Morning Dew

Morning Dew
60


__ADS_3

Pangeran Sera membuka kain yang menyembunyikan identitasnya. Dia menatap Yuki menilai reaksi Yuki.


Yuki terperangah, Dia nyaris tidak mempercayai penglihatannya.


Pangeran Sera adalah pemimpin pemberontak.


"Jangan bodoh Yuki, Aku bukan pemberontak yang Kau maksud" tegur Pangeran Sera tidak suka.


"Lalu kenapa, Kenapa Kau menyerang masuk ke ruang Pangeran Riana dan membawaku kemari !" Tuntut Yuki sanksi. "Pangeran juga ada saat rombongan kami di serang di hutan, kenapa Pangeran ada di sana ?"


"Aku melakukannya untuk menyelamatkanmu Yuki" jawab Pangeran Sera tenang. 


Yuki menatap Pangeran Sera ragu. Di satu sisi Dia tidak percaya Pangeran Sera adalah pemberontak istana, tapi Di sisi lain Dia merasa terlalu kebetulan jika Pangeran berada di dalam hutan ketika Mereka di serang.


"Menyelamatkanku ?" Tanya Yuki penuh keraguan.


"Ya Yuki, kondisi Negeri Garduete sekarang ini sedang tidak aman. Mulai terjadi pemberontakan seperti yang Kau ketahui. Nyawamu sedang terancam"


"Bagaimana Pangeran mengetahui semua ini ?" 


"Kau sangksi padaku Yuki ?" Tanya Pangeran Sera balik dengan sorot sedih. Membuat Yuki merasa bersalah. "Jika Aku berniat jahat padamu, Aku punya banyak kesempatan tidak perlu menunggu sekarang" ujar Pangeran Sera kembali mencoba meyakinkan Yuki.


"Tapi itu bukan alasan yang dibenarkan untuk bisa menculik ku seperti sekarang ini" kata Yuki menolak bujukan Pangeran Sera.


Pangeran Sera menghela nafas. Dia berjalan mendekati Yuki dan duduk di samping ranjang. Yuki berjengit dengan waspada.


"Aku hanya berusaha menyelamatkan tunanganku sendiri. Apakah itu salah ?" Tanya Pangeran Sera lirih.


"Tunangan Pangeran ?" Tanya Yuki kebingungan. "Lalu apa hubungannya denganku ?" 


"Karena tunanganku itu adalah Kau Yuki"


Yuki mengerjap. Otaknya berhenti berpikir seketika. Apakah Dia telah salah dengar tadi ?. Pangeran Sera mengklaim dirinya sebagai tunangan Pangeran. Sesaat setelah kesadarannya pulih Dia langsung menggelengkan kepala tak percaya.

__ADS_1


"Tidak mungkin, bagaimana bisa ?" Tanya Yuki masih tidak mengerti. "Pangeran sendiri yang mengatakan bahwa Pangeran sudah di jodohkan semenjak kecil, bahkan Pangeran sering melihatnya. Jadi pasti Pangeran sering bertemu dengannya. Aku baru saja tiba ke dunia ini, dan Kita baru saja bertemu. Apakah Pangeran pikir Aku bodoh ?"


"Ketika Aku masih dalam kandungan, ibuku pernah nyaris terbunuh oleh orang-orang suruhan istri Ayah yang lain, ketika dalam perjalanan kembali ke istana. Beruntung Putri Ransah yang saat itu kebetulan berada di lokasi sekitar mengetahuinya. Dia menyelamatkan ibuku bahkan nyaris terbunuh karenanya. Untuk membalas budi atas kebaikan Putri Ransah, Ibuku berjanji jika nanti Putri Ransah memiliki seorang anak laki-laki Dia akan menjadi saudaraku. Namun jika anak itu perempuan, Dia akan menjadi istri utamaku. Sampai di sini apa Kau sudah mengerti Yuki ?"


"Aku ?!" Yuki masih kebingungan. Dia masih tidak percaya jika Dia adalah tunangan Pangeran Sera. Jika memang benar seperti itu, terjawab sudah misteri kenapa Pangeran Sera begitu perhatian padanya.


"Berikan kalungmu" Kata Pangeran Sera tenang menanggapi ketidakpercayaan Yuki. Setidaknya Yuki masih mau mendengarkannya itu sudah cukup.


"Kalung ?" Tanya Yuki dengan pikiran kosong.


"Putri Ransah memberikan padamu kan ?" Tanya Pangeran Riana sembari mengambil kalung dari lehernya dan menunjukannya pada Yuki.


Yuki menerima kalung yang di berikan Pangeran Sera. Ada Liontin yang terbuat dari separuh koin yang di potong tidak rata. Yuki mengenali liontin itu. Dia refleks mengambil kalung dari lehernya dan melepaskannya. 


Perlahan Yuki menyatukan liontin miliknya dengan Pangeran Sera. Kedua liontin itu membentuk uang logam besar yang pas dengan sempurna. Yuki terperangah. Dia tidak percaya dengan penglihatannya. Semua terasa mengejutkan dan tidak masuk akal.


