Morning Dew

Morning Dew
320


__ADS_3

Semua orang setelah mendengar penjelasan Pendeta Serfa kembali memandang ke dalam kubah. Api masih menjilat di beberapa tempat. Tanah dan pepohonan hancur berantakan. Bangsawan Voldermont menatap tidak percaya ke depan. Dia tidak menyangka Yuki berniat untuk mengorbankan dirinya agar Pangeran Sera dan Pangeran Riana tidak perlu menarik segel suci yang akan membunuh Mereka. Yuki menyembunyikan semuanya darinya dengan sangat baik. 


 


"Kenapa tidak ada satupun orang yang memberitahukan masalah ini sebelumnya kepadaku ?" Tuntut Pangeran Riana marah.


"Sejatinya, Semua pendeta sudah mengetahui masalah ini. Tapi Pendeta Suci melarang Kami untuk memberitahukan kepada orang lain atas permintaan Putri Yuki" 


"Jika itu benar. Lalu apa motivasimu sehingga Kau memutuskan untuk berbicara pada Sera ?" kejar Pangeran Riana.


Pendeta Serfa terdiam. Bangsawan Voldermont memandang kesal. Dia sangat gatal ingin sekali menghajar Pendeta Serfa dengan tangannya sendiri.


"Masih tidak mau berkata apa-apa ?" Kata Pangeran Riana lagi dengan nada mendesak.


 


"Putri Yuki harus hidup untuk bisa melahirkan keempat anaknya" kata Pendeta Serfa kemudian dengan wajah tenang. 


 


Semua orang langsung memahami maksudnya. Saat Pendeta Serfa mendengar ramalan Putri Duyung, Dia memutuskan untuk mempertahankan Yuki agar tetap hidup. Pendeta Serfa menginginkan anak-anak Yuki. Apalagi keempat anak Yuki akan memiliki garis takdir yang luar biasa.


 


Baik Pendeta Serfa maupun Pendeta Naru mengetahui masalah segel suci. Tapi Mereka berdua lebih memilih diam, apalagi saat Mereka tahu Yuki yang mengajukan dirinya sebagai penarik segel suci. Dia tidak akan membiarkan Pangeran Sera dan Pangeran Riana melakukannya. Dengan sifat Yuki, Dia lebih memilih melakukannya sendiri.


 


Jadi, sebenarnya Yuki datang memang untuk mati. Dia sudah berulang kali memberi penegasan bahwa Dia tidak datang kembali ke hadapan Kedua Pangeran untuk menggangu hidup siapapun. Sekarang Pangeran Riana sudah mengerti alasannya. Hal ini semakin membuatnya marah dan kesal kepada Yuki.


 


Pangeran Riana terus menatap Pendeta Serfa tanpa suara. Mencerna semua kejadian demi kejadian secara perlahan. Mulai membaca dengan baik, apa yang sebenarnya telah terjadi. Yang luput dari perhatiannya dan nyaris mengakibatkannya kehilangan Yuki kembali. Jika saja Yuki berhasil menarik segel suci maka Dia akan kehilangan Yuki untuk selamanya.


 


Pangeran Riana mengerti alasan Pendeta Serfa dan Pendeta Naru bersedia menutupi masalah ini adalah untuk melindungi Pangeran Mereka. Mereka mengorbankan Yuki tanpa keraguan. Tapi Dia tetap tidak bisa menerimanya.


 


Bangsawan Voldermont tidak bisa menebak, bagaimana jika Pendeta Naru yang lebih dulu mendengar mengenai ramalan para Putri duyung. Akankah Pendeta Naru juga akan menemui Pangeran Riana dan menceritakan semuanya untuk menyelamatkan Nyawa Pangeran Sera dan mendapatkan keturunan dari Yuki ?.

__ADS_1


 


 


Bangsawan Voldermont menghela nafas. Memegangi lengannya yang berdenyut akibat luka yang di dapatnya saat bertempur. Dia hanya membebat luka itu dengan kain seadanya. 


Seperti Pangeran Riana. Selama pertempuran Bangsawan Voldermont selalu memikirkan Yuki. Setelah mengetahui Iblis Balgira telah di kalahkan, Dia berjuang sekuat tenaga menyelesaikan pertempuran yang di hadapinya. Kemudian bergabung dengan Pangeran Riana untuk pergi menemui Yuki. 


 


Bangsawan Voldermont sangat mencemaskan Yuki. Dia merasa Yuki sangat aneh pagi ini. Tidak mau melepaskan Nara, dan bersikap seolah tidak akan bisa bertemu kembali dengan Nara.


Sementara itu Pangeran Sera yang berada di dekat Yuki terus menatap Yuki penuh cinta. Memeluk Yuki dan Nara dengan hangat. Seperti keluarga kecil yang berbahagia.


