Morning Dew

Morning Dew
89


__ADS_3

"Yuki menghilang"


"Kalian sudah mencarinya ?" Tanya Ibu Suri tenang. 


"Sudah. Semua tempat Kami geledah tidak Kami temukan. Ada kecurigaan Dia bersama Dalto" 


Ibu Suri sebenarnya sangat ingin memanggil Yuki untuk mendidiknya. Agar memahami posisinya sebagai wanita Pangeran Riana dan tidak lagi berhubungan dengan laki-laki lain selain atas izin Pangeran. Tapi Riana menghalanginya dan tidak ingin Ibu Suri ikut campur menangani Yuki. 


Ibu Suri menghormati keinginan Pangeran Riana. Namun kejadian terulang lagi, kali ini Ibu Suri harus menegur Yuki dengan keras meskipun Riana tidak menyetujuinya. 


"Kalau begitu Kalian tinggal mencarinya saja di kediaman Dalto. Untuk apa meminjam cincin kawinku ?" Tanya Ibu Suri kesal. 


"Karena Dalto adalah pelaku utama penggunaan sihir hitam yang meresahkan akhir-akhir ini" jawab Bangsawan Voldermont dengan serius.


Ibu Suri terdiam sesaat. Dia kemudian menyerahkan cincinnya kepada Bangsawan Voldermont. Wajahnya lebih serius. "Apa Kau yakin ?" Tanya Ibu Suri pelan.


"Kami sudah mengeledah kediamannya. Di temukan ruang bawah tanah tempat Dia memenjarakan dan mengesekusi tawanannya. Tapi sepertinya Dia membawa Yuki ke markas utamanya. Nenek Aku ingin bertanya padamu.." ujar Bangsawan Voldermont sembari menerima cincin kawin Ibu Suri dan menyimpannya di saku bajunya. Cincin ini sangat berharga, Ibu Suri bisa menghukumnya jika sampai hilang.


"Tanyakan"


"Kejadian sepuluh tahun lalu...apa tujuan Bangsawan Jabire Radit. Ayah dari Dalto Radit membakar kuil beserta orang di dalamnya"


Ibu Suri menghela nafas. Dulu Dia menekan kerajaan untuk tidak mempublikasikan kebenarannya agar keluarga para korban dapat hidup dengan layak. Sebagai konspensasi, Dia melindungi sisa keluarga Radit yang tersisa termasuk putranya Dalto Radit dari hukuman. 

__ADS_1


"Kakekmu lah yang menyuruh Putri Ganema, istri dari Jabire Radit untuk membujuk suaminya agar membakar kuil beserta orang-orang di dalamnya. Kemudian menghukum mati Mereka dengan imbalan anak Mereka selamat dari hukuman" jawab Ibu Suri tenang. Dia memandang ke depan dengan pandangan menerawang. "Balgira Radit, kepala keluarga Radit saat itu di perintahkan untuk melacak buku terlarang yang kabarnya masuk ke Garduete bersama dengan Pendeta Agung Calberi. Tapi sayangnya, ketika Mereka akhirnya berhasil mendapatkan buku terlarang itu. Balgira tidak mampu melawan pengaruhnya, sehingga Dia diam-diam mempelajari Buku itu di sepanjang perjalanan kembali ke istana. Kemudian Dia membunuh Pendeta Calberi dan membuat drama Mereka di serang dalam perjalanan pulang ke istana. Balgira melaporkan buku itu telah di rampas orang tidak di kenal. Kakekmu terlambat menyadari rencana Balgira, Dia telah membentuk sekte dan merekut anggota yang sebagian besar berasal dari kalangan Bangsawan dan anggota Kerajaan. Kakekmu tidak bisa membunuh Mereka secara langsung karena khawatir dukungan terhadap Bardana akan berkurang. Jadi Dia memanfaatkan kedua orang tua dari Dalto untuk menghukum mati Mereka dengan imbalan keselamatan anak Mereka"


"Jika begitu, seharusnya Putri Ganema dan Bangsawan Jabire tidak bersalah. Tapi Kenapa Mereka tetap di hukum mati ?" Tanya Bangsawan Voldermont tidak mengerti.


Ibu Suri menghela nafas dalam. "Pada awalnya Mereka adalah anggota utama dari sekte yang di bentuk Balgira. Mereka membantu Balgira menculik gadis-gadis perawan untuk di tumbalkan dalam upacara Balgira. Merekut anggota juga turut serta merencanakan usaha untuk menggulingkan kerajaan dan usaha membunuh Bardana dan Riana. Pendeta Hiro berhasil menyadarkan Mereka. Tetapi Kesalahan Mereka jelas tidak bisa di maafkan. Dalam hukum kerajaan semua anggota keluarga Radit harus di bunuh tanpa kecuali"


Bangsawan Voldermont akhirnya mengerti. Untuk menyelamatkan Dalto Radit dari hukuman, kedua orang tuanya bersedia membakar kuil dan seluruh pengikutnya sebagai imbalan. Juga bersedia menanggung kesalahan untuk menutupi kebenaran yang mencoreng kerajaan jika terungkap akibat beberapa anggota keluarga terlibat dalam sekte tersebut.


