Morning Dew

Morning Dew
178


__ADS_3

"Di dunia ini, ada satu tempat yang di percaya sebagai pusat dunia, tempat di mana alur kehidupan di jaga pada tempatnya, yaitu Kuil Suci. Selain menjaga kestabilan dunia dan dimensinya, Mereka juga menjaga jika terjadi gangguan akibat penyalahgunaan sihir hitam yang melampaui batas, dan kutukan yang berpotensi menimbulkan kerusakan besar pada dunia" jelas Pangeran Sera sesaat. "Semua negari di dunia ini, di bawah pengawasan Kuil suci, yang di jaga oleh seorang pendeta suci pilihan para dewa"


"Jika memang begitu, Aku tidak perlu terlalu khawatir" Kata Yuki perlahan.


"Jadi bagaimana Kau bisa memperoleh informasi mengenai Magitha ?. Informasi apa saja yang Kau dapatkan Yuki. Kau bilang, Kau bisa melihat kematian orang-orang terdekatmu melalui mimpi, apakah..Magitha dan Ibu.." Pangeran Sera tidak dapat melanjutkan kata-katanya, tubuhnya bergetar sesaat. 


Yuki menggoyangkan lengan Pangeran Sera kencang, meminta Pangeran Sera untuk tetap fokus padanya. 


"Tidak..lihatlah Aku" pinta Yuki cepat. Dia merengkuh wajah Pangeran Sera dengan kedua tangannya. Meminta Pangeran Sera untuk membalas tatapan Yuki, agar Pangeran Sera dapat melihat dengan jelas kejujuran yang di ungkapkan Yuki. "Putri Magitha dan Ratu Warda masih hidup. Karena itulah Aku memutuskan untuk segera kembali setelah mendapat pesan dari Putri Magitha. Pangeran Aku mohon tenanglah, saat ini Mereka dalam keadaan baik-baik saja. Tetapi Kita harus segera menyelamatkannya dan membawa Mereka kembali"


Pangeran Sera mulai tenang mendengar perkataan Yuki. 


"Jadi di mana Mereka sekarang berada Yuki ?"


"Putri Magitha dan Ratu Warda berada di Rasyamsah. Mereka selama ini di tawan dan di sembunyikan oleh Raja Trandem Jalbar di dalam istananya"


"Rasyamsah" Pangeran Sera terkejut mendengar perkataan Yuki. "Bagaimana mungkin, Negeri itu sangat jauh letaknya dari lokasi menghilangnya Ratu dan Magitha. Bagaimana bisa Mereka berada di sana"


"Putri Magitha tidak menceritakan secara rinci padaku. Kami hanya bertemu dalam waktu yang cukup singkat" jelas Yuki dengan nada menyesal. "Tapi Negeri Rasyamsah sampai sekarang belum mengeluarkan tuntutan. Aku pikir tujuannya sangat jelas, Mereka ingin mengacaukan Negeri Argueda dan memanfaatkan situasi menghilangnya Ratu Warda dan Putri Magitha untuk mengambil keuntungan dari negeri Argueda"


"Kau benar Yuki, hari ini tepat sebulan Mereka menghilang tanpa jejak. Aku sudah menyelusuri setiap jengkal tanah Argueda, tapi tidak menemukan petunjuk sama sekali. Bahkan pencarian melebar sampai ke negeri Garduete, karena ada kemungkinan Mwreka terlibat atas menghilangnya Magitha dan Ibu. Ternyata Aku salah"

__ADS_1


Penjelasan Pangeran Sera membenarkan kecurigaan Yuki.


Yuki sudah menduga, melihat begitu banyak Prajurit Argueda yang berada di wilayah Garduete adalah karena Pangeran Sera berpikir, Negeri Garduete mencoba membalas dendam dengan menculik Ratu Warda dan Putri Magitha, karena sebelumnya Pangeran Sera pernah menculik dan membawa calon ratu Garduete ke negerinya. 


Tapi Yuki sama sekali tidak percaya, Pangeran Riana akan sekejam itu sampai memanfaatkan orang yang sedang sakit 


Meskipun Pangeran Riana terkenal sangat dingin dan tidak bersahabat. Tapi Pangeran Riana masih punya harga diri, untuk tidak melukai orang lain dengan cara yang licik.


