Morning Dew

Morning Dew
279


__ADS_3

Hari ini adalah puncak dari perayaan Jabaran. Di mana, para merak yang telah menemukan pasangannya, akan berdoa bersama di pinggir sungai untuk mendapatkan keberkahan hubungan Mereka.


Yuki akan mengikuti perayaan puncak jabaran. Dia berdandan dan mengenakan gelang kaki yang bergemerincing di kedua kakinya.


Selama ini, Yuki telah berhasil mengikuti setiap tahap dari rangkaian kegiatan upacara Jabaran untuk mendoakan Pangeran Sera. Sebenarnya bukan hanya untuk Pangeran Sera, Yuki mendoakan semua orang yang di sayanginya. 


Setelah selesai berdandan, Yuki mengambil nampan yang berisi sesajian dan lilin yang telah Dia persiapakan sendiri sebelumnya. Dia akan pergi ke sungai tempat perayaan di adakan untuk melarungkan nampannya. Berharap kehidupan rumah tangganya akan di limpahi cahaya yang menunjukan jalannya.


Meskipun pernikahan Mereka di awali dengan keterpaksaan, dan ada banyak tragedi di baliknya. Yuki sudah memaafkan itu semua. Dia tidak mau membebani pikirannya dengan semua kejadian di masa lalu.


Yuki hanya ingin hidup dengan damai. Mengingat hidupnya sudah tidak akan lama lagi.


 


 


Para wanita yang akan mengikuti puncak perayaan jabaran telah berkumpul di tepi sungai. Ribuan lilin di nyalakan, menghiasi sekitar. Sangat indah jika di lihat dari seberang sungai. Tempat para penonton yang menyaksikan perayaan Jabaran berada.


Yuki memegang nampannya. Berjalan mengikuti alur pergerakan para wanita yang mengandahkan nampannya ke atas untuk berdoa.


 


Bulan bersinar cukup terang. 


Suara gemerincing dari gelang kaki yang dikenakan para wanita terdengar berirama memenuhi udara.


Pangeran Sera berdiri di kumpulan para suami, Yuki bergerak menghampirinya. Dia berjongkok di depan Pangeran Sera. Membasuh kakinya dengan air dalam cawan sebagai simbol bakti istri pada suami.


Kemudian Yuki berdiri dan mengenakan gelang sarvana kepada Pangeran Sera. 


Gelang yang di buat untuk orang-orang yang di cintai, dipercaya sebagai jimat pelindung yang akan melindungi Mereka dari mara bahaya.


 


 


Pangeran Sera menemani Yuki melarungkan mangkuk berisi lilin yang menyala di atasnya, ke dalam sungai. Serentak seluruh sungai dipenuhi oleh ribuan cahaya lilin yang berpendar seperti bintang di atas langit.


 


 

__ADS_1


"Yuki, apa Aku tidak berarti apa-apa untukmu sehingga Kau tidak memberiku gelang sarvana untuk mendoakan keselamatanku ?" Protes Bangsawan Voldermont keras ketika Yuki dan Pangeran Sera sedang duduk berdua di taman sekolah, menikmati udara pagi sesuai Mereka sarapan. Karena sebentar lagi Mereka akan mengadakan rapat besar, jadi Yuki dan Pangeran Sera sudah ada di sekolah.


"Tutup mulutmu. Aku sama sekali belum bertemu denganmu hari ini" balas Yuki menjawab protes Bangsawan Voldermont yang masih berkacak pinggang di depannya.


Yuki mengambil gelang Sarvana di saku bajunya. Menarik lengan Bangsawan Voldermont untuk memasangkan gelang Sarvana miliknya.


Alis mata Yuki langsung terangkat, ketika Dia menemukan hampir selusin gelang sarvana melingkar di pergelangan tangan Bangsawan Voldermont.


"Kau sudah mendapat cukup banyak gelang Sarvana, jadi untuk apa Kau meminta lagi dariku ?. Apa Kau ingin memenuhi seluruh tanganmu dengan gelang sarvana ?" Sindir Yuki kepada Bangsawan Voldermont sambil mengikatkan gelang Sarvana darinya di pergelangan tangan Bangsawan Voldermont.


Bangsawan Voldermont hanya nyengir mendengar sindiran Yuki.


"Semakin banyak yang mendoakanku akan semakin bagus untuk keselamatanku" kilahnya.


Bangsawan Voldermont menarik pergelangan tangan Yuki balik. Dan langsung mengikatkan gelang sarvana miliknya. Sudah ada lima buah gelang di tangan Yuki, pemberian dari Pangeran Sera, Pangeran Arana, Lekky, Lazzar dan Varmount.


