Morning Dew

Morning Dew
176


__ADS_3

"Apa yang terjadi ?" Tanya Yuki lirih.


"Putri pingsan selama tiga hari, jadi Kami memutuskan untuk membawa Putri ke Argueda. Pangeran sudah mengetahui keberadaan Putri dan sedang di perjalanan untuk menyusul di perbatasan" jelas Kepala Pasukan Geroru sopan. "Maafkan jika Putri tidak nyaman, Hamba terpaksa menaikkan Putri ke atas kuda bersama untuk mempercepat perjalanan" 


Aku pingsan selama tiga hari ?.


Kepala Yuki masih pusing. Jadi Dia menyandarkan kepalanya di dada Kepala Prajurit Geroru. Keringat dingin menetes di pelipisnya. "Apakah masih lama ?" Tanya Yuki lagi. Tubuhnya terasa lemas dan kepalanya sangat berat untuk di pakai berpikir.


"Kita akan tiba di perbatasan paling cepat tiga hari lagi jika perjalanan lancar seperti sekarang. Apa Putri ingin beristirahat sementara ?" Tanya Kepala Prajurit Geroru cemas. 


Yuki menggelengkan kepala pelan. "Tidak, Aku baik-baik saja"


"Kalau begitu Kami akan melanjutkan perjalanan sekarang. Sebelum sampai di perbatasan, Saya harap Putri bersabar"


"Ya" jawab Yuki pelan.


Yuki mengalami demam tinggi selama perjalanan. Tapi Kepala Prajurit Geroru memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan tanpa istirahat hingga Mereka sampai perbatasan. 


Ketika akhirnya Mereka telah sampai perbatasan, Yuki langsung di pindahkan ke kereta kuda yang telah menunggu. Seorang pelayan memberikan Yuki selimut tebal yang cukup nyaman. 


Yuki menggigil kedinginan. Dia terkena radang karena sebelumnya berada di tengah musim dingin tanpa pakaian yang cukup untuk melindunginya. Di tambah perjalanan lintas dimensi yang di lakukan Yuki dan perjalanan tanpa istirahat menuju Argueda dengan mengendarai kuda.


Badan Yuki tidak kuat menahan tekanan yang terjadi. 


Dari dalam jendela kereta, Yuki melihat pemandangan berubah silih berganti dengan cepat. Yuki dalam keadaan setengah sadar, ketika di suatu tempat. Secara tiba-tiba kereta kuda yang di naikinya berhenti.


Pelayan yang terus menemani Yuki di sepanjang perjalanan, membuka pintu dengan cepat. Kemudian...Pangeran Sera muncul. Dia langsung meraih Yuki yang terbaring tidak berdaya di tempatnya. Memeluk Yuki hangat. 


Pangeran Sera membawa Yuki keluar kereta dengan menggendong Yuki di dada. Yuki menyandarkan kepalanya di pundak Pangeran Sera. Kesadarannya mulai menghilang.


Yuki tidak tahu apa yang terjadi kemudian. Kesadarannya hilang timbul. Yang Dia tahu, Dia sekarang sudah berada di tempat aman.


 


"Bagaimana kondisimu ?" Tanya Pangeran Sera sembari menyentuh dahi Yuki untuk memeriksa suhu badannya. Pangeran Sera duduk di pinggir tempat tidur. Yuki yang baru saja terbangun dari tidurnya, beringsut bangun dengan menyandarkan kepalanya di tumpukan bantal yang ada di punggungnya.

__ADS_1


Saat ini Mereka berada di penginapan yang ada di wilayah Argueda. Sebentar lagi Mereka akan melanjutkan perjalanan menuju ibukota.


Sampai sekarang, Yuki masih tidak percaya jika pada akhirnya Dia telah sampai di sini. Dia merasa beruntung para prajurit menemukannya yang tersesat sendirian di dalam hutan bersalju seorang diri, tepat pada waktunya. Yuki tidak bisa membayangkan apa jadinya jika Mereka sampai terlambat menemukan Yuki.


Yuki menerima obat yang di berikan Pangeran Sera dan segera meminumnya tanpa ragu.


"Apakah masih pusing ?" Tanya Pangeran Sera lagi dengan raut wajah cemas. 


Yuki menggelengkan kepala. 


"Aku baik-baik saja" jawab Yuki menenangkan. "Terimakasih telah merawatku"


Pangeran Sera membenahi selimut yang menutupi kaki Yuki. Memijatnya dengan lembut membuat Yuki jauh lebih rileks. "Bersabarlah, jika Kita sudah tiba di istana. Kau bisa beristirahat dengan tenang di sana"


"Maaf, Aku sudah merepotkan Pangeran lagi" ujar Yuki menyesal.


