
Setelah berdiskusi dengan matang dan menyusun rencana. Mereka langsung bersiap untuk berangkat. Semua tenda dan perlengkapan sudah di lipat dan masuk ke dalam tas masing-masing. Yuki naik ke atas punggung kuda di bantu Pangeran Sera. Dia kemudian naik bersama Yuki. Hal itu membuat Pangeran Riana tidak senang. Wajahnya sangat menyeramkan. Tapi Yuki mengindahkannya dan tidak mau terpengaruh dengan masalah pribadi yang ada.
Lekky terbang lebih dulu untuk memantau situasi. Curly mengikuti Yuki. Dia berpegangan di bahu Pangeran Sera.
Awalnya Yuki cemas ketika Curly menempel di bahu Pangeran Sera. Tapi kemudian, saat melihat Pangeran Sera tenang dan merasa nyaman di dekat Curly. Yuki jadi lebih lega melihatnya.
Mereka menunggu Lekky di pinggir hutan terlarang untuk mendapatkan aba-aba dari Lekky. Setelah satu jam menunggu, Curly memberikan respon pada panggilan Lekky dari kejauhan yang hanya bisa di dengar oleh Curly. Telinganya tegap menangkap gelombang suara. Setelahnya, Mereka kembali menaiki kuda dan memacu ke dalam hutan mengikuti intruksi Lekky yang di salurkan lewat Curly.
"Ah, Rasanya Aku ingin membangun rumah di sini dengan jendela kamar menghadap ke arah sana" tunjuk Bangsawan Voldermont sambil berseru cukup nyaring ketika Mereka berada di atas bukit.
Di bawahnya, ada sungai yang cukup lebar dengan jembatan gantung berwarna merah di atasnya, untuk menyeberang. Tidak ada yang tahu, siapa yang telah membangun jembatan tersebut. Yang pasti Dia bukan orang sembarangan, karena mampu membuat jembatan itu dengan para putri duyung di bawahnya.
Bangsawan Voldermont menggunakan teropongnya untuk melihat lebih jelas ke bawah sungai. Bibirnya berdecak senang.
Yuki mendesah saat melihatnya. Dia menghampiri Bangsawan Voldermont untuk memberikan kain yang telah di gunting Yuki pagi tadi kepada Bangsawan Voldermont. "Pastikan Kau menutup matamu dengan baik, jangan mencoba mengintip Mereka apapun yang terjadi. Ingat...Jangan sampai Kau di makan oleh Mereka" kata Yuki mengingatkan.
Semua kuda di tutup matanya. Curly melotot tajam kepada para putri duyung. Dia tampak tidak senang saat melihat kumpulan wanita cantik di bawah sana. Curly memiliki alergi terhadap wanita cantik. Bagi Curly, Mereka adalah mahkluk menjijikan, termasuk Yuki. Karena alasan itulah Curly suka uring-uringan jika Dia harus di tinggal hanya berdua dengan Yuki.
Dia tidak menyukainya.
Yuki memberikan kain pada Pangeran Sera untuk menutup matanya.
"Aku tidak perlu itu" tolak Pangeran Sera lembut.
Yuki menatap Pangeran Sera tidak percaya.
"Singkirkan itu, Aku tidak perlu menggunakannya" dari jauh, Pangeran Riana juga menolak kain yang di sodorkan Bangsawan Asry kepadanya.
Yuki menatap Pangeran Sera dan Pangeran Riana bergantian dengan wajah cemas.
__ADS_1
Apa Mereka pikir bahaya di bawah sana adalah sesuatu yang bisa di buat main-main. Kedua Pangeran itu sangat keras kepala. Yuki tahu tidak akan mudah membujuk keduanya.
Jadi Dia berbalik untuk menatap Lekky dan meminta bantuan.
"Biarkan saja Mereka Yuki. Tapi Kalian berdua harus ingat. Jika Kalian sampai terkena mantera cinta itu, jangan pernah meminta Yuki untuk menolong Kalian. Karena Aku tidak akan mengizinkannya" kata Lekky tegas.
Kedua Pangeran masih tidak bergeming dan tetap pada pendiriannya.
Semua orang selain Pangeran Riana dan Pangeran Sera sudah menutup mata. Yuki mengecek Mereka satu persatu dan membantu mengarahkan Mereka untuk membentuk barisan satu banjar ke belakang.
Kuda-kuda di tuntun.
Rombongan bergerak menuruni sungai dengan berjalan kaki.
Dari jauh terdengar kecipakan air dan suara riuh rendah dari para Putri duyung yang mengetahui kehadiran Mereka dengan sangat antusias.
