Morning Dew

Morning Dew
316 Morning Dew Series 4 "Rain Pour" End


__ADS_3

Pangeran Sera menatap Yuki kelu.


Terlambat bagi Yuki untuk menyadari bahwa Pangeran Sera telah mengetahui rencana Yuki. Pangeran Sera telah cukup lama mengenal Yuki. Dia mengetahui kebohongan yang Yuki buat.


 


Yuki ingin mengatakan sesuatu. Tapi Dia binggung akan memulai dari mana. Pangeran Sera terus menatap Yuki dalam. "Yuki...apa Kau ingat semua janji yang telah kuucapkan padamu ?" Tanya Pangeran Sera akhirnya.


"Apa..." Kata Yuki kaget.


 


Pangeran Sera mengukurkan tangannya dan mengusap lembut pipi Yuki.


"Aku akan menunggumu, sampai tiba saatnya Kita dapat bertemu kembali" bisik Pangeran Sera.


Kemudian tanpa di duga. Pangeran Sera mendorong Yuki hingga mundur beberapa langkah ke belakang. Dengan sigap Panglima perang Gererou menangkapnya.


 


"Bawa Putri Yuki pergi dari sini" perintah Pangera Sera tegas pada Panglima Perang Gererou.


Panglima Perang Gererou langsung mengangkat Yuki ke atas pundaknya dengan paksa. Mengabaikan rontaan dan teriakan Yuki yang berusaha untuk melepaskan diri. Berjalan cepat menjauhi altar suci.


 


Kemudian, Yuki menyadari. Di tangan Pangeran Sera ada kunci pembuka segel dan botol kecil berisi darah Yuki. Dia mencurinya dari Yuki ketika memeluk Yuki.


 


Pangeran Sera diam dengan tenang di tempatnya. Dia tidak bergerak sama sekali. Hanya diam mematung. Terus menatap Yuki yang di bawa pergi oleh Panglima Perang Gererou. Menjauhi lokasi di mana altar suci berada. Matanya terus mengikuti Yuki yang tergangga melihat Pangeran Sera.


 


Air mata keluar dari mata Yuki ketika Yuki menyadari apa yang akan di lakukan Pangeran Sera kali ini.


 


Senyum lembut terpasang di wajah Pangeran Sera. Angin menerbangkan rambutnya. Matanya memancarkan rasa cinta yang begitu dalam. Menatap Yuki penuh keiklasan.


 


Dia telah mengetahui masalah kunci suci yang hanya bisa di tarik oleh Mereka bertiga. Dan apa resiko yang harus di tanggung oleh penariknya.


 


 


Jadi Dia datang kemari menyusul Yuki. Untuk menggantikan Yuki menarik kunci pembuka segel suci. Pangeran Sera lebih memilih mengorbankan dirinya daripada harus hidup tanya Yuki di dunia ini.

__ADS_1


 


Sosok Yuki perlahan menghilang dari pandangan. Hanya terdengar suara teriakannya yang terus memanggil nama Pangeran Sera. Panglima Perang Gererou seperti perintah Pangeran Sera terus berjalan tanpa henti. Membawa Yuki keluar dari batas kubah yang di tunjuk oleh Pendeta Suci.


 


Pangeran Sera berdiri seorang diri. Dia menatap ke langit. Dia beruntung, Dia datang tepat pada waktunya. Di pertempuran yang terjadi, Dia cukup kesulitan untuk meninggalkan area perang. Namun pada akhirnya Dia berhasil pergi dan berkuda dengan cepat menuju altar suci untuk mencari Yuki.


 


Di bawahnya, Iblis Balgira yang telah berhasil memporak-porandakan pertahanan. Berjalan dengan angkuh menuju pohon suci. Dia jauh lebih besar daripada manusia. Tingginya hampir empat meter. Ekornya meliuk menghantam apapun di sekitarnya. Jejak kakinya meninggalkan kematian pada tanah yang di pijak. 


Setelah mencapai pohon suci. Iblis Balgira meraung penuh kemenangan. Suaranya menggoncangkan sekitarnya dengan kengerian yang tidak terkira. Iblis Balgira memeluk pohon suci. Bersiap untuk mencabutnya.


 


Tepat saat itu, Pangeran Sera yang telah siap melangkah maju. Menyiramkan darah Yuki dalam botol ke atas kunci. Dan memasukkan kunci pembuka segel suci lalu memutarnya dengan cepat.


 


Sontak kelipan cahaya seperti kunang-kunang yang cukup banyak berhamburan keluar dari seluruh penjuru arah. Berasal dari pepohonan sekitar. Mereka semua berterbangan menuju pohon suci. Mengelilingi Iblis Balgira. Kelipan cahaya itu sangat banyak jumlahnya. 


