
"Putri Yuki..." Panggil Kepala Prajurit Gererou dengan nafas tersenggal. Membuat Yuki menghentikan langkahnya. "Pangeran..Dia tidak pernah melupakan Putri sedikitpun"
Yuki memalingkan wajah sesaat untuk melihatnya. Dia tidak mengatakan apapun. Hanya mengatupkan kedua bibirnya rapat.
Kemudian kembali berjalan di dampingi Lekky di dekatnya.
Sebenarnya tanpa di katakan sekalipun..Yuki sudah tahu itu....
Penyamaran Yuki sudah terbongkar. Meskipun Yuki tidak menginginkannya tapi semua sudah terjadi. Yuki mencoba menghibur diri. Setidaknya Dia tidak perlu lagi menyembunyikan diri di balik cadar dan kerudung yang di kenakannya.
Berita hubungan Yuki dengan Lekky semakin santer terdengar. Tapi Yuki bersikap masa bodoh dan tidak ambil pusing dengan berbagai tudingan yang di arahkan padanya.
Yuki terkejut saat malam harinya, setelah kejadian itu Kepala Prajurit Gererou datang mengetuk kamarnya. Dia bersama satu pasukan kecil dan pelayan wanita. Tanpa basa basi pasukan itu masuk ke dalam kamar Yuki dan mengemasi seluruh barang Yuki yang ada di dalam kamar.
"Kalian mau apa ?" Tanya Yuki kebingungan. Dia berdiri di luar dan menanyakan kepada Kepala Prajurit Gererou yang mengawasi dari depan pintu.
"Kami akan memindahkan semua barang Putri ke kamar Pangeran Sera"
"Apa...tidak perlu...Aku.."
"Putri sudah menikah dengan Pangeran Sera. Sudah seharusnya Putri menempati kamar bersama Pangeran. Dan lagi...Kami tidak mungkin membiarkan Putri tinggal di kamar pelayan" potong Kepala Prajurit Gererou dengan berani. Membuat Yuki tidak bisa mengatakan apa-apa.
Semua barang miliknya telah di kemas dengan cepat. Yuki memang tidak terlalu banyak membawa barang bawaan.
"Bawa dan susun di kamar Pangeran Sera" perintah Kepala Prajurit Gererou kepada para prajurit.
"Tunggu...Aku belum memberi izin..." Kata Yuki berusaha mencegah. Tapi Kepala Prajurit Gererou berpaling kepada empat pelayan di dekatnya.
"Tunjukan Putri Yuki kamarnya dan layani Putri dengan baik"
"Baik" Kata Pelayan menjawab perintah "Mari Putri"
Tanpa menunggu lagi. Dua orang pelayan memegang lengan Yuki di masing-masing sisi dan langsung membawa Yuki menuju kamar Pangeran Sera.
__ADS_1
Yuki berusaha memprotes tapi semua tampak mengindahkannya.
Yuki merasakan berat di kepalanya akibat perhiasan yang di pasang oleh Para Pelayan. Meskipun Yuki menolak, tapi Para Pelayan tetap mendadani Yuki. Apalagi hari ini Yuki akan pergi ke istana Raja Garduete untuk kembali menghadap sebagai Yuki yang asli.
Dia memakai baju berwarna putih polos. Terlihat cantik seperti seorang Dewi. Riasannya tipis dan terkesan natural namun membuat kecantikan yang di miliki Yuki jauh lebih menonjol dan unik.
"Putri Kereta sudah siap" lapor Kepala Penjaga Gererou saat Yuki muncul di luar kamar. Yuki melihat satu pasukan tampak bersiap. Dia mengatupkan bibir tidak senang.
"Kepala Penjaga, Kau tahu tujuanku kemari semata adalah memenuhi panggilan Pendeta Suci. Jadi meskipun Aku sudah menikah dengan Pangeran Sera dan setuju untuk berpenampilan seperti ini lagi, tapi bukan berarti Aku setuju untuk kembali menjalani kehidupan kerajaan. Tolong singkirkan semua penjaga itu dan jangan mengikutiku kemana-mana" tegur Yuki terus terang.
Yuki tidak menunggu Kepala Penjaga Gererou bereaksi. Dia langsung berjalan meninggalkan rombongan untuk menemui Lekky di kamarnya.
Yuki akan meminta Lekky mengantarnya ke istana daripada harus datang dengan membawa serombongan pasukan kerajaan Argueda dan kembali menjadi seorang Putri kerajaan.
Di istana kerajaan Garduete. Yuki berdiri seorang diri di tengah aula kerajaan. Di depan banyak orang dan pejabat kerajaan.