Yuki berjalan di dampingi Pangeran Sera. Lekky berada di belakang Yuki dengan mata tertutup dan memegang bahu Yuki. Bangsawan Voldermont melanjutkan barisan di belakang Lekky.
Pangeran Riana berada di ujung belakang barisan bersama dengan Curly.
Di dalam air, teriakan para putri semakin heboh.
"Kau bisa membuka penutup matamu dan terjun ke dalam air jika Kau mau. Tidak akan ada yang melarangmu melakukannya. Atau perlu ku bantu ?" Tawar Lekky yang berada di depannya.
"Oh tidak, terimakasih. Sebenarnya Aku cukup melihat Mereka saja. Tidak ada niat untuk bergabung bersama Mereka. Lagipula, Aku tidak mempunyai keinginan untuk bercinta dengan wanita yang tidak punya kaki. Ngomong-ngomong Lekky istrimu adalah Putri duyung, Aku penasaran apakah Mereka punya alat kelamin ?"
Mendengar pertanyaan dari Bangsawan Voldermont. Yuki langsung berbalik untuk memarahi Bangsawan Voldermont. "Bisakah Kalian berdua menutup mulut dan fokus untuk berjalan saja ?" Kata Yuki kesal. "Jangan biarkan Aku berubah pikiran dan memasukkan Kalian sendiri ke bawah sana"
Lekky dan Bangsawan Voldermont terkekeh mendengar perkataan Yuki.
"Lekky...Lekky...kenapa Kau menutup matamu ?. Apa Kau tidak ingin melihat Kami ?" Seru seorang Putri duyung yang mengenal Lekky dengan nada menggoda. Suara kecipak semakin nyaring terdengar. "Ayolah Lekky, buka matamu dan lihat Kami. Kami semua siap untukmu"
"Ya..Ya...terserah Kalian..dasar ikan betina. Aku tidak akan tertipu lagi dengan Kalian" balas Lekky dengan kesal.
"Ah Hay tampan, Apa Kau tidak mau menurunkan pandanganmu untuk melihat Kami ?" Goda Putri duyung yang lain kepada Pangeran Sera.
Namun Pangeran Sera tidak berpaling. Dia tetap lurus memandang ke depan. Tangannya menggengam tangan Yuki kuat.
__ADS_1
Yuki melirik ke belakang. Pangeran Riana tidak tergoda dengan para putri duyung. Dia justru terus menatap Yuki dengan rahang terkatup marah.
Rombongan berhasil menyebrang dengan selamat dari jembatan merah. Yuki bernafas lega karena tidak ada satupun anggota yang berkurang. Para Putri duyung menjerit melengking dengan suara yang memekakkan telinga. Mereka tampak kecewa.
Lekky melepaskan penutup matanya dan memandang Pangeran Sera dengan wajah penasaran. "Bagaimana Kau ?" Tanya Lekky tidak percaya. Tangannya menunjuk ke arah sungai tempat para putri duyung berada.
"Aku bukan dirimu" Kata Pangeran Sera tenang. Dia mengalihkan pandangannya ke arah Yuki yang sibuk melepaskan tutup mata kuda-kuda di dekatnya. Menatap Yuki penuh kebanggaan diri.
Lekky berdecak tidak suka.
Mereka melanjutkan perjalanan. Mendaki gunung es yang terjal. Akhirnya setelah lebih dari dua hari berjalan. Mereka sampai di titik yang di tuju.
Lekky menemukan sebuah ceruk di atas tebing yang bisa di gunakan untuk menginap dan bersembunyi. Dari tempat Mereka, Yuki bisa melihat kuil tempat pendeta suci berada.
Pangeran Sera meletakan tas milik Yuki. Yuki duduk dengan raut wajah kelelahan. "Aku akan membantu yang lain menyiapkan perlengkapan. Kau istirahatlah dulu"
Yuki menganggukan kepala. Tidak membantah. Dia menguap. Sangat mengantuk.
Setelah memantau situasi. Lekky kembali ke dalam ceruk sambil berkata tenang "malam ini, Kita akan menginap di sini"
Semua orang setuju. Beberapa orang memasang patok pengaman untuk menghindari timbunan salju jika terjadi longsor sewaktu-waktu. Sebentar lagi hari berganti malam dan badai akan datang.
Bangsawan Xasfir membuat api unggun untuk menghangatkan ruangan. Dia juga meletakan beberapa umbi ke dalam kayu agar masak.
Di luar angin menderu.
Badai mulai datang...
__ADS_1