
Jika melihat watak Putri Marsha, seharusnya Dia sudah lama merubah kamar Pangeran Riana. Menghilangkan semua hal yang akan mengingatkan orang pada Yuki. Tapi sangat aneh, kamar ini tetap di pertahankan sama seperti sedia kala.
"Putri..." Yuki yang sedang berdiri di dekat meja kecil, tempat Dia meletakan boneka porselen kesayangannya, menoleh karena terkejut. Pelayan kembali dan menunduk dengan penuh hormat pada Yuki. "Semua barang Putri telah di letakan kembali ke tempatnya, apakah Putri membutuhkan sesuatu ?"
"Ibu Jaena datang siang tadi, dan meminta Kami untuk merapikan dan membersihkan kamar yang terletak di seberang kamar Pangeran Riana. Beliau mengatakan kepada Kami bahwa pemilik kamar telah kembali"
"Pemilik kamar ?" Tanya Yuki terkejut. Kamar di seberang Kamar Pangeran Riana adalah kamar yang pernah di tempati Yuki. Kamar khusus yang hanya bolrh di gunakan untuk wanita, yang akan menjadi Ratu bagi Pangeran Riana. Seharusnya kamar itu sekarang menjadi milik Putri Marsha sebagai wanita utama Pangeran Riana.
"Apakah Putri Marsha telah kembali ?" Tanya Yuki cepat.
Para pelayan saling menatap dengan wajah kebingungan.
"Maaf Putri, Untuk sekarang Putri Marsha masih menjalani persidangan, dan Dia tidak akan kembali ke istana harem"
"Baru saja Kau mengatakan pemilik kamar ini telah kembali ?"
Pelayan tersenyum mengerti. "Pemilik Kamar yang Kami maksud adalah anda Putri Yuki. Sudah lima tahun ini Pangeran Kami menutup kamar itu, tidak membiarkan ada orang lain yang menempatinya. Termasuk Putri Marsha. Selama ini Putri Marsha tinggal di istana harem. Dan Kami semua hanya diizinkan untuk membersihkan kamar dan tidak boleh mengubah perabotannya tanpa adanya izin dari Pangeran Riana. Sepertinya Pangeran Riana masih mengharapkan anda untuk kembali dan tinggal di kamar itu lagi Putri"
Perkataan pelayan itu membuat Yuki sedih. Semua salah. Yuki berpikir jalan Mereka untuk kembali sudah tidak ada lagi. Semua perasaan cintanya untuk Pangeran Riana telah Dia kubur rapat di dalam hatinya. Mereka sudah tidak bisa untuk bersama. Untuk apa mengharapkan sesuatu yang akan membuat luka.
Yuki mengatakan kebenaran dengan lantang di pengadilan kerajaan. Jika Pangeran Riana mempercayai Yuki, semua rencana Pangeran Sera tidak akan berhasil.
Yuki sudah berusaha keras untuk membuat Pangeran Riana percaya. Tapi kecemburuannya menutup hati nuraninya. Kedua Pangeran itu mempunyai andil yang sama dalam pembunuhan bayi yang ada di kandungan Yuki.
Jadi untuk apa Mereka harus saling tunjuk ?
__ADS_1
Dan Yuki memutuskan untuk kembali pada Pangeran Sera bukanlah tanpa sebab. Pertama, Pangeran Sera adalah suami Yuki. Dia ingin menunjukan baktinya di sisa hidupnya sebagai seorang istri yang baik untuk Pangeran Sera. Mempersiapkan kebahagiaan untuk Pangeran Sera, jika Dia harus meninggalkan Pangeran Sera untuk selamanya.
Jika nantinya Mereka bertiga selamat dari semua masalah ini, Yuki tetap akan kembali pada Pangeran Sera. Meskipun Pangeran Sera pernah berbuat salah, tapi Dia adalah seorang suami yang baik untuk Yuki.
Pangeran Sera selalu mempercayai Yuki dan yang terpenting Dia tulus mencintai Yuki.
Alasan kedua adalah, Pangeran Riana sudah bertunangan dan jauh lebih bisa bertahan di banding Pangeran Sera. Yuki tidak ingin berbagi suami dan merusak hubungan orang lain. Meskipun sekarang, Dia telah melakukannya. Namun Yuki tidak merasa bangga untuk itu semua.
Hubungannya dengan Pangeran Riana susah lama berakhir. Meskipun ada sisa cinta yang ada dalam hatinya. Tapi Yuki tidak melihat jalan untuk kembali bersama Pangeran Riana.
