Morning Dew

Morning Dew
311


__ADS_3

"Putri Yuki" 


Yuki berbalik ketika Jasmine kembali memanggil namanya. Jasmine tersenyum misterius sambil menatap Yuki dalam. 


Lekky memutar bola mata tidak suka. Tatapannya jelas memperingatkan Jasmine agar segera pergi sebelum Dia menyesal.


"Sampai bertemu dalam waktu dekat ini" kata Jasmine akhirnya. Dia mengedipkan mata ke arah Lekky dan langsung berbalik pergi masuk kembali kedalam lautan.


 


 


 


Yuki duduk bersandar di dekat jendela. Menatap pemandangan malam di luar sana. Pangeran Sera masih tertidur di atas ranjang. Saat Dia pulang, Dia sangat lelah dan langsung jatuh tertidur di atas ranjang.


Sudah empat bulan berlalu....


Kandungan Yuki semakin besar. Setiap hari semua orang di dalam kuil di liputi ketegangan akibat ulah dari Murid Pendeta yang berkhianat.


Rencana yang telah di susun bocor. Iblis Balgira sudah mengetahui mengenai pohon suci yang ada di dalam hutan dan berniat menghancurkannya. Semua pertahanan di kerahkan agar Iblis Balgira tidak dapat masuk ke wilayah kuil suci sebelum waktunya.


 


Pohon suci hanya dapat di gunakan jika bumi bulan dan matahari terletak dalam satu garis.


 


Yuki menyentuh perutnya yang telah membesar. Dia masih berdoa di beri kesempatan untuk melahirkan anak dalam kandungannya dan bertemu dengannya. Yuki ingin sekali bisa melihat wajah anaknya meskipun hanya sebentar. Seperti apa wajah anaknya nanti, apa warna bola matanya. Bagaimana rambutnya ?


 


Jika anak ini bisa di lahirkan. Yuki percaya Pangeran Riana akan mengasuhnya dengan baik. Dia tidak perlu mengkhawatirkan anaknya.


Meskipun Yuki berharap anaknya di asuh oleh orang tua yang lengkap. Tapi, Yuki tidak punya pilihan lain. Dia hanya berharap, suatu saat nanti Pangeran Riana dan Pangeran Sera akan mengerti dengan keputusan yang di ambil Yuki.


Yuki hanya ingin bisa menyelamatkan Orang-orang yang Dia cintai.


 


Yuki menghela nafas. Berdiri dari duduknya dan berjalan dengan pelan mendekati Pangeran Sera yang masih tertidur pulas. Dia menarik selimut dan menyelimuti Pangeran Sera.


Empat orang anak....

__ADS_1


Bagaimana Yuki bisa melahirkan empat orang anak. Bahkan untuk melahirkan anak pertamanya saja Dia tidak yakin bisa. Yuki tidak bisa berbohong. Dia ingin tetap hidup dan menjalani kehidupan berkeluarga dengan Pangeran Sera dan anak-anaknya sampai Mereka tua.


Seperti apa anak-anak Mereka nanti ?.


Yuki membayangkan bisa duduk berdua dengan Pangeran Sera. Kulit Mereka sudah berkeriput. Memperhatikan dari teras rumah,  anak-anak Mereka sudah dewasa dan memiliki keluarga masing-masing sedang mempersiapkan acara makan keluarga bersama di halaman rumah.


Lekky telah menasehati Yuki untuk tidak memikirkan apapun. Jika memang terjadi akan terjadi. Hanya perlu menjalani takdir yang menanti dengan lapang. 


Jika memang Mereka di takdirkan dapat hidup setelah pertempuran akan sangat bagus. Sesuai dengan harapan Yuki. Tapi jika tidak, maka salah satu bisa menunggu di sungai kehidupan. Sampai pasangan Mereka menyusul Mereka. Seperti Putri Ransah dan Perdana Menteri Olwrendho.


 


Yuki duduk dengan tenang di dekat Pangeran Sera. Mengusap lembut rambut Pangeran Sera. Jika Dia di beri kesempatan memiliki anak dengan Pangeran Sera. Yuki berharap, anak itu akan memiliki warna rambut dan mata seperti Pangeran Sera.


 


 


Hari ini setelah selesai berdoa di dalam kuil. Yuki memutuskan untuk segera kembali lebih cepat. Dari siang tadi.


Perasaannya tidak enak. Petir terus menyambar dari siang namun hujan juga tidak turun. Setiap hari Yuki merasa tegang saat harus mengantar orang-orang yang di sayanginya pergi ke medan pertempuran. Mencegah agar pasukan Iblis Balgira tidak dapat masuk ke dalam hutan suci sebelum waktunya bukanlah perkara mudah. Selama semua orang bertempur, Yuki akan pergi ke kuil untuk berdoa. Kemudian Dia akan menuju balai pengobatan untuk membantu merawat para prajurit yang terluka.


