
Yuki langsung menutup pintu dan kembali ke arah Bangsawan Voldermont dengan pipi bersemu merah. Dia tampak salah tingkah.
"Kenapa tidak memberitahuku sebelumnya ?" Protes Yuki pada Bangsawan Voldermont.
"Aku sudah mencoba memperingatkanmu Nona" kilah Bangsawan Voldermont cepat. Yuki terdiam di tempatnya. "Apa Kau tidak apa-apa ?" Tanya Bangsawan Voldermont lagi ketika melihat ekpresi di wajah Yuki.
"Ya...tapi Aku butuh minum"
Bangsawan Voldermont menuntun Yuki untuk duduk di sebuah meja kecil untuk dua orang. "Kau mau apa ?" Tanya Bangsawan Voldermont sambil menyodorkan buku menu di depan Yuki.
Wanita yang bersama Bangsawan Voldermont memandangi Mereka dengan wajah masam dari jauh.
"Apa Kau tidak masalah meninggalkan pasanganmu ?" Tanya Yuki penasaran.
"Masalah apa, Dia hanya teman" jawab Bangsawan Voldermont acuh. Yuki hanya diam tidak mau berdebat dengan Pria yang sering memainkan perasaan wanita.
Bangsawan Voldermont dan Lekky sama. Sama-sama penjahat wanita.
Yuki menyebutkan menu yang diinginkan. Bangsawan Voldermont memanggil pelayan dan membantu Yuki untuk membuat pesanan. Tak lama, pesanan sudah di antar ke atas meja.
"Apa yang Kau lakukan di sini ?" Tanya Bangsawan Voldermont sambil meletakan segelas minuman di depan Yuki. Musik di mainkan. Beberapa pasangan sedang berdansa.
"Lazzar memintaku untuk mengawasi Lekky hari ini"
"Untuk apa ?" Tanya Bangsawan Voldermont lagi tidak mengerti.
"Kau pasti tahu beberapa tahun lalu Lekky pernah nyaris tertangkap di Argueda. Kejadian itu di rencanakan oleh wanita, yang saat itu menjadi kekasih Lekky. Tampaknya Pangeran Sera membawa Gadis itu ke Garduete untuk menjebak Lekky kembali"
Bangsawan Voldermont menganggukan kepala mengerti. "Sera melakukan segala cara untuk membuatmu kembali"
Pintu kamar tempat Lekky berada terbuka. Putri yang sebelumnya bersama Lekky keluar dari dalam ruangan. Matanya bertatapan dengan Yuki. Namun Dia segera memalingkan wajahnya acuh dan terus berjalan melewati ruangan utama.
Yuki kembali menunduk untuk mengaduk minumannya saat terdengar teriakan wanita dari seberang.
Putri yang baru saja bersama Lekky berdiri dengan marahnya, bersikap melawan pada Putri yang baru saja datang dan terus berteriak marah dan menantangnya.
__ADS_1
"Dasar ******, Kau sahabatku tapi Kau menusukku dari belakang. Kau tahu Lekky adalah milikku. Tapi Kau berani sekali merayunya"
"****** ??. Kau yang ******. Jelas sekali Lekky tidak tertarik padamu. Dia memilihku. Kau yang tidak tahu diri jadi orang"
"Astaga..." Decak Yuki kesal saat mendengar penyebab pertingkaian Mereka.
Kedua Putri itu saling mendekat. Kemudian terjadi perkelahian yang tidak bisa di hindarkan. Keributan terjadi dengan cepat. Yuki buru-buru turun untuk melerai perkelahian. Bangsawan Voldermont dan Pangeran Riana datang membantu Yuki yang kepayahan seorang diri. Akhirnya keduanya dapat di pisahkan.
"Apa kalian waras, Kalian bertengkar hanya untuk memperebutkan Lekky ?" Tanya Yuki tidak percaya pada kedua Putri yang bersiteru.
"Jangan munafik Putri. Bukankah Kau sendiri tidak jauh lebih baik dari Kami.Siapa yang tidak tahu ceritamu ?. Kau justru meninggalkan suamimu untuk pergi bersama dengannya"
"Lekky tidak mencintai Kalian dan hanya mempermainkan Kalian saja. Untuk apa Kalian saling bertengkar demi dirinya ?" Kata Yuki mengindahkan sindiran Putri kepadanya.
Dia di tahan oleh Bangsawan Voldermont di belakang.
"Biarkan saja jika Mereka ingin bertengkar Yuki. Untuk apa Kau sibuk mengurusi masalah yang tidak perlu seperti ini"
Lekky muncul. Berjalan dengan tenang mendekati kerumunan. Setelah Dia tiba di dekat sumber masalah, Lekky memperhatikan kedua Putri itu bergantian dengan wajah datar.