Raja Bardhana beberapa kali mengatakan sesuatu yang menyindir Yuki. Pangeran Riana juga ada di sana. Dia diam dan hanya memandangi Yuki dengan wajah datar. Tidak ada yang bisa menebak pikirannya.
Yuki merasa lega ketika Pendeta Suci datang dan membelanya. Pendeta Suci mengatakan kepada semua orang, Dia yang meminta Yuki datang dengan menyamar sebagai Pelayan Pribadi Lekky Darmount. Tidak ada seorangpun di dalam aula kerajaan Garduete yang berani memprotes pernyataan Pendeta Suci. Akhirnya Yuki diizinkan untuk meninggalkan aula istana kerajaan.
Yuki sangat lega. Semua tidak seburuk bayangannya. Dia langsung pulang dengan di antar Curly karena Lekky sudah lebih dulu pergi ke sekolah.
Sesampainya di sekolah, Yuki menghampiri Lekky yang berada di lapangan sekolah. Sebentar lagi hari Raya Jabaran atau hari raya kasih sayang.
Seminggu sebelum hari raya Jabaran, seorang wanita yang telah memiliki kekasih atau suami akan berpuasa tidak makan dan minum kecuali nasi dan air putih sampai hari perayaan datang. Mereka dapat memohon dan berdoa untuk keselamatan pasangannya.
Dan tepat di hari rayanya nanti, setiap orang dapat bertukar gelang tali untuk menunjukan kasih sayangnya pada orang lain. Baik itu pasangan, teman atau saudaranya.
Yuki telah membuat beberapa gelang tali di waktu senggangnya.
__ADS_1
"Kau tidak harus melakukannya. Bukankah selama ini Kau sudah berhasil menjadi istri yang tidak baik untuknya" seloroh Lekky ketika Yuki meletakan piring berisi lauk makan siang ke depannya. Dan Yuki sendiri hanya memakan nasi dan air putih untuk makan siangnya.
Yuki memang berniat berpuasa untuk mendoakan keselamatan Pangeran Sera.
"Meski Aku banyak berbuat jahat padanya. Nyatanya Dia tidak menceraikanku. Kami masih sah dalam ikatan pernikahan. Aku pikir, kapan lagi Aku bisa berbakti padanya ?" Balas Yuki tidak mau kalah.
Mereka makan siang bersama di bawah sebuah pohon.
Beberapa orang di lapangan sedang mempersiapkan hiasan dan segala sesuatu untuk merayakan perayaan Jabaran nanti. Sebenarnya, kerajaan Garduete tidak ingin mengadakan perayaan jabaran mengingat kondisi yang sedang terjadi akhir-akhir ini. Namun Lekky memaksa untuk tetap mengadakan perayaan itu.
Bukan Lekky namanya jika keinginannya tidak terpenuhi.
Lekky sendiri yang mengatur semua persiapan. Yuki bersyukur Lekky memiliki kesibukan, meskipun pada akhirnya Yuki terpaksa memenuhi keinginan Lekky untuk menjadi patnernya di perayaan Jabaran nanti. Yang penting setidaknya Lekky tidak melakukan sesuatu yang membahayakan nyawanya.
Lekky selesai makan siang dan kembali sibuk mengatur persiapan perayaan. Dia sangat suka pesta dan keramaian. Apa yang di rencanakan Lekky nanti bukanlah sesuatu yang biasa. Dia sudah hafal dengan baik antusias dari Kakaknya itu.
Yuki melihat dua orang prajurit Argueda sedang mengawasi keberadaan Yuki dari jauh. Kepala Prajurit Gererou jauh lebih berani daripada yang Yuki duga. Selain nekat memindahkan semua barang Yuki ke dalam kamar meski Yuki tidak menyetujui. Dia bahkan tetap memberikan Yuki pengawal yang menjaganya meskipun Yuki sudah memperingatkannya.
Seolah hampir mati di tangan Curly bukanlah sesuatu yang besar untuk Kepala Penjaga Gererou.
Sikapnya yang pantang menyerah dan tidak mengenal takut inilah yang mungkin membuat Pangeran Sera memilih Kepala Penjaga Gererou untuk mendampinginya secara pribadi.
Mungkin juga karena sikapnya itu membuatnya mampu menempatkan diri di jajaran tertinggi kemiliteran kerajaan Argueda.
"Setelah ini apa rencanamu ?" Tanya Yuki kepada Lekky yang masih berdiri mengawasi para pekerja di lapangan.
"Aku akan ke kota untuk berbelanja di sana"
"Aku ikut ya ?" Tanya Yuki senang.
"Ya..."
__ADS_1