
Lekky mengumpat. Dia bergerak mundur ketika Yuki akan menyerangnya lagi. Bangsawan Xasfir sampai melotot tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
Lekky berhasil menangkap kedua tangan Yuki. Menahan Yuki agar tidak lagi menyerang Lekky.
"Kau jangan mengada-ada. Apa maksudmu dengan ini ?" Tanya Yuki di depan Lekky sambil menunjukan delapan jarinya. "Mana mungkin sebanyak itu ?"
"Kau sudah mengakuinya padahal Aku belum menghitung semua sampai selesai" kata Lekky kembali berkelit ketika Yuki kembali akan memukulnya.
"Tidak mungkin sebanyak itu" sergah Yuki kesal.
"Apa perlu Aku sebutkan nama Mereka satu persatu agar Kau percaya ?" Tantang Lekky penuh percaya diri.
"Tidak mau" tolak Yuki cepat.
Lekky tertawa mengejek. "Kenapa, Kau takut jika tahu ternyata banyak sekali korbanmu bukan ?"
"Tutup mulutmu, katakan saja jika Kau cemburu padaku. Iya kan. Jika bukan karena Aku adalah adikmu. Kau pasti sudah jatuh cinta padaku. Kau kan sama seperti Ayah. Mempunyai selera aneh terhadap wanita yang bukan seratus persen manusia" seloroh Yuki asal.
Lekky tertawa geli ketika mendengar kemarahan Yuki.
"Adik ?"
Yuki terdiam dan menyadari kesalahannya. Dia kelepasan bicara di tempat yang tidak seharusnya. Bangsawan Voldermont menatap Yuki dan Lekky bergantian untuk menuntut jawaban.
"Bukan urusanmu" jawab Lekky acuh sambil mendudukkan kembali Yuki dengan paksa ke kursinya. Dan menarik jari Yuki agar turun satu lagi.
Sekarang hanya Yuki pemain yang telah kehilangan tiga jarinya.
Botol kembali di putar. Dan berhenti mengarah pada Lekky. Lekky tersenyum lebar. Dia memalingkan badannya ke arah Yuki yang berwajah masam. Dengan gaya di buat-buat Lekky tampak kesusahan.
Yuki tahu Lekky akan melakukan sesuatu untuk mengerjainya. Dia mengambil gelas berisi air putih di depannya dan langsung meminumnya. Bersiap dengan serangan yang akan di lakukan Lekky.
"Siapa yang mempunyai nama mantan yang berawalan huruf R dan sebutkan jika memang ada ?"
Yuki mengernyit menatap Lekky. Sementara Putri Marsha bereaksi cukup keras dengan pertanyaan Lekky. Dia seperti ingin menggoda semua orang yang ada di ruangan.
Sifat iseng Lekky keluar di saat yang tidak tepat dan menyusahkan Yuki.
"Kau bisa menurunkan jarimu dan menyebutkan namanya" ujar Lekky lagi pada Yuki yang masih memandangnya dengan sorot jengkel.
Tapi Yuki tidak mau kalah dengan keusilan Lekky. Jadi Dia menurunkan tangannya dan dengan wajah datar memandang Lekky. "Tentu saja, Aku punya Raymond untuk kusebut"
Raymond adalah mantan pacar sekaligus cinta pertama Yuki ketika Dia masih berada dj dunianya yang lama.
__ADS_1
Lekky pernah sekali memperlihatkan Raymond pada Yuki melalui kolam keajaiban di dunia peri dan terkejut ketika melihat perubahan yang di alami Raymond.
Hidupnya jauh berbeda dengan yang di pikirkan Yuki. Entah bagaimana, alih-alih menjadi seorang dokter, Raymond justru memilih hidup sebagai seorang Tentara di garis depan dalam setiap misi berbahaya.
"Tapi Dia tidak ada di dunia ini" protes Lekky tidak puas.
"Seingatku Kau tidak menyebutkan apakah harus berasal dari dunia ini atau tidak" kilah Yuki tidak mau kalah.
"Sial. Aku lupa dengan pacar pertama yang Kau sayang itu" gerutu Lekky kesal.
Yuki tersenyum. "Kalian berdua turunkan jari kalian. Jangan membodohiku juga" ujar Yuki pada Bangsawan Voldermont dan Lekky. Dia kembali mengulurkan tangan untuk memutar botol di depannya.
Sayangnya botol itu justru berhenti berputar di depan Putri Marsha.
Putri Marsha tersenyum puas. Dia memandang Yuki jelas sedang mengincar Yuki. Satu jari lagi dan Yuki kalah dalam permainan.
