
"Apa yang Kalian cemaskan. Wanita itu hanya bagian dari masa laluku, dan Aku pastikan Dia tidak akan pernah menjadi masa depanku" jawab Lekky tegas.
Yuki menganggukan kepala tenang. Dia memutuskan untuk mempercayai Lekky. Toh selama ini Lekky selalu terbuka mengenai pikirannya pada Yuki.
"Syukurlah jika begitu" jawab Yuki tersenyum pelan.
Yuki ingin mengatakan sesuatu tapi suara teguran lembut dari seorang wanita terdengar di belakang Mereka.
"Lama tidak bertemu denganmu Lekky"
Yuki berbalik dan mendapati seorang wanita yang sangat cantik dan berkelas berdiri di dekat Mereka. Wanita itu mendongakkan kepala seolah menunjukan kepercayaan dirinya yang cukup besar.
Rambutnya panjang bergelombang, berwarna hitam legam dengan kulit putih bersih yang membuat iri siapapun yang melihatnya. Sekali melihat Yuki tahu wanita itu bukan seratus persen manusia. Ada darah peri di dalam dirinya. Mungkin itu yang membuat Lekky cenderung tertarik padanya.
Lekky sama seperti Perdana Menteri Olwrendho. Mereka menyukai wanita yang bukan seratus persen manusia murni.
"Claira.." kata Lekky acuh.
Putri Claira menatap Yuki dari atas ke bawah dengan pandangan menilai. Dia sangat angkuh dan merasa dirinya adalah yang terbaik.
"Salam hormat Putri Yuki, Saya adalah Claira, istri dari Panglima Tallaso, Panglima Perang kerajaan Argueda yang di bawahi langsung oleh Pangeran Sera, Suami Putri"
Yuki menangkap ada nada sindiran yang di ucapkan Putri Claira padanya meskipun Putri Claira mengucapkan salam dan memberi hormat dengan sopan.
"Salam hormat Putri" ujar Yuki membalas salam Putri Claira.
"Senang pada akhirnya Saya bisa bertemu dengan Putri secara langsung, Putri jika boleh Saya ingin memberikan nasehat pada Putri"
"Silahkan" kata Yuki tidak mau berbasa-basi. "Aku akan memberi Putri waktu satu menit untuk berbicara"
Putri Claira tersenyum pahit. Tapi Dia menahan diri dan kembali berkata dengan lembut. "Putri adalah seorang wanita yang memiliki status sosial yang tinggi. Selain itu Putri juga merupakan istri dari seorang Pangeran Perwaris tahtah kerajaan besar. Tidakah Putri pernah berpikir, jika Putri terlalu menyia-nyiakan hidup Putri yang sempurna hanya untuk bisa bersama dengan keluarga Darmount ?. Jadi Saya sarankan pada Putri untuk memikirkan semuanya dengan baik dan kembali kepada Pangeran Kami"
__ADS_1
"Terimakasih sarannya. Aku sangat tersanjung dengan keperdulian Putri. Jika Aku boleh sedikit memberikan nasehat juga untuk Putri. Aku sarankan Putri untuk segera pergi meninggalkan Kami sebelum terlambat" kata Yuki penuh makna.
"Pikirkan baik-baik Putri, masa depan seperti apa yang Putri bisa harapkan dengan mengikuti Lekky ?" Kata Putri Claira masih tidak mau menyerah.
"Jika Putri sudah tidak ada keperluan, silahkan pergi dari tempat ini" ujar Yuki lagi dengan nada lebih tegas.
Tidak mendapatkan hasil yang di harapkan, Putri Claira memutuskan untuk menjalankan rencana B. Dia memberi kode pada suaminya yang telah menunggu dan mengawasi Mereka dari tempat jauh dan tersembunyi.
Sontak setelah mendapatkan kode dari Putri Claira, Panglima Perang Tallaso memerintahkan para prajurit Argueda untuk datang dan mengepung Yuki dan Lekky. Lekky masih terlihat santai. Dia tampak tidak perduli dan menikmati anggur mahal yang di pesannya. Sementara itu Yuki memandang Putri Claira dan Panglima perang Tallaso dengan sikap protektif.
"Putri Yuki dengarkan nasehat Kami. Kembalilah pada Pangeran Sera dan jauhi orang itu. Putri harus tahu, Lekky Darmount adalah orang yang paling di buru di kerajaan Argueda. Seperti yang istriku bilang, masa depan Putri tidak akan bagus jika tetap bersamanya"
"Untuk apa sebenarnya Kalian ada di sini ?" Tanya Yuki akhirnya dengan wajah muram.