"Aku akan mengembalikan cincin ini jika sudah selesai" Kata Bangsawan Voldermont akhirnya sambil menundukkan kepala penuh hormat. Dia tidak tahu harus mengatakan apa setelah mengetahui kebenarannya. Dia sendiri tidak bisa terlalu lama di istana Ibu Suri. Riana sudah menunggu. Mereka semua di kejar waktu untuk menemukan Yuki sebelum terlambat.


"Kau belum memberitahukanku, untuk apa Kau membutuhkan cincin kawinku" tanya Ibu Suri lagi dengan wajah penasaran.


"Riana memberi Yuki sepasang anting yang terbuat dari batu berlian Agaret. Seperti yang Nenek tahu, Batu Berlian Algaret bereaksi dengan Batu yang ada di cincinmu" jelas Bangsawan Voldermont sambil tersenyum lebar untuk menutupi rasa canggungnya.


Ibu Suri memandang tidak percaya kepada Bangsawan Voldermont.


Batu Safir Alrqand milik Ibu Suri akan bereaksi jika ada batu berlian Agaret dalam radius kurang dari sepuluh kilometer dari tempatnya berada. Jika Yuki masih berada di sekitar ibukota, Batu Safir Alrqand akan sangat berguna untuk mempersingkat waktu dalam usaha pencarian Yuki.


"Jangan memandangku seolah Aku adalah pelaku utamanya. Ini ide Riana" bela Bangsawan Voldermont ketika melihat tatapan tidak percaya dari Ibu Suri.


Ibu Suri tidak bisa berkomentar lagi. Dia tahu Riana sangat cemburu dan mengengkang Yuki. Tapi memberi Yuki pelacak, sungguh di luar dugaan. 


Tapi bukankah Pangeran Sera dari Argueda juga memiliki cermin yang bisa melihat keberadaan Yuki.

__ADS_1


"Coba Kau temui Sera di penginapan, Aku yakin Dia akan lebih cepat membantu kalian ketimbang mencari Yuki menggunakan alat pelacak" ujar Ibu Suri kemudian. Bangsawan Voldermont yang baru akan berdiri kembali duduk dengan wajah binggung.


"Dia mempunyai cermin yang di berkati Dewa Aiswara, Aku dengar selama ini Dia memantau Yuki melalui cermin itu. Jika Kau menjelaskan situasinya, Aku yakin Dia akan bersedia membantu" jelas Ibu Suri lagi.


"Riana tidak akan setuju" ujar Bangsawan Voldermont mengingatkan permusuhan yang terjadi di antara kedua Pangeran itu.


Ibu Suri mendengus dengan memandang sinis kepada Bangsawan Voldermont. "Apa Dia punya pilihan lain sekarang ?"


Bangsawan Voldermont menimbang sesaat. Ibu Suri benar. Dia mengambil Gulf dan menghubungi Riana.


Riana mengangkat panggilan di nada pertama, ketika Dia mendengar ide Ibu Suri yang di sampaikan Bangsawan Voldermont, Di luar dugaaan Dia langsung menyetujui dan memutuskan untuk pergi sendiri ke penginapan Sera.


 


Bau busuk terasa menyengat memenuhi seluruh udara. Mengaduk-aduk perut memberikan perasaan mual yang tidak tertahankan. Yuki sudah memutahkan seluruh isi perutnya ketika Dia menyadari dari mana bau busuk itu berasal. 


Tumpukan mayat di letakkan begitu saja di atas gerobak. Burung pemakan bangkai dan lalat bertebaran di atasnya.


Mereka adalah para korban yang menghilang. Setelah di culik, Mereka di siksa kemudian di bunuh dengan sadis. Tidak hanya itu, bahkan tubuh Mereka yang sudah tidak bernyawa hanya di letakkan secara sembarangan, diperlakukan tidak selayaknya manusia. 


Yuki tidak bisa membayangkan siksaan apa yang Mereka hadapi sebelum kematiannya. Apa salah Mereka ? Sampai harus mengalami hal keji seperti ini.


Ketika sadar dari pingsannya. Yuki sudah berada di dalam penjara yang pengap, lembab dengan cahaya yang minim. Juga baunya sangat busuk menusuk hidung.

__ADS_1


Lantainya penuh dengan lumut dan jamur. Ada noda darah yang telah mengering di beberapa tempat. Juga kotoran manusia yang memperparah kondisi udara di sekitar ruangan. 


Yuki terkurung seorang diri dalam sel. Dari tempatnya berada, Dia dapat melihat penjara ini terdiri dari enam baris yang saling berhadapan. Di tengah ruangan penuh dengan alat-alat yang di gunakan untuk menyiksa para korban.


__ADS_2