Morning Dew

Morning Dew
273


__ADS_3

"Bukan hanya Aku yang melindungimu. Sebenarnya Riana juga diam-diam memerintahkan prajurit khusus untuk mengikuti dan melindungimu"


"Sejak kapan Dia melakukannya ?" Bisik Yuki terkejut. Bukankah Pangeran Riana sangat membenci Yuki sekarang. Dia tidak lagi menunjukan kepedulian pada Yuki meskipun selama ini Yuki muncul di depannya. Pangeran Riana juga cukup tega untuk memperkosa Yuki meskipun Yuki sudah mengiba, memohon agar Pangeran Riana membatalkan niatnya.


"Riana dan Sera sama-sama memiliki cinta yang cukup gila. Hanya berbeda versi" kata Lekky lagi sambil mengepulkan asap dari mulutnya keluar. 


"Tapi Dia tidak menunjukan apapun selain kebencian padaku"


"Kau sebenarnya tau Dia masih peduli padamu Yuki. Tapi Kau berpura-pura tidak tahu"


"Mungkin..." Kata Yuki sesaat. Dia terdiam merenung. Pangeran Riana selama ini bersikap acuh padanya. Tidak menyangka Dia memerintahkan orang untuk menjaga Yuki secara diam-diam. Yuki semakin tidak mengerti apa yang di pikirkan Pangeran Riana. 


"Aku memang membohongi diriku sendiri" kata Yuki pelan. "Aku selalu mengatakan bahwa kisah Kami sudah lama berakhir. Jadi tidak apa-apa jika Aku muncul di depan Mereka. Nyatanya, semua perasaan itu masih ada. Hanya sedang tersimpan rapi pada tempatnya. Menunggu waktu yang tepat untuk kembali keluar"


Yuki menegakkan punggungnya. Menatap ke barisan prajurit Argueda yang masih dengan setia menunggu Pangeran Sera. Kuda-kuda diikat ke tiang. Beberapa orang duduk di atas tanah sambil mengobrol. Sementara yang lain menerima makanan yang di bawa para pelayan atas perintah Bangsawan Voldermont.


"Bagaimana jika Riana masih menginginkanmu ?" Ujar Lekky membuyarkan lamunan Yuki. Yuki langsung menggelengkan kepala pelan. "Satu hal yang harus Kau ketahui Yuki, cintanya seorang laki-laki hanya terjadi satu kali. Sisanya.....hanya untuk melanjutkan hidup"


"Bersama Pangeran Riana jauh lebih berat, Marsha tidak mungkin akan membiarkanku hidup dengan tenang. Aku lebih suka tidak berurusan lagi dengannya"


"Aku bisa memberimu jasa gratis untuk menyingkirkan Mereka"


"Tidak" tolak Yuki cepat. "Kita tidak datang untuk mencari masalah dengan siapapun"


"Sudahlah, jika Kau ingin kembali..Aku tidak akan melarangmu"


"Lalu bagaimana dengan Kau Lekky ?" Tanya Yuki tanpa menyembunyikan perasaan cemasnya. Selama lima tahun ini Yuki selalu mengikuti Lekky hanya untuk menjaga Lekky. Apa jadinya jika Mereka tidak lagi bersama, membuat Yuki sangat mencemaskan Lekky. 


"Apa yang Kau cemaskan ?. Kau tetap dapat menemuiku sewaktu-waktu. Kita memiliki darah yang sama, bahkan ada darahmu di dalam diriku. Ikatan bathin Kita begitu kuat Yuki. Tidak perlu mengkhawatirkan sesuatu yang tidak perlu"


"Aku menyayangimu Lekky, hanya Kau satu-satunya yang tersisa untuk ku"


"Jangan cemas bodoh, Kau hidup Aku juga hidup. Sesederhana itu. Jadi pastikan saja Kau masih bernafas dan Kau akan tahu Aku juga hidup" 


"Tidak bisakah Kau tinggal bersamaku ?" Yuki merasa sangat egois saat mengatakannya. Lekky tidak pernah mau terikat dengan sesuatu. Apalagi soal kerajaan. Dia adalah manusia bebas. Tapi Yuki tidak bisa mengesampingkan perasaannya jika Dia jauh dari Lekky. 


"Aku tidak akan kemana-mana Yuki" jawab Lekky bersungguh-sungguh. Yuki langsung menghambur ke pelukan Lekky. 

__ADS_1


Kembali bersama Pangeran Sera artinya Yuki harus siap terikat dengan semua aturan yang ada di istana. Apalagi Yuki hidup sebagai salah satu anggota keluarga kerajaan. Dia selalu harus mewaspadai setiap konspirasi yang terjadi. Yuki akan sangat kesepian meskipun Dia berada dalam keramaian.


Tapi yang paling membuat Yuki bersedih adalah Dia tidak akan selalu bisa bersama dengan Lekky.