"Tentu saja untuk menyadarkan Putri dan membawa Putri kembali" jawab Putri Claira penuh percaya diri.
Yuki mengulurkan tangan dan menggengam tangan Lekky erat. Dia tidak ingin terlibat pertingkaian yang tidak perlu. Pangeran Sera memerintahkan Putri Claira untuk muncul di depan Lekky pasti dengan rencana matang. Yuki khawatir Lekky akan terjebak oleh rencana Mereka jika Putri Claira bisa membuat Lekky emosi dan lepas kendali. Melihat keseriusan Putri Claira dan Panglima Perang Tallaso, Yuki bisa menduga berapa banyak hadiah yang akan Mereka dapatkan jika berhasil menjalankan misi yang di perintahkan oleh Pangeran Sera.
Melihat keadaan yang mengancam. Yuki membalas dengan mencabut pisau kecil yang sangat tajam, di sembunyikan disela pahanya. Tanpa keraguan Dia langsung menodongkan pisau tersebut di leher Putri Claira. Membuat semua orang terkejut saat melihatnya.
Goresan pisau membentuk garis berwarna merah di leher Putri Claira. Darah menetes di ujung pisau yang di bawa Yuki.
"Apa yang Kau lakukan pada istriku !!" Teriak Panglima Perang Tallaso berang. Dia memandang Yuki penuh kebencian seolah bisa mencekik Yuki tanpa perlu menyentuhnya.
"Aku sudah memperingatkan kalian sebelumnya untuk pergi" ujar Yuki mengingatkan.
"Kau pikir Kau siapa. Wanita sialan, beraninya Kau melukaiku" teriak Putri Claira marah.
Plakk !!
Yuki langsung menampar Putri Claira dengan keras. Putri Claira terhuyung ke belakang dengan wajah terkejut.
__ADS_1
"Jaga ucapanmu. Meskipun Aku meninggalkan istana tapi Aku masih istri sah dari Pangeran Sera. Selama Dia belum menceraikanku, kedudukanku lebih tinggi daripada kalian. Beraninya Kalian bersikap kurang ajar padaku" Yuki memandang dingin pada Putri Claira dan Panglima Perang Tallaso. Dia menegakkan bahunya seolah tidak takut apapun.
"Tangkap Dia cepat !!" Perintah Putri Claira kepada para Prajurit Argueda.
"Silahkan jika Kalian berani menyentuhku" tantang Yuki tidak mau kalah.
Para Prajurit saling berpandangan dengan wajah kebingungan.
Varmount dan Lazzar muncul secara tiba-tiba dari kegelapan. Tampak tenang namun sangat waspada. Lazzar maju, mengambil kesempatan untuk menghampiri Lekky yang sembari tadi diam mengawasi.
"Aku ingin berbicara denganmu" Kata Lazzar sambil merangkul pundak Lekky dan menepuknya pelan. Setengah memaksa meminta Lekky untuk mengikutinya. Lekky menuruti Lazzar dan Mereka berjalan dengan cepat meninggalkan kerumunan. Sementara Varmount berdiri di belakang Yuki sambil bersidekap.
"Apa yang Putri harapkan darinya. Lihatlah, bahkan Dia meminta seorang wanita untuk melindunginya ?" Kata Panglima Tallaso mengejek setelah Lekky dan Lazzar pergi.
Yuki merentangkan tangannya ke belakang. Seolah meminta agar Varmount tidak terpancing dengan provokasi yang di berikan Panglima Tallaso.
"Melindungi Lekky ?" Yuki tersenyum pelan namun penuh percaya diri. Menatap lurus ke arah panglima Tallaso. "Kau salah besar Panglima, Aku tidak perlu melindungi Lekky jika Dia ingin bertarung dengan siapapun"
Panglima Tallaso meludah dengan tatapan mengejek.
"Aku hanya memberi satu kesempatan kepada Kalian untuk berpikir, dan Aku ingatkan sebelumnya kepada Kalian, jika Kalian masih tetap nekat, Kalian sendiri yang akan rugi"
"Apa maksudmu ?" Tanya Putri Claira marah.
"Sebagai setengah Peri, apa Kau tidak menyadari kekuatan Lekky yang sekarang ?"
Putri Claira terdiam.
Menyadari apa yang di katakan Yuki adalah benar. Dia merasakan kekuatan Lekky begitu besar. Jauh lebih besar dan berlipat-lipat daripada sebelumnya. Lekky tidak mungkin mendapatkan itu semua dalam sekejap. Pasti ada seseorang yang membantunya untuk melakukan semua itu.
__ADS_1