Morning Dew

Morning Dew
242


__ADS_3

Lekky sedikit menoleh ketika Yuki melewatinya. Dia menaikkan satu alisnya sambil melihat Yuki penuh tanda tanya. Namun, Yuki berpura-pura tidak melihatnya.


Yuki memilih duduk di sudut ruangan yang mencolok. Memesan minuman dan menunggu sampai seseorang mengenalinya. 


Musik kembali berkumandang memenuhi ruangan. Seseorang meletakan gelas anggur di depan Yuki. 


Yuki sedikit goyah saat mengetahui Bangsawan Asry sudah berdiri tepat di depannya. Tadinya Dia berharap Bangsawan Asry tidak akan menegurnya. Tapi rupanya Yuki salah.


"Apa Putri bersedia menemaniku berdansa satu lagu ?" Tanya Bangsawan Asry sambil mengulurkan tangannya.


Yuki mencoba tenang dan berusaha tidak terpengaruh dengan kehadirannya.


"Ya, silahkan" kata Yuki menyambut uluran tangan Bangsawan Asry. Dia mengikuti Bangsawan Asry menuju lantai dansa. Dan mulai berdansa dengan tenang. 


Yuki merasa bersyukur Bangsawan Asry lah yang harus di temui Yuki, bukan yang lain. Di antara teman-teman Pangeran Riana, Bangsawan Asry jauh lebih tenang dan pandai mengontrol emosinya. Juga tidak akan membuat Yuki susah.


"Aku belum mendengar kabar jika Putri sudah memasuki Garduete" ujar Bangsawan Asry ringan. Membuka obrolan. Mereka melangkah mengikuti iringan musik yang di mainkan.


"Sekarang, bukankah Bangsawan sudah mendengarnya" jawab Yuki tersenyum lembut. 


"Di mana Putri tinggal ?"


"Di Ibukota" jawab Yuki berbohong. 


Yuki berputar dengan ringan. Mengimbangi gerakan Bangsawan Asry. Dia melihat, Putri Nadira sudah menyadari kehadiran Yuki di dalam ruangan. Putri Nadira tampak kaget. Dia langsung memberitahu teman-temannya. Dua orang Putri memegang Gulf Mereka untuk menghubungi kerajaan Argueda.


Yuki menemani Bangsawan Asry berdansa satu lagi. Ketika lagu kedua di mulai, Yuki melepaskan tangan Bangsawan Asry. Sudah saatnya Dia pergi. "Terimakasih atas undangannya"


Yuki membungkukan badan untuk memberi hormat, mencegah Bangsawan Asry untuk bertanya lebih lanjut. Dia segera berbalik dan berjalan pergi meninggalkan ruangan dengan tenang. 


Tidak ada yang tahu selain Yuki dan Lekky bahwa sekarang Yuki sangat gemetar ketakutan. Jantungnya berdebar cukup kencang. 


Apa Mereka memberitahukan kemunculan Yuki pada Pangeran Sera ?. Jika Iya, Yuki harus secepatnya meninggalkan gedung ini. 

__ADS_1


Yuki berjalan dengan cepat. Suara langkah kakinya terendam karpet mahal yang di gelar di lantai lorong. Dia berbelok ke ujung dan segera masuk ke dalam kamar kosong yang telah di sewanya untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Yuki mengunci pintu kamar begitu pintu di tutup. Terdengar suara langkah kaki dari luar kamar yang mendekat.


"Aku yakin Dia berjalan ke arah sini" ujar Seseorang dari balik pintu.


"Bagaimana dengan Pangeran Sera ?"


"Dia sedang menuju kemari"


Di mana Curly ?. 


Yuki berharap Curly masih mengingat kerjasamanya untuk membawa Yuki kembali ke sekolah, agar Dia yang menyamar sebagai Pelayan Lekky Darmount tidak di curigai.


"Curly di mana Kau ?" Tanya Yuki dalam hati.


Tidak ada jawaban atau pertanda.


Sementara itu suara langkah kaki di luar semakin banyak.


"Curly..." Bisik Yuki lagi dengan nada kesal, karena Curly juga masih belum bereaksi sama sekali.


Yuki berada di atas punggung Curly. Mereka terbang di atas atap. Sementara itu di bawah Mereka, pasukan Pangeran Sera sudah mengepung gedung dari segala arah.


Pangeran Sera sendiri sudah berlari lebih dulu memasuki gedung untuk menemukan Yuki. Yuki menarik nafas lega. Bersyukur dapat pergi tepat pada waktunya.


Jika Curly terlambat sedikit saja. Dia tidak bisa membayangkannya.