 


Bangsawan Voldermont masih ingat, bagaimana Pangeran Sera menatap Yuki dan Nara. Cintanya terlihat jelas. Pangeran Sera tidak perduli jika Nara bukan darah dagingnya. Dia mencintai Nara dengan tulus dan apa adanya. Menerima kehadiran Nara di sisinya dengan baik.


Sebagai sesama laki-laki, Pangeran Riana mengakui kualitas Pangeran Sera. Terlepas dari apa yang telah terjadi pada Mereka di masa lalu, tapi semua orang sangat mengetahui kebaikan hati yang di miliki Pangeran Sera terutama kepada Yuki.


.karena melihat hal itu juga, Yuki akhirnya mau memaafkan kesalahan Pangeran Sera dan kembali bersama. 


 


 


"Xasfir, Asry, Kalian fokus untuk  membantu Pasukan Argueda" perintah Pangeran Riana setelah Dia memahami semuanya. Dia menoleh dan menatap semua orang yang masih berdiri diam dengan pikirannya masing-masing.


 


"Kami tidak memerluhkan bantuan kalian" tolak Panglima Perang Gererou dingin. Ada kemarahan dan kesedihan yang bersatu di wajahnya. 


Reaksinya sangat wajar mengingat Dia baru saja kehilangan Pangeran yang harus di lindunginya. Selain itu Panglima Perang Gererou juga mendengar sendiri apa yang sebenarnya telah terjadi. Tidak ada yang menyalahkan jika Dia bersikap kasar sekarang pada Pangeran Riana.


 


"Aku melakukan ini, sebagai bentuk penghormatan terhadap Sera" jelas Pangeran Riana tenang.


"Jika memang Kau mempunyai niat baik pada Pangeran Sera, berikan saja Dia keadilan atas apa yang telah di perbuat oleh orangmu"


"Menurutmu, jika Yuki yang saat ini tewas di dalam sana, apakah Kau pikir Sera akan diam saja dan tidak segera membunuh dirinya sendiri untuk menyusul Yuki ?" Tanya Pangeran Riana lagi membuat Panglima Perang Gererou terdiam.

__ADS_1


 


 


Panglima Perang Gererou adalah tangan kiri Pangeran Sera. Dia sangat mengerti watak Pangeran Sera dan cukup paham dengan obsesi Pangeran Sera terhadap Putri Yuki. 


 


Tidak akan ada keraguan di hatinya. Pangeran Sera pasti akan membunuh dirinya sendiri jika Dia tahu Yuki menjadi korban dalam ledakan yang terjadi.


 


Terdengar suara langkah kaki mendekat. Semua mata beralih pada seorang murid pendeta suci yang masih muda. Dia berlari dengan nafas terenggah-enggah. Keringat mengalir di keningnya.


 


"Ada apa ?" Tanya Pangeran Riana langsung pada Murid Pendeta yang mendekat.


 


"Putri Yuki baru saja tidak sadarkan diri. Sekarang Dia sudah mendapat pertolongan dari pendeta suci. Hanya saja, Saya di minta untuk menyampaikan bahwa Pendeta Suci ingin berbicara secara pribadi dengan anda Pangeran"


 


"Di mana Aku harus bertemu dengannya ?" Tanya Pangeran Riana cepat.


"Beliau berada di balai pengobatan untuk menolong Lekky"


"Ada apa dengan Lekky ?"


"Dia di temukan berada di luar kubah bersama dengan Pangeran Sera. Kondisinya penuh luka akibat ledakan yang terjadi. Sekarang Dia sedang kritis dan dalam pengawasan Pendeta Suci"


"Bagaimana dengan Sera ?" Tanya Bangsawan Voldermont cepat. Dia merasa memiliki sedikit harapan akan kondisi Pangeran Sera dengan kabar berita yang baru saja di dengarnya.


Murid Pendeta menggelengkan kepalanya sedih. "Tubuh Pangeran Sera tidak seperti Lekky. Dia hanya manusia biasa yang tidak akan mampu menahan kekuatan dasyat dari ledakan tersebut. Saat Kami menemukannya, Dia sudah tidak dapat tertolong lagi"


 


Kematian Pangeran Sera akan membawa kehancuran bagi Yuki. Dia tidak akan cukup kuat untuk menanggung kematian yang lain lagi. Sekarang Pangeran Riana hanya bisa berharap agar Lekky tetap bertahan agar Yuki tidak jauh lebih hancur lagi.


 

__ADS_1


"Riana, pergilah. Kami akan mengurus di sini" kata Bangsawan Xasfir penuh pengertian. "Kau harus berbicara dengan Pendeta Suci untuk berdiskusi mengenai Putri Yuki"


"Ya Kau benar" jawab Pangeran Riana akhirnya. Dia berbalik dan menepuk bahu Bangsawan Voldermont agar segera mengikutinya untuk kembali ke kuil suci menemui Pendeta Suci.


__ADS_2