Morning Dew

Morning Dew
295


__ADS_3

Pangeran Sera juga sudah tidak menghubungi Yuki lagi semenjak Yuki di bawa kembali ke kamar Pangeran Riana. Jelas bagi Yuki, Pangeran Sera sudah mengetahui semuanya termasuk kehamilan Yuki yang ternyata bukan anak Pangeran Sera.


 


 


Pangeran Riana duduk di sofa panjang sambil membaca semua berkas kasus Putri Marsha yang akan di naikkan ke pengadilan dalam waktu dekat. Sementara Yuki masih berdiri di tempatnya tampak binggung. Akhirnya, Yuki memutuskan untuk duduk bersama Pangeran Riana. Berharap Pangeran Riana mau di ajak bicara dari hati ke hati.


Yuki menunggu dengan sabar. Namun Pangeran Riana masih sibuk membolak-balikkan setiap lembar kertas yang ada di tangannya. Laporan penyelidikan kasus yang menjerat Putri Marsha sebagai pelakunya.


Perkembangan terbaru dari penyelidikan yang di lakukan kerajaan. Putri Marsha selain terlibat dalam kasus yang telah di akuinya bersama dengan Pangeran Sera. Dia juga terlibat sebagai dalang utama dalam percobaan pembunuhan terhadap Yuki, Ibu Suri Agung dan Bangsawan Voldermont.


Pada percobaan pembunuhan yang di lakukan pada Yuki dan Bangsawan Voldermont. Putri Marsha beberapa kali menyewa saja pembunuh bayaran. Tapi kebanyakan dari Mereka tidak kembali dengan selamat karena sudah lebih dulu di hentikan oleh Lekky. 


Untuk Ibu Suri, Putri Marsha menggunakan dupa yang telah di beri racikan sehingga membuat Ibu Suri seperti orang yang sakit keras dan membutuhkan obat yang justru memperburuk keadaan Ibu Suri.


Putri Marsha di tuntut dengan berbagai tuduhan serius.


Upaya pembunuhan terhadap calon perwaris tahtah kerajaan Garduete dengan menyebarkan berita palsu mengenai kehamilan Yuki.


Laporan palsu mengenai kejadian saat Pangeran Riana terluka lima tahun lalu di wilayah Argueda.


Percobaan pembunuhan terhadap calon ratu Garduete.


Percobaan pembunuhan terhadap keluarga kerajaan Garduete.


Membantu upaya pemberontakan terhadap kerajaan Garduete yang di lakukan keluarganya.


Bahkan, Dari Negara mantan suaminya yang dulu. Mereka mengajukan penyelidikan untuk mengetahui kebenaran penyebab kematian Raja Mereka.


Dia sudah tidak dapat di ampuni lagi. Hukuman gantung sudah menanti Putri Marsha.


Yang membuat Yuki terkejut. Dari semua yang telah terjadi, Pangeran Riana dengan dingin justru memimpin semua penyelidikan dan persidangan yang menjerat Putri Marsha. Pangeran Riana tidak menunjukan perasaan empati dan belas kasihan pada wanita yang telah menemaninya dengan setia selama lima tahun terakhir.


Yuki tidak bisa melakukan apapun untuk menolong Putri Marsha. Dia hancur oleh ambisi pribadinya sendiri.


 

__ADS_1


 


Para wanita dan pelayan di istana harem tampak senang saat mengetahui Putri Marsha tidak akan kembali. Tanpa menunggu lama, dan tanpa di perintah, Mereka langsung membersihkan kamar yang selama ini di gunakan Putri Marsha. Semua barang pribadi Putri Marsha telah di kemas dan dikirimkan ke kediaman keluarganya. Kemudian Mereka juga mensucikan kamar Putri Marsha seolah sedang mengusir roh jahat yang selama ini menganggu istana harem.


Kekejaman Putri Marsha membuat Mereka sangat membenci Putri Marsha. Tidak ada satupun orang yang merasa kehilangan. Para pelayan yang selama ini dekat dengan Putri Marsha dan bertindak sesuka hati dengan yang lain di istana harem, hidupnya berubah 180 derajat. Mimpi buruk Mereka di mulai. 


Sementara itu Para wanita milik Pangeran Riana tidak keberatan ketika Mereka akan di beri konpensasi ketika Pangeran Riana mengeluarkan surat untuk mengembalikan Mereka ke keluarganya. Mereka tahu, tidak ada celah bagi Mereka untuk mendekati Pangeran Riana. Istana Harem akan kembali kosong seperti sedia kala.


 


Ketika Pangeran Riana hanya diam dan bersikap seolah tidak ingin di ganggu. Yuki memutuskan untuk melanjutkan membaca sebuah buku yang baru setengah di bacanya. Sambil menunggu sampai Pangeran Riana mau di ajak berbicara.