 


Berita mengenai kemunculan Yuki di wilayah Ibukota Garduete menyebar dengan cepat dalam waktu semalam. Bersamaan dengan kabar yang berhembus mengenai Yuki yang menghilang secara misterius di atas kapal saat perjalanan bulan madunya lima tahun yang lalu.


Akhirnya, semua orang mengetahui alasan Pangeran Sera ingin mengalihkan tahtahnya sebagai Putera Mahkota kepada Pangeran Arana adalah karena Kerajaan Argueda terus mendesak Pangeran Sera untuk melanggar sumpahnya dan menikahi gadis lain demi mendapatkan keturunan.


Meskipun pada akhirnya apa yang selama ini di coba untuk di tutupi Pangeran Sera terbongkar. Namun Yuki merasa lega karena tekanan terhadap Pangeran Sera jauh berkurang daripada sebelumnya.

__ADS_1


Pangeran Sera langsung mengobrak-abrik seluruh Ibukota untuk mencari keberadaan Yuki. Ketika Dia tidak menemukan Yuki di dalam gedung. Yuki merasa semangat hidup Pangeran Sera kembali lagi karena kemunculan Yuki.


Sebenarnya hanya masalah waktu sampai Yuki siap untuk bertemu dengan Pangeran Sera.


Apapun yang terjadi di masa lalu, tidak merubah fakta bahwa Mereka telah menikah secara sah. Pangeran Sera adalah suami Yuki. Tapi Yuki merasa tidak pernah berbuat baik kepada Pangeran Sera selama ini sebagai seorang istri yang seharusnya. Dan ini membuat Yuki semakin merasa bersalah. 


Mungkin di sisa hidupnya, Yuki bisa menebusnya. Tapi tidak untuk waktu dekat ini. Hatinya belum siap. Yuki tidak tahu bagaimana Dia harus muncul di depan Pangeran Sera. Yukilah yang selama ini meninggalkan Pangeran Sera.


 


 


"Brakk !!"


Putri Marsha mendorong pintu ruang kerja Bangsawan Xasfir dengan marah. Bangsawan Asry yang berada di dekat Bangsawan Xasfir hanya duduk dengan tenang. Dia sudah terbiasa dengan sikap arogan yang di tunjukan Putri Marsha. Terlebih setelah Putri Marsha resmi di angkat sebagai calon istri Pangeran Riana. Dia semakin menjadi menyebalkan.


Namun Bangsawan Voldermont yang juga lebih dulu datang beberapa menit sebelum Putri Marsha tiba langsung menunjukan wajah tidak suka.


"Aku dengar, ****** itu sudah berada di Ibukota ?" Tanya Putri Marsha langsung menatap Bangsawan Xasfir untuk meminta penjelasan.


"Kau harus menjaga tutur katamu Marsha. Dia adalah istri sah dari Pangeran penerus tahtah kerajaan Argueda" tegur Bangsawan Xasfir cepat. Bangsawan Xasfir khawatir jika perkataan Putri Marsha sampai tersebar luas, posisinya sebagai calon istri Pangeran Riana akan goyang karena di anggap Dia tidak memenuhi syarat untuk mendampingi Pangeran Riana.


Dia sudah sering mengingatkan Putri Marsha untuk menjaga sikap dan perkataannya. Namun sering kali Putri Marsha mengabaikannya dan menganggap semua hal sudah tunduk di bawah kakinya semenjak Dia jadi tunangan Pangeran Riana.


"Siapa yang akan berani mengadu, pelayan ?..potong saja lidah Mereka kalau Mereka berani bicara, jangan terlalu lembek pada Mereka" kata Putri Marsha angkuh. Putri Marsha langsung melirik ke arah Bangsawan Asry. Banyak sekali foto yang Dia terima, memperlihatkan moment saat Bangsawan Asry sedang berdansa dengan Yuki semalam.


"Apa Kau yakin itu benar Dia ?" Tanya Putri Marsha kali ini kepada Bangsawan Asry.


"Aku yakin Dia memang Putri Yuki" jawab Bangsawan Asry tanpa keraguan.


"Apa yang sebenarnya terjadi ?" Tanya Bangsawan Voldermont tidak sabar menunggu Putri Marsha pergi untuk mengintrogasi Bangsawan Asry.


"Aku tidak tahu, tapi semalam memang jelas terlihat jika Putri Yuki melarikan diri dari kejaran Sera. Apa Kalian sudah mendengar desas desus soal menghilangnya Yuki di atas kapal saat Mereka berbulan madu ?"

__ADS_1


"Aku sudah mendengar masalah itu" jawab Bangsawan Voldermont kemudian. 


 


__ADS_2