Mereka sudah tidak bisa lagi di satukan. Terlalu jauh berpisah.
"Putri, maafkan Hamba jika terdengar lancang. Tapi, jika boleh Hamba ingin mengatakan sesuatu"
"Katakan ?"
Yuki terdiam mendengar ucapan Pelayan itu.
Hari sudah semakin larut. Yuki duduk di sofa seorang diri dalam kamar. Ada perapian yang menyala di dekatnya. Yuki menatap kobaran api di depannya sambil melamun. Dia tidak bisa tidur memikirkan apa yang akan terjadi ke depannya.
Yuki menemukan foto-fotonya yang di ambil diam-diam selama ini, di laci yang ada di samping tempat tidur Pangeran Riana.
Apakah selama ini Pangeran Riana mengawasinya. Untuk apa Dia menyimpan semua foto Yuki di dalam kamarnya.
"Kita sudah terlambat untuk kembali bersama, lalu kenapa Kau malah mencoba memperbaiki lagi hal yang sudah tidak mungkin bisa untuk di satukan lagi ?" Bisik Yuki merasa lelah.
__ADS_1
Terdengar suara pintu di buka. Membuyarkan lamunan Yuki. Ketika Dia berbalik, Yuki melihat Pangeran Riana masuk ke dalam kamar. Pangeran Riana diam. Tidak mengatakan apapun saat melihat Yuki.
Dia melepaskan jubah dan sarung tangannya. Kemudian melemparkannya begitu saja di sandaran sofa. Dan langsung berjalan menuju kamar mandi.
Yuki berdiri dengan binggung. Jika Pangeran Riana datang selarut ini. Dia pasti akan tidur di kamarnya. Semua orang sedang membicarakan Mereka. Jika Mereka tahu malam ini justru Pangeran Riana dan Yuki berada di kamar yang sama. Semua orang akan semakin membicarakan Mereka.
Walaupun hubungan Pernikahan Yuki di awali dengan keterpaksaan, tapi tidak mengubah fakta bahwa Yuki adalah istri dari Pangeran Sera.
Kehamilan Yuki sekarang saja sudah membuat Yuki binggung. Bagaimana Dia bisa menghadapi Pangeran Sera. Penjelasan apa yang bisa Dia berikan. Yuki tidak punya muka untuk bertemu dengan Pangeran Sera lagi.
Pangeran Riana selesai mandi. Dia berjalan keluar kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya. Rambutnya basah. Air menetes di bahunya yang kekar.
Dia tidak menyentuh pakaian yang telah di siapkan para pelayan. Malam ini Dia tidak akan tidur. Ada Yuki di dalam kamar yang harus di urusnya. Jadi untuk apa Dia repot-repot mengenakan pakaian.
Yuki berdiri tertegun di sudut kamar. Berdiri dengan panik dan tampak kebingungan.
"Aku...Aku akan tidur di ruang kerja" Kata Yuki setelah mempunyai cukup keberanian. Dia bergegas berlari menuju pintu yang menghubungkannya dengan ruang kerja Pangeran Riana. Tapi Pangeran Riana telah keburu mencekalnya dan menghentikan Yuki dengan cepat. Yuki kembali berbalik. Mencoba melepaskan jari-jari Pangeran Riana yang mencengkram lengannya. Menatap Pangeran Riana dengan pandangan memohon.
"Pangeran Aku mohon, Aku sudah menikah. Tidak baik jika Kita berada di ruangan yang sama seperti ini" pinta Yuki memohon pengertian Pangeran Riana.
"Menikah ?" Pangeran Riana tampak marah saat mendengarnya. Dia langsung menarik Yuki kuat hingga Yuki tersuruk di dadanya. Tercium aroma sabun yang kuat dari tubuh Pangeran Riana. Yuki langsung mendorong badannya ke belakang untuk memberi Mereka jarak. "Sudah cukup Aku mendengar hal itu darimu Yuki. Apa Kau kira dengan Kau terus mengatakannya Aku akan senang ?"
Yuki memberontak. Berusaha melepaskan diri. Kedua tangannya di satukan ke depan. Memohon agar Pangeran Riana mau melepaskannya.
"Aku mohon Pangeran. Lepaskan Aku. Biarkan Aku pergi"
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkanmu pergi Yuki. Tidak akan pernah. Meskipun pada akhirnya Negara ini akan bertempur dengan Argueda atau keluarga Darmount sekalipun. Aku tidak akan melepaskanmu. Kau dengar itu. Tidak akan"