"Ibu dan Magitha berada di Rasyamsah" Kata Pangeran Sera lagi masih tidak percaya. "Tempat itu sangat jauh dari sini. Apalagi sekarang, kondisi di dalam negeri Rasyamsah sedang kacau balau. Aku tidak menyangka Trandem masih bisa memikirkan cara licik seperti itu di tengah kekacauan yang terjadi. Negeri Argueda adalah sekutunya sendiri, tapi sekarang Mereka justru berani menculik Ibu Ratu dan Magitha"


Pangeran Sera tampak marah memikirkan kenyataan yang terjadi. "Kami sudah banyak membantu Negeri Rasyamsah, tapi Mereka malah menusuk Kami dari belakang"


"Yang terpenting sekarang, Kita harus memikirkan cara untuk menyelamatkan Ratu Dan Putri Magitha terlebih dahulu. Sebelum terlambat" 


Yuki memalingkan wajah, tampak kebingungan. Dia tidak tahu apakah Dia bisa mengatakannya. Yuki khawatir Pangeran Sera akan lepas kontrol begitu mendengarnya. Tapi jika sampai terjadi sesuatu dengan Putri Magitha, Yuki pasti tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.


"Katakan Yuki, Aku mohon padamu. Apakah itu sesuatu yang buruk ?" Bujuk Pangeran Sera lagi. Seolah mengerti keraguan dalam hati Yuki. Yuki menggigit bibir bawahnya. Masih bergulat dengan pikirannya. Bayangan Putri Magitha dan Ratu Warda di dalam mimpinya, selalu menghantui Yuki setiap harinya. Dia tidak bisa mengabaikan fakta itu.


"Raja Trandem berniat untuk menjadikan Putri Magitha sebagai salah satu selirnya, untuk mendapatkan keturunan dari Putri Magitha"


Sedetik Yuki selesai mengucapkannya. Wajah Pangeran Sera langsung mengeras. Kedua tangannya mengepal sampai buku-buku jarinya terlihat jelas.

__ADS_1


Pangeran Sera berdiri dari posisinya dengan marah. Yuki langsung menahan Pangeran Sera kuat, mencoba kembali menenangkan Pangeran Sera. Yuki tahu Pangeran Sera sangat menyayangi Putri Magitha. Dia mengerti bagaimana perasaan Pangeran Sera ketika mendengar berita ini.


"Pangeran tenanglah, emosi tidak akan membawa hasil yang baik" bujuk Yuki lembut. Kedua tangannya meraih lengan Pangeran Sera dan mendekapnya kuat.  "Sekarang Kita harus menenangkan pikiran agar dapat memecahkan masalah ini"


Pangeran Sera menghela nafas. Dia mampu mengendalikan emosinya dengan cepat. "Kau benar Yuki. Kita harus tenang memikirkan masalah ini. Sekarang, Aku akan membawamu ke istana Ayah. Dia juga harus mendengar mengenai masalah ini. Apa Kau siap ?"


Yuki menganggukan kepala tanpa keraguan.


 


Yuki langsung mengganti pakaiannya dengan bantuan dari dua orang pelayan. Yuki sengaja meminta Mereka untuk tidak mengenakan banyak perhiasan. Menurut Yuki, Dia datang ke sana untuk melapor mengenai masalah Putri Magitha dan Ratu Warda, bukan untuk datang ke sebuah acara jamuan kerajaan. Jadi Yuki tidak mau terlalu mencolok dengan penampilannya, sangat tidak sopan berpenampilan terlalu meriah. 


Untaian mutiara di sematkan di rambut Yuki. Hiasan rambut yang khusus di berikan Pangeran Sera untuknya. Hiasan rambut yang memiliki arti penting bagi kerajaan Argueda. 


Setelah cukup yakin dandananya sudah pas dan tidak akan membuat malu Pangeran Sera. Yuki berjalan meninggalkan kamar, menuju halaman depan tempat Pangeran Sera menunggu di dekat Kereta Kuda.


Saat Yuki datang, Pangeran Sera sedang berbicara cukup serius kepada tiga orang yang menjadi kepercayaannya. Pangeran Sera memberikan instruksi. Sementara, ketiga orang di depan Pangeran Sera mendengarkan dengan perhatian penuh.


Dari percakapan yang di dengar Yuki. Pangeran Sera telah menurunkan perintah penyelidikan. Yuki bersyukur Pangeran Sera mau mendengarkan ceritanya. Dia bahkan merespon dengan cepat informasi dari Yuki.


Yuki merasa lega dalam hatinya. Karena semakin cepat Pangeran Sera membuktikan kebenaran dari apa yang di ucapkan Yuki, semakin besar kemungkinan Putri Magitha dan Ratu Warda akan selamat.

__ADS_1


Yuki naik kereta Bersama dengan Pangeran Sera dan Pendeta Naru. Selama di perjalanan, semua orang terdiam dalam pikirannya masing-masing. 


Di luar, salju kembali turun dengan derasnya. Yuki merapatkan mantelnya. Sedikit menggigil. Lutut Yuki seolah membeku. 


__ADS_2