
"Putri Alena itu orangnya sangat tertutup dan hampir tidak pernah terlibat pertingkaian dengan Putri lainnya. Catatannya bersih, baik di kediaman rumahnya maupun di luar istana. Walaupun agak pendiam tapi Dia memiliki interaksi sosial yang bagus. Aku tidak bisa percaya jika Putri Alena adalah pelakunya" kata Putri Magitha menyuarakan penolakannya. "Apa Putri cukup yakin dengan kecurigaan ini ?"
Yuki menggelengkan kepala lemah. "Aku hanya menduga dari pengamatanku selama beberapa hari terakhir" Aku Yuki tenang. "Kita hanya bisa membuktikannya sebelum benar-benar menuduhnya"
"Bagaimana caranya ?. Apa Putri punya rencana ?" Tanya Putri Magitha masih merasa ragu.
"Sebenarnya karena itulah Aku sangat ingin bertemu dengan Putri. Aku sangat butuh bantuan Putri untuk menjalankan rencanaku"
Yuki mencondongkan tubuhnya ke arah Putri Magitha dan membisikkan mengenai rencananya. Dia menceritakan bagaimana awalnya rencana itu hingga bisa melintas di kepala Yuki. Putri Magitha mendengarkan dengan serius.
"Jadi bagaimana ?. Apakah Putri bisa membantuku" tanya Yuki ketika Dia telah selesai menceritakan semua rencananya secara rinci.
Putri Magitha mendesah sesaat. "Hal yang Putri Minta sangat mudah Aku lakukan. Tapi jika benar Putri Alena pelakunya. Aku khawatir apa yang Kita lakukan akan membahayakan Putri sendiri. Kita tidak akan pernah tahu, bagaimana kuatnya seseorang. Apalagi jika Dia sudah gelap mata"
"Aku akan berhati-hati" janji Yuki dengan nada bersungguh-sungguh. "Kita tidak tahu, kapan lagi Dia akan melakukan penyerangan. Tapi berdasarkan watak Putri Alena, Dia adalah orang berdarah dingin. Jika Aku pikirkan lagi masak-masak, semua penyerangan yang di lakukannya sudah di rencanakan dengan matang. Tidak ada celah yang dapat membuatnya menjadi tersangka. Tapi wanita tetaplah wanita. Dia bisa lepas kontrol jika ada yang memicunya"
Putri Magitha menggeleng tidak berdaya. "Kakak tidak akan suka ini"
"Kita tidak harus memberitahukannya sekarang sebelum Kita memiliki bukti kuat" pinta Yuki cepat. Yuki khawatir Putri Magitha akan berubah pikiran dan menolak rencananya. Lebih buruk lagi Dia akan memberitahukan kepada Pangeran Sera.
"Jika Putri cukup yakin dengan rencana Putri. Aku akan membantu, tapi Kita hanya mencari bukti saja kan ?"
"Iya..hanya mencari bukti" jawab Yuki pasti.
Yuki melangkahkan kaki dengan mantap. Dia berjalan di samping Pangeran Sera yang akan berpergian di perbatasan ibukota. Pangeran Sera mendadak memutuskan untuk berangkat lebih pagi daripada biasanya. Yuki sangat bersyukur Pangeran Sera tidak ada di istana. Dia juga tidak bertanya apa yang akan di lakukan Yuki hari ini setelah Pangeran Sera pergi. Sangat tidak mudah untuk membohongi Pangeran Sera. Yuki berusaha keras agar Pangeran Sera tidak curiga.
__ADS_1
"Kau tampak antusias hari ini Yuki. Apa ada sesuatu ?" Tanya Pangeran Sera tenang. Mereka berjalan menyusuri lorong menuju halaman istana. Yuki berencana untuk mengantarkan Pangeran Sera dan memastikan dengan mata kepala sendiri kepergian Pangeran Sera dari istananya.
Yuki khawatir jika Pangeran Sera tetap di istana, Dia akan mengetahui rencana Yuki dan mengagalkannya. Yuki dan Putri Magitha telah membuat perencanaan dan mempersiapkan dengan matang. Yuki tidak mau usahanya menjadi sia-sia.
Di belakang Mereka, Pendeta Naru mengikuti dengan setia. Dia tidak mengatakan apapun. Tapi Yuki sangat yakin, Pendeta Naru sedang mengamati situasi.
"Hari ini Aku dan Putri Magitha akan mengadakan jamuan dan mengundang beberapa Putri ke istana Pangeran" ujar Yuki berhati-hati.
Pangeran Sera mengernyitkan dahi ketika mendengarnya. "Jamuan ?"