Yuki sudah melihat begitu banyak kematian selama di kuil suci. Sedangkan waktu yang di nanti oleh semua orang, yaitu ketika bumi, bulan dan matahari berada dalam satu garis lurus masih sekitar tiga bulan lagi. 


 


 


Yuki merasakan perutnya semakin tidak enak. Mungkin karena Dia terlalu lelah dengan beban kerja dan pikirannya. Jadi Dia mempercepat langkahnya menuju kamar untuk beristirahat. 


Namun, Yuki menghentikan langkah. Ketika melihat Pangeran Sera sedang berbicara dengan serius dengan Pendeta Serfa di depan kamar. Wajah Pangeran Sera sangat tegang. Mereka hanya berdua. Tidak ada orang lain di sekitar. 


 


Apa yang sedang terjadi ?


 


Yuki berjalan perlahan nyaris tanpa suara untuk mengetahui apa yang sedang Mereka bicarakan. Tapi Pendeta Serfa telah menyadari kehadiran Yuki. Jadi Dia segera mengubah ekpresinya dan menunduk hormat pada Yuki.


"Salam Putri Yuki" kata Pendeta Serfa saat memberi hormat pada Yuki.


Yuki diam. Masih menatap Pangeran Sera dan Pendeta Serfa bergantian. Berbagai pertanyaan melintas dalam kepalanya. Sedang apa Mereka berdua berada di tempat yang sunyi seperti sekarang ?.

__ADS_1


Sadar tidak mendapat jawaban dari Yuki. Pendeta Serfa kembali menunduk dengan hormat dan berlalu pergi meninggalkan Yuki berdua dengan Pangeran Sera.


 


"Kau cepat sekali kembali" sapa Pangeran Sera yang sembari tadi diam sambil menatap Yuki dengan sorot aneh. Pangeran Sera tersenyum lembut. Namun Yuki merasakan suaranya bergetar. Ada sesuatu yang sedang Pangeran Sera coba tutupi dari Yuki.


"Apa yang terjadi. Apakah ada masalah ?" Tanya Yuki penasaran.


Selama berada di kuil suci, Pangeran Riana dan Pangeran Sera, beserta pengikut masing-masing tidak pernah saling bertegur sapa meskipun berada dalam satu ruangan.


Jadi Yuki merasa bukan hal yang wajar ketika melihat Pendeta Serfa dan Pangeran Sera justru sedang berbicara berdua di tempat yang sepi.


"Ada sedikit hal yang harus Aku bicarakan dengan Pendeta Serfa terkait Iblis Balgira. Mengapa Kau tidak menjawab pertanyaanku Yuki" 


"Pertanyaan yang mana ?" Tanya Yuki balik dengan wajah kebingungan.


"Kenapa Kau cepat sekali kembali dari kuil ?"


"Oh...itu...perutku terasa tidak enak semenjak pagi. Jadi setelah berdoa Aku memutuskan lebih baik kembali ke kamar untuk beristirahat" kata Yuki sambil memegang perutnya yang telah membesar.


"Apa perlu Aku panggilkan tabib ?" Tanya Pangeran Sera dengan cepat.


Yuki tersenyum. Menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak perlu. Aku hanya butuh sedikit istirahat di dalam kamar"


Pangeran Sera akan berangkat ke medan pertempuran. Dia sudah mengenakan pakaian bertempurnya. Yuki tidak ingin Pangeran Sera kehilangan konsentrasi karena mencemaskannya. Tabib yang memeriksa Yuki pagi tadi, memprediksi Yuki akan melahirkan kurang dari seminggu. Tapi Dia tidak dapat menjamin waktunya dengan tepat.


Pangeran Sera kembali menatap Yuki dalam. Kemudian dengan tiba-tiba Dia menarik Yuki dalam pelukannya dan memeluk Yuki dengan kuat. Seolah Dia takut Yuki akan menghilang dari hadapannya.


 


"Hari ini Aku harus pergi ke hutan untuk merencanakan pertempuran. Jika ada sesuatu Kau harus memberitahuku"


"Baiklah..jangan khawatir"


"Apapun itu Yuki, Kau harus memberitahuku terlebih dahulu" 


Yuki terdiam. Merasa aneh dengan nada suara Pangeran Sera. Pangeran Sera menggeserkan wajahnya dan mencium dahi Yuki dengan lembut. Kedua tangannya masih memeluk Yuki.


Matanya menatap lurus ke depan. Seperti ada sesuatu yang sedang dipikirkannya. Keningnya berkerut dalam.


"Sesak..." Bisik Yuki ketika Pangeran Sera tiba-tiba memeluk Yuki begitu kuat. Seperti memberi respon pada pikirannya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2