki sangat senang ketika Pangeran Sera mengajaknya untuk berkeliling dengan menyamar sebagai rakyat biasa. Mereka menikmati beberapa tempat indah di Kota Jalastra. Mencoba kuliner yang membuat Yuki menambah beberapa kilo lemak di bagian tubuhnya dalam sekejap.
Awalnya, Yuki sangat heran karena Pangeran Sera tiba-tiba memutuskan untuk menunda perjalanannya kembali ke Argueda secara mendadak, dan mengajak Yuki untuk menginap di penginapan bukan di istana kecil yang letaknya tak jauh dari kota. Tapi Pangeran Sera mengatakan Dia ingin sesekali berganti suasana dan beristirahat sedikit jauh dari istana barang sejenak.
Yuki berpikir, mungkin Pangeran Sera memang sangat lelah dengan segala urusan mengenai rencana penyatuan kedua negeri dan pemindahan ibukota utama setelah kedua negeri itu bersatu.
Pangeran Sera memang sangat sibuk setelah peperangan itu hingga nyaris tidak dapat beristirahat dengan baik. Bahkan terkadang Pangeran Sera baru bisa makan ketika jam makan telah lama usai.
Jadi Yuki tidak banyak bertanya lagi ketika Pangeran Sera menjelaskan alasannya kenapa ingin menginap di sebuah penginapan bukan di istana kecil.
Malam harinya, Yuki sangat lelah setelah seharian bermain bersama Pangeran Sera di kota. Dia langsung jatuh tertidur begitu kepalanya menyentuh bantal.
Yuki harus berhati-hati sekarang. Sebelumnya, Pangeran Sera pernah meminta Yuki untuk melanjutkan kembali kebersamaan yang sempat terputus di atap istana Rasyamsah, Yuki sedang berhalangan. Sehingga Yuki mempunyai alasan yang dapat di terima oleh Pangeran Sera.
Tapi sekarang, Dia sudah selesai menstruasi. Yuki berharap, Pangeran Sera terlalu lelah untuk memikirkan masalah itu. Yuki masih belum siap untuk berhubungan lebih dengan Pangeran Sera tapi Dia tidak tahu bagaimana menolaknya.
Yuki terbangun ketika hawa dingin masuk ke dalam kamar, terdengar derit pintu yang terbuka dan kemudian tertutup perlahan. Suaranya membuat Yuki membuka mata dengan malas dan berbalik untuk melihat apa yang terjadi.
__ADS_1
Tapi Yuki tidak menemukan siapapun. Termasuk keberadaan Pangeran Sera yang sebelumnya tidur di samping Yuki.
Jadi suara pintu tadi pasti dari Pangeran Sera yang keluar kamar. Yuki beringsut duduk di atas tempat tidur dengan rasa kantuk yang luar biasa. Dia melihat ke jendela kamar, yang ketika siang hari memperlihatkan pemandangan yang sangat indah. Pantai dengan bangunan rumah yang di cat berwarna warni di sekitarnya. Menunjukan keceriaan yang menawan dari para penduduk sekitar.
Tapi sekarang pemandangan itu tidak terlihat karena hari masih larut malam.
Pangeran Sera mengatakan saat Mereka makan malam tadi, Dia tidak memiliki pertemuan atau rapat dengan siapapun karena besok Mereka akan melakukan perjalan ke Argueda kembali. Jadi kemana Pangeran Sera selarut ini ?.
Yuki tidak bisa tidur lagi. Dia sangat lapar. Perutnya keroncongan.
Rasa kantuknya menghilang karena perutnya yang kosong.
Yuki ingat Dia hanya makan sedikit keripik saat makan malam karena Yuki merasa satu hari sebelumnya sudah terlalu banyak makan makanan berlemak. Jadi hari ini Dia sengaja mengurangi porsi makannya. Tapi sekarang, Dia justru merasa lapar sampai tidak bisa tidur.
"Aku akan menyusul Pangeran Sera. Dia pasti belum jauh dari sini" bisik Yuki pada dirinya sendiri.
Ketika keluar kamar. Yuki melihat sekelebat sosok Pangeran Sera di ujung lorong dekat dengan ruang makan.