"Sialan Kau Lekky" salah satu Putri yang bertengkar sangat marah mendengar perkataan Lekky. Dia langsung menyambar ember berisi balok es dan melemparkannya dengan kencang ke arah Lekky.
Yuki yang berada di depan Lekky refleks langsung menghalangi ember itu dengan badannya.
Akibatnya, punggungnya terhantam cukup keras oleh ember yang berisi balok es. Yuki terhuyung maju ke depan. Dia nyaris saja tersuruk ke atas lantai jika Lekky tidak menangkapnya.
Yuki tahu sebenarnya Dia tidak perlu menamengkan tubuhnya untuk melindungi Lekky. Lekky dapat dengan mudah menghindari serangan yang terjadi. Tapi tubuh Yuki bergerak lebih cepat daripada pikirannya.
Baju Yuki basah oleh air es yang mencair dari dalam ember. Dia meringis merasakan nyeri di bahunya.
"Hey !!" Bentak Lekky cukup keras pada Putri yang melemparkan ember padanya.
Dia mengatupkan rahang kuat. Memandang ke depan dengan tatapan dingin dan kejam. Membuat siapapun ketakutan saat melihatnya.
"Aku baik-baik saja. Lekky...apa Kau dengar" ujar Yuki cepat sambil mendorong Lekky menjauhi kerumunan. Yuki khawatir Lekky akan membunuh orang jika Dia tidak segera meredakan emosi Lekky. Sementara itu Para Putri yang tadinya bertengkar langsung melarikan diri karena ketakutan saat melihat sikap Lekky yang mengancam.
__ADS_1
Yuki menarik lengan Lekky. Membawanya untuk duduk bersama di meja yang sebelumnya di gunakan Yuki bersama Bangsawan Voldermont.
"Tunggu di sini" perintah Lekky tegas saat melihat Yuki menggigil.
Dengan cepat Dia berjalan pergi menuju pintu keluar. Putri Marsha mengambil kesempatan untuk menyindir Yuki dengan kejam. Yuki berusaha tidak terpengaruh dan mengabaikan perkataan Putri Marsha.
Putri Marsha baru diam ketika melihat Lekky datang. Lekky membawa mantel yang di tinggalkan Yuki di depan. Dan langsung memakaikannya ke tubuh Yuki.
"Terimakasih" kata Yuki pelan.
Seorang pelayan pria datang dengan membawa nampan berisi minuman dan langsung meletakannya ke atas meja.
Lekky langsung mengambil botol anggur dan membuka penutupnya. Kemudian menuangkannya di gelas kecil yang ada di depannya dan memberikannya pada Yuki. Yuki menerimanya dengan ragu. Dia menunduk untuk mencium aroma anggur yang menyengat di dalam gelas dan mengernyit tidak suka.
"Minum" perintah Lekky sambil menyorongkan gelas anggur di tangan Yuki mendekati mulut Yuki. Yuki menahan tangannya. Menggelengkan kepala menolak. "Minum" perintah Lekky sekali lagi dengan nada lebih tegas.
Akhirnya Yuki terpaksa menuruti permintaan Lekky. Dia mendekatkan bibir gelas ke mulutnya dan langsung meminum anggur dalam sekali tegukkan. Rasanya pahit. Membuat Yuki ingin muntah. Mata Yuki sampai berkaca-kaca menahan mual. Lekky langsung menyendokkan pemanis dan menyuapkannya pada Yuki.
"Lagi.." pinta Yuki memohon.
Lekky kembali memberikan pemanis untuk Yuki.
Dengan tenang, Lekky menuangkan kembali anggur ke gelas dan langsung meminumnya tanpa harus repot-repot memakan pemanis seperti Yuki. Membuat Yuki heran bagaimana orang bisa tahan rasa pahit seperti yang di rasakan sebelumnya.
"Lekky, apa Kau baik-baik saja ?" Tanya Yuki terus terang.
Wanita yang pernah di cintai Lekky kembali muncul untuk menemui Lekky. Lazzar sangat khawatir Lekky akan kembali terjebak olehnya sehingga menyuruh Yuki untuk mengawasi Lekky. Selain itu, hanya Yuki yang bisa mencegah Pangeran Sera untuk melukai Lekky.
Keluarga Darmount tidak pernah terlibat secara pribadi dengan urusan kerajaan manapun. Bagi Mereka itu adalah pantangan tersendiri. Jadi jika Lekky tertangkap dan di hukum oleh kerajaan, Keluarga Darmount tidak boleh ikut campur dalam masalah yang terjadi.
Untuk mengakali peraturan di keluarga Mereka dan menyelamatkan Lekky, Lazzar memainkan Yuki sebagai pion utama.
__ADS_1