"Aku akan mengadakan pesta untuk merayakan ulang tahunku malam ini, jadi Kalian harus datang tanpa ada alasan absen" kata Bangsawan Voldermont datar.


"Bukankah ulang tahunmu masih sepuluh hari lagi ?" Tanya Yuki sambil mengingat-ingat jika Dia salah.


 


 


Semua orang tahu apa yang akan di katakan selanjutnya.


Siapa tahu..ini adalah pesta terakhir untuknya.


 


 


Pendeta Suci telah menegaskan kepada Mereka semua, bahwa akan ada banyak korban yang berjatuhan dalam perang melawan Iblis Balgira. Tapi itu sepadan dengan usaha untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran. Mereka sudah harus siap untuk pergi perang, pulang tinggal nama.


Pangeran Sera dan Pangeran Riana bertugas di wilayah utara dan selatan. Pangeran Sera akan lebih dulu berangkat delapan hari lagi. Di susul Lekky tiga hari kemudian.


Yuki cukup lega saat mengetahui sementara waktu Mereka akan berada jauh dari medan pertempuran. Memikirkan Mereka dalam bahaya membuat Yuki sakit kepala.


"Terimakasih undangannya. Kami akan datang" janji Pangeran Sera bersungguh-sungguh.


"Baiklah, Aku tunggu Kalian nanti malam di aula gedung Kuldhi"

__ADS_1


Setelah mendapat kepastian dari Pangefan Sera. Bangsawan Voldermont meninggalkan Mereka dengan langkah ringan sambil bersiul ringan.


Seolah tanpa beban.


Bangsawan Voldermont sama seperti Lekky. Mereka lebih santai dalam menyikapi suatu masalah. Bukan tipe orang yang bisa di ajak serius memikirkan sesuatu.


 


 


 


Malam harinya, sesuai janji yang di buat Pangeran Sera. Yuki dan Pangeran Sera berjalan tenang menuju aula yang di maksud Bangsawan Voldermont.


Yuki terlihat cantik mengenakan gaun sutra halus berwarna merah mawar. Dia menyanggul rambutnya dan menyelipkan dua tangkai mawar segar sebagai pemanis. Yuki tidak mengenakan perhiasan lain selain cincin pernikahan, anting milik Lekky dan gelang terbuat dari batu berlian yang berwarna-warni yang di pasangkan sendiri oleh Pangeran Sera sebelum Mereka turun dari kereta kuda. Mengingatkan Yuki dengan jepit rambut kupu-kupu yang pernah di hadiahkan Pangeran Sera untuknya sebagai hadiah ulang tahun yang ke enam belas.


 


"Aku hampir menghubungimu karena Kau tidak datang juga" sambut Bangsawan Voldermont ketika Yuki dan Pangeran Sera baru memasuki aula gedung Kuldhi. Bangsawan Voldermont sedang berbicara dengan seorang Menteri dan pasangannya ketika Yuki dan Pangeran Sera datang.


"Maaf Kami sedikit terlambat. Selamat ulang tahun" kata Pangeran Sera sambil mengulurkan tangan dengan ramah pada Bangsawan Voldermont.


Bangsawan Voldermont balas menjabat tangan Pangeran Sera.


"Ini hadiah untukmu" Kata Yuki sembari menyodorkan bingkisan yang ada ditangannya. Dia terlambat karena harus mencarikan hadiah yang pantas untuk Bangsawan Voldermont di sepanjang jalan menuju sekolah.


"Terimakasih" Kata Bangsawan Voldermont senang.


Terdengar suara lembut musik di mainkan. Beberapa pasangan melangkah ke lantai dansa. Yuki melihat ke sekeliling dan menemukan Pangeran Riana duduk di sebuah meja yang ada di tengah ruangan. Wajahnya terlihat tidak ramah. Memperlihatkan dengan jelas bahwa Dia sama sekali sedang tidak ingin di ganggu oleh siapapun. Di sampingnya ada Putri Marsha dan Namura. Panglima Perang Jaibar berdiri di dekat Mereka, sedang mengobrol dengan beberapa temannya.


Walaupun Pangeran Riana duduk di tengah keramaian. Namun Yuki merasa Pangeran Riana menghindari interaksi apapun dengan sekitarnya.


 


Saat Yuki sedang menatapnya, Pangeran Riana menoleh. Tanpa sengaja pandangan mata Mereka bertemu.


Yuki langsung bisa melihat adanya emosi di dalam mata Pangeran Riana. Refleks, Yuki langsung memalingkan muka. Seolah tidak terjadi sesuatu. Dia menunjukan wajah datar dan berusaha bersikap tenang.


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2