"Bagaimana.." Yuki tidak mampu melanjutkan kata-katanya. 


"Ini adalah kalung perjanjian keluarga Kita" ujar Pangeran Sera tenang. Bagaimana ?, Sekarang Kau percaya ?"


"Hanya Kau yang belum mengenalku Yuki. Aku sudah sering memperhatikanmu semenjak Kau lahir ke dunia. Aku tahu semua mengenai dirimu lebih dari yang Kau sadari" ujar Pangeran Sera penuh keyakinan.


"Bagaimana bisa ?"


"Melalui bantuan cermin yang di anugerahi Dewa Asoka, Dewa pelindung negeri Argueda. Aku bisa melihat dirimu dengan cermin itu kapanpun Aku menginginkannya"


Yuki terpekur sesaat. Mencerna penjelasan Pangeran Sera. Jadi perasaan bahwa Pangeran Sera sangat mengenalnya itu bukan hanya khayalan. Dia sudah lama memperhatikan Yuki dan tau segalanya mengenai Yuki.


Pangeran Sera menatap Yuki lembut. Dia mengulurkan tangan untuk mengusap pipi Yuki. Mendongakkan Yuki agar menatap matanya. 


"Aku sebenarnya ingin segera menjemputmu begitu mendengar Kau kembali ke dunia ini, tetapi Perdana Menteri Olwrendho memohon agar di beri waktu untuk bersamamu lebih lama, jadi Aku mengurungkan niatku. Tetapi perkembangan tak terduga terjadi, membuatku tidak bisa menunda lebih lama lagi" jelas Pangeran Sera memohon pengertian Yuki. "Sekarang Kau sudah mengetahui semuanya Yuki. Ikutlah bersamaku, di sini sudah tidak aman untukmu"


Yuki menundukkan kepala untuk.menghindari tatapan Pangeran Sera. "Maaf Pangeran, Aku tidak bisa. Aku harus kembali mengungkapkan kematian ayah dan semua yang telah meninggal karena Aku. Aku tidak bisa melarikan diri seperti ini"

__ADS_1


Diam sejenak.


"Kau ingin kembali karena Ayahmu atau karena Riana ?" Tanya Pangeran Sera akhirnya dengan nada sedih. Membuat Yuki langsung mendongak kaget. 


"Tidak ada hubungannya dengan Pangeran Riana" sangkal Yuki cepat.


"Benarkah ?"


Yuki merasa keraguan saat Pangeran Sera kembali bertanya. Dia memang tidak bisa pergi begitu saja dan menyelamatkan dirinya sendiri. Dia harus mengungkapkan kematian ayah dan semua yang meninggal karenanya. Pangeran Riana sudah berbaik hati menolongnya, sangat tidak adil jika Dia malah melarikan diri hanya karena takut menghadapi pembunuh Ayahnya.


Yuki tidak mau melarikan diri.


"Aku ingin tahu kebenarannya" kata Yuki dengan keyakinan penuh.


Pangeran Sera menghela nafas. "Asal Kau tau Yuki, Riana tidak pernah bersikap baik dengan wanita manapun. Tetapi denganmu Dia berbeda"


Yuki menatap Pangeran Sera kebingungan. Pernyataan Pangeran Sera tidak masuk di akal.


Pangeran Riana selalu bersikap seenaknya padanya, beberapa kali Yuki menangis karena sikapnya itu. Pangeran Diana memaksa Yuki menjadi wanita miliknya, mengurung Yuki di istananya, menjauhkan Yuki dari Bangsawan Dalto dan bahkan beberapa kali Pangeran Riana menyerangnya.


Meski Yuki juga mengakui bahwa Dia memiliki hutang budi kepada Pangeran Riana karena telah menyelamatkan nyawanya dan mau menyelidiki kematian Ayahnya. Tapi hanya itu, apakah itu termasuk istimewa ?. 


"Lihat Aku.." Pangeran Sera mengulurkan kedua tangannya secara tiba-tiba. Merengkuh wajah Yuki. Memaksanya untuk menatap Pangeran Sera.


Lihat Aku, Lihat cintaku..


Tatapan Pangeran Sera menyiratkan kedua hal itu. Dia sangat mencintai gadis di depannya. Yuki tidak tahu bagaimana perasaannya ketika mengetahui Dia sudah kembali ke dunia ini. Pangeran Sera nyaris berkuda seorang diri menuju Negeri Garduete. Jantungnya berdebar keras ketika Dia bertemu langsung dengan Yuki untuk pertama kali. Dan...sakit yang di rasakan ketika melihat kebersamaan Yuki dengan Riana.


Dia merasa cemburu.


Yuki adalah miliknya. Dia sudah menunggu begitu lama hanya untuk bisa bersama dengan Yuki. Jadi bagaimana mungkin Dia membiarkan gadis itu menjadi milik orang lain.


Kemudian, tanpa peringatan Pangeran mendekatkan wajahnya dan langsung mencium Yuki.

__ADS_1


 


 


__ADS_2