Mungkin Pangeran Sera juga lapar dan pergi untuk mencari makanan.
Yuki urung untuk memanggil Pangeran Sera dan memutuskan mengikuti Pangeran Sera dari belakang.
Awalnya Yuki mengira, Pangeran Sera akan masuk ke dalam ruang makan. Tapi ternyata Yuki salah. Pangeran Sera yang masih belum menyadari kehadiran Yuki, terus saja berjalan melewati ruang makan. Membuat Yuki keheranan.
Mau kemana Pangeran Sera ?
__ADS_1
Akhirnya, Yuki terus mengikuti Pangeran Sera. Tidak ada orang lain di sekitar Mereka. Semua sudah terlelap dalam mimpinya sendiri. Ketika berada di taman belakang yang jauh dari bangunan dan sedikit cahaya. Pangeran Sera berhenti.
Untuk apa Pangeran Sera di sini ?.
Yuki semakin kebingungan dengan apa yang terjadi.
Yuki nyaris saja memanggil Pangeran Sera ketika matanya menangkap sosok lain yang muncul di depan Pangeran Sera. Yuki menatap tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Tapi Dia tidak mungkin salah. Sosok itu adalah Putri Marsha.
Kenapa Putri Marsha bisa berada di penginapan ini ?. Dan lagi kenapa Pangeran Sera menemuinya di tengah malam seperti ini saat suasana sepi dan di tempat yang jauh dari pandangan sekitar ?
Berbagai pertanyaan memenuhi kepala Yuki ketika terdengar Pangeran Sera berbicara dengan nada tidak bersahabat pada Putri Marsha yang ada di depannya.
Mereka berdua tidak menyadari kehadiran Yuki yang dapat mendengar jelas pembicaraan Mereka.
"Apa yang ingin Kau bicarakan ?. Bukankah sudah Ku peringatkan untuk tidak menemuiku lagi. Kerjasama Kita sudah berakhir Putri"
"Jadi begini sambutanmu pada Patner kerjamu ?" Tanya Putri Marsha acuh. "Kau harusnya berterimakasih padaku Pangeran. Jika waktu itu Aku tidak muncul tepat waktu, Yuki dan Riana akan kembali bersatu lalu usahamu selama ini akan sia-sia"
Yuki menutup mulutnya tidak percaya. Ternyata Dia telah salah paham kepada Pangeran Riana. Tadinya, Dia menyangka Pangeran Riana membawa Putri Marsha bersamanya ke Rasyamsah. Nyatanya, Putri Marsha sendiri yang pergi untuk menyusul Pangeran Riana di Rasyamsah.
"Kau jangan lupa janjimu untuk memberiku imbalan seribu hektar tanah di daerah barat" ucap Putri Marsha lagi mengingatkan.
"Aku tidak akan lupa. Kau tidak perlu khawatir." Kata Pangeran Sera tidak sabar. "Bukankah Kau sudah mendapatkan Riana ?, Jika Kau menjadi Ratunya seribu tanah itu akan tampak menjadi sesuatu yang kecil bagimu"
Putri Marsha mendesah dengan sedih. "Hati Riana masih sulit untuk di tembus"
__ADS_1
"Itu masalahmu bukan urusanku" jawab Pangeran Sera tidak perduli. "Sebaiknya Kau tidak mengangguku lagi lain kali atau Aku tidak akan bertoleransi terhadapmu"
"Apa Kau takut Yuki mengetahui kerjasama Kita ?" Tanya Putri Marsha sinis sembari memberikan tatapan mencela pada Pangeran Sera di depannya. "Kau sungguh berhati dingin Pangeran. Di depan Yuki, Kau selalu bersikap sebagai seorang pahlawan untuknya. Bersedia menolongnya dengan rendah hati dan siap selalu ada jika Yuki membutuhkanmu. Jika sesungguhnya Yuki tahu bahwa Kau adalah dalang, yang menyebarkan rumor mengenai kehamilan Yuki untuk memisahkan Mereka. Menurutmu, apa yang akan dilakukan Yuki ?"