"Siapa yang meninggalkan suaminya untuk pergi bersama dengan laki-laki lain ?"
Lekky tersenyum pelan sambil mengangkat gelasnya ke arah Putri Marsha. Seolah sedang memuji keberanian yang di lakukan Putri Marsha di depannya.
Bangsawan Voldermont sangat senang. Dia langsung membuka botol anggur dan meletakannya di depan Yuki.
Bangsawan Asry, Bangsawan Voldermont dan Lekky menyanyikan sebuah lagu idiot untuk merayakan kekalahan Yuki.
Permainan di lanjutkan lagi...
Hari sudah larut malam. Lekky telah pergi lebih dulu setelah mendapat panggilan darurat dari Lazzar. Meninggalkan Yuki yang sedang mabuk berat karena anggur yang di paksa untuk di minumnya.
Benar-benar seorang Kakak yang bertanggung jawab.
Sementara itu Putri Marsha juga telah pergi karena besok pagi Dia harus memimpin upacara keagamaan di istana kerajaan.
Bersama Bangsawan Xasfir yang memapah Bangsawan Asry yang telah mabuk berat.
Pangeran Riana mengangkat Bangsawan Voldermont yang ambruk di samping Yuki. Yuki merebahkan kepalanya di atas meja saat Pangeran Riana memaksa Bangsawan Voldermont untuk berdiri dan membantunya kembali ke kamarnya.
Yuki membuka mata perlahan. Menyadari hanya tinggal Dia seorang diri di ruangan. Dengan kepala berat dan langkah terhuyung, Yuki berusaha bangkit dan berjalan meninggalkan ruangan.
__ADS_1
Yuki merasa jarak antara kamarnya dengan ruangan tempatnya berada sekarang sangat jauh dari biasa. Dia terus berjalan sambil bersandar di tembok.
Namun karena tidak pernah mabuk sebelumnya. Di tambah Yuki yang memang tidak kuat minum anggur. Dia langsung ambruk, terduduk dengan bersandar di tembok.
Yuki meraba lantai di depannya. Merebahkan kepalanya. Dinginnya mamer terasa di pipi. Sedikit membantunya untuk mengurangi rasa pusing di kepala. Rasanya sangat nyaman.
Yuki hampir terpejam ketika mendengar suara langkah kaki mendekat. Ketika Dia mendongak, Yuki tampak kebingungan.
Dia melihat sosok seorang Pria yang menyerupai Bangsawan Voldermont di satu waktu, namun berubah menjadi Pangeran Riana di waktu yang lain. Silih berganti.
Yuki mengusap matanya dan kembali memandang ke arah Pria di depannya.
Ketika mendongak kembali, Yuki melihat Bangsawan Voldermont sedang membungkuk ke arahnya sambil mengulurkan tangan untuk mengangkat Yuki dalam gendongannya. Yuki tidak menolak. Dia melingkarkan tangan di pundak Bangsawan Voldermont.
Yuki menyandarkan kepalanya di bahu Bangsawan Voldermont. Tapi Dia merasa aneh, aroma tubuh Bangsawan Voldermont seperti aroma tubuh Pangeran Riana...
Bangsawan Voldermont membawa Yuki masuk ke dalam kamarnya. Dengan lembut membaringkan Yuki di atas ranjang.
Dia kemudian pergi mengambil baskom dan mengisinya dengan air hangat dan kembali menghampiri Yuki.
"Diam Yuki" perintah Bangsawan Voldermont ketika Yuki menolak wajahnya di lap dengan kain yang di basahi air hangat.
Yuki kembali mendongak, rasanya suara Bangsawan Voldermont sangat mirip dengan Pangeran Riana.
Setelah selesai membersihkan Yuki, Yuki kemudian di baringkan kembali ke atas tempat tidur. Yuki berbaring menyamping ketika Bangsawan Voldermont menyelimuti Yuki dengan lembut.
"Jangan pernah Kau mabuk seperti sekarang jika tidak ada Aku" ujar Bangsawan Voldermont yang berjongkok tepat di depan Yuki.
"Baik" jawab Yuki cepat.
Yuki memejamkan mata. Merasa pening. Rasanya hilang timbul.
"Bangsawan Voldermont..." Bisik Yuki lirih ketika rasa pening di kepalanya menghilang. "Terimakasih banyak telah begitu baik denganku selama ini"
Bangsawan Voldermont terdiam.
"Aku merasa bersalah padamu. Karena membantuku menyembunyikan rahasia itu Kau nyaris kehilangan nyawamu"
__ADS_1