Morning Dew

Morning Dew
318


__ADS_3

"Putri Yuki...." Curly terbang di udara dan langsung menghampiri Yuki yang tertegun di tempatnya. Matanya membuka lebar ketika mengetahui kesedihan yang di rasakan Yuki saat ini. Sebuah luka besar bersarang di dalam tubuh Yuki dan mencoba menghancurkan Yuki secara perlahan.


 


"Curly...." Bisik Yuki pilu.


 


Curly mengalihkan pandangannya ke dalam kubah. Kemudian sesaat berpaling kembali untuk melihat Yuki. Perlahan, Curly menundukkan kepalanya sembari menyentuh bahu Yuki dengan pandangan sedi. Kedua telinganya terkulai lemah. Menunjukan simpati yang dalam.


 


Yuki diam membisu. Semuanya diam membisu. Tenggelam dalam pikiran Mereka masing-masing.


Kemudian Curly menegakan telinganya dan memandang ke depan. Bereaksi terhadap satu pikiran yang ada di dekatnya. Dengan geram Dia menatap ke arah Pendeta Serfa yang berdiri di dekat Bangsawan Voldermont.


 


"Dia yang memberitahukan semua ini pada suamimu" kata Curly sambil menujuk Pendeta Serfa. 


 


Yuki mendongak menatap Pendeta Serfa. Diikuti yang lainnya. Pendeta Serfa tampak terkejut sesaat. Tapi dengan cepat Dia mengubah ekpresinya seolah semua yang terjadi memang harus terjadi.


 


Saat melihat Pendeta Serfa. Yuki akhirnya mengerti apa yang terjadi. Sikap aneh Pangeran Sera yang di rasakan Yuki bukanlah hanya perasaannya saja. Tapi ada sesuatu di baliknya. Yuki sangat menyesal. Dia tidak mempercayai hati nuraninya ketika itu. Yuki seharusnya sudah menyadarinya saat itu.


 


Ketika Dia menemukan Pendeta Serfa berbicara berdua dengan Pangeran Sera. Saat itulah Pendeta Serfa sedang memberitahukan kebenaran yang selama ini di tutupi Yuki dari semua.


Terlambat menyadari, ketika pendeta suci berbicara empat mata dengan Yuki mengenai resiko kematian bagi orang yang menarik segel suci dan hanya Yuki, Pangeran Riana dan Pangeran Sera yang dapat melakukannya.  Juga ada kenyataan yang terlewat bahwa hanya Yuki dan para pendeta yang mengetahui masalah segel suci. Yang di maksud Pendeta Suci tentunya jelas mencakup semua pendeta.


 


 


Semua pendeta.


Itulah kuncinya.


Semuanya pendeta termasuk Pendeta Serfa dan Pendeta Naru di dalamnya.


Yuki tidak mengerti apa motivasi yang membuat Pendeta Serfa pada akhirnya berubah pikiran dan memutuskan untuk memberitahu Pangeran Sera setelah sekian lama Dia bungkam. 


Semenjak berbicara dengan Pendeta Serfa, Pangeran Riana mulai berubah. Yuki sama sekali tidak memikirkan perubahan sikap Pangeran Sera karena Dia telah mengetahui masalah segel suci.


 


Yuki sering menemukan Pangeran Sera melamun di samping tempat tidur sambil duduk memandangi Yuki yang tertidur lelap. Mungkin Dia sedang memikirkan langkah-langkah yang harus di ambilnya jika Dia harus berkorban untuk menggantikan Yuki. 

__ADS_1


 


Setelah mengetahui kebenarannya dan saat Dia tahu semua resiko yang akan terjadi jika Riana yang justru berkorban, Pangeran Sera tanpa keraguan memutuskan untuk menggantikan posisi Yuki.


Pendeta Serfa tahu, jika Pangeran Sera mengetahui masalah segel suci. Dia pasti tidak akan membiarkan Yuki mati. 


 


Tapi kenapa ?. Kenapa Pendeta Serfa melakukannya. Lekky pernah memberitahu Yuki bahwa Pendeta Serfa pernah mencoba membunuh Yuki yang di anggap akan membahayakan Pangeran Riana lagi. Untungnya Pendeta Hiro mengetahuinya dan langsung menegur Pendeta Serfa dengan keras.


 


Lalu kenapa Dia yang ingin Yuki mati sekarang justru sangat menginginkan agar Yuki hidup dan bersama dengan Pangeran Riana. Kenapa Dia harus melakukannya ?. Bukankah Nara sudah lahir. Seorang Penerus tahtah Garduete yang selanjutnya telah ada. Seharusnya sudah tidak ada lagi masalah jika Yuki mati. Tapi kenapa Pendeta Serfa sekarang justru sangat ingin agar Yuki tetap hidup ?.


"Ramalan Putri duyung" kata Curly menjawab semua pertanyaan yang ada di kepala Yuki.