"Ya..Izinkan Aku mencoba bergaul dengan Putri-putri di sini. Kami tidak mengundang banyak. Boleh ya Pangeran" bujuk Yuki manja.
"Apa perlu Aku temani ?" Tanya Pangeran Sera lembut.
"Apa ?" Yuki mengerjap kaget. Kemudian Dia segera merubah sikap. Responnya sangat terlihat. Yuki takut, Pangeran Sera akan menjadi curiga. "Pangeran jangan khawatir. Kami akan baik-baik saja. Putri Magitha memilih beberapa Putri dari keluarga kerajaan dan telah memastikan sebelumnya Mereka aman untuk di undang"
"Benarkah ?" Tanya Pangeran Sera sarkatis.
"Magitha berkata seperti itu ?"
"Iya" jawab Yuki terlalu cepat.
Pangeran Sera diam. Wajahnya berubah serius. Membuat jantung Yuki berdebar cukup kencang.
Apa sandiwara Yuki tidak berhasil. Apa Pangeran Sera curiga Yuki akan melakukan sesuatu yang berbahaya.
Berbagai pertanyaan memenuhi kepala Yuki.
Sebenarnya meskipun Yuki telah meyakinkan Putri Magitha bahwa apa yang akan Mereka lakukan tidak berbahaya. Yuki sendiri tidak begitu yakin.
__ADS_1
Tapi Yuki tidak bisa mundur dan melarikan diri. Dia bertekad untuk melawan. Sudah cukup berdiam diri. Sekarang waktunya Dia harus bergerak. Karena setiap Yuki hanya diam dan menunggu, Orang yang Yuki sayang pasti menjadi korban. Yuki harus berjuang melindungi setiap orang yang di sayanginya.
"Siapa saja yang akan datang ?"
"Tidak terlalu banyak. Tapi Aku tidak hafal daftar namanya" jawab Yuki berkilah.
Mereka telah sampai di halaman. Di mana pasukan berkuda telah menunggu dengan posisi siap berangkat. Kuda Pangeran Sera berada di barisan paling depan. Yuki merasa beruntung. Awalnya Dia sangat binggung, bagaimana membuat Pangeran Sera pergi dari istana ketika Dia dan Putri Magitha menjalankan rencana. Tapi sepertinya dewi fortuna sedang berada di pihak Mereka.
"Jaga diri kalian baik-baik" pinta Pangeran Sera ketika Mereka telah tiba di dekat kudanya.
"Ya, jangan khawatir. Kami akan baik-baik saja" jawab Yuki bersungguh-sungguh. Pangeran Sera menarik Yuki mendekat. Dia langsung mencium kening Yuki mesra.
"Baiklah. Aku berangkat Yuki"
Yuki mundur dengan segera ke pinggir jalan. Wajahnya memerah karena malu.
Pangeran Sera menaiki kudanya. Dia kemudian memberi aba-aba kepada pasukannya. Yuki sengaja menunggu sampai sosok Pangeran Sera keluar gerbang istana dan tidak terlihat lagi. Derap langkah kudanya perlahan mulai menjauh.
Inilah saatnya...
Yuki berbalik dengan sikap yakin. Dia meluruskan punggungnya. Berjalan tegap seperti seorang prajurit yang akan masuk ke medan pertempuran.
Menuju ke dalam istana. Melangkah dengan penuh keyakinan bahwa apa yang akan di lakukannya, membuahkan hasil seperti yang Dia harapkan.
Putri Magitha menjamu para Putri dengan sikap terlatih. Sesekali Dia duduk mengobrol dan tertawa bersama Putri lainnya.
Jamuan di adakan di taman tengah. Hari ini cukup cerah meskipun sendari pagi angin berhembus kencang. Tapi itu semua tidak menyurutkan niat Para Putri untuk datang memenuhi undangan Putri Magitha. Apalagi Mereka dapat kembali masuk ke dalam lingkup wilayah istana Pangeran Sera. Bagaimana bisa para Putri menolak undangan yang menggiurkan seperti ini.
__ADS_1
Yuki duduk seorang diri di sudut ruangan. Diam-diam memperhatikan sekitar. Matanya terus mengikuti setiap pergerakan Putri Alena.
Putri Alena duduk di dekat Putri Nadira. Mereka berkumpul di tengah ruangan bersama dengan Putri Magitha. Meskipun teman-temannya sedang bersenda-gurau bersama, tetapi Putri Alena memilih untuk sedikit mengambil jarak dan menyendiri. Dia jelas fokus pada kegiatan di depannya. Pikirannya seolah jauh di suatu tempat.