Yuki tidak bisa mengikat Lekky dalam istana. Dia punya jalan hidup sendiri. 


Yuki pasti akan selalu mencemaskan Lekky di sepanjang waktunya.


 


Lekky kembali ke sekolah.


Malam telah larut tapi Pangeran Sera belum juga bangun. Yuki dengan sabar menunggu di samping tempat tidur. Duduk dengan terkantuk-kantuk. 


Ketika Pangeran Sera akhirnya bangun. Dia tampak terkejut dengan sekelilingnya. Kesadarannya belum pulih dengan benar. 


"Apa Pangeran baik-baik saja ?" Tanya Yuki pelan. Pangeran Sera tampak terkejut ketika melihat Yuki. Dia menatap Yuki dengan sorot tidak percaya. Yuki mengulurkan tangan untuk memeriksa Pangeran Sera. Tapi Pangeran Sera langsung menepis tangan Yuki.


Yuki langsung terdiam.


Yuki beringsut akan bangun dari duduknya ketika Pangeran Sera mencekal tangan Yuki kuat, menarik Yuki hingga Dia kembali duduk di tempatnya.


Pangeran Sera menatap Yuki penuh emosi. "Kau akan pergi kemana lagi ?" Tanya Pangeran Sera keras. "Apa lima tahun ini Kau belum puas menyiksaku Yuki ?"


"Aku..."


Yuki menatap Pangeran Sera kebingungan. Dia ingin mengatakan sesuatu. Tapi mulutnya seakan terkunci.


Pangeran Sera kembali menarik Yuki hingga Yuki terhuyung ke depan. Menabrak dadanya. Tanpa peringatan, Dia merengkuh wajah Yuki kuat dan langsung mencium bibir Yuki.


 


 


Yuki hanya diam saat Pangeran Sera menciumnya. Ketika akhirnya Pangeran Sera melepas ciumannya dan menatap Yuki dalam dari jarak dekat. Dia kemudian berbisik dengan nada memohon. "Jangan pergi lagi Yuki, jangan tinggalkan Aku"


Pangeran Sera memeluk Yuki erat. Bahunya bergetar. Yuki mengangkat tangannya dan mengusap lembut punggung Pangeran Sera. Mencoba memberi ketenangan.

__ADS_1


"Aku telah melakukan hal buruk selama ini, apakah Kau bisa menerimaku yang seperti itu ?" Tanya Yuki sambil menjauhkan badannya dari Pangeran Sera.


"Tidak perduli apa yang telah terjadi di masa lalu, kembalilah padaku Yuki. Jangan pergi lagi"


Pangeran Sera kembali merengkuh wajah Yuki dan mencium Yuki mesra. Ciumannya sangat lembut dan hangat. Semakin membuat Yuki merasa bersalah. Pangeran Sera memperlakukan Yuki seolah Yuki tidak pernah melakukan sesuatu yang buruk kepadanya. Seolah Yuki tidak pernah meninggalkan Pangeran Sera selama ini.


 


 


Yuki dan Pangeran Sera duduk mengobrol di ruang tengah. Keduanya berbicara dengan tenang, mengeluarkan semua isi hati masing-masing. Pangeran Sera terus menggengam tangan Yuki dengan lembut. Dia memainkan cincin pernikahan yang ada di jari manis Yuki dan menemukan bekas cincin yang tercetak di kulit. Tanda Yuki tidak pernah melepaskan cincin pernikahannya dari jarinya.


Yuki berjanji pada Pangeran Sera tidak akan pergi meninggalkan Pangeran Sera lagi.


Dia kembali kepada Pangeran Sera.


 


 


Pagi harinya, setelah sarapan. Yuki berpamitan dengan Bangsawan Voldermont. Dia akan tinggal di sekolah bersama dengan Pangeran Sera.


Mereka pergi meninggalkan rumah Bangsawan Voldermont dengan mengendarai kereta kuda kerajaan.


 


 


Kehebohan terjadi di sekolah saat kereta kerajaan Argueda berhenti dan Yuki turun dari kereta kuda dengan di bantu Pangeran Sera. Semua mata langsung memandang dengan sorot penasaran. Sontak Yuki langsung menjadi pusat perhatian. 


Pangeran Sera terus menggengam tangan Yuki yang berjalan dengan canggung di tengah tatapan penasaran yang di tujukan padanya. Dari caranya menggengam tangan Yuki terlihat jelas Pangeran Sera tidak ingin lagi berpisah dengan Yuki.


Mereka berjalan beriringan. Kedua tangan saling menaut. Terlihat Pangeran Sera tersenyum setiap mata Mereka tanpa sengaja saling bertemu. 


Rombongan terus berjalan. Menuju kamar Pangeran Sera. Meninggalkan bisik-bisik penasaran di belakang Mereka. Berbagai pertanyaan menyuar memenuhi setiap sudut sekolah dengan cepat.


 

__ADS_1


__ADS_2