 


Ramalan Putri Duyung....


 


Ramalan yang di sampaikan oleh para Putri duyung saat Yuki melakukan perjalanan untuk menyelamatkan Pendeta Suci dari muridnya yang berkhianat.


 


Ramalan yang mengatakan bahwa Yuki akan melahirkan empat orang anak. Tiga laki-laki dan satu perempuan. Anak-anak luar biasa yang membawa takdir besar di tangan Mereka masing-masing.


 


Anak kedua seorang pejuang 


Anak ketiga seorang pemikir 


Dan anak ke empat adalah seorang pelindung.


 


Empat anak yang sangat di nantikan. Membawa masa depan cemerlang dalam kehidupan yang akan mengukir sejarah.


 


Pendeta Serfa tidak perduli ketika Dia tahu Yuki mengajukan diri untuk menarik segel suci. Dia justru merasa senang karena Garduete terbebas dari ketakutan jika Mereka harus kehilangan Pangerannya. Bahkan saat Dia tahu Yuki mengandung anak perwaris tahtah kerajaan Garduete. Dia hanya menginginkan anak dalam kandungan Yuki dapat selamat. 


 


Tapi...begitu Dia mendengar ramalan Putri Duyung mengenai anak-anak yang akan di lahirkan Yuki. Pikirannya berubah. Dia menginginkan semua anak itu menjadi milik Garduete. 


Anak-anak yang di lahirkan seorang Ciel pasti sangat berharga. Dia menginginkan semua anak-anak Yuki. Karenanya dengan hati dingin. Dia menceritakan kebenarannya pada Pangeran Sera.


 

__ADS_1


 


Secara tidak langsung, Pendeta Serfa adalah orang yang mengalungkan bunga kematian pada Pangeran Sera.


 


Pendeta Serfa tahu, Pangeran Sera tidak mungkin akan membiarkan Yuki mati. Pangeran Sera pasti bisa melihat jika Pangeran Riana yang mati, Yuki akan menderita, karena seumur hidupnya Dia akan terus berada di pergulatan untuk merebut Nara dari Garduete. 


Selain itu, Pangeran Sera tidak mungkin bisa setiap saat melindungi Nara dari bahaya yang mengancam, dan situasi kerajaan yang mengancam sampai Nara bisa bertahan hidup sendiri. Semua akan sangat sulit untuk Yuki hadapi meskipun Pangeran Sera membantunya.


 


Jadi....jika Pangeran Sera ingin Yuki yang selamat. Dia adalah orang yang paling tepat untuk menggantikan Yuki.


 


Yuki merasakan luapan emosi saat Dia memikirkannya. 


 


Pangeran Sera tetap menyerahkan tahtahnya kepada Pangeran Arana. Dia menyelesaikan semua urusannya, bekerja seperti orang gila. Kemudian melepaskan diri dari kehidupan kerajaan dengan alasan ingin fokus bersama Yuki. Itu adalah alasan yang di buatnya. Kenyataannya, Pangeran Sera ingin menghabiskan waktu bersama Yuki sebelum kematian menjemputnya. 


 


Itulah kebenarannya !!


Yuki melepaskan perlahan cekalan Pangeran Riana. Berjalan ke arah Pendeta Serfa yang diam mematung di tempatnya. Ketika Yuki sudah berdiri di hadapannya, Yuki memandang Pendeta Serfa dengan emosi yang berkecamuk di dada.


 


"Apa sekarang Kau sudah puas ?" Tanya Yuki lirih dengan suara bergetar.


Pendeta Serfa menundukkan kepalanya dengan sikap hormat. 


"Saya turut berduka dengan kematian Pangeran.."


 


Plak !!


 


Yuki nenampar Pendeta Serfa keras. Bangsawan Asry hampir saja menghampiri Yuki untuk melerai. Tapi Bangsawan Xasfir menahannya. Semua memandang ke arah Mereka berdua tanpa berkomentar. 


Yuki menjatuhkan kedua tangannya di sisi tubuh. Menatap ke sekeliling dan menemukan Mereka menatap Yuki bersimpati. Namun semua itu justru membuat kesedihan Yuki semakin dalam. Rasanya jauh lebih sakit ketika Yuki harus kehilangan Bangsawan Dalto, Perdana Menteri Olwrendho dan Rena. Lukanya sangat besar dan dalam. Kali ini di tusuk tepat di jantung Yuki.


 


Yuki terhuyung mundur dua langkah. Dia tidak merasakan apapun. Tubuhnya terasa kosong dan hampa. Jiwanya telah pergi bersama dengan Pangeran Sera.


 

__ADS_1


Yuki berbalik. Curly sudah berada di bahu Yuki. Diam tidak mengatakan apapun. Dengan gotai, Yuki berjalan. Meninggalkan semua orang yang terdiam di belakangnya.


 


__ADS_2