 


Buku itu kebetulan berada di atas meja di depan Pangeran Riana. Yuki mengambil buku itu dan mulai membacanya dengan tenang.


Namun, baru lima belas menit Dia membaca. Yuki merasa tidak nyaman dengan kejang otot yang di alami Yuki di bagian betisnya. Yuki memang tidak merasakan perasaan mual dan muntah seperti kehamilan pertamanya. Dia bisa makan apapun tanpa terganggu dengan aroma masakan yang menyengat. Tapi Dia kini sering mengalami kejang otot di bagian betis yang membuatnya beberapa kali nyaris terjatuh saat berdiri. Terutama jika Yuki duduk tanpa merubah posisinya terlalu lama. Biasanya Yuki akan mengurutnya perlahan dengan minyak gosok sampai rasa sakit di bagian betisnya hilang.


 


Selain sering mengalami kejang otot, Yuki juga tidak bisa terlalu lama di tengah keramaian. Dia akan langsung menguap dan merasakan kantuk yang tidak tertahankan. Bahkan Yuki pernah sampai pingsan karena menahan diri ketika rapat besar terjadi.


 


 


Pangeran Riana menutup berkasnya dengan tiba-tiba. Tanpa bicara, Dia langsung berdiri dan menuju ke laci meja yang ada di dekat jendela. Saat Pangeran Riana kembali, Dia membawa minyak gosok di tangannya.


 


Yuki cukup terkejut ketika Pangeran Riana berjongkok di depan Yuki dan memegang kaki Yuki yang mengalami kejang otot dengan lembut. "Diam Yuki" perintah Pangeran Riana ketika Yuki berusaha melepaskan diri.


Pangeran Riana mengoleskan minyak gosok di betis Yuki dan dengan hati-hati memijat kaki Yuki dengan ibu jarinya. Gerakan yang di lakukan Pangeran Riana membuat otot kaki Yuki menjadi lemas dan jauh lebih rileks. 


"Sudah jauh lebih baik. Terimakasih" kata Yuki canggung.


Pangeran Riana berdiri dan menutup botol minyak gosok. Meletakan di atas meja dan mengelap tangannya dengan sapu tangan. Kemudian Dia kembali duduk di sofa. Membaca lagi berkas yang Dia tinggalkan sebelumnya.

__ADS_1


"Jika kakimu kejang lagi, beritahu Aku" pinta Pangeran Riana tenang.


Yuki diam.


Pangeran Riana meskipun sering terlihat dingin dan acuh. Namun Dia sangat memperhatikan Yuki. Sikapnya tidak pernah dapat di tebak. Dia bisa terlihat tidak perduli, padahal Dia sangat perduli dengan Yuki.


 


 


"Jadi Yuki, daripada Kau memendam semuanya seorang diri. Lebih baik Kau katakan saja padaku. Apa yang terjadi ?" Ucap Bangsawan Voldermont yang duduk di samping Yuki.


Pagi ini, mungkin karena beban pikiran yang di hadapi Yuki. Dia mengalami muntah hebat hingga tubuhnya menjadi lemas. Untuk menyegarkan pikiran, Yuki duduk di taman yang ada di taman tengah. Pangeran Riana yang di hubungi oleh kepala penjaga, mengizinkan Yuki untuk duduk di sana sampai perasaannya menjadi lebih nyaman.


Ibu Suri yang mengetahui kondisi Yuki, langsung meminta Bangsawan Voldermont untuk datang dan menengok Yuki.


 


 


Yuki sedang berbaring dengan posisi menyamping pada sebuah bangku panjang yang ada di taman tengah ketika Bangsawan Voldermont datang.


"Aku baik-baik saja. Mualku ini adalah hal yang biasa terjadi pada Ibu hamil" kilah Yuki sambil menghirup udara dalam.


Yuki beringsut duduk sambil bersandar secara perlahan. Bangsawan Voldermont membantu Yuki mengikat rambut Yuki kebelakang, sehingga angin dapat menerpa tengkuk Yuki dengan bebas. 


"Lebih nyaman ?" Tanya Bangsawan Voldermont penuh perhatian.


"Ya, terimakasih"


"Kami datang" Bangsawan Asry muncul dengan membawa bungkusan berbagai makanan yang di belinya di sepanjang jalan menuju ke istana Pangeran Riana.


Di belakangnya, Pangeran Riana dan Bangsawan Xasfir menyusul.


Bangsawan Asry meletakan keranjang buah di depan Yuki sembari berkata hangat "Kami membawa berbagai makanan dari kota. Apa Putri ingin mencicipi salah satunya ?"


 

__ADS_1


__ADS_2