
Meskipun Yuki sudah dinyatakan stabil dan kembali ke kamar. Tapi Yuki masih belum diizinkan keluar kamar dan banyak bergerak. Seluruh sendinya masih sakit. Yuki harus menjalani terapi akupuntur untuk memulihkan kembali syaraf-syaraf di tubuhnya. Dari Rena Dia tahu, jantungnya sempat beberapa kali berhenti dan membuat semua orang cemas.
Yuki bersyukur Dia masih di beri kesempatan untuk hidup.
Sekarang kondisi istana sangat sunyi. Semenjak kejadian itu Pangeran Sera langsung menutup istana dan melarang orang yang tidak berkepentingan atau telah membuat janji untuk berkunjung.
"Pangeran masih menyelidiki semua kemungkinan. Dapur istana sudah di selidiki dan di mintai keterangan. Tapi Mereka bersih. Karena sebelum masuk meja penyajian. Semua makanan telah di test terlebih dahulu di hadapan para pelayan Pribadi Ratu Warda. Kemungkinan besar, racun di masukkan ketika berada di meja saji yang terletak di dalam aula"
"Maksudmu pelakunya berada bersama Kita saat kejadian ?" Tanya Yuki tidak percaya.
"Itu hanya kemungkinan saja Putri. Kita hanya bisa bersabar menunggu penyelidikan Pangeran selesai"
Rena mengangkat kaki Yuki ke dudukan kaki. Dan kemudian melakukan pijatan lembut dengan minyak esensial agar syaraf Yuki cepat pulih. Yuki bersyukur dalam kondisi yang sekarang, ada Rena yang menemaninya.
Dua orang pelayan yang bertugas membantu Rena untuk melayani Yuki telah selesai membereskan barang. Mereka membungkukan badan dan langsung keluar kamar untuk melanjutkan pekerjaan Mereka.
Rena melirik sekilas pada pintu yang tertutup. Wajahnya tampak tegang. Yuki menangkap perubahan Rena dan tahu ada sesuatu yang di sembunyikan Rena.
"Ada apa ?" Tanya Yuki tidak bisa menahan rasa penasarannya.
Rena mengambil sesuatu dari kantung bajunya. "Putri, Aku ingin memberikan sesuatu untuk Putri"
Yuki terkejut ketika Rena mengulurkan tangan dan mengeluarkan Gererou dari saku baju. Sebab, Gererou yang di pegang Rena adalah Gererou yang di berikan Yuki pada Pangeran Riana. Yuki ingat melihat Pangeran Riana masih memakainya ketika pagi hari, sebelum Dia berangkat meninjau lokasi bencana di kota. Pangeran Riana selalu memakainya kemanapun Dia pergi.
"Ini..?" Tanya Yuki lirih. Saking kagetnya Dia sampai tidak bisa mengeluarkan kata-kata.
"Pangeran selama ini sudah berada du ibukota. Semalam Dia menemui hamba dan memberikan gererou ini untuk diberikan pada Putri" bisik Rena dengan suara nyaris tidak terdengar.
Saat Yuki mendengar Pangeran Riana sudah berada di ibukota. Perasaannya menjadi hangat.
"Pangeran sedang menyusun rencana agar bisa membawa Putri kembali. Tapi penjagaan sangat ketat. Harap Putri bisa menjaga diri dan bersabar"
__ADS_1
"Bagaimana keadaanya sekarang ?. Apa Dia baik-baik saja"
"Pangeran bersama dengan Bangsawan Xasfir dan Bangsawan Voldermont. Mereka bersembunyi dan menyamar di suatu tempat di dalam ibukota. Saat Pangeran mendengar Putri sekarat karena minum racun Gautri. Pangeran nyaris menerobos istana untuk bertemu dengan Putri. Beruntung ada Bangsawan Xasfir dan Bangsawan Voldermont yang menenangkan agar Pangeran Riana tidak bertindak sembarangan"
Yuki menahan nafas ketika mendengarnya. Pangeran Riana nyaris saja membahayakan hidupnya.
"Sekarang Pangeran sudah jauh lebih tenang ketika mengetahui Putri selamat"
"Katakan padanya untuk menjaga diri" bisik Yuki lirih.
Yuki sangat ingin bisa berbicara dengan Pangeran Riana. Tapi Dia tidak tahu bagaimana bisa menghubungi Pangeran Riana. Yuki tidak mempunyai Gulf. Pangeran Sera tidak memberikan Gulf untuk Yuki. Sepertinya Pangeran Sera takut jika Dia memberi Yuki Gulf, Yuki akan menggunakannya untuk berkomunikasi dengan orang-orang dari Garduete.
Sementara itu, Gulf milik Rena juga telah di sita oleh kerajaan Argueda ketika Dia pertama kali masuk ke istana untuk menemui Yuki.