 


Iblis Balgira meraung. Tangganya mencoba membubarkan kelipan cahaya yang terus mengelilinginya. Bagaikan seekor semut yang melihat makanan manis. Perlahan, raungan kemarahannya berubah menjadi jerit kesakitan. Ketika cahaya bagaikan kilat muncul dari dalam tubuhnya.


 


 


Panglima Perang Gererou diikuti para prajurit pilihan Pangeran Sera terus berlari tanpa memperdulikan teriakan Yuki. Semua orang tahu apa yang akan terjadi kemudian. Panglima Perang Gererou menahan air matanya dan tetap menjalankan perintah dari atasannya dengan baik.


 


Terdengar raungan keras yang memekakan telinga. Burung-burung berterbangan di udara. Semua orang yang ada di sekitar tempat itu berhenti. Refleks melihat ke udara untuk mengetahui apa yang terjadi. Pangeran Riana yang baru saja membunuh lawannya saling menatap dengan Lazzar yang ada di dekatnya. Semua orang tampak kebingungan.


 


Yuki mendongak dan terdiam saat sebuah ledakan yang cukup dasyat terdengar mengguncang langit dan sekitarnya.


 


Sedetik kemudian....


 


Api menyambar dengan cepat membakar apapun yang di lewatinya. Bagaikan sebuah nuklir yang baru saja di jatuhkan ke atas tanah. Meluluh lantakan semua yang ada di dalam kubah.


 

__ADS_1


Goncangannya membuat gempa dasyat di dalam kubah. Tanah-tanah terangkat ke atas. Berhamburan tidak tentu arah.


Mata Yuki melebar ketakutan menyaksikan pemandangan di depannya. Menatap tidak percaya dengan apa yang di lihat. Sebab di dalam kubah itu. Tempat altar suci berada. Dan Pangeran Sera...Dia berada di dalam sana.


 


Pangeran Sera ada di dalam kubah itu...


 


"Tidak....Pangeran.....TIDAKKKK !!!"  Teriak Yuki pilu. Air matanya mengalir cukup deras. Dia berlari ke kubah kaca yang terbentuk. Menahannya untuk tidak masuk ke dalam api yang melalap semuanya. Yuki mengepalkan tangannya. Menggedor kubah kaca dengan kuat hingga tangannya berdarah. "Kenapa Kau lakukan itu...Kenapa Kau lakukan itu" raung Yuki di sela tangisannya.


 


 


 


***********************Rain Pour-End****************


 


Iblis Balgira berhasil di kalahkan namun Dia juga membawa kehancuran yang cukup besar bagi Yuki. Pertempuran yang terjadi, telah memakan banyak korban dan menimbulkan luka yang dalam di hati Yuki.


Kematian Pangeran Sera membuat Yuki hancur. Dunianya runtuh seketika.


Namun, ketika Duka sedang menyelimutinya. Kerajaan Argueda yang telah kehilangan Pangerannya tidak terima dan berusaha menuntut hukuman untuk Yuki, karena Menganggap Yuki sebagai penyebab utama kematian Pangeran Sera.


Sementara itu, hati Yuki semakin hancur saat mengetahui Lekky Darmount juga sekarat saat berusaha menyelamatkan Pangeran Sera. Di saat itu, Yuki harus tetap pergi ke Argueda untuk menyerahkan diri agar tidak terjadi pertempuran besar di antara Argueda dan Garduete.


Kondisi negeri Argueda dan Garduete yang tidak stabil pasca perang melawan Iblis Balgira di manfaatkan beberapa pihak untuk mencari keuntungan dengan berusaha merebut kekuasaannya.


Riana yang mengetahui itu semua, dan demi membalas budi pada Sera, berusaha keras untuk menangani situasi yang ada sekaligus berupaya menyelamatkan Yuki dari hukuman yang di ajukan oleh Raja Jafar.


Usahanya tidak mudah. Tapi Riana tidak menyerah. Dia terus berupaya membawa Yuki kembali ke Garduete dan melepaskan Yuki dari hukuman yang harus di hadapinya. Bagaimana Riana akan membantu Yuki menghadapi kesedihannya karena matahari yang meninggalkannya ?. Akankah Yuki bisa menemukan kembali matahari di kehidupannya ?. 


Akankah semua akan berakhir indah ?. Saat semua sasaran panah justru di arahkan Pada Yuki dan Riana. Membuat Riana dan Yuki kembali harus kehilangan orang-orang yang di sayanginya. Akankah cinta Riana mampu meluluhkan hati Yuki yang mati bersama dengan kepergian Pangeran Sera ?.


 


Apa Riana berhasil mempertahankan negaranya sekaligus menyelamatkan Argueda dari kehancuran akibat pengkhianatan di dalamnya ?.


 


Ikuti kisahnya dalam Morning Dew seri terakhir "Rissing Sun".


 


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2