"Aku tidak keberatan di repotkan olehmu Yuki" Pangeran Sera mengambil bubur hangat yang sebelumnya di letakan pelayan di atas meja di samping tempat tidur.


"Makanlah agar tubuhmu lebih bertenaga" perintah Pangeran lagi. 


Musim dingin memang selalu membuat kondisi fisik Yuki mudah sekali terkena penyakit. Pada dasarnya Yuki tidak tahan udara dingin.


Pangeran Sera dengan telaten terus menyuapi Yuki. Dia jauh lebih dewasa daripada sebelumnya. Mata birunya terus memandang Yuki dengan kehangatan yang memabukkan.


Tidak berapa lama kemudian terdengar ketukan pintu. Seorang Prajurit masuk dan melapor bahwa persiapan keberangkatan telah siap. Pangeran Sera dengan tenang membiarkan Yuki menghabiskan buburnya.


Dia tidak tampak tergesa-gesa sama sekali.


Setelah Yuki selesai. Pangeran Sera memakaikan mantel hangat ke pundak Yuki dan langsung membopongnya keluar kamar menuju kereta kuda yang menunggu.


Yuki sudah bersikeras menolak ketika Pangeran Sera mengangkatnya kedalam pelukan Pangeran Sera. Dia bisa berjalan sendiri. Tapi Pangeran Sera tetap bersikeras.


Seolah Pangeran Sera takut jika Yuki tiba-tiba menghilang lagi seperti waktu di gerbang kerajaan.


 

__ADS_1


 


Yuki berdiri diam di balkon istana, di kamar Pangeran Sera. Di bawah, Dia melihat kesibukan yang sedang terjadi.


Yuki tiba di istana Pangeran Sera tiga hari yang lalu. Setelah itu, Dia nyaris tidak bertemu dengan Pangeran Sera dan hanya melihat sekilas sosok Pangeran Sera dari kejauhan. 


Pangeran Sera berusaha menyembunyikan ketegangan yang tengah terjadi dari Yuki. Tapi Yuki masih bisa melihatnya. Setiap hari, beberapa pasukan dalam jumlah kecil datang dan pergi secara bergantian. Pangeran Sera terus berada di ruang rapat bahkan sampai larut malam.


Pangeran Arana sering datang ke istana. Tapi Yuki tidak pernah melihat Putri Magitha. 


Yuki mendesah. Meskipun sekarang Pangeran Sera menutup istananya , sehingga tidak sembarang orang bisa keluar masuk ke dalamnya tanpa izin. Tapi tidak mungkin sampai Putri Magitha tidak bisa datang ke istana Pangeran Sera.


Pangeran Sera menutup istananya semenjak kejadian dengan Putri Alena. Pangeran Sera jauh lebih waspada dan tidak mau mengambil resiko terhadap bahaya yang mengancam khususnya ketika Yuki ada di istananya.


Sebenarnya, Pangeran Sera pernah menanyakan sambil lalu kepada Yuki. Mengenai Pangeran Riana yang muncul secara tiba-tiba di sekitar istana Pangeran Sera. Padahal waktu itu penjagaan di seluruh wilayah sudah di perketat. Dan bagaimana Mereka tidak bisa di temukan, ketika pencarian besar-besaran di lakukan sesaat setelah Pangeran Riana berhasil membawa Yuki meninggalkan istana Pangeran Sera.


Yuki memilih diam.


Dia tidak bisa menjawab. Karena tahu jawabannya akan membuat nyawa beberapa orang terancam bahaya.


Yuki tidak bisa menceritakan bahwa Pangeran Riana telah menyuap sepasang pengemis miskin yang tinggal di perbatasan ibukota Argueda, untuk membiarkannya bersembunyi dan tinggal sementara waktu di rumahnya sambil menyusun strategi.


Setiap hari, dengan di bantu oleh pasangan pengemis. Pangeran Riana menyamar untuk mendekati Istana Pangeran Sera.


Barulah ketika terjadi insiden antara Yuki dengan Putri Alena di atas benteng istana. Yang berakhir dengan Yuki terlempar jatuh keluar gerbang istana. Pangeran Riana yang saat itu berada di lokasi, memperhatikan semuanya dari awal. Berhasil menyelamatkan Yuki tepat waktu dan membawa Yuki pergi meninggalkan istana Pangeran Sera. Kembali ke Garduete.


Yuki tidak mungkin mengorbankan hidup pasangan pengemis dan ke enam anaknya yang masih kecil ke kerajaan Argueda. Berkat bantuannya, Pangeran Riana memberikan sekantung uang emas yang membuat Pengemis itu bisa kembali ke kampung halamannya. Membeli rumah dan tanah serta bisa membuka usaha untuk di pakai bertahan hidup. Ke enam anaknya pun sudah mendapatkan pendidikan yang layak.


Yuki tidak mau merusak kebahagiaan Mereka.


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2