Jika Rena sampai ketahuan berkomunikasi dengan orang dari Garduete. Meskipun tidak ada hubungannya dengan Yuki. Kerajaan Argueda tidak akan segan untuk menjatuhi hukuman mati padanya.
Tapi Rena berani mengambil resiko dengan berkomunikasi secara diam-diam dengan Pangeran Riana. Yuki tidak bisa membayangkan apa yang harus di tanggung Rena, jika Pangeran Sera sampai mengetahuinya.
"Untuk saat ini Kita hanya bisa menunggu Pangeran Riana memberikan arahan. Putri, Aku merasa siapapun yang memberikan racun Gautri akan kembali bertindak dalam waktu dekat. Jadi Putri harus tetap berhati-hati dan waspada. Entah apa tujuannya, yang jelas Dia menargetkan Putri sebagai sasaran tembaknya"
Yuki terdiam. Perkataan Rena ada benarnya. Yuki tidak mengerti kenapa Dia selalu menjadi sasaran tembak dalam setiap permasalahan. Seolah, Yuki adalah orang yang sangat menganggu jika di biarkan hidup terlalu lama.
Di luar, terdengar bunyi petir menyambar. Suara angin menderu dari lautan, bersatu dengan rintik hujan yang turun dengan derasnya. Yuki mempunyai firasat buruk dengan apa yang menantinya.
Yuki memakai tongkat penyangga untuk membantunya berdiri. Efek dari racun Gautri membuat syarafnya menjadi lemah. Untuk mengembalikannya, Dia harus sering berlatih menggerakan anggota tubuhnya agar kembali normal.
Dengan tenang, Yuki kembali fokus ke depan. Dia mencoba melatih kakinya berjalan. Dua orang pelayan mengapitnya dengan sikap berjaga, siap menompang Yuki jika Dia terjatuh sewaktu-waktu.
__ADS_1
Yuki tidak ingin bermanja-manja. Dia berusaha kembali normal dan pulih seperti sedia kala.
"Putri !!" Para pelayan berteriak saat lutut Yuki membentur lantai. Terasa nyeri. Beruntung Yuki tidak sampai jatuh berdebam karena tubuhnya dengan sigap di tahan oleh pelayan yang menjaganya.
"Jangan mendekat" pinta Yuki tegas. Menolak bantuan dari para pelayan. Yuki kembali berusaha berdiri seorang diri. Agak lega ketika Dia berhasil menampakan kaki ke lantai. Yuki merasakan telapak kakinya terasa dingin saat menyentuh lantai. Awal yang bagus. Dia mengingatkan dirinya untuk mencatat perkembangan tubuhnya.
Yuki kembali melangkahkan kaki perlahan. Sendi tubuhnya masih sakit saat di pakai bergerak. Tapi Dia sadar, jika tidak dipaksa berlarih, Dia tidak akan segera sembuh. Yuki sangat khawatir Dia akan mengalami kelumpuhan.
Jadi selagi Dia bisa dan mampu, Dia akan berusaha dengan keras.
"Kau terlalu keras berlatih" ujar Pangeran Sera sembari membaluri kedua kaki Yuki dengan minyak dan memijatnya lembut untuk merangsang syaraf Yuki.
"Aku ingin segera sembuh. Hari ini Aku sudah berhasil berjalan sebanyak sepuluh langkah dan sudah bisa merasakan kakiku kembali" lapor Yuki dengan puas.
"Aku tidak melarangmu berlatih. Tapi jangan memaksakan diri" tegur Pangeran Sera tidak suka.
"Baik Pangeran, Aku tidak akan memaksakan diri jika berlatih" janji Yuki dengan sungguh-sungguh.
Pangeran Sera mendesah. Dia mencubit pipi Yuki gemas. Kemudian kembali memijat tangan dan kaki Yuki untuk memberikan stimulasi sebelum tidur. Setelah selesai Dia membaringkan Yuki di atas bantal. Menyelimuti Yuki dengan lembut.
"Sekarang tidurlah. Jika besok Kau ingin berlatih kembali, Aku akan menemanimu berlatih di taman sambil mencari udara segar"
"Benarkah ?" Tanya Yuki antusias.
Pangeran Sera menganggukan kepala. Yuki langsung menghambur ke pelukan Pangeran Sera senang. "Terimakasih Pangeran, Kau memang yang terbaik" seloroh Yuki tidak bisa menyembunyikan perasaannya.
Pangeran Sera berbaring di samping Yuki. Menggunakan lengannya untuk menompang kepala Yuki. Dia menepuk kepala Yuki lembut sembari menyanyikan lagu tidur untuk Yuki. Yuki menyusupkan wajahnya ke dada Pangeran Sera. Berusaha memejamkan mata. Suara Pangeran Sera terdengar sampai ke dalam mimpi. Perlahan Yuki jatuh tertidur dengan